NovelToon NovelToon
Bawang Merah Yang Terluka

Bawang Merah Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Antagonis / Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Celina Andreas dijuluki sebagai bawang merah begitu tergila-gila dengan seorang pria sehingga berbagai cara ia lakukan buat menaklukkan hati sang pria incarannya. Meskipun pria itu mencintai adik tirinya.

Berhasilkah Celina menjadi istrinya atau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 16

Empat minggu berlalu..

Hubungan antara Azka dan Celina masih tetap sama, tak ada obrolan serius ataupun singkat. Celina sempat ingin mengajukan gugatan perceraian tetapi Andin terus membujuknya agar membatalkan rencananya itu dengan alasan Azka berubah dan bertanggung jawab.

Padahal itu hanya akal-akalan Azka saja, jika Celina tak terbukti hamil maka dia akan melepaskannya namun sebaliknya apabila Celina benar-benar hamil dia siap menerimanya. Tentunya Azka takkan memperlakukan Celina dengan baik, dia mau memberikan Celina sedikit pelajaran sebagaimana dirinya ketika pertama kali diminta buat menikahi wanita itu.

Sejak kejadian malam panas, Azka terus memperhatikan sikap dan perubahan Celina. Dia juga mencari tahu tentang tanda-tanda wanita hamil.

Selama beberapa hari ini, Azka melihat Celina tak ada yang mencurigakan seperti muntah atau menginginkan makanan tertentu.

"Apa malam ini kau memiliki waktu?" Azka memecahkan keheningan setelah beberapa hari bisu.

Celina yang sedang menyantap sarapannya mengangkat wajahnya dan menatap suaminya. Ia tak segera menjawab, memastikan bahwa yang didengarnya adalah suaranya Azka.

"Aku cuma bertanya saja!" Azka tersenyum singkat.

"Aku sibuk!" kata Celina.

"Apa kau tidak memiliki waktu libur?" tanya Azka lagi.

"Itu tak terlalu penting," jawab Celina ketus.

"Itu sangat penting buatku. Aku ingin mengajakmu makan malam," kata Azka menjelaskan tujuannya.

Celina ingat kejadian beberapa waktu lalu, ia takut suaminya akan menjebaknya lagi. "Aku tidak bisa!"

"Apa kau tidak mau berdamai denganku?" pinta Azka.

"Aku butuh waktu," kata Celina.

"