NovelToon NovelToon
Luka Hatiku, Aku Kembalikan Padamu

Luka Hatiku, Aku Kembalikan Padamu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teman lama bertemu kembali / Orang Disabilitas / Romansa pedesaan / Tamat
Popularitas:64.6k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Mumpung si tuli itu tidur, kamu harus mengambil barang berharganya." Ucap seorang wanita tua dengan dandanan menor yang sedikit menggelikan.

"Benar itu Mas, sebelum kamu beraksi pastikan alat pendengarnya sudah kamu buang." Ucap seorang gadis muda yang tidak kalah menor dari wanita yang ternyata Ibunya.

"Baiklah, kalian jaga pintu depan."

Suara dari dua wanita dan satu pria terdengar lantang untuk ukuran orang yang sedang merencanakan rencana jahat di rumah targetnya. Tapi siapa yang peduli, pikir mereka karena pemilik rumah adalah seorang wanita bodoh yang cacat.

Jika bukan karena harta kekayaannya, tidak mungkin mereka mau merendah menerima wanita tuli sebagai keluarganya.

Candira Anandini nama wanita yang sedang dibicarakan berdiri dengan tubuh bergemetar di balik tembok dapur.

Tidak menyangka jika suami dan keluarganya hanya menginginkan harta kekayaannya.

"Baiklah jika itu mau kalian, aku ikuti alur yang kalian mainkan. Kita lihat siapa pemenangnya."

UPDATE SETIAP HARI!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membeli Rumah Sederhana

"KTP dan KK barunya belum bisa cetak, karena Mbaknya belum jelas mau tinggal di mana." Ucap seorang petugas Administrasi Pelayanan.

"Iya juga ya Pak, kalau begitu apa Bapak tahu di mana ada rumah yang dijual. Gak perlu besar, sederhana saja. Yang penting punya halaman luas depan dan belakang." Ucap Dira.

"Udin... Rumah yang ada di samping Rumah Juragan Karsa itu jadi dijual gak? Apa kamu punya kontak anaknya?" Tanya Petugas bername tag Ramdan pada temannya.

"Sebentar aku lihat dulu, kayaknya waktu itu anaknya ninggalin kartu nama sebelum balik ke Jakarta." Jawab Udin sambil membuka laci.

Dira menunggu mereka dengan sabar.

"Ada satu rumah tua, pemilik aslinya sudah meninggal satu tahun. Anak-anaknya tinggal di Kota, ada juga yang di Jakarta. Rumahnya meskipun kuno tapi terbuat dari kayu yang berkualitas tinggi. Bukan dinding tembok, semua dari kayu jati tua." Ucap Ramdan.

"Tapi mungkin Mbaknya harus betulin genteng yang bocor." Sahut Udin.

"Tidak ada pagar tembok atau pagar besi yang mengelilingi rumah. Karena pagarnya adalah tanaman hidup, dan di sebelahnya ada pekarangan kosong kalau dulu si Mbah Wingit suka menanam pohon teh. Nah Juragan Karsa adalah tetangga terdekat, dia pemilik kebon teh yang membentang luas di sana." Ucap Ramdan dengan senyum ramahnya.

"Tidak ada ACnya juga, dan kamar mandinya ada di belakang. Di samping sumur." Ucap Udin.

"Intinya, ini rumah model kuno yang benar-benar sudah tua. Hanya itu rumah kosong yang dijual, selain itu tidak ada. Ini kartunya sudah dapat, sebentar saya hubungi dulu ponsel anaknya." Ucap Udin mulai melakukan panggilan.

"Assalamu'alaikum Mas Dani, ini ada yang mau beli rumahnya Mbah Wingit, Panjenengan mau lepas di harga berapa?" Tanya Udin.

"Gak usah mahal-mahal, aku lepas rumah itu di harga 350 juta saja." Jawab Dani.

"Apa sekalian seluruh tanah pekarangan samping rumah?" Dira menyahut karena baginya angka segitu terlalu murah.

"Inggih Mbak, semuanya. Sebenarnya sayang juga kalau dijual harga murah. Tapi saat ini saya butuh uang untuk biaya operasi anak yang sedang sakit. Lagipula tidak ada lagi keluarga yang ingin tinggal di sana, jadi eman-eman kalau terbengkalai begitu saja. Jika Mbaknya berminat, surat-surat tanah ada sama Pak Kades."

"Tapi untuk biaya balik nama dan renovasi lain lagi nggih. Harga 350juta termasuk sudah sangat murah untuk ukuran rumah dengan bahan full kayu jati tua. Ditambah masih banyak furniturenya juga. Dipan, lemari, meja kursi kayu. Semua masih bagus, tinggal poles dikit nanti kelihatan baru lagi." Ucap Dani menjelaskan detail rumahnya.

