Gagal menikah dengan calon tunangannya tidak membuatnya putus asa dan tetap kuat menghadapi kenyataan.
Kegagalan pertunangannya disebabkan karena calon suaminya ternyata hanya memanfaatkan kebaikannya dan menganggap Erina sebagai wanita perawan tua yang tidak mungkin bisa hamil.
Tetapi suatu kejadian tak terduga membuatnya harus menikahi pemuda yang berusia 19 tahun.
Akankah Erina mampu hidup bahagia dengan pria yang lebih muda darinya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 23
Suasana yang awalnya ramai dan meriah karena penyanyi biduan yang di sawer oleh beberapa orang terhenti karena suara-suara aneh dan ghaib dari layar lebar.
“Hentikan!” Teriak Pak Kepala Desa setelah melihat kalau itu adalah videonya bersama dengan wanita ani-aninya.
Semua orang reflek menutup mata mereka setelah menyadari video yang diputar adalah artis utamanya adalah Pak Jamal.
Di dalam rekaman video tak senonoh itu memperlihatkan adegan syur seorang perempuan muda dan om-om yang sangat mereka kenal siapa lagi kalau bukan pemimpin mereka sendiri.
“Astaghfirullah aladzim itu kan pak kepala desa,” celetuk seseorang tamu.
“Lailahaillallah, kenapa ada video tak senonoh seperti itu!?” Ketus seorang bapak-bapak yang mebulatkan matanya memandangi orang yang ada di dalam video itu.
Tetapi, banyak juga yang penasaran dan malah semakin melebarkan matanya ingin melihat apa yang ada di dalam rekaman video itu.
Banyak dari mereka malah merekam balik dan langsung mengunggah dan memposting ke sosial media mereka masing-masing hingga berita itu langsung viral hanya dalam hitungan menit saja.
“Tutup mata kalian! Jangan biarkan ada anak-anak yang menontonnya!” ucap Pak Budi selaku ketua BPD desa Mekarjaya.
Pak Jamal berlari kencang ke arah layar lebar berniat menutupi layarnya memakai kedua tangannya.
“Cepat matikan rekaman videonya!” pak Jamal berteriak-teriak seperti orang yang kebakaran jenggot.
“Tolong cepat matikan, tidak baik ada anak kecil dibawah umur yang melihatnya,” pintanya pak Didi.
Seorang dibalik layar lebar yang sedari tadi sebagai teknisi yang mengatur sound sistem dan tampilan layarnya tertawa terbahak-bahak melihat kemarahan pak Jamal.
“Rasain Lo! Ini semua gara-gara anak gadis loh sendiri yang menginginkannya terjadi kayak gini. Gue cuma dibayar oleh putrimu kalau mau cari pelakunya ya salahkan saja Nafisah,” gumamnya sang teknisi sambil mengipas-ngipas amplop berisi uang dari Nafisah yang berisi dua juta.
“Saya mohon hentikan! Itu pasti rekaman editan dari orang yang berniat menjatuhkan posisiku sebagai kepala Desa!” Pak Jamal berkelit mencari pembenaran.
Semakin banyak yang merekam video blue yang diperankan langsung oleh Pak kepala Desa dengan wanitabseumuran dengan anaknya yang belum diketahui identitas wanita.
“Astaga dragon jadi Pak Jamal kepala Desa kita yang terhormat ternyata..” Adit tidak melanjutkan ucapannya sambil tersenyum mencemooh.
“OMG! Pak Desa Mekarjaya kita yang tercinta ternyata pria brengsek!” Cibirnya Pak Sopo.
“Ternyata hanya kedoknya saja yang lelaki alim tapi kenyataannya dia adalah pria bajingan penjahat selangkangan,” cibir Pak Joko.
Semua ibu-ibu menutupi wajah anak-anak mereka yang berada di dalam tenda itu. Banyak yang terus merekam video terkutuk itu dan langsung mengunggahnya ke sosial media masing-masing.
Ehsan berjalan cepat ke arah belakang dan menemui pria yang bekerja sebagai teknisi itu.
“Matikan cepat dan sini bukti rekaman itu! Lo sudah bekerja keras,” ucap Ehsan kekasihnya Arsyila sekaligus calon kepala desa baru.
Ehsan tanpa sengaja melihat Nafisa dan Olivia mendekati Tono selaku teknisi yang bekerja mengawasi segala sesuatu yang berhubungan dengan listrik dan lainnya yang kebetulan adalah kenalannya.
Sehingga memudahkan untuk menukar rekaman yang ingin diputar oleh kedua wanita licik itu menjadi rekaman yang tokoh utamanya diperankan oleh Pak Jamal.
