Daniella Liontin B.A.Y , terlahir nama seperti itu dan dia tidak tahu arti dari BAY itu , ia dirawat oleh pengasuh ibunya bernama Aisyah dan Parta , sementara ibunya Ella meninggal tak berselang lama setelah bertemu dengan pengasuhnya itu, keduanya sudah dianggap nenek dan engkongnya sendiri.
Engkong Parta meninggal saat Ella masih kecil.
hingga Nenek Aisyah meninggal ia diberi wasiat nenek Aisyah suruh mengambil liontin yg berada di tas milik nenek yg disimpannya di lemari . Di tas tersebut ia juga menemukan kartu nama dan ponsel jadul , dan Ella juga diminta untu mencari orang bernama Budiman sesuai kartu nama yg ditemukan, Fakta mengatakan Budiman adalah seorang pengacara saat diketahui lewat kartu nama di tas nenek Aisyah. namun semuanya buntu , karena nomor ponsel dan alamat yg tertera tidak dapat menemukan orang yg dicarinya . hingga Ella menelpon orang yg sering dihubungi lewat ponsel itu , sedikit demi sedikit terkuak .
dgn kemampuannya meretas , Ella pun mencari tahu semuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bebek Butut Ku Semangat Ku
Deni akhirnya pulang ke rumahnya yg baru . Ide dari penjual kopi itu sampai membuat Deni berpikir dua kali . Sehingga ia akan memperhitungkan segala kemungkinan yg akan terjadi di kemudian hari bersama keluarganya. Deni ingat dengan anaknya laki laki Andika yg sebentar lagi selesai SMK , apalagi jurusannya adalah otomotif .
"Entah" itu yg ada dipikiran Deni saat ini , "karena kalau di pikir pikir masa istri yg cari duit, apalagi sama biaya kalau Dika kuliah nanti " Ia mencoba bertawakal . Karena sudah waktunya Maghrib akhirnya Deni Sholat terlebih dahulu.
********
Alexander Grup , sebuah perusahaan baru yg saat ini berkembang pesat . Alexander sudah bekerja sama dengan Anderson Corp. Ketika menjalankan perusahaannya teman teman Alex tidak ada yg tahu . Alex sering bekerja dibalik layar . Aelain sambil kuliah ia masih tetap mengelola bengkelnya yg dirintis .
Dan saat ini Alex sendiri masih menata hati , karena jika berdekatan dengan Ella selalu berdebar debar . Jantungnya dag dig dug . Sehingga ketika mengembangkan perusahaan papanya , Alex lebih fokus ke perusahaan , dan mengabaikan Ella . Tapi lama kelamaan dirinya merasa rindu . Walaupun sekedar bertemu tanpa menyapa. Alex belum tahu Ella yg sebenarnya . Alex hanya tahu kalau nenek dan ayahnya yg meninggal waktu itu , tidak lebih.
Alex berfikir cara mendekati gadis bar bar itu . Karena semenjak ia datang ke rumah neneknya yg tidak sengaja itu , adalah terakhir kalinya Alex bertemu Ella . Ella gadis sederhana . Ella yg mudah bergaul . Ella sedikit tomboy dan masih banyak lagi yg berkecamuk dipikiran Alex saat ini.
Alex juga sudah lama tidak ke bengkel . Bengkel yg dia rintis , ada sekitar 5 bengkel di wilayah kota J ini . Semua dipercayakan kepada Bogel . Setiap harinya Bogel memberikan laporan kepada Alex.
Sekian lama mengurus perusahaan , Alex sampai tidak merawat si nemo , motor butut kesayangannya .
" Kayaknya lebih asik nih naik si nemo , siapa tahu ketemu si Ella... " Batin Alex kemudian menyalakan kendaraannya.
" Mau kemana sore sore begini ...." Mamanya yg baru datang habis menyiram tanaman melihat Alex menyalakan kendaraannya.
" Biasa mah ngecek bengkel..... "
Alex masih memanasi si nemo karena lama ga dipakai .
" Ngga bawa mobil aja..... ?" Mamanya menyarankan menggunakan mobil , daripada menggunakan motor bututnya.
