NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta & Obsesi Sang Mafia

Terbelenggu Cinta & Obsesi Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Obsesi / Persaingan Mafia
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lea

Kehadiran Jay Van O’Connor adalah noda yang tak pernah bisa diterima Zavier Van O’Connor.

Jay si anak haram Jackman Van O’Connor, bukan hanya bukti pengkhianatan sang ayah, tetapi juga ancaman nyata bagi posisi dan kendali yang selama ini Zavier inginkan. Warisan dan tahta.

Sejak awal, Zavier berusaha melenyapkan Jay.
Dengan cara halus maupun kejam, dengan kekuasaan, uang, dan strategi.

Zavier harus melenyapkan sang adik bukan karena tanpa alasan, setiap melihat Jay, Zavier seperti melihat sosok sang ayah ada dalam diri adiknya. Jay benar-benar mirip seperti Jackman.

Hingga suatu hari, Zavier menemukan celah Jay.

Anna Barthley, seorang gadis sederhana yang hidupnya dipenuhi pekerjaan paruh waktu, berjuang melunasi hutang orang tuanya, dan tak pernah bersentuhan dengan dunia kelam keluarga O’Connor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 31

Suasana di taman belakang yang asri terasa kontras dengan topik pembicaraan mereka yang dingin. Jay menyesap udara pagi, tampak sama sekali tidak terganggu dengan kabar bahwa takhtanya sudah bukan lagi miliknya.

Jay melepaskannya demi obesesi cintanya pada Anna. Jay tidak akn peduli apapun yang akan dia hadapi di depan, yang jelas bagi dirinya, Anna jauh lebih penting dari ikatan darah yang selama ini mengekangnya.

Jay memahami psikologi ayahnya lebih baik daripada siapa pun. Di dunia mafia, diamnya seorang pemimpin bukan berarti setuju, melainkan sebuah uji kelayakan.

Dengan membiarkan Zavier menggunakan protokol pribadinya, Jackman sedang menciptakan sebuah “seleksi alam”. Jika Zavier berhasil mengumpulkan faksi, dia layak.

Jay menyandarkan punggungnya ke kursi besi yang dingin, matanya menatap kosong ke arah deretan pohon cemara di ujung taman.

“Drew,” panggil Jay pelan, suaranya nyaris berbisik namun penuh otoritas.

“Biarkan dia merasa menang pagi ini. Biarkan dia berdiri di podium itu dan merasa bahwa dunia ada di genggamannya. Semua pasar gelap ada di bawah tanganku. Bahkan Jackman, tidak tahu jika semuanya sudah ku ikat dengan rantai milikku.”

Drew mengernyitkan dahi.

“Tapi, jika anda membiarkan deklarasi itu terjadi, Tuan? Jika para kepala faksi bersumpah setia padanya siang nanti, posisi Anda akan terkunci. Para mafia masih bersumpah setia pada Tuan Jackman.”

Jay tertawa kecil, tawa yang pendek dan tanpa rasa mual.

“Sumpah setia di dunia kita hanya sekuat nyawa orang yang mengucapkannya. Zavier lupa satu hal: dia mengumpulkan mereka semua di satu tempat yang sama. Dia baru saja memudahkan pekerjaanku untuk memilah siapa yang labil dan memiliki mata jeli untuk melihat seorang pemimpin, dan siapa yang cukup bodoh untuk mengikuti anjing liar seperti dia.”

Jay berdiri.

“Siapkan mobil. Kita bersiap menemui Baron.” Perintah Jay.

Drew terkejut Jay akan menemui Baron yang tentu saja, Baron adalah rivalnya dalam dunia bisnis di permukaan atau di bawah. Baron adalah mafia yang sudah lama mengincar Jay, Baron juga lah yang ingin Jay mati. Begitu pula Jay, yang tidak suka dengan Baron.

Namun, di celah permusuhan mereka, ada titik kesamaan yang ada dalam diri mereka. Mereka sama-sama kuat.

Meski bermusuhan, dan masing-masing selalu mengincar atau memiliki harapan lawannya mati, namun mereka tidak benar-benar ingin saling senggol karena tahu, tidak akan ada akhirnya dan perang di antara mereka tidak akan pernah berhenti karena mereka sama sama kuat.

Drew terkejut ketika mengetahui Jay akan menemui Baron. Bagaimana tidak? Baron adalah rival terbesarnya—baik dalam bisnis legal di permukaan, maupun dalam jaringan gelap yang tak pernah tercatat di dokumen resmi mana pun.

Jay memutuskan untuk menemui Baron—seorang rival abadi, baik di permukaan bisnis legal maupun di kedalaman dunia bawah. Baron bukan sekadar musuh; ia adalah sosok yang telah lama menginginkan kepala Jay di atas nampan. Begitu pula sebaliknya, Jay memandang Baron sebagai noda yang harus dihapuskan.

Baron telah lama mengincar Jay. Ia menginginkan Jay mati.

Dan Jay pun merasakan hal yang sama.

Namun di balik permusuhan yang membara itu, ada satu kesamaan yang tak bisa mereka sangkal—mereka sama-sama kuat.

Kekuatan itulah yang justru menahan mereka.

Mereka saling memburu dalam bayang-bayang, saling menjatuhkan lewat perantara, saling menguji lewat permainan strategi yang tak terlihat. Tetapi mereka tak pernah benar-benar saling menyerang secara langsung. Karena keduanya tahu, jika perang itu benar-benar dimulai, tidak akan ada akhirnya.

Itu bukan sekadar konflik.

Itu akan menjadi perang panjang yang menghabiskan jaringan, sekutu, uang, dan mungkin seluruh kota.