“Senang bekerja dengan calon Pak Desa paling ganteng yang ada di Indonesia,” pujinya Tono.
“Makasih banyak atas bantuannya,” Ehsan tersenyum smirk.
Tono hanya menaikkan jari jempolnya dan tidak mungkin mengecewakan orang yang telah berjasa dalam hidupnya hanya demi uang yang tak seberapa itu dibandingkan jasa-jasanya Ehsan.
Pak Irfan dan istri serta anak-anaknya tercengang keheranan melihat video yang tidak patut dicontoh dan tidak layak dilihat.
Pak Raffi dan Bu Ulfa meminta maaf kepada semua para tamu undangan karena terjadi kekacauan yang tidak pernah mereka rencanakan dan duga sebelumnya.
“Pak Jamal anda sudah melanggar larangan sebagai kepala desa!” Ucap Pak wakil Bupati yang turut hadir di acara tersebut.
“Pak Jamal! Anda selaku kepala desa kenapa malah memberikan contoh yang tidak baik!” Ucapnya Pak Lurah setempat yang kebetulan hadir disaat kekacauan terjadi.
“Anda seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat desa Mekarjaya tapi malah berbuat asusila! Anda termasuk melanggar pasal 79 ayat 1 huruf b UU 1/2023 yaitu kasus perzinahan!” tegasnya Pak Kapolres.
“Ini termasuk tindakan kriminal Pak karena sengaja merekam perbuatan tak bermoral!” Ujarnya Pak Kapolsek.
Lagi banyak-banyaknya tamu undangan dari berbagai instansi pemerintah sehingga mereka mengetahui kebobrokan moral dan etika Pak Jamal.
Segala hinaan dan cacian dilayangkan oleh masyarakat kepada Pak Jamal. Sedangkan Pak Jarwo yang akhir-akhir ini menjadi sekutunya bersembunyi dan tidak ingin apa yang dilakukannya juga ketahuan oleh masyarakat desa.
Karena kondisi chaos, kacau dan tak terkendali terpaksa acara dihentikan khusus untuk umum dalam.menerima tamu undangan. Beberapa artis biduan dangdut diminta untuk berhenti sejenak dalam menghibur beberapa masyarakat yang datang.
Kedua mempelai pengantin baru sudah masuk ke dalam rumah untuk berganti pakaian mengingat Erina sudah kelelahan.
Semua keluarga dari Erina dan sahabatnya Arshaka tidak ada yang berkomentar karena bukan ranah dan bagian mereka kecuali mereka dimintai keterangan barulah akan bersuara.
Mereka menyantap hidangan khas hajatan karena belum ada yang sempat mengisi perutnya. Hanya paginya mereka menyelamatkan untuk sarapan, sedangkan sekarang sudah pukul lima lewat.
Mereka menyantap hidangan khas hajatan sambil menonton adegan drama yang sudah menyaingi sinetron azab yang seringkali diputar di stasiun televisi ikan terbang.
Pak Jamal tertunduk malu dan menahan amarahnya yang sudah memuncak hingga ke ubun-ubunnya terlihat dari mimik wajahnya memerah dan kepalang tangannya.
“Kenapa bisa ada rekaman seperti itu!? Bukannya setiap kali saya ketemu dengan Helena kami tidak pernah merekam apa yang kami lakukan. Terus kalau bukan Helena siapa lagi yang berani melakukannya!? gumamnya Pak Jamal yang memusingkan siapa yang merekam dan siapa yang menyebarkannya.
Nafisah yang mengetahui berita gempar itu terburu-buru berjalan ke arah pesta resepsi pernikahan Arshaka.
“Ayah! Kenapa tega banget melukai dan mengkhianati Mama! Apa ayah tidak pernah berfikir dengan resiko dari perbuatannya Ayah!?” murka Nafisa yang wajahnya semakin memerah terkena paparan sinar matahari dan karena emosi.
“Mas Jamal kamu sungguh tak tahu diri! Berani-beraninya kamu selingkuh! Apa Mas lupa siapa yang membantu mas sampai jadi kepala desa seperti sekarang!” geram Bu Ranti.
Bu Ranti Istrinya Pak Jamal terus memukuli tubuhnya Pak Jamal yang terus-menerus tertunduk ketakutan dan malu.
Plak!!
Bugh!!
“Saya akan meminta cerai! Saya tidak sudi punya suami tukang zina! Tukang selingkuh!” amuknya ibu Ranti.
“Kemarin putranya Pak Jarwo yang kedapatan memakai sabu dan berbuat asusila eng ing eng sekarang Pak Kepala Desa pemimpin desa Mekarjaya kita dalang utamanya!” sarkasnya Adit.