" Ngga ma , asik pake motor siapa tahu mama cepat dapet mantu...." Kata Alex yg langsung kabur keluar dari mansion.
" Dasar anak Jonathan Wiryawan....." Kata mama Andin yg kemudian berbalik menuju ke dalam rumah . Kemudian mengingat masa lalunya bersama suami , berkendara motor jika kemana mana . Saat itu Alex sudah dilahirkan .
"Ingat dulu sama papanya...." Batin mama Andin yg berlalu masuk kerumah .
Alex melajukan motornya menuju ke bengkel tempat Bogel berada . Setelah sampai , Alex kemudian menaruh motornya dipinggir bengkel.
" Tumben bos pakai motor itu lagi , kemarin pakai mobil bagus...... " Bogel nyeletuk karena melihat bosnya kembali seperti dulu . Melihat memakai motor tuanya , dan saat itulah pertama kali Bogel bertemu dengan Alex.
" Biasa , lg pingin iseng iseng...." Alex memarkirkan kendaraannya dan kemudian meminta ganti oli dan cek kendaraannya kepada salah satu karyawannya.
" Ngga bareng cewek yg bar bar dulu bos.... ?" Bogel cengengesan meski sedang buat laporan mingguan . Bogel menanyakan tentang Ella .
" Belum ketemu lagi ...." Alex memperhatikan anak buahnya yg sedang mengganti oli . Alex juga mendengarkan yg Bogel tanyakan.
" Kan satu kampus ...!" Bogel
" Iya ketemu kalo di kampus , tapi kayaknya dia sibuk banget..." Sahut Alex yg memang sedikit menghindari Ella di kampus . Mereka berbincang bincang , sekedar menanyakan kabar dan perkembangan bengkelnya . Alex sesekali mereka bercanda dan tertawa , karena lama tak bertemu . Bogel tahunya kalau Alex anak orang kaya . Bogel tidak tahu masalah perusahaan dan segala macam urusan perusahaan .
Setelah cukup lama berada di bengkel Alex segera pergi . Alex bukan kembali ke rumah . Ia kembali ke rumah kontrakan yg lama . Alex mampir dulu ke sebuah rumah makan sederhana , sekedar untuk mengisi perutnya . Karena kalau pulang ke kontrakan lamanya ia tidak memasak . Alex memberi kabar papa mamanya terlebih dahulu , jika dirinya berada di kontrakan lamanya .
Alex sebenarnya mempunyai saudara laki laki . Akan tetapi saudaranya itu lebih betah tinggal di negara A . Dia mengembangkan usaha di bidang perangkat elektronik . Saudaranya itu sudah menikah. Nama saudaranya itu adalah Jonny Alvian Dirgantara atau lebih dikenal Alvian anak dari om Jonny adik kandung papanya . Alex jarang bertemu . Bahkan Alex tidak mau berkabar dengan saudaranya itu , karena suatu hal . Terutama ketidak cocokan Alex dengan om Jonny.
Setelah makan Alex meluncur pulang menuju kontrakan lamanya . Ditengah jalan sekilas melihat orang yg ia kenali sedang terjatuh dari motor . Orang itu tampak membawa barang bawaan begitu banyak . Perlahan Alex mendekati orang tersebut. Dina terjatuh dari motornya , karena tidak seimbang membawa barang belanjaan yang akan dia bawa pulang.
" Kenapa bisa jatuh seperti ini sih...." Kata Alex yg sudah turun dan meminggirkan barang yg terlepas dari motor Dina.
" Cerewet ...bantuin kek ..!" Dina ngga mau disalahin karena terjatuh.
" Lha ini emang kaga bantuin....." Alex masih memindahkan barang yg terjatuh , kemudian motor Dina yg masih ambruk.
" Iss..." Dina masih menggerutu dan menahan sakit pada lengan dan kakinya.
" Makanya kalo kaga bisa naik motor......" Belum selesai bicara udah disambar oleh Dina
" Eh...jadi cowo kaga usah banyak berisik , entar Ella ngga mau lho...!" Perkataan Dina sukses membuat Alex terdiam . Muka Alex memerah , beruntung sudah malam dan agak gelap jadi tidak terlihat oleh Dina.