Dan tidak satu pun dari mereka cukup bodoh untuk memulai kiamat tanpa jaminan kemenangan mutlak.

Di balik kabut permusuhan itu, terdapat sebuah paradoks yang aneh: mereka adalah cermin satu sama lain. Keduanya sama-sama kuat, sama-sama dominan. Meski masing-masing menyimpan hasrat untuk melihat lawannya binasa, mereka terjebak dalam gencatan senjata yang tak tertulis.

Mereka sadar bahwa sekali pelatuk ditarik, perang yang pecah tidak akan pernah berakhir karena kekuatan mereka yang setara. Mereka adalah dua predator yang saling menghormati sekaligus saling membenci.

“Tuan, Anda yakin?” Drew akhirnya memecah keheningan.

“Menemui Baron di saat Zavier sedang menggalang kekuatan sama saja dengan berjalan masuk ke kandang singa saat serigala sedang mengincar punggung Anda. Baron tidak akan ragu menarik pelatuk jika ia melihat anda yang sudah di hapus dari salah satu pewaris Jackman.”

“Zavier itu serigala yang berisik, Drew. Tapi Baron? Dia adalah gunung. Dan untuk meruntuhkan ambisi Zavier, dan mempersempit geraknya, aku butuh sesuatu yang lebih besar dari sekadar senjata. Meskipun aku mungkin mampu melawan Zavier sendirian. Namun, aku butuh dukungan jika Jackman membantu Zavier. Sejujurnya jika mereka bergabung kita butuh seseorang yang berdiri di samping kita untuk apapun konsekuensinya. Dan Baron juga tidak menyukai Zavier. Ini akan menjadi lingkaran perang yang rumit di tubuh faksi Mafia. Jika Baron setuju denganku mempersempit gerak Zavier, maka semua faksi juga tidak akan bisa melakukan apapun.”

Jay berdiri, aura dinginnya kembali menyelimuti taman itu.

“Baron membenciku, itu benar. Tapi dia lebih membenci orang yang tidak kompeten. Baginya, Zavier hanyalah anak kecil yang bermain dengan korek api di gudang mesiu. Baron tidak akan suka jika tatanan yang sudah kita jaga dengan susah payah dirusak oleh ambisi murahan Zavier.”

“Jadi, Anda ingin mengajaknya bekerja sama?” tanya Drew tak percaya.

”Bukan bekerja sama,” ralat Jay dengan seringai tipis yang mengerikan.

“Aku akan memberinya tawaran yang tidak bisa ia tolak. Sebuah kesepakatan antara dua musuh yang tahu bahwa dunia ini terlalu kecil untuk dihuni oleh orang-orang bodoh seperti Zavier.”

Jay melirik ke arah jendela kamar Anna sejenak, tatapannya melembut hanya untuk satu detik sebelum kembali menjadi sekeras baja.

“Siapkan pertemuan di wilayah netral. Katakan pada Baron, si kaku Jay ingin bicara tentang bagaimana cara menjaga agar kerajaan ini tidak jatuh ke tangan seorang amatir.”

“Aku akan berbicara pada Anna sebelum pergi. Dia tidak boleh meninggalkan mansion meski hanya satu langkah.” Kata Jay.

“Baik tuan.”

Jay melangkah panjang menemui kekasihnya yang sedang melihatnya dari jendela kamar. Pria itu masuk ke dalam kamar dan langsung memeluk Anna dengan posesif.

“Aku akan pergi sebentar, kau jangan kemana-mana, semua keperluanmu sudah tersedia di mansion. Satu lagi, jika butuhsesuatu katakan pada pelayan agar menyiapkannya.”

“Bagaimana pekerjaanku?” Tanya Anna.

“Semua beres. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Drew sudah ku suruh berbicara dengan mereka.” Jay menangkupkan tangannya di pipi Anna.

“Kau akan kembali kan?” Sebuah pertanyaan cemas dan wajah khawatir Anna membuat Jay semakin mencintai Anna.

“Aku akan kembali dan tunggu saat malam tiba. Kau milikku.” Kata Jay mengecup kening Anna.

Bersambung

1
Arifgreenday
lnjut
samiya
next
May Maya
tuh akibat org ngeyel bgtu Anna Jay GK perlu harum manis dia tuh butuh nya kau n kepatuhan mu skrg dah kyak bgni yg susah Jay blm lg kau jg akan d sakiti hadehhhhh Jay yg sabar ya
wiliss
ngiyiill
graver el mubarak
lanjut
celline
lnjut
gogled
sioop
higdominos
upp
bambangsans
up
lalisafajr
next
johanna
upp lg
Bluekastil
yup
Yuyun
upp
Javiz
next
Laura
lnjut
ppok
upp
@emak aisyah
mampuss siksa sekalian,di bilangin ngeyel,males banget aku Ama orng yang di kasih perhatian malah sok berkuasa segala baik² saja ternyata,rugi sendiri kan Anna² wanita sialan
eva nindia
ngeyel bngett deh anna pdhal klo mau beli nnti z breng am jay 🙈
tpi bgitu la wanita 😅🤭
siapa ni yg nyulik anna, zavier kah atwa si penelepon misterius 🤔
gak kebyang semurka apa c jay skrg...
thor hayu up lagiii 😁
May Maya
Bagus
May Maya
cari masalah n penyakit sendiri ini si namanya ana hrusnya kau bs memahami situasi Jay saat ini kejadian saat d apartemen Jay kan bisa buat mu takut n tau kondisi nya sperti apa sampai2 Jay membawa mu k mention yg jauh agar kau aman eh skrg kau malah ingin pergi k tempat umum d mna para penjahat bs memburu mu sbgai kelemahan jay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!