Kisah pernikahan yang diawali kebencian.
Bermula dari Zhia gadis yang lugu menolak cintanya Syauqi, sebab dia sudah memiliki cinta masa kecil yaitu Iyas Maulana.
Sedangkan Syauqi Malik adalah pengusaha kaya raya yang berambisi besar, apapun yang pemuda itu inginkan tak pernah dilepaskan.
Pada akhirnya Syauqi menodai Zhia biar hamil dan mau dinikahi.
Bagaimana kisah rumah tangga mereka selanjutnya?
Follow Instagram : LinaLutfiana13
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina lutfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Demi buah hati
Sedingin-dinginnya sikap seorang lelaki pada akhirnya akan luluh oleh seseorang yang dicintai.
Begitulah Syauqi.
Di masa sekolah dan dalam dunia bisnis hampir semuanya merasa takut dan segan padanya. Namun setelah bertemu dengan Zhia yang usianya 8 tahun lebih muda darinya membuat dia tak berdaya.
Apalagi semenjak dia tau jika orang yang dicintainya sedang mengandung anak dari dirinya membuat Syauqi tidak tenang pikirannya. dia ingin melindungi dan menjaga supaya Zhia dan anaknya baik baik saja.
Syauqi mengirim dua orang yang sudah terlatih untuk selalu mengawasi Zhia tanpa sepengetahuannya.
Mereka berdua ditugaskan secara rinci melaporkan kegiatan Zhia dan melindunginya dari kejauhan.
Ketika Syauqi sedang rapat penting, ponselnya berbunyi tanda pesan masuk, dia mendapatkan laporan jika Zhia sedang jalan-jalan dengan Iyas di sebuah taman dekat kampus mereka.
Syauqi langsung menghentikan rapatnya dan meninggalkan kantornya.
Dia merasa seperti ada magnet dengan kekuatan daya tarik yang besar.
Syauqi takut kehilangan Zhia, dia merasa marah dan cemburu secara bersamaan.
Syauqi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Setelah mobilnya berada di belakang taxi Zhia, dia langsung mendahuluinya dan mengkode supaya taxinya berhenti.
**************************
Zhia tak habis pikir jika Syauqi sudah ada di hadapannya.
kelakuan pemuda tampan itu selalu membuat Zhia sebal.
"Ayo keluarlah! atau aku akan masuk dan menggendongmu secara paksa."
ucap Syauqi menahan amarah.
Zhia menuruti kemauannya, dia tak ingin membuat keributan lagi.
Zhia mulai terbiasa dengan sikap Syauqi yang selalu mau menang sendiri.
Syauqi membayar taxinya, dan menyuruh sopir itu segera pergi.
Kini hanya tinggal Zhia dan Syauqi yang sedang berdiri berduaan di tepi jalan.
"Ayo masuklah!" pinta Syauqi setengah memaksa.
Zhia pasrah dan langsung berjalan masuk ke mobil.
Sepanjang perjalanan keduanya hanya saling diam.
"Sial... kenapa di depan Zhia aku tak bisa berkutik seperti ini, padahal sewaktu perjalanan aku sudah menyusun kata- kata tapi sekarang lupa semuanya," umpat Syauqi dihatinya.
"Kenapa bisa tahu kalau aku di sini, Mas Syauqi?" tanya Zhia lembut.
Kemarahan Syauqi langsung lenyap seketika.
"Hanya filling saja," jawab Syauqi datar.
Keduanya sama-sama terdiam lagi.
Syauqi melirik ke arah Zhia yang duduk tenang seolah tidak terjadi apa- apa.
*************************
Syauqi menghentikan mobilnya di parkiran Restoran mewah.
Syauqi merasa heran karena Zhia hari ini lebih penurut. Bahkan tanpa segan wanita yang dicintai itu memesan makanan lumayan banyak.
Syauqi merasa heran, karena dulu saat kakak perempuannya hamil, makan nasi sedikit saja langsung muntah. Akan tetapi Zhia malah sebaliknya.
Syauqi tersenyum melihat Zhia yang makan lahab kemudian minta tambah ice cream.
"Zhia, hari ini kamu aneh," ucap Syauqi.
"Ini yang Mas Syauqi inginkan bukan?" jawab Zhia santai.
Syauqi merasa hatinya sesejuk embun pagi.
"Zhia, aku mohon mulai sekarang jaga dirimu baik-baik. Jika kamu ingin bepergian bilanglah padaku. Aku pasti akan mengantarmu,"kata Syauqi mulai lembut.
"Kenapa Mas Syauqi berbicara seolah-olah aku ini milikmu?" tanya Zhia lembut, tapi langsung menusuk ke dada Syauqi.
"Apa kamu masih mencintai Iyas?"tanya Syauqi.
"Iya..." jawab Zhia.
Raut wajahnya masih terlihat tenang, Zhia sibuk makan ice cream.
"Apakah Iyas juga masih ingin menikahimu walau kamu mengandung anakku?" tanya Syauqi penasaran.