" Udah sono minta bantuan temen lo itu , masa temennya bawa beginian kaga bantuin..." Kata Alex agak dongkol dengan perkataan Dina ini .
" Dih , kangen ya...ya udah gue telpon nih..." Dina kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Ella.
Alex yg melihat itu hanya melongo karena tingkah dan perkataan Dina . Alex masih setia menunggu Dina dijemput temannya itu. Dengan alasan, ini sudah malam ga baik buat anak gadis di jalanan sendiri . Akhirnya mau ga mau mereka duduk ditepi jalan menunggu Ella . Beberapa saat kemudian tampak Ella datang menggunakan bebek bututnya dan berhenti di tepi jalan.
" Lah ini ada Alex , kenapa ngga minta dia aja buat antar...?" Tanya Ella yg berhenti dan menyandarkan bebek butut engkong nya itu.
" Dih... entar ada yg cemburu..." Kata Dina mengingat perkataan Ella beberapa bulan yg lalu . Ella selalu curi curi pandang ke Alex . Tapi Alex nya diem dan selalu menghindar .
Sementara saat ini jantung Alex berdebar karena perkataan Dina barusan " jadian aja belum" batin Alex yg pandangannya mengarah ke kendaraan yg lalu lalang.
" Dah punya pacar ya..." Tanya Ella tampak sedikit kecewa
" Tanya aja pada orangnya noh..." Balas Dina yg memperhatikan Alex tampak diam saja sejak Ella datang.
" Woy...awas kesambet , kebanyakan ngelamun..." Gertak Ella ke Alex yg kemudian tampak kaget.
" Cie...dah yuk bantuin ..." Kata Dina sambil mencari alasan agar dua orang ini bisa barengan.
" La...geu kaga bisa bawa , kaki ama tangan gue sakit , ini susah banget mau naikin nya...." Dina mencari alasan agar dibantu , tampak kedua temannya itu hanya diam.
" Lhah ini dah gue bantu..." Kata Ella sambil melirik Alex
" Lex bantuin napa....jangan diem bae..." Kata Ella sambil nyengir.
" Ya udah ayo..."
Alex langsung ikut membantu atas perintah Ella.
" Gitu ye , kalo gue yg minta tolong lu diem bae , kalo Ella yg minta tolong langsung tancap gas..." Kata Dina agak dongkol
" Dah ngga usah cerewet , mau dibantuin kaga..."
Alex wajahnya sebenarnya memerah namun ia tahan tahan agar tidak ketahuan Ella.
" Dah yuk...lu duluan didepan , gue dibelakangnya Ella, Ella belakang Lo..." Kata Alex sambil menaikkan bawaan Dina ke motornya kemudian diikat .
" Modus..." Kata Dina yg akhirnya menjalankan motornya . Kemudian mereka menjalankan sepeda motor masing masing menuju kontrakan Ella dan Dina . Setelah beberapa saat mereka sampai di pertigaan gang , tepatnya arah menuju kontrakan Ella dan Dina , motor Alex menyusul motor Ella yg didepannya sebelum masuk gang .
" Sst....stt...La....berhenti dulu..." Alex meminta Ella berhenti sebelum masuk gang . Ella pun akhirnya berhenti.
" Napa...." Jawab Ella yg menghentikan motor nya tapi belum mematikan mesin.
" Mampir angkringan dulu...ya ya..." Kata Alex merayu Ella agar mengikutinya , dan Ella pun mengikuti Alex.
" Ok...tp Dina..?" Ella
" Dah biarin aja dah nyampe kontrakan kali..." Alex memberikan alasan , karena jarak dari tempat itu sampai kontrakan Dina sudah dekat.
" Ya udah ayo..." Ella kemudian menuju angkringan yg dekat pertigaan itu , langganannya juga sih. Alex menyusul Ella kemudian memarkirkan kendaraan motornya di samping motor Ella.
.
.
\=\=\=\=\=\=\=\=
* ngapain hayoo
CEO mau nembak Presdir di angkringan gitu...🤭🤭
Surprise banget😄