NovelToon NovelToon
Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

Lana (17 tahun) hanyalah siswi SMA yang memikirkan ujian dan masa depan. Namun, dunianya runtuh saat ia dijadikan "jaminan" atas hutang nyawa ayahnya kepada keluarga konglomerat Al-Fahri. Ia dipaksa menikah dengan putra mahkota keluarga itu: Kolonel Adrian Al-Fahri.
​Adrian adalah pria berusia 29 tahun yang dingin, disiplin militer, dan memiliki kekayaan yang tak habis tujuh turunan. Baginya, pernikahan ini hanyalah tugas negara untuk melindungi aset. Bagi Lana, ini adalah penjara berlapis emas.
​Di sekolah, ia adalah siswi biasa yang sering dirundung. Di rumah, ia adalah nyonya besar di mansion mewah yang dikawal pasukan elit. Namun, apa jadinya saat sang Kolonel mulai terobsesi pada "istri kecilnya"? Dan apa jadinya jika musuh-musuh Adrian mulai mengincar Lana sebagai titik lemah sang mesin perang?
​"Tugas saya adalah menjaga kedaulatan negara, tapi tugas utama saya adalah memastikan tidak ada satu pun peluru yang menyentuh kulitmu, Lana."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Melarikan Diri dari Mansion

Melarikan diri dari mansion ternyata tidak semudah yang ia bayangkan karena kini ia bisa melihat beberapa pria berbadan tegap sedang memasuki kelab malam dengan tatapan yang sangat mengancam. Lana segera merunduk di balik meja tinggi yang dipenuhi gelas minuman agar tidak terlihat oleh pasukan pencari yang dikirim suaminya.

Jantungnya memalu rongga dada dengan sangat keras sementara musik yang memekakkan telinga justru membuat rasa paniknya semakin tidak terkendali. Ia merayap pelan menuju arah pintu keluar darurat yang terletak di belakang panggung musik dengan napas yang tersengal.

Langkah kakinya terasa sangat lemas seolah tulang belulangnya telah berubah menjadi cair karena rasa takut yang teramat sangat. Di kejauhan, ia melihat Maya sedang diinterogasi oleh salah satu ajudan kepercayaan Adrian dengan wajah yang sangat pucat pasi.

"Ke mana gadis yang bersamamu tadi, katakan sekarang atau kamu akan berurusan dengan markas besar," hardik sang ajudan dengan suara yang mampu menembus kebisingan.

Lana tidak menunggu jawaban Maya dan segera mendorong pintu besi berat yang menuju ke arah gang sempit di samping bangunan tersebut. Udara dingin malam hari langsung menusuk kulitnya yang hanya terbalut pakaian pesta tipis tanpa pelindung apa pun.

Ia berlari sekuat tenaga menembus kegelapan gang yang lembap dengan bayang-bayang ketakutan yang terus mengekor di belakang punggungnya. Tiba-tiba sebuah sorot lampu mobil yang sangat terang memecah kegelapan dan mengunci posisi Lana tepat di tengah jalan aspal yang sunyi.

Sebuah sedan hitam berhenti tepat di depan langkahnya dengan decitan ban yang sangat memilukan indra pendengaran. Lana mematung dengan tangan yang gemetar saat menyadari bahwa ia tidak memiliki jalan keluar lagi dari situasi yang sangat menjepit ini.

"Apakah kamu merasa sangat bangga bisa membuat seluruh pasukan saya bergerak hanya untuk mencari seorang siswi nakal?" tanya sebuah suara yang sangat berat.

Pintu mobil terbuka dan sosok Adrian keluar dengan aura kemarahan yang begitu pekat hingga membuat suasana malam terasa semakin membeku. Ia tidak mengenakan seragam kebesarannya melainkan hanya kemeja hitam yang lengannya digulung hingga menonjolkan otot lengannya yang sangat kuat.

Lana mundur beberapa langkah hingga punggungnya menyentuh dinding bata yang kasar sementara air mata mulai membasahi pipinya yang dingin. "Saya hanya ingin merasakan satu malam saja tanpa pengawalan yang membuat saya merasa seperti seorang tahanan perang," isak Lana dengan suara yang terputus-putus.

Adrian melangkah mendekat dengan perlahan namun setiap langkahnya memberikan tekanan mental yang sangat hebat bagi jiwa Lana yang sedang terguncang. Ia mencengkeram kedua sisi dinding di samping kepala Lana hingga gadis itu benar-benar terperangkap di dalam kurungan lengannya yang kokoh.

Napas Adrian yang panas menerpa kening Lana sementara matanya berkilat penuh dengan kekecewaan yang mendalam. "Satu malam kebebasanmu nyaris saja merusak operasi penangkapan pemberontak yang sudah saya susun selama berbulan-bulan," bisik Adrian dengan nada yang sangat tajam.

Lana terdiam seribu bahasa saat menyadari bahwa tindakannya bukan hanya sekadar pelanggaran aturan rumah tangga biasa. Ia telah mengacaukan misi militer yang sangat penting dan membahayakan keselamatan banyak orang termasuk suaminya sendiri.

Adrian menarik paksa tangan Lana dan membawanya masuk ke dalam mobil dengan gerakan yang sangat kasar seolah sedang mengamankan seorang tawanan musuh. Kemarahan sang kolonel di kelab malam tadi hanyalah permulaan karena hukuman yang sesungguhnya telah menanti di balik gerbang mansion yang gelap.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!