NovelToon NovelToon
LUKA CINTA

LUKA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: MartiniKeni

Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.

Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?

Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit

  "Sibuk banget yah neng?" Perlita langsung terlonjak karena kaget, dirinya yang sedang fokus menatap ponselnya dikejutkan dengan kedatangan Nathan. Siang itu Perlita baru saja selesai makan siang di restoran hotel tempat dirinya menginap.

       "Ya ampun kak Nathan, aku jadi kaget loh."

       "Kamu sih Perl, sibuk banget. Kakak perhatiin dari tadi sampai-sampai nggak nyadar kalau kakak udah berdiri di hadapan kamu. Kalau lagi liburan mending fokusin aja buat menikmati liburan. Kok nggak keliling Bali? Ke mana gitu kek. Jauh-jauh ke Bali tapi cuma menghabiskan waktu di hotel tempat nginep aja."

    "Tadi pagi rencananya mau keliling bareng temen semasa SMA aku kak, hanya saja tadi anaknya kecelakaan saat di perjalanan menuju ke rumahnya. Jadi yah nggak jadi kelilingnya. Setelah ini aku mau ke rumah sakit mau menjenguk anak temen aku itu."

     "Gimana kalau siang ini kamu ikut aku aja dulu di sini. Aku ada pertemuan bisnis cuma sebentar aja, nanti setelah selesai kita bisa ke rumah sakit. Aku temani kamu buat menjenguk anak teman kamu itu."

      "Hmmmm, apa nggak apa-apa kalau aku ikut? Nanti malah mengganggu lagi. Sepertinya aku nggak ikut deh. Takut mengganggu. Sebaiknya kakak fokus aja sama pertemuannya dulu yah."

     Perlita bangkit dari duduknya dan meninggalkan Nathan yang melihat kepergian Perlita yang keluar dari restoran hotel.

     "Huffttt, sesusah ini yah deketin kamu Perl. Biasanya aku yang sering ngehindarin perempuan yang deketin aku, tapi sekarang malah aku yang dicuekin sama kamu. Kayaknya aku harus usaha lebih nih buat dapetin hati kamu Perl."

    Nathan bangkit dari duduknya dan meninggalkan restoran hotel.

    Perlita memesan taksi online Untuk mengantarkan dirinya menuju rumah sakit tempat anaknya Zahra dirawat. Perlita memang sengaja menghindari Nathan karena Perlita belum siap untuk terluka kedua kalinya. Sebagai perempuan dewasa tentu Perlita bisa mengetahui maksud Nathan mendekati dirinya. Apalagi tatapan Nathan yang tidak bisa bohong. Perlita hanya tidak ingin terjebak dengan laki-laki yang memiliki hubungan keluarga dengan mantannya.

    Tidak dipungkiri kalau Nathan adalah laki-laki yang sulit untuk ditolak pesonanya oleh Perlita. Tapi rasa takut di hati Perlita lebih besar dibanding rasa sukanya kepada Nathan untuk saat ini. Perlita butuh waktu untuk mengobati luka di hatinya. Saat ini tujuan Perlita adalah menjadi perempuan muda yang bersinar sehingga tidak ada lagi yang meremehkan dirinya. Perlita masih ingat bagaimana Mama nya Vito dulunya menghina dirinya yang hanya seorang pedagang kecil.

     Flasback On

     "Oh ini perempuan yang mau kamu kenalkan ke mama Vit? Kan sudah Mama bilang kalau Mama tidak menyukai dia, kamu ini gimana sih Vit? Dari bulan lalu Mama minta kamu untuk mengakhiri hubungan kamu dengan perempuan ini tapi apa? Sekarang kamu malah bawa dia ke rumah ini. Apa sih jambi-jambi yang dikasihnya ke kamu Vit sampai-sampai kamu itu masih juga menjalin hubungan dengan perempuan miskin ini. Kamu nggak setara dengan dia. Kamu itu seorang dokter sedangkan dia hanya pedagang kecil. Tidak setara Vit, ingat itu."

      Perlita dipandangi cukup lama dari kepala sampai ke ujung kaki.

     "Lihat aja pakaiannya ini, ini kan pakaian yang dijual di pasar. Nggak level banget sama keluarga kita. Mama bakalan malu kalau kamu bawa perempuan ini ke acara keluarga kita nantinya. Apalagi sampai jadi istri Vit, mau ditaruh di mana muka mama nantinya. Lihat aja kakak dan Abang- abang kamu, semuanya menikah dengan orang-orang yang sederajat dengan kita."

       Ucapan Silvi sangat menyakiti perasaan Perlita.

      Silvi secara terang-terangan menghina dirinya. Perlita hanya bisa meremas kedua tangannya menahan rasa sesak di dadanya.

       Flasback Of

       Perlita menggelengkan kepalanya ketika mengingat hinaan dari Mama nya Vito. Tidak menutup kemungkinan kalau Mama nya Nathan juga akan berlaku sama dengan Mama nya Vito. Hal inilah membuat Perlita berusaha untuk menjauh dari Nathan. Dirinya ingin fokus dulu ke karirnya. Di saat event peluncuran produk barunya, Perlita akan menunjukkan dirinya di depan public. Perlita merasa sudah saatnya public tahu siapa dirinya. Hal ini juga salah satu usaha Perlita untuk membalas rasa sakit yang telah di torehkan oleh orang-orang terdekatnya.

