Ray... Seorang pria dengan masa lalu percintaan yang kelam karena harus ditinggalkan oleh wanita yang dicintainya untuk selama-lamanya, karena demi melindunginya, Bella kekasihnya rela mengorbankan nyawa sendiri untuk melindunginya, dan kini hadir Anna, wanita cantik yatim-piatu yang dijodohkan dengan nya oleh orang tuanya... bagaimana perjalanan kisah cinta mereka, dan bagaimana Anna menarik Ray dari kegelapan hati Ray yang sudah menguasai seluruh dunianya...?
Yuk ikuti kisahnya...😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23
23
"Maaf mas Ray, dia teman kampus Anna, jadi Anna anterin dia sampai masuk ke lift" jawab Anna dengan wajah yang kembali di tekuk.
"Pulang sekarang, ini sudah sore,aku juga lapar" perintah Ray yang langsung diangguki oleh Anna.
Sesampainya di apartemen Anna segera menyiapkan makan malam, setelah selesai mereka semua makan malam bersama.
"Anna, ingat, tidur di kamarku mulai malam ini" ucap Ray saat dia sudah selesai makan.
"Mas... Mas Ray, jika Anna hamil, selanjutnya apa?" Tanya Anna pada Ray yang hanya ingin Anna hamil tanpa memikirkan kedepannya.
Ray masih terdiam belum menjawab pertanyaan dari Anna, namun detik berikutnya Ray membuka mulutnya untuk mengatakan pikirannya "lakukan saja dulu, jika memang kamu hamil ya sudah mau gimana lagi" ucapnya masih dengan nada datarnya.
"Apa? Gitu aja? Mas Ray... Masa depan aku dan anak aku nantinya gimana mas Ray? Apa mas Ray mau tanggung jawab?!" Tanya Anna yang sudah mulai geram
"Itu gampang, aku jamin kamu dan anakmu tidak akan kekurangan uang" jawab Ray seenaknya saja.
"Haha... Lucu, mas Ray enggak semuanya bisa di beli dengan uang, yang aku tanyakan adalah apa mas Ray mau mengakui kami nantinya? Mas Ray apa pernah mikir kalau aku hamil pasti akan mendapatkan cibiran dari orang-orang yang melihatnya, apa mas Ray mau mengakuinya jika itu anak mas Ray?" Tanya Anna penuh penekanan.
"Jika itu syaratmu aku terima" jawab Ray yang masih saja seenaknya sendiri.
Anna sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, dia terlalu kesal untuk melakukannya.
"Okay jika itu mau kamu mas Ray... Aku mau kita punya anak, aku akan pindah ke kamar mas Ray mulai malam ini" jawab Anna seraya melangkahkan kakinya ke kamarnya untuk menenangkan diri dan pikirannya yang kacau balau karena ulah Ray.
"Aneh banget sih tuh cewek, tinggal turutin aja repot banget" sungut Ray pada Anna yang menurutnya menyebalkan. Padahal dirinya lebih menyebalkan.
Ray kembali ke kamarnya dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu dia keluar dari sana dan terkejut saat melihat Anna sudah berada di dalam kamarnya dan sedang duduk di atas ranjangnya memakai lingerie seksi yang sama seperti yang kemarin Anna pakai di hotel, hanya saja warnanya berbeda.
"Mas Ray... " Panggil Anna dengan senyuman yang menggoda.
"Anna kenapa kamu memakai pakaian itu?" Tanya Ray yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Bukankah kita mau membuat anak, kita juga tidak akan memakai pakaian kita nantinya, jadi aku memakai pakaian ini" jawab Anna yang sedang berusaha untuk menjadi seperti seorang istri yang sedang melayani suaminya.
"...." Ray tidak mengatakan apapun, mulutnya masih bungkam seribu bahasa.
Anna bergerak turun dari ranjang dan berjalan mendekati Ray yang masih berdiri mematung di depan pintu kamar mandi dan hanya memakai handuk kecil yang menutupi bagian tubuh bawahnya.
"Ayo mas Ray..." Ucap Anna menuntun Ray untuk naik ke atas ranjangnya.
Anna sungguh merasa sangat gugup, dan juga jantungnya berdetak dengan sangat cepat, namun dia mencoba untuk mengabaikannya, dia ingin bertindak seperti j*lang agar Ray tidak lagi mau menyentuhnya.
"Anna...apa yang kamu lakukan?" Tanya Ray pada Anna saat anna mencoba menarik handuk yang Ray pakai.
"Bukankah kita akan membuat anak, ayolah... Mas Ray yang menyuruhku untuk melakukannya bukan?" Jawab Anna yang kini sudah duduk di pangkuan Ray.
Dengan pakaian yang minim dan tipis Anna duduk dipangkuan seorang pria asing walaupun dia suaminya, tapi rasanya sangat aneh dan tidak nyaman dia melakukan semua itu.
"Cukup Anna, jangan memaksa dirimu untuk melakukan hal seperti ini, aku akan tetap melakukannya walaupun kamu mencoba segala cara untuk membuat aku mundur" ucap Ray yang membuat Anna terperanjat dan menyadari semua rencananya sudah gagal total.
"Mas Ray... Anna hanya..."
"Jangan katakan apapun lagi Anna. lagipula kita sudah menikah. tidak ada salahnya jika kita melakukan itu. itu juga kewajibanmu." jawab Ray sebelum Anna menyelesaikan kalimatnya.
Anna hanya menghela nafasnya, dia tidak tahu harus bagaimana lagi, terlebih dia tidak memiliki alasan lagi untuk menolak Ray. Dengan pasrah Anna hanya menuruti apa yang Ray inginkan.
Anna hanya memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan Ray yang membuatnya menjadi lupa diri, dan ingin mendapatkan yang lebih dari itu.
Keringat sudah membasahi sekujur tubuh mereka berdua, Anna merasa jika tubuhnya terbelah menjadi dua, rasa sakit yang luar biasa menjalari seluruh tubuhnya dengan nafasnya yang yang masih terengah-engah membuat dada Anna naik turun dibawah kungkungan tubuh Ray yang juga sudah dibanjiri oleh keringat.
"Ray..." Panggil Anna sebelum dia akhirnya terlelap dalam tidurnya.
Ray tersenyum puas dengan apa yang dia lakukan malam ini, akhirnya dia bisa kembali tersenyum walaupun dengan cara seperti itu.
Ray bergerak dari atas tubuh Anna yang sudah tertidur dan segera berbaring disebelah Anna dan segera memejamkan matanya karena dia juga merasa sangat kelelahan, hingga akhirnya keduanya terlelap setelah apa yang mereka lakukan.
MATAMU🤣
Rey...rey