Riky harus merelakan cintanya yang diam-diam ia pendam hanya karena kesalahpahaman yang terjadi. Ia harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenali.
Aisyah wanita malang, korban tabrak lari yang berhasil disekamatkan oleh Riky pada malam itu. Riky terpaksa menikahi Aisyah dan mengubur cintanya kepada Tita, gadis yang selama ini ia kagumi dan ia cintai secara diam-diam.
Tita pun menerima pinangan Raja. Mereka sama-sama memiliki pasangan. Namun jodoh tidak ada yang tahu. Tuhan mempersatukan mereka, saat keduanya sudah sama-sama tidak memiliki pasangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulang tahun
Satu bulan kemudian
Di Mesir
Sudah dari satu bulan lalu Riky selalu didampingi bodyguard. Ayah Haris khawatir saat mendengar cerita Riky tentang Aqil yang selalu mencoba memerasnya.
Seperti saat ini, Riky sedang pergi belanja untuk keperluan mingguan. Tiba-tiba saja Aqil muncul dengan menodong senjata tajam saat Riky akan masuk ke mobilnya. Beruntung Bodyguard yang mengikuti Riky cepat tanggap. Aqil datang seorang diri, karena dia sudah tidak sanggup untuk membayar preman tukang pukul.
"Lepas!"
"Untuk apa kamu mengikuti Tuan kami hah?"
"A-aku hanya ada perlu dengannya." Ujar Aqil.
"Bohong! Kamu hampir saja melukai Tuan kami!"
"Kamu mau kami kirim ke rumah sakit atau ke neraka sekalian, Hah!"
"Tidak, jangan! Lepaskan aku!"
"Berjanjilah untuk tidak mengganggu Tuan kami!"
"Iya aku berjanji!"
"Bang Aqil aku sudah berbaik hati kepadamu! Kalau kamu masih mau macam-macam denganku, aku akan melaporkanmu ke kantor polisi! Kali ini aku tidak main-main!"
"Maafkan aku Ricky, aku hanya butuh uang! Tuan Yasir bisa saja menjual istriku kalau aku tidak membayar hutang!"
"Makanya hentikan judimu Bang! Kerja yang benar! Tapi kalau kamu tidak sayang dengan keluargamu itu sih terserah abang! Sudah lepaskan dia! Aku sudah telat mau menemui klien."
Dua bodyguard Diky melepas Aqil atas perintah Tuannya. Ricky pun berangkat menemui seorang klien yang akan menyewa hotel untuk acara pernikahan anaknya.
-
Sementara Di Indonesia.
Jam sudah menunjukkan angka 21.00. Seharian Tita gelisah karena tidak ada kabar dari Ricky. Biasanya Ricky akan mengirim pesan kepadanya. Hal tersebut yang membuat hari-hari Tita semangat menjalani hidup.
"Duh kenapa nggak enak begini rasanya?Aku benar-benar sudah jatuh cinta kayaknya. Kak Ricky kemana sih kok nggak ada kabar? Apa dia sudah capek menungguku? Ya Allah... apa begini rasanya merindukan seseorang. Dulu kayaknya nggak gini banget deh! Apa sudah waktunya aku menjawab? Tapi bagaimana dengan Ummi dan Abi ya?" Monolog Tita.
Tita pun pergi ke kamar mandi untuk membuang air kecil dan berwudhu'. Ia mengecek kembali handphone-nya tidak ada juga notif pesan dari Ricky.
"Ish, tidur saja deh!"
Tita pun menutup tubuhnya dengan selimut dan tidur.
Keesokan harinya.
Tita melihat handphone-nya, namun tetap tidak ada pesan dari Ricky. Adanya pesan dari ketiga temannya di chat grup yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Tita. Karena hari ini adalah ulang tahun Tita yang ke 23. Tita pun membalas pesan mereka.
"Bahkan aku baru ingat kalau hari ini aku ulang tahun. Usia 23, tapi status sudah janda." Batin Tita.
Di rumah Tita juga tidak mendapatkan ucapan dari kedua orang tuanya. Tita mengira mungkin mereka lupa. Ricky pun belum ada mengabarinya.
Saat sore hari.
"Tita nanti malam ikut Abi dan Ummi ya, ke acara jamuan makan malam."
"Males, Bi. Tita nggak usah ikut deh ya?"
"Jangan di rumah terus Ta! Kamu harus tunjukkan kalau kamu baik-baik saja."
"Baiklah, Tita akan ikut."
"Nah gitu dong! Baru anak Abi!"
"Emang kemarin-kemarin Tita anaknya siapa Bi? Hehe... Abi nih ada-ada saja."
Malam Harinya.
