Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23
kevi5n dan Alvaro sedang asyik main Play station 5, mereka sangking asyiknya tidak menghiraukan tuan rumah yang menatap mereka garang karena mereka mengotori ruang tengah apartemen Kayla dengan tumpukkan sampah dan kaleng minuman yang mereka delivery kan saja dari pada keluar rumah kan sekarang beli apapun bisa online.
Lihatlah kulit kacang yang bertebaran, bungkusan snack dan kaleng minuman soda mereka semua sudah berserakan diatas meja ruang tengah Kayla.
Yang jadi biang masalah dengan asyiknya memainkan PlayStation milik Kayla yang belum lama ini dia beli, untuk pengusir suntuk jika di apartemen.
Tapi ini jadi bumerang bagi Kayla karena membeli PlayStation membuat dia curut ini tidak kunjung pulang bahkan hari sudah menunjukkan jam tiga sore, bahkan mereka masih saja asyik dengan pertarungan mereka.
Kayla mengendus malas melihat mereka dari meja baru sambil makan siang karena sudah merasa lapar sehingga Kayla dengan malas masak untuk makan siang buat dia dan kedua bocah baru dapat mainan baru itu.
Kayla mulai memasak ayam goreng dan sayur lodeh sambal terasi, Kayla mulai resep baru yang akan dibuat sambil menghilangkan suntuknya disini. Jika dia keluar maka akan berbahaya meninggalkan dua curut ini disini, akan berantakan apartemen Kayla jika mereka ditinggalkan.
Kayla terpaksa harus bersabar dan tahan amarah karena dia tidak mungkin mengusir mereka dan membersihkan sampah hasil perbuatan mereka.
Senang sekali mereka
Kayla mulai menggoreng yang sudah dibumbui ayam untuk dan mulai mengulek cabe. Kayla mulai masaknya sangat serius dan tidak mengalami masalah dalam yang dia masak karena Kayla melihat dulu isi kulkasnya sebelum dia masak.
Habis sudah isi kulkas Kayla oleh kedua bocah yang tiba-tiba terdampar disini.
"Kayla kamu masak apa" tanya Alvaro tiba-tiba sudah di meja bar menatap Kayla yang lagi masak.
Kayla menatap Alvaro datar seakan berkata. "Sudah selesai mainnya"
"Sudah? Bereskan ruang tengah itu? Baru kalian diperbolehkan makan" perintah Kayla membuat Alvaro mengangguk paham dan berlari ke ruang tengah dan mengajak kevin untuk membersihkan sampah yang berserakan.
Lain pihak Alvaro mulai mengajak kevin membereskan sampah yang bertebaran diruang tengah mereka. Alvaro mulai mengambil plastik dan mengumpulkan botol minuman dan bungkusan snack, Alvaro jengkel melihat kevin masih asyik main PlayStation nya tidak menghiraukan Alvaro yang mulai bersih-bersih.
Alvaro mematikan televisi membuat kevin marah melempari Alvaro dengan kaleng soda.
"Beresin kevin, nanti nyonya rumah tidak bagi makanan" maki Alvaro membuat kevin mengendus malas.
Kevin melirik Kayla yang masak sesuatu sehingga baunya tercium sampai disini membuat cacing dalam perutnya demo. Kevin dengan lesu mulai membersihkan ruang tengah mereka mulai mengumpulkan sampah menyapu dan membersihkan meja.
Kevin dan Alvaro menghempaskan tubuhnya setelah selesai bersih-bersih, menatap ruang tengah yang sudah rapi kembali.
Kayla mengendus malas melihat mereka terlihat capek membersihkan ruang tengah. "Rasain ngapain dikotori tadi" ledek Kayla dlam hati sambil menatap masakkan nya diatas meja bar.
Kevin dan Alvaro menuju meja bar untuk mengisi perut mereka yang sudah kelaparan itu. Apalagi digoda dengan bau sambal terasi Kayla membuat mereka semakin lapar.
"Sudah selesai" tanya Kayla sambil memberikan piring pada Kevin dan Alvaro.
Kayla memukul tangan Alvaro melihat dia mau mencomot tahu goreng. "Cuci tangan dulu" perintah Kayla membuat Alvaro mengusap punggung tangannya yang dipukul dengan sendok makan.
"Jorok kamu" ledek Kevin selesai mencuci tangannya dan duduk di samping Alvaro yang lebih dahulu cuci tangan.