"Baiklah Mas Dani, saya bayar langsung hari ini. Mau ditransfer lewat bank apa?" Tanya Dira.

"Terima kasih, saya lepas rumah dan tanah warisan orang tua saya buat Mbak." Ucap Dani kemudian mengakhiri panggilannya.

Proses jual beli sat set tanpa drama, dan Dira sangat senang melihat rumah barunya yang terlihat nyaman.

Tidak lupa, Dira memberi salam tampel pada dua orang Petugas Desa yang membantunya mencarikan rumah.

Karena sudah ada alamat rumah, KTP dan KK Dira akan menyusul sekalian mengurus proses balik nama sertifikat rumah dan tanah.

"Kurang lebih seminggu lagi semua sudah jadi, tapi Mbak sudah bisa tinggal di rumah itu."

Selain itu Dira juga masih menunggu akta cerai untuk mengganti status pernikahan di KTP dan KKnya dari menikah menjadi janda. Beruntung Perangkat Desa yang bertugas tidak mempersulit dalam artian sambil menunggu berkas, proses pergantian data diri tetap dilakukan sesuai prosedur. Dan hari itu petualangan hidup Dira di Desa terpencil dimulai.

Dira memarkirkan mobil mewahnya di halaman rindang di depan sebuah rumah kayu yang berdiri kokoh. Warna coklat pudar kayu menambah kesan bahwa memang bebar rumah tersebut sudah berusia puluhan tahun. Pohon mangga besar menjadi peneduh alami di halaman depan rumah. Dan juga tanaman pagar yang daunnya sudah mulai tidak beraturan.

"Segar sekali di sini, padahal sudah jam satu siang." Gumamnya.

Lalu perlahan Dira menampaki anak tangga kecil di teras rumah. Meskipun katanya seminggu sekali ada yang membersihkan, namanya rumah kosong pasti ada banyak debu berterbangan.

"Tugas yang lebih berat daripada menaklukkan retensi... Eh menaklukkan tender adalah bersih-bersih." Gumam Dira.

Pasalnya, Dira mempunyai alergi debu. Dimana setiap ada debu berterbangan maka dia akan bersin-bersin. Dan jika tidak segera minum obat alergi, maka akan keterusan jadi sakit yang lama sembuhnya. Kan gak lucu jika baru pindahan sudah menjadi kembang kasur.

"Aku butuh bantuan, tidak bisa jika membersihkan rumah ini sendirian."

Lantas dia mengunci kembali rumahnya, sedangkan barang bawaan dari Jakarta masih tersusun rapi di mobil.

Dira berjalan menelusuri jalan desa yang masih berbatu untuk mencari tetangga yang mungkin bisa membantunya. Di saat dia melewati rumah panggung cukup besar dan mewah dia menyapa seorang perempuan seumurannya. Tapi justru responnya tatapan meremehkan.

"Eh... Katanya orang Desa ramah-ramah, kenapa perempuan tadi terlihat sombong dan angkuh." Gumam Dira.

"Mungkin karena belum saling kenal." Dira abai dan terus berjalan mencari orang yang sekiranya senggang.

Dan di sana Dira melihat ada warung sembako yang cukup ramai, bukan orang sedang belanja. Melainkan mereka sedang sibuk menggosip.

"Kasihan si Erlangga, dia dipaksa nikah sama keponakan Istrinya Juragan Karsa yang namanya Mirna Nurmala, perawat di Puskesmas Desa Jatimulyo."

"Ya mau bagaimana lagi, itulah tidak enaknya punya hutang budi. Lebih baik berhutang uang, yang bisa dicicil kalau punya rejeki. Kalau hutang budi itu dibawa mati, akan terus jadi omongan."

"Eh... Sepertinya ada orang baru. Cantik sekali dan bodynya tinggi sexy, dari mana ya asalnya."

Suara itu sedikit bisik-bisik, tapi masih bisa Dira dengar.

Dia tersenyum hangat menyapa mereka.

"Selamat Siang Ibu Ibu, perkenalkan saya Dira pindahan dari Jakarta. Saya membeli rumah yang ada di pojokan sana." Ucap Dira.

"Kirain sombong ternyata Dia ramah." Bisik salah seorang Ibu tua.

"Begini... Rumah itu kotor sekali, saya tidak bisa membersihkannya sendiri. Satu orang saya beri dua ratus ribu jika bersedia membantu saya membersihkan rumah dari debu dan daun-daun yang berserakan. Saya butuh sepuluh orang, supaya cepat selesai." Ucap Dira diplomatis.