Setelah shat Maghrib, Tita dan kedua orang tuanya berangkat ke sebuah Hotel. Malam ini Tita nampak cantik dengan gaun silver dan pashmina warna hitam. Tingginya yang profesional membuatnya nampak seperti seorang model.
Tita diajak masuk ke dalam aula hotel tempat jamuan yang dimaksud Abinya. Namun saat pintu terbuka suasananya gelap gulita.
"Lho kok gelap Bi? Apa kita salah ruangan?" Tanya Tita.
"Tidak benar kok di sini!"
"Surprise....."
Lampu dinyalakan. Dan terliha banyak orang di ruangan itu. Tristan dan keluarga kecilnya, Ketiga teman dekat Tita, Salman dan keluarganya, Ayah Haris, Bunda Raisya, dan Ayuni. Bahkan nampak di situ beberapa asisten rumah tangga mereka juga pengasuh anak-anak mereka. Ada juga saudara dari Ibu Ratna dan keluarganya.
"Mabruk alfa Mabruk, alaika mabruk Tita."
Salwa yang memegang kue untuk Tita. Tita yang sedikit shock pun merasa terharu. Matanya berkaca-kaca. Ia tidak menyangka jika keluarganya akan punya rencana rahasia untuk ulang tahunnya sekarang.
"Tiup lilinnya....!"
Tita mengibaskan tangan untuk memadamkan lilinnya sampai padam. Semua yang hadir bertepuk tangan. Tita dituntun untuk ke depan. Ternyata sudah ada dekorasi sederhana di depan sana. Tita memotong kue, dan potongan pertama diberikan kepada Ummi, kemudian Abinya. Mereka pun memberi selamat kepada Tita. Selanjutnya acara makan bersama. Tidak ada kata sambutan, karena ini bukan acara resmi. Hanya kumpul-kumpul saja.
"Andai kamu di sini Kak." Batin Tita.
"Tita ada yang ingin bicara denganmu." Ujar Bunda Raisya, menyerahkan handphone-nya kepada Tita.
"Siapa Tante?"
"Terima saja."
"Hallo...."
"Assalamu'alaikum Cinta."
Terdengar suara orang yang dirindukannya. Tita tersenyum senang.
"Wa'alaikum salam, Kak."
"Ah nggak asyik, aku sudah panggil Cinta."
"Terus aku harus panggil apa?"
"Panggil Habibi juga boleh."
"Kakak ini ada-ada saja! Dari kemarin ke mana kok nggak ada kabar?"
"Kenapa, kangen?"
"Eng-gak kok, cuma khawatir."
"Bedanya apa?"
Tita selalu kalah jika berbicara dengan Ricky.
"Udah ah, mau debat apa mau ngomong nih?"
"Iya cintaku, aku mau ngomong. Selamat hari lahir yang ke 23 tahun ya, semoga sehat, berkah umurnya, selalu dalam lindungan Allah, dan cepat mau jadi istriku. Amin..."
Tita mengaminkan dalam hati.
"Kok nggak amin?"
"Sudah Kak."
"Maaf ya aku nggak bisa ngasih hadiah, dan nggak bisa hadir langsung untuk mengucapkan dan ikut merayakannya."
"Tidak apa-apa, do'anya saja sudah cukup."
"Yakin nih? Kalau misal aku bisa datang kira-kira aku dapat apa ya?"
"Aku nggak punya apa-apa."
"Kamu punya Cinta. Aku sedang menghayal ada di situ, terus aku langsung lamar kamu."
"Jangan berandai-andai Kak!"
"Ya siapa tahu hayalanku jadi nyata kan?"
"Ya, lakukan saja sekarang juga!" Tantang Tita. Ia hanya bercanda karena itu tidak mungkin menurutnya.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Semua orang terkejut mendengar suara mic. Apa lagi Tita saat tahu orang yang sedang memegang mic tersebut. Ia tidak percaya karena saat ini orang tersebut sedang menelponnya. Rupanya tadi Riky menelpon dari depan ruangan itu. Tita tercengang melihatnya, dan masih memegang handphone di telinganya.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh."
"Kepada,semua yang hadir di sini, terutama kepada Om Ferdi dan Tante Ratna. Mohon maaf karena saya telah lancang menjadi tamu tak diundang malam ini. Saya baru saja sampai dari Mesir satu jam yang lalu, dari bandara saya langsung ke sini hanya untuk menyampaikan niat hati saya." Ricky menghentikan ucapannya karena ia butuh mengambil nafas panjang. Ricky menekuk sebelah kakinya dan membuka kotak cincin yang dibawanya di hadapan Tita.
"Tita, maukah kamu menikah denganku?"
"Wow..."
"Cie cie.."
"Masyaallah so sweet..."
Beragam tanggapan dari mereka terdengar memenuhi ruangan tersebut.
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf 1bab dulu ya kak, author masih banyak pesanan🤗