Ardinata Abraham as Shiddiq...
CEO yg tampan dan arogan yg belum mau menikah meski usia sudah matang... karena dia mencintai gadis yang dia tolong saat terluka dan terusir...
Kirana Margaretha Abraham...
Gadis yg berhasil membuat hati Ardinata terpaut dengan kepolosan dan keceriaan nya.. bahkan dia juga adalah gadis yang bisa merubah CEO arogan itu..
Bagi mereka cinta tak mengenal perbedaan status atau umur.. meski berbagai penderitaan menghadang cinta mereka...
Bisakah mereka bersatu..?!
Bisakah cinta mereka bertahan?!
Atau mereka akan menjadi ayah dan anak angkat selamanya..?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kembali seperti dulu
Ardi dan dan Kevin sudah sampai di apartemen.. Kevin memberi tahu pada Ardi jika Kirana dan bik Ina sedang pergi..
" tuan mau minum apa.." tanya Kevin..
" bisa buatkan kopi Kevin.." kata Ardi begitu lemas..
Kevin membuatkan kopi hitam untuk dirinya dan Ardi.. mereka begitu sibuk mencari Rissa belum lagi urusan perusahaan yg juga tak bisa di tinggal...
bahkan Ardi sudah tak melihat Kirana beberapa hari akibat dari kesibukan nya.. saat Kevin membawa kopi dan juga kue yg berada di kulkas..
" ini tuan..." kata Kevin sambil meletakkan kopi dan juga kue di meja...
" terima kasih..." jawab Ardi...
" tuan.. sepertinya nya anda butuh liburan... lebih baik anda berlibur dan urusan pekerjaan biar saya yg menghendel..." usul Kevin..
" ya.. sepertinya aku memang butuh liburan.. aku akan mengajak Kirana ke suatu tempat... agar sedikit melupakan semua masalah ini...." jawab Ardi...
" baik tuan.. besok anda bisa berangkat karena Senin Kirana harus kembali ke sekolah..." jawab Kevin...
" baiklah... terima kasih kau selalu membantuku... dan dapat ku andalkan Kevin...." kata Ardi..
" itu sudah menjadi tugas saya tuan..." jawab Kevin..
mereka pun masih berbincang ringan.. tak lama Kirana dan bik Ina masuk ke dalam apartemen..
Kirana langsung masuk ke dalam kamar tanpa melihat ada Ardi dan Kevin.. sedang bik Ina menghela nafas yg tau jika suasana hati Kirana sedang buruk...
" ada apa bik.. kenapa Kirana langsung berlari ke kamar seperti itu..." tanya Ardi..
" maaf tuan.. seperti nya nona sedang sangat sedih karena tadi nona kembali di hina oleh ibu tirinya.." kata bik Ina..
" kenapa bisa.." tanya Ardi sudah marah..
" kami sedang berhenti di mini market saat bertemu.. dan seperti nya ibu tiri nona sangat membenci nona Kirana hingga mulai menghinanya..." jawab bik Ina..
" sialan.. Kevin kamu cari tau tentang mereka dan buat mereka membayar air mata Kirana.. aku tak akan mengampuni siap pun yg berani membuat Kirana menangis..." kata Ardi..
" baik tuan.." jawab Kevin langsung menghubungi orang kepercayaan nya..
" bik Ina kirim kan jus stroberi dan juga salad buah ke kamar.. dan sekarang biar aku yg membujuk gadis itu..." kata Ardi...
" baik tuan..." jawab bik Ina..
Ardi pun menuju ke kamar Kirana.. Ardi membuka kamar karena Kirana tak mengunci nya.. Ardi melihat Kirana sedang memeluk boneka hello Kitty besar miliknya sambil menyembunyikan kepalanya...
Ardi mendekati dan mulai mengusap kepala Kiran penuh kasih sayang.. Kirana yg merasa kan usapan di rambutnya berbalik dan melihat Ardi yg sedang berdiri di sampingnya..
Kiran langsung memeluk pinggang Ardi sambil terisak.. Ardi menepuk punggung Kirana agar tenang...
" hei.. princess Daddy tak boleh nangis.. nanti jelek Lo..." kata Ardi..
" Daddy.. apa Kirana tak boleh bahagia.." tanya Kirana..
" kenapa kamu bicara seperti itu... Hem.." kata Ardi..
" karena orang yg dekat dengan Kirana pergi... apa Daddy juga akan pergi jauh dari Kirana..." kata Kirana..
" tenang sayang Daddy tak akan meninggalkan mu.. karena Daddy juga tak bisa jauh darimu..." kata Ardi..
"janji...." kata Kirana..
" janji demi nyawa Daddy jika perlu..." kata Ardi..
