NovelToon NovelToon
APA SALAHKU MAS

APA SALAHKU MAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Wanita perkasa
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: bundae safiq

Dewi seorang istri yang di tinggal merantau suaminya Abi ke Kalimantan dan harus tinggal di kampung merawat mertua dengan uang kiriman seadanya dari sang suami, Dewi pun harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan sang mertua.
Hingga suatu ketika Dewi mendapati sebuah rahasia besar dari teman Abi, ternyata Abi diam-diam menikah lagi, hati Dewi hancur dan dia pun nekat ke Kalimantan untuk memastikan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundae safiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bu Kokom tak menyerah mengabari Abi

"Emggghhhhh..." Abi membuka mata perlahan, kepalanya terasa sedikit pening.

"Mas kamu sudah siuman, ah syukurlah, kamu sungguh membuatku cemas!" ucap Wulan yang melihat suaminya sudah siuman dengan perasaan lega.

"Apa yang terjadi sayang?" tanya Abi yang masih bingung.

"Kamu pingsan tadi mas, kata dokter kamu kecapekan saja, kamu harus banyak-banyak istirahat di rumsh biar cepat pulih" jelas Wulan pada Abi.

"Oh begitu rupanya, perasaan tadi aku merasa dadaku sesak dan nyeri sekali setelah itu entahlah aku tak ingat lagi" ucap Abi sembari mengingat-ingat kejadian sebelumnya.

"Ya sudah enggak usah di pikirin, sekarang kamu cuma butuh istirahat do rumah, biar semua kerjaan aku yang hendel" pinta Wulan pada Abi.

"Maaf ya sayang aku malah jadi ngetepotin kamu" ucap Abi tak enak hati.

"Enggak masalah, yang penting kamu jangan lama-lama sembuhnya biar aku enggak ikut kecapekan" ucap Wulan srmbari tersenyum dan membantu Abi untuk duduk.

"Iya-iya jangan khawatir,aku tak akan lama menyusahkanmu, mana aku tega sama kamu hemmm, ya sudah aku pulang dulu ya, tolong panggilkan sopir untukku, aku masih pusing dan lemas" pinta Abi pada Wulan, segera Wulan pun menelepon sopir kantor untuk mengantarkan Abi pulang ke kediaman pak Safrudin.

Sementara itu, Dewi pun telah menerima kabar dari Bu Kokom perihal kematian Bu Raminah mertuanya, Dewi meminta ijin pada pak Dhe unyuk cuti sehari menenangkan diri di kamar.

"Aku tahu kamu sedang berduka, namun tak ada guna juga kamu pulang karena mertua kamu tak akan hidup lagi, biaya pulang juga tak sedikit" ucap salah satu teman Dewi memberikan nasehat.

"Iya aku tahu, aku hanya enggak nyangka saja ibu pergi secepat itu, padahal sebelum aku kesini dia masih baik-baik saja" ucap Dewi sembari menggigit bibirnya menahan tangis yang enggan dia luapkan.

"Kamu sudah akan bercerai dengan suami kamu, biar dia yang urus sendiri mertua kamu itu, kamu cukup doakan saja dari sini" ucap teman Dewi dengan bijak, Dewi pun hanya mengangguk saja, kemudian dia langsung pergi ke belakang, Dewi tak ingin semua orang melihatnya bersedih dan menangis, itu sungguh konyol sekali buatnya.

"Biarkan dia tenang dulu jangan di ganggu" sahut pak Dhe yang baru saja datang dan memperhatikan punggung Dewi yang berjalan menjauh dan menghilang di balik tembok.

"Iya bos, saya hanya cemas kalau Dewi nekat pulang sedang dia masih banyak hutang, mana suaminya yang berengsek itu mana mau perduli sama dia nanti, kan kasihan bos" keluh teman Dewi.

"Kamu tenang saja dia tak akan selemah itu" ucap pak Dhe yang kemudian pergi berlalu begitu saja.

Dewi manangis di bawah bantal, tangannya mencengkeram dengan kuat, dia mencurahkan semua kesedihannya lewat tangisan tersebut hingga dia merasa puas.

Bagaimana tidak, ibu mertua yang sekian tahun di rawatnya siang malam, yang selalu menemani dan menyayanginya seperti anak kandung sendiri yang selalu berbagi suka duka, bahkan tempat Dewi berkeluh kesah kini telah tiada dalam waktu singkat setelah dia pergi ke Kalimantan.

Apalagi Dewi tak kuasa untuk pulang karena keadaan, selain uang yang sedikit, hutang pada Bu Mandor dan juga biaya perceraian yang akan dia tanggung nanti, semua perlu dia pikirkan masak-masak kalau Dewi nekat pulang ke Jawa.Dari mana dia akan melunasi semuanya jika tidak bekerja.

Setelah puas menangis, Dewi pun duduk di atas ranjang, kemudian dia mengusap bekas air mata di pipinya dengan sapu tangan, setelah itu Dewi pun menelepon Bu Kokom untuk menanyakan pemakaman ibu mertuanya.

"Halo Bu Kokom" sapa Dewi saat sambungan terhubung.