     Di perjalanan Perlita berhenti sebentar di sebuah toko mainan. Perlita memutuskan untuk membeli mainan untuk anak-anak nya Zahra. Setelah mendapatkan apa yang dirinya cari Perlita kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit.

    "Ini kebanyakan Mbak."

    "Nggak apa-apa Pak. Tadi Bapak juga udah nungguin saya lama banget di toko mainan."

      "Makasih yah Mbak."

       "Sama-sama Pak."

       Perlita turun dari taksi online dan langsung masuk ke dalam rumah sakit. Dia mencari ruangan perawatan anaknya Zahra.

        Tok

        Tok

        Tok

     

Ceklek

"Perl, ayo masuk!" Perlita masuk ke dalam ruang rawat anak Zahra.

"Hallo cantik." Sapa Perlita ke putri sulungnya Zahra.

"Hallo tante cantik." Anaknya Zahra menyalami dan mencium punggung tangan Perlita.

"Ini tante bawain boneka untuk kamu sayang, semoga suka yah."

"Terima kasih tante. Lili suka sama lumba-lumba dari tante."

Lili anaknya Zahra memeluk boneka tersebut dan mengulas senyum manisnya karena merasa senang dengan hadiah yang diberikan oleh Perlita.

"Ra, ini buat si bungsu."

"Kamu repot-repot segala beli mainan buat anak-anak aku Perl."

"Nggak apa-apa Ra. Mereka kan keponakan aku." Zahra dan Perlita saling tersenyum.

Ceklek

Saat Perlita dan Zahra asyik mengobrol suami Zahra masuk ke dalam ruangan perawatan Lili.

"Ada tamu rupanya."

"Sayang, kamu masih ingat sama tamu aku ini nggak?" Tanya Zahra menatap suaminya yang berjalan ke arahnya.

Suami Zahra menatap Perlita dengan kening berkerut.

"Perlita. Benar Perlita kan?" Suami Zahra memang mengenal Perlita karena setiap Zahra pergi kencan dengan suaminya Perlita yang selalu menemani Zahra, makanya suami Zahra juga mengenal Perlita.

"Ternyata kak Daniel masih ingat aku yah. Aku kira udah lupa sama aku." Kata Perlita sambil tersenyum.

"Ya nggak lah, masa lupa sama orang yang setia mengekori Zahra setiap kami pergi berkencan."

Mereka bertiga tertawa bersama mengingat masa lalu tersebut.

"Ya itu kan karena Zahra yang takut dengan kakak. Katanya kakak jauh lebih tua dari kami, nanti malah diapa-apain lagi sama kakak."

"Kok malah dibocorin rahasia aku sih Perl. Kan aku jadi malu Perl." Ucap Zahra dengan wajah yang terlihat malu.

"Ya ampun Ra, masa sama suami sendiri masih malu sih? Kamu itu bukan sehari dua hari menjadi istrinya kak Daniel loh Ra."

"Tapi tetap aja Perl."

"Udah nggak usah berdebat, kalian ini masih juga nggak berubah yah suka sekali berdebat kalau udah bersama seperti ini."

Perlita mengobrol banyak hal dengan Zahra dan Daniel.

Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊

1
partini
ya elah Lita bauanyk Banggt musuh mu ,,be strong ok
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu
Sartika Bertha
Cukup menarik menurut aku
checangel_
Begitu juga Reader yang menanti Dokter Nathan balas komentar itu🤣
checangel_
Efek media sosial, no debate, comment yes/Facepalm/
checangel_
Memang bener, lebih enak makan di gerobakan pinggir jalan, daripada di tempat yang berasa high class, kenapa bisa begitu ya?🤧
checangel_
Ikhtiar, in syaa Allah tidak mengkhianati hasil, Ibu/Smile/
checangel_
Tak ada lagi kata terucap 🙏👍
checangel_
Definisi gaji suami adalah hak milik istri, uang istri tetaplah hak miliknya sendiri 🤭
checangel_
Kapan kamu sabar (sadar) Vito?!! /Drowsy/🤧
Yuningsih Nining
dito dito sampe segitu nya ya?
checangel_
Vito!!!!/Grimace/
checangel_
Ibu Diana, kapan dirimu berulah (berubah) 🤧/Facepalm/
checangel_
Tuh, Apa kan? Ariana terjuket 🤭
checangel_
Hadeuh Ariana ini ya /Drowsy/
Rosmayanti 80
lanjut thoor yg bnyk dong update nya
checangel_
Dia seperti itu, karena dia sudah lelah dengan drama yang terus berulang itu Ibu Diana🤭
Rosmayanti 80
lanjut dong thot
Tulisan_nic
Ingin ku terbangkan segera pada orang bernama Vito🔪🔪🔪
checangel_
Apakah mertua se-mengerikan itu? /Facepalm/, segitunya kata mertua itu menggema, bahkan di realita pun banyak bayang² menantu yang tak pernah bersuara, dan semua itu kembali lagi pada niat dan langkah awal saat menyapa🤧
checangel_
Ariana kamu itu ya /Drowsy/, memanfaatkan keadaan yang ada ternyata, dan semua karena uang/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!