"Iya..." jawab Zhia dengan expressi dan intonasi yang sama.
Syauqi semakin panik, marah, tapi masih di tahan.
Syauqi sampai hilang akal, bagaimana caranya lagi supaya bisa hidup bersama Zhia selamanya.
Cintanya sudah melebihi tingginya gunung dan lebih dalam dari samudera.
Dia merasa ingin mati saja jika kehilangan satu-satunya wanita yang mampu menaklukkan hatinya.
"Zhia, jika memang kamu masih bersikeras ingin tetap bersama Iyas, kamu harus ingat satu hal. Setelah Anakku lahir dia akan bersamaku dan kamu jangan berani menyentuhnya lagi," ancam Syauqi dengan tatapan dingin.
Sesungguhnya dia sangat putus asa, jiwanya merasa lumpuh sampai tubuhnya lemas tak bertenaga.
"Aku tidak mengatakan ingin menikah dengan Mas Iyas. Namun aku juga tidak akan memilihmu." jawab Zhia tenang.
"Zhia... Aku tak mengerti dengan maksud ucapanmu? Tidak mungkin kan kamu membiarkan anakku menjadi orang yatim? Atau kamu memiliki niat untuk menggugurkannya?" kata Syauqi menahan emosi.
Zhia tersenyum... tersenyum atas kehidupan yang pahit ini, atas ujian dan masalah yang menimpanya.
Syauqi frustasi dan memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.
"Anak yang sedang kukandung ini tidak tau apa-apa juga tidak bersalah apa apa. Aku akan menerima pernikahan denganmu. Tapi semuanya hanya demi anak ini. Bagaimanapun juga aku adalah ibunya yang harus melindungi dan menyayanginya. Karena dia punya hak memiliki masa depan yang baik," jawab Zhia tegas.
Syauqi langsung bangkit dan duduk bersimpuh di depan Zhia, dia tak memperdulikan semua orang yang menatapnya aneh.
"Terimakasih.... terimakasih Zhia... aku berjanji akan berubah menjadi suami dan seorang ayah yang baik. Apapun yang kamu katakan, apapun yang kamu inginkan aku akan melakukan semuanya untukmu," ucap Syauqi merasa lega.
"Namun harus kamu ingat, mas Iyas. Jangan pernah meminta lebih, aku masih belum bisa sepenuhnya menerimamu.Semua kulakukan hanya demi anakku," kata Zhia menegaskan batasan di antara mereka.
"Tidak masalah, asalkan kamu selalu bersamaku dan tidak akan meninggalkanku. Itu sudah cukup bagiku"jawab Syauqi ikhlas.
Namun dirinya bertekad akan membuat Zhia suatu saat menyerahkan seluruh jiwa raganya.Dia yakin pasti bisa.
"Sekarang mari kita pulang, karena aku harus bersiap-siap untuk menjemput ibu di bandara," ucap Zhia.
"Bolehkah aku ikut?"pinta Syauqi mengharap.
"Tidak..."jawab Zhia singkat.
Syauqi tidak marah dengan penolakan tersebut, dia sudah terlalu beruntung Zhia mau menikah dengannya.
"Baiklah, kalau begitu aku juga akan siap-siap untuk melamarmu secara resmi nanti malam. Kamu pasti akan terharu nanti," balas Syauqi tersenyum riang.
*********************************
Zhia tahu jika pemuda di depannya tak pernah main-main dengan apa yang dia ucapkan.
Syauqi adalah sosok lelaki tegas dan bisa dipegang kata-katanya.
Zhia sebenarnya juga sadar jika Syauqi bisa menjadi suami yang penyayang.
Hanya saja Syauqi punya cara sendiri dalam mengungkapkan perasaanya.
Sebagai wanita normal seandainya Zhia mengenal Syauqi terlebih dahulu bisa saja dia jatuh cinta padanya, bukan karena ketampanannya serta tahtanya. Namun sisi baik yang tersembunyi di balik sikap dinginnya.
Tapi karena Zhia terlahir dari keluarga yang Agamanya kuat. Zhia merasa benci, karena cinta Syauqi yang terlalu besar membawanya ke lembah dosa perzinaan.
Zhia sudah terlalu malu pada Alloh karena dirinya sekarang sudah ternoda. Dia merasa gagal sebagai muslimah sejati.
Hanya satu harapan Zhia.
Kini dia akan lebih mendekatkan diri dan memohon ampun antas segala dosanya.
Dia akan menjalani dengan lapang dada semua ujian dan cobaan.
Dia selalu mengingat pesan almarhum ayahnya.
"Yang namanya orang hidup takkan lepas dari sebuah masalah dan cobaan. Namun semua ujian itu hanya untuk mengukur seberapa besar keimanan tak ketaqwaannya.
Barang siapa yang sabar dan tetap mendekatkan diri pada Alloh, niscahya kelak dia akan mendapatkan ganti kebahagiaan yang kekal di surga,"
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote ya🙏
Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik sarannya juga, Semoga novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