NovelToon NovelToon
Pewaris Dewa Pedang 2

Pewaris Dewa Pedang 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Perperangan / Action / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Lanjutan pewaris dewa pedang

Jian Wuyou yang sedang melawan langit dan utusannya harus mengalami kegagalan total dalam melindungi peti mati istrinya.

Merasa marah dia mulai naik ke alam yang lebih tinggi yaitu langit, tempat di mana musuh-musuh yang mempermainkannya berada.

Tapi sayang dia kalah dan kembali ke masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Gerbang Dimensi Saku dan Sumpah di Balik Kabut

​Keheningan di Pegunungan Kristal terasa berbeda pagi ini. Bukan lagi kesunyian yang mencekam, melainkan ketenangan sebelum sebuah perjalanan besar dimulai.

Luka-luka Jian Wuyou telah menutup sepenuhnya berkat perawatan tanpa henti dari Li Hua dan Mei Lian, namun kewaspadaannya justru berada di titik tertinggi.

​Jian Wuyou berdiri di tengah halaman paviliun, rambutnya berkibar ditiup angin pegunungan. Ia menutup matanya, memusatkan seluruh energi Domain Kehendak Tahap Menengah ke ujung jarinya. Ruang di hadapannya mulai bergetar, lalu retak seperti kaca yang dipukul pelu godam.

​"Lin Hua, kemarilah." panggil Wuyou tanpa menoleh.

​Li Hua mendekat sambil menggendong Jian An, sementara Jian Han memegang erat ujung jubah ibunya.

Mereka menatap dengan takjub pada celah dimensi yang perlahan terbuka—sebuah pemandangan lembah hijau yang abadi dengan sungai perak yang mengalir di bawah langit yang selalu berwarna senja.

​"Ini adalah tempat yang kuciptakan dari fragmen memoriku yang paling damai," ucap Jian Wuyou sambil melangkah masuk terlebih dahulu untuk memastikan keamanan. "Di sini, waktu mengalir berbeda. Sepuluh tahun di dalam sini mungkin hanya setahun di dunia luar. Ini adalah satu-satunya tempat di mana kalian bisa tumbuh tanpa bayang-bayang perang."

​Li Hua melangkah masuk dan seketika merasakan udara yang begitu murni sehingga jiwanya terasa seperti dibasuh. "Ini indah sekali, Wuyou. Rasanya seperti... rumah yang sesungguhnya."

​Mei Lian menyusul di belakang mereka, membawa perbekalan terakhir. Begitu mereka semua masuk, Jian Wuyou membalikkan badan dan mengayunkan tangannya.

Gerbang dimensi itu tertutup rapat, menghilang dari realitas Pegunungan Kristal, hanya menyisakan jejak tipis energi yang akan memudar dalam hitungan jam.

​Bulan-bulan pertama di Dimensi Saku diisi dengan kedamaian yang mendalam. Jian Wuyou menghabiskan paginya untuk mengajari Jian Han teknik dasar pernapasan. Anak angkatnya itu memiliki bakat yang luar biasa; setiap gerakan pedang kayunya mulai memancarkan ritme yang stabil.

​"Ingat, Han," ucap Wuyou sambil memperbaiki posisi kaki anaknya. "Pedang bukan untuk membunuh, tapi untuk melindungi apa yang kau sayangi. Jika hatimu goyah, pedangmu akan patah."

​Jian Han mengangguk serius, keringat bercucuran di dahinya. "Aku ingin menjadi kuat seperti Ayah, agar aku bisa menjaga Ibu dan adik!"

​Di sisi lain lembah, Li Hua duduk di bawah pohon persik bersama Jian An yang sudah mulai bisa berjalan tertatih-tatih.

Li Hua seringkali bercerita kepada bayinya tentang ayahnya—tentang bagaimana sang ayah telah melintasi waktu demi menjemput mereka. Meskipun Jian An belum sepenuhnya mengerti, ia selalu tertawa setiap kali ayahnya mendekat.

​Namun, di tengah kedamaian itu, Jian Wuyou seringkali menatap langit senja di dimensi tersebut dengan tatapan kosong. Ia bisa merasakan melalui hubungan spiritualnya bahwa Sekte Dewa Abadi telah tiba di Pegunungan Kristal di dunia luar.

​Ia bisa merasakan amarah para pendekar langit itu saat menemukan paviliun yang sudah kosong. Mereka membakar sisa-sisa bangunan tersebut, mengubah tempat kenangan mereka menjadi abu.

​"Mereka akan terus mencari, Kak," suara Jiwu menggema di dalam batin Wuyou. "Penghancuran Jenderal Penghakiman adalah dosa besar di mata mereka. Mereka tidak akan berhenti sampai menemukan 'celah' masuk ke dimensi ini."

​Jian Wuyou mengepalkan tangannya. Ia menatap keluarganya yang sedang tertawa di kejauhan. "Maka aku harus menjadi lebih kuat lagi. Jika Tahap Menengah tidak cukup, aku akan menembus Tahap Puncak. Jika Tahap Puncak tidak cukup, aku akan melampaui konsep Domain itu sendiri."

​Malam harinya, saat anak-anak telah tertidur, Jian Wuyou dan Li Hua duduk bersama di tepi sungai perak. Li Hua menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, merasakan detak jantung pria itu yang kuat namun penuh beban.

​"Wuyou, kau tidak perlu memikul semuanya sendirian," bisik Li Hua. "Aku tahu kau merasa dunia luar masih memburu kita. Tapi lihatlah kami... kami hidup, kami bahagia. Itu adalah kemenangan terbesarmu."

​Jian Wuyou mencium puncak kepala Li Hua. "Aku tidak takut pada kematian, Li Hua. Aku hanya takut jika suatu hari aku terbangun dan kalian tidak ada lagi di sampingku. Tapi kali ini, aku bersumpah...tidak akan ada lagi penghapusan ingatan. Siapa pun yang mencoba memisahkan kita, akan berhadapan dengan murka abadi dari Jian Wuyou."

​Di langit dimensi saku itu, bintang-bintang bersinar lebih terang malam itu, seolah menjadi saksi dari sumpah seorang pria yang telah kehilangan segalanya namun berhasil mendapatkan kembali dunianya—dan kini siap menghancurkan semesta demi mempertahankannya.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Benar memperbaiki Pintu yang didobrak Ibunya
Nanik S
Kaisar Keabadian untuk Negri para orang Buangan
Nanik S
Siapapun akan memilih Anak Istri itu salah satu kelemahanya
Nanik S
Joooooost Woyou
Nanik S
Undangan berdarah
Nanik S
Woyou... melatih Anak anaknya dengan keras agar bisa melindungi diri sendriri
Nanik S
kenapa Jian An mesti jadi Target mereka...
Nanik S
Lanjut
Nanik S
Jian An.. Jian Han jadilah kuat seperti Ayahmu
Nanik S
Jian Woyou benar benar keras terhadap anaknya agar manjadi pendekar hebat
Nanik S
Cerita keluarga yang Bagus
Nanik S
Cuuuuuuss
Nanik S
Lanjutkan 👍👍👍
Nanik S
Dewa banyak yang jahat juha
Nanik S
Anak anak yang marah krn melihat Ayahnya teraniaya
Nanik S
Kedua Anak Jian Woyou benar2 Hebat
Agen One: /Hug/
total 1 replies
Nanik S
kenapa mereka menginginkan Jian An.... ada apa dg Anak kecil
love
semangat thor👍👍👍👍👍
Nanik S
Li Hua... bawa Kedua Jian pergi dari dimensi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!