“Maaf Pak lurah saya sebagai Pak RT di sini ingin menuntut penjelasan dan pertanggungjawaban kepada pak Jamal atas video viral itu!” Ucap Pak Didi.
“Saya sebagai ketua BPD meminta kepada Pak wakil Bupati Bapak Haerul untuk menindak tegas kekacauan yang disebabkan oleh bapak kepala desa Mekarjaya,” ucap Pak Budi ketua BPD setempat.
Ibu Ranti tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri setelah berhasil mengeluarkan semua amarahnya mengetahui suaminya selingkuh dengan wanita pe*lacur.
“Cepat bawa pulang Bu Ranti ke rumahnya!” Perintah Pak Raffi.
Beberapa bapak-bapak menggotong tubuh tambun ibu Ranti hingga ke rumahnya.
“Kami dari pihak kepolisian pasti akan menindaklanjuti kasus pelanggaran kode etik profesi sebagai kepala Desa Mekarjaya dan kami pasti akan bertindak seadil-adilnya!” Putusnya Pak Rasul sebagai lurah di kecamatan X.
“Tindakan Pak Jamal sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kita Bapak Jamal akan terkena sanksi hukuman penjara dan selama penyelidikan kasus ini bapak Jamal kami tahan!” Tegas Pak Gilang selaku Kapolres di kabupaten XX.
“Tapi, pak ini hanya salah paham saja! Saya yakin pasti ada orang yang sengaja mengedit foto tersebut karena berniat memfitnah dan menjatuhkan nama baik saya!” Protesnya Pak Jamal yang membela diri.
“Maaf Pak Jamal kami bukan anak TK yang tidak bisa membedakan mana rekaman asli mana hasil editan!” Tukas Pak Budi.
“Seret saja pak polisi jangan ditunda-tunda lagi!”
“Cepat borgol saja dan seret ke penjara Pak kami tidak ingin karena kelakuannya desa kami mendapatkan azab dari Allah SWT,” cerca Pak Joko.
“Giring secepatnya Pak Rasul ke kantor polisi! Kami tidak ingin ada anak-anak yang mencontoh kejahatan Pak Jamal jika Risa segera diadili!” teriak Pak Sopo.
“Saya tidak bersalah! Saya disini hanyalah korban!” bela Pak Jamal.
“Briptu Norman, Bripda Jaya borgol tangannya Pak Jamal agar tidak berontak dan takutnya nanti dia kabur!” Perintah Pak Gilang.
“Pak Jamal akan mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai perbuatan bapak dengan aturan hukum di negara kita!” imbuhnya Pak Kapolsek.
Semua orang menyoraki Pak Jamal dengan cacian, cibiran, umpatan dan hinaan segala macam perkataan yang tidak baik dilayangkan dan ditujukan khusus untuk pak Jamal.
Pak Jamal digelandang ke Mapolres setempat dengan wajah menahan amarahnya dan menatap nyalang ke arah Ehsan sang bakal calon kepala desa periode selanjutnya.
Arsyila yang kebetulan duduk di sampingnya Ehsan melirik ke arah kekasihnya itu.
“Jangan katakan kalau Abang lah yang mancing huru-hara ini?” Arsyila menautkan kedua alisnya.
Ehsan hanya tersenyum tipis,” bukan maksud aku untuk membongkar aib Pak Jamal bagaimanapun dia sepupu almarhum kakek, tapi daripada Arshaka dan kalian yang dipermalukan biarlah Pak Jamal yang aku korbankan.”
Nabil, Elma, Belva, Bimo, Damar dan Esra melebarkan cuping telinga mereka dengan baik agar mereka tidak ketinggalan informasi yang sangat penting.
“Jangan-jangan Abang memiliki rekaman video editan yang dibuat oleh Olivia?” Tanyanya Arsyila.
Ehsan mengangguk sambil menyerahkan sebuah flashdisk ke dalam tangannya Arsyila.
“Jadi, Cegil itu datang ke kampung kita terus kenapa sampai dia tahu alamat kita dan siapa orang yang telah bekerjasama untuk menghancurkan rumah tangga adikku” Arsyila sedikit mengeraskan suaranya sehingga kedua orang tuanya termasuk Erina akhirnya tahu juga masalah ini.
“Maksudnya apa ini!?”
“Katakan kepada ayah dan bunda ada rahasia besar apa yang kalian berdua sembunyikan!?”
“Kak, Olivia maksudnya wanita gila itu datang ke sini mengacau!?” Tanyanya Arshaka.