" Kirana sayang Daddy..." kata Kirana memeluk Ardi..
tok tok tok... bik Ina masuk dan menaruh jus buah dan juga salad buah di meja kemudian pamit keluar lagi...
" princess.. minum jus dan salad buah mu.. kemudian kita harus bersiap untuk pergi ke sebuah tempat..." kata Ardi..
", mau kemana Daddy.." tanya Kirana antusias..
" makan dulu nanti juga kamu tau.." kata Ardi menyodorkan salad buah..
" kita liburan bersama siapa saja Daddy.. apa bik Ina dan om Kevin ikut..." tanya Kirana
" tidak sayang.. ini hanya kita berdua.. jadi sekarang makan karena kita harus sampai tempat itu sebelum malam hari oke.." kata Ardi..
" oke Daddy..." jawab Kirana...
Kirana langsung memakan salad buah ya dengan semangat.. Kirana juga menyuapi Ardi yg juga ikut tersenyum melihat kebahagiaan di gadis itu..
Kirana hanya membawa beberapa baju karena mereka hanya 3hari.. begitupun Ardi.. sore hari mereka mulai berangkat menuju tempat yg di janjikan oleh Ardi..
Kirana begitu senang.. meski Kiran belum tau akan dia ajak kemana oleh Ardi.. Kirana melihat banyak kebun teh di sekitar jalan yg mulai gelap..
meski perjalanan begitu jauh.. Kirana dan Ardi akhirnya sampai di villa pribadi milik Ardi dan tak sembarang orang yg boleh masuk ke area milik Ardi ini.. meskipun itu keluarganya..
villa itu seperti rumah pribadi dan rahasia milik Ardi.. bahkan hanya Kevin yg tau tempat itu.. mereka sudah di sambut oleh penjaga villa..
seorang pria berumur 50th berdiri menyambut kedatangan mobil Ardi.. Ardi turun dan membukakan pintu mobil untuk Kirana..
Kirana terbengong melihat villa yg begitu besar dan indah apalagi lampu yg menerangi villa itu..
" selamat datang tuan dan nona..." kata mang Ucup..
" iya mang..." jawab Ardi..
" Daddy.. ini villa siapa.." tanya Kirana..
" ini villa rahasia Daddy.. dan sekarang ini akan menjadi villa pribadi milik mu juga.. dan ini mang Ucup penjaga villa..." kata Ardi..
" malam mang.. saya Kirana..." salam Kirana..
" iya non.. semoga betah di sini... dan tuan tadi say juga sudah mengisi dan menyediakan kebutuhan tuan selama di sini.." kata mang Ucup..
" baiklah mang.. sekarang mang ucup boleh pergi.. karena kami paling akan istirahat..." kata Ardi...
" bik tuan.. kalau begitu mang Ucup pamit.. mari non..." kata mang Ucup..
" iya mang..." kata Kirana..
" ayo Princess... sekarang kita masuk kedalam.."ajak Ardi seraya membawa tas miliknya dan Kirana ..
Ardi menuntun Kirana melihat semua sisi villa miliknya.. bahkan Kirana di buat takjub karena ada kolam renang di dalam ruangan bahkan kolam renang itu berbeda suhu..
kini Ardi mengajak Kirana menuju ke kamar di lantai dua.. Ardi dan Kirana memiliki kamar yg berdampingan.. Kirana begitu bahagia saat membuka jendela yg langsung melihat ke langit yg bertabur bintang di langit malam itu..
" kamu mau makan princess..." tanya Ardi..
" ya Daddy.. tapi siap yg akan memasak..." tanya Kirana binggung...
" khusus di sini.. Daddy akan menjadi chef untuk princess Daddy yg cantik ini..." kata Ardi..
" benarkah... yey... kalau gitu.. Kirana mau Daddy buat pasta dan salad sayur boleh..." kata Kirana..
" tentu.. ayo kita ke dapur..." ajak Ardi..
" gendong..." kata Kirana..
" baiklah.. ayo princess naik..." kata Ardi..
hap... Kirana sudah naik di punggung Ardi.. kini mereka menuju ke dapur untuk membuat makan malam.. Ardi mendudukkan Kirana di kursi yg bisa melihatnya masak...
Ardi mulai memilih sayuran dan juga mulai memotong dan merebus pasta.. sedang Kirana memperhatikan dengan wajah imutnya.. sesekali Ardi tersenyum kearah Kirana...
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih
thor bisakah di ceritakan ada suami yg tidak melempem di depan istri barunya tp konflik tetep ada
good job thor 👍
biarkn si Waleed sendri
kmu msih mudah
jglh jngn mau di manfaatin
e tpi syngnya penjhat di lpas
mlhan tmbah msalah
Kirana gak tau brdiri dah di tlong mlhan buat ulah
Kevin kmu yg jauhkn Ardi dng Kirana