"Wah... Dua ratus ribu cuma disuruh nyapu ngepel gak ada sehari, ayo kita bantu daripada ngobrol gak jelas gak dapat uang juga." Ucap yang lainnya.

Dan...

Hari itu, Dira menjadi pendatang baru yang mendatangkan rejeki bagi sebagia Ibu Ibu berdaster.

"Semoga di tempat ini aku bisa mendapatkan kebahagiaan." Gumam Dira.

1
Himna Mohamad
👍👍👍👍👍
Arin
/Heart/
Putrii Marfuah
menjauh Dari yang selalu membuat Luka, bukan kalah tapi agar tetap waras
Lienaa Likethisyow
semoga bahagia selalu ya kalian👍👍dan tetap semangat..makasih thor atas ceritanya🙏🙏
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
akhir yang bahagia walaupun tidak semulus jalan tol
Ita rahmawati
maksudnya selesai ini beneran tamat kah 🤔
padahal sedang suka sukanya baca kisah si mbim 😂
Ita rahmawati
pilihan yg udh bener minim,,jgn terus lari to coba bertahanlah mungkin kamu akan menemukan kebahagiaan 🤗
mbim panggilan yg manis menurutku 😂
Ita rahmawati
ayo tuan muda berjuanglah temukan arimbi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
semoga arimbi berjodoh sama tuan muda ya thor
Ita rahmawati
Arimbi 😔
Pawon Ana
yang terpenting adalah menerima diri sendiri tanpa kata" seharusnya atau tapi atau seandainya"
biarkan semua berjalan sebagai bagian dari alur yang memang harus dijalani
jangan menghindar atu menjauh, rasakan setiap rasa yang datang, marah kecewa kesal sakit hati sebagian bagian dari alur
sulit memang tapi justru itu membuat kita nyaman karena kita jujur .✌️💪
Pawon Ana
tidak ada seseorangpun yang bisa hidup sendirian,kita hanya mengira kita merasa aman jika sendiri tapi kita terkadang lupa kita butuh seseorang untuk tempat pulang,
Lienaa Likethisyow
mantap...👍👍👍👍..lanjut thor ...💪💪💪
Pawon Ana
aku juga tahu bagaimana rasanya dianggap tidak pernah cukup,terkadang memilih diam bukan karena mereka benar hanya saja terlalu lelah untuk berjalan memenuhi ekspektasi mereka
Pawon Ana
aku juga tahu bagaimana rasanya hidup dibawah tatapan orang lain dinilai disimpulkan tanpa pernah dipahami,dan dituntut menjadi sesuatu tanpa pernah ditanya.✌️ sangat tidak nyaman💪
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Setiap manusia memiliki perjalanan yang panjang dalam hidupnya. Ada awal, ada proses, dan pada akhirnya selalu ada yang disebut pulang. Kata “pulang” bukan hanya sekadar kembali ke rumah secara fisik, tetapi juga memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ia dapat dimaknai sebagai perjalanan spiritual, emosional, maupun sosial. Pulang selalu identik dengan kerinduan, kenyamanan, serta pengingat bahwa ada tempat yang menerima kita dengan apa adanya.
Dalam budaya Indonesia, konsep pulang seringkali dikaitkan dengan kampung halaman, keluarga, dan akar identitas. Pulang bukan sekadar aktivitas berpindah tempat, tetapi juga mengandung makna filosofis yang dalam. Pulang bisa berarti kembali pada nilai, kembali pada Tuhan, kembali pada diri sendiri, atau bahkan kembali pada tujuan hidup yang sejati.
Pulang memiliki makna universal, tetapi setiap individu menginterpretasikannya dengan cara yang berbeda. Ada yang memaknai pulang sebagai sebuah perasaan lega setelah perjalanan panjang, ada yang melihatnya sebagai jalan kembali ke akar budaya, dan ada pula yang menganggapnya sebagai pertemuan kembali dengan diri yang hilang. Makna pulang selalu melekat dengan rasa aman, damai, dan penerimaan...😊👍💪
Pawon Ana
bagus ceritanya, narasinya tertata, bahasanya halus, ini lebih ke konflik psikologis ya ....
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Lienaa Likethisyow
sesak rasanya/Sob//Sob/
Pawon Ana
terkadang juga kita memilih diam karena sadar tidak mungkin menjelaskan pada semua orang untuk bisa memahami,diam atau bicara itu sebuah pilihan.
Putrii Marfuah
maaf y Thor, gak niat numpuk, tapi lagi repot ama pesanan. JD gak bisa full . pas senggang ,playing bisa 1 bab
Erchapram: Alhamdulilah rejeki memang gak kemana
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!