"Wi...hikz...hikz..hikz!" jawab Bu Kokom dari seberang telepon sembari menangis.

"Bu bagaimana pemakaman ibu?" tanya Dewi pelan.

"Bu Raminah sudah di makamkan pak Rt dan warga yang lainnya" jawab Bu Kokom.

"Syukurlah, Bu Kokom maaf ya Dewi enggak bisa pulang buat ngurus pemakaman ibu, Dewi enggak punya uang buat pulang, Dewi masih harus kerja di sini" ucap Dewi dengan perasaan sedih dan menyesal.

"Wi..apa yang terjadi, kemarin saat di rumah sakit aku telepon Hp Abi dan yang mengangkat seorang wanita yang mengaku istri Abi tapi bukan kamu!" adu bu Kokom.

"Mas Abi memang sudah menikah lagi bu, mas Abi sudah menghianatiku!" jawab Dewi jujur.

"Ya Allah Wi, lalu kamu bagaimana di sana, apa Abi tak perduli padamu?" tanya Bu Kokom cemas.

"Mas Abi tak mau ngaku bahkan dia memintaku pulang 1 hari setelah aku tiba di sini, tapi aku kabur dan kerja di sini untuk beli tiket pulang, kebetulan aku memergoki mas Abi bersama istri barunya dengan mata kepala ku sendiri Bu Kokom, sekarang aku sedang menggugat cerai mas Abi" jelas Dewi pada Bu Kokom.

"Astagah Wi, kasihan sekali kamu nak, orang seperti Abi memang tak layak untuk di pertahankan, kamu yang sabar dan kuat di sana ya Wi, jangan pikirkan soal di kampung biar kami para warga yang mengurus, lagian Abi yang anak kandung saja enggak perduli masa sekali dengan ibunya, saat seperti ini dia malah susah di hubungi!" ucap Bu Kokom kesal.

"Apa...jadi mas Abi belum tahu kalau ibunya meninggal?!" tanya Dewi terkejut.

"Gimana mau tahu, orang Hp dia aja yang pengang istri barunya dan saat di hubungi malah bentak-bentak tak karuan, ah biarin lah ntar dia bakal nyesel kalau tau ibunya sudah meninggal!" ucap Bu Kokom sewot.

"Ya sudah Bu Kokom biarin saja, aku juga sudah tak perduli lagi sama dia, mau tau atau enggak bukan urusanku lagi" ucap Dewi pasrah.

"Iya Wi, yang penting sekarang adalah bagaimana kamu menata masa depan kamu selanjutnya, kamu sudah mengorbankan masa muda kamu selama ini dengan sia-sia demi si Abi berengsek itu!" ucap Bu Kokom menasehati.

"Iya Bu Kokom, Dewi juga mikirnya gitu,sekarang Dewi mau cari uang yang banyak, mau nabung buat masa depan Dewi sendiri, sudah cukup Dewi menjadi wanita bodoh selama ini, Dewi mau maju, Dewi mau buka usaha biar Dewi kelak bisa jadi wanita kaya yang sukses!" ucap Dewi penuh tekad dan keyakinan.

"Aamiin Aamiin Aamiin, Ibu doain semoga keinginanmu segera terkabul dengan mudah Wi, kamu orang baik dan jujur, pasti banyak yang mendoakanmu, soal Abi kamu tenang saja ibu bakal kirim pesan ke Abi setiap hari sampai Abi baca sendiri dan tahu kalau ibunya sudah tiada!" ucap Bu Kokom pada Dewi supaya Dewi merasa tenang.

"Terima kasih banyak Bu Kokom, Dewi enggak tahu harus bagaimana berterima kasih pada Bu Kokom dan yang tetangga lainnya yang sudah membantu pemakaman ibu, semoga Allah membalas kalian semua dengan rejeki melimpah dan kesehatan Aamiin!" ucap Dewi tulus.

"Aamiin, itu sudah jadi tugas kami sebagai tetangga kamu" jawab Bu Kokom dengan tegas.

"Ya sudah Wi ibu masih banyak kerjaan, dan juga ibu mau ngirim pesan sama Abi lagi biar dia tahu, kasihan Bu Raminah" ucap Bu Kokom berpamitan.

"Iya bu kapan-kapan kita sambung lagi" jawab Dewi yang kemudian mematikan sambungan teleponnya.

Setelah sambungan terputus Bu Kokom segera mengirim pesan kembali pada Abi.

"Ibu kamu sudah meninggal, jika kamu lihat pesan ini tolong balas dengan segera!" isi pesan Bu Kokom untuk memberitahu Abi.

Sementara itu Abi yang sedang berbaring di atas ranjang untuk beristirahat setelah di antar sopir barusan mendengar Hp nya bergetar pun dia segera mengecek isinya.

praaaaannnnkkkkkk!!!

1
R⁵
duuhh mak nya oneng amat siihhh😒
R⁵
widiiihh berkhianat 2 tahun tanpa ketahuan..
R⁵
lugu bgt c dewi nya..
cinta boleh wi gobloogg jangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!