Alvaro beranjak dari tempat duduk nya menuju wastafel mencuci tangannya, kembali duduk dan mulai mengambil nasi dan sambal terasi.
Alvaro mengakui jika Kayla memang jago masak walaupun cewek badboy tapi Kayla cewek bisa masak, jago bersih rumah dan pintar juga.
Kayla melirik Kevin dan Alvaro makan dengan lahapnya, dia merasa melihat anak yang jarang makan makanan rumah apa lagi kevin sangat menikmati masakkan sederhana ala Kayla ini.
"Masakkan kamu memang enak" ujar kevin sambil melahap makanan dengan cepat
"Ya! Masakkan kamu paling enak setelah masakkan mama aku" puji Alvaro mengambil ayam goreng lagi.
"Makasih" jawab Kayla membuat kevin dan alvaro tersenyum senang. "Tapi habis ini isi lagi tuh kulkas aku" senyum mereka luntur diganti senyum kecut mendengar kata Kayla.
Kevin dan Alvaro mengendus malas. "Ya? Gak ikhlas banget" sindir Alvaro menghabiskan makananya
"Bukan Kayla namanya jika gak kayak gitu" kevin ikutan meledek Kayla membuat yang tersudut tersenyum masam.
"Kalian enak habiskan? Gak tahu anak yang tinggal sendiri hanya dikasih uang jajan pas pasan" kata Kayla membuat Kevin dan Alvaro mengangkat bahunya tak acuh tetap menikmati makanannya.
"Masa bodohlah? Yang dimakan ini nanti dibayar juga" pikir mereka menghabiskan semua yang ada diatas meja.
"Oh ya! Kevin kamu masih minggat kan? Apa kamu masih menginap disini? " tanya Alvaro membuat Kevin terdiam dan mengambil segelas air dan meminumnya.
"Rencananya sih, tapi tergantung yang punya rumah" ujar Kevin membuat mereka langsung melirik Kayla seperti tersangka utama.
Merasa di tatapan Kayla mengangkat kepalanya menatap mereka heran yang memasang wajah ekspresi berbeda.
Kevin wajah tegang minta bantuan
Sedangkan
Alvaro ekpresi tajam dan penuh intimidasi. "Bilang gak" seakan bilang seperti itu dari tatapannya.
Kayla menghela nafas panjang melihat tingkah mereka. "Kenapa memiliki teman seperti mereka" keluh Kayla malas.
"Ya! jika ada bayarannya? Di sini tidur aja gratis tapi makan harus bantu? Di sini bukan panti jompo" kata Kayla agar kebohongan mereka tidak dicurigai.
Kevin tersenyum senang. "Baiklah aku akan berbelanja sehingga kulkas kamu penuh atau kamu ikutan dengan kami saja biar bon aku yang bayar" kata kevin semangat.
"Gak boleh? Kenapa kamu gak tidur di rumah teman kamu yang lain saja? Gak baik jika kalian tinggal satu rumah berdua" komentar Alvaro membuat Kevin menatapnya tidak suka.
"Apa salahnya aku gak melakukan sesuatu yang salah? Kayla saja memperbolehkan" jawab kevin keberatan.
"Tapi bukan sama Kayla juga kan? Atau kamu kerumah aku saja nginap nya" tawar Alvaro membuat kevin mendecih kesal.
"Kamu mempersulit keadaan saja" kata Kayla memotong perdebatan mereka. "Gak ada salahnya dia tinggal disini, lagian dia tinggal beberapa hari bukan selamanya" kata Kayla membuat Alvaro terdiam.
Sedangkan kevin tersenyum menang. "Tuh dengar Kayla bicara" sindir Kevin membuat Alvaro mendesis kesal.
"Ok, terserah kamu? Tapi aku akan ikutan menginap disini sekalian ajak bella juga? Agar adil" kata Alvaro membuat Kayla mau protes. "Titik tidak pakai koma" kata mutlak Alvaro membuat mereka hanya mengendus malas melihat tingkah boss Alvaro membuat mereka muak.
"Terserah kau lah? Sekalian suruh pengungsi banjir di XXX tidur disini" sindir Kayla membuat Alvaro tersenyum tipis.
"Bagus tuh idenya? Sekalian bantu korban banjirnya bukan? Kamu masih memiliki hati dan simpati" ledek Alvaro membuat Kayla mengendus malas.
"Gak akan menang lawan Alvaro" maki Kayla dalam hati memutar bila matanya malas.
.
.
.
*B**ersambung*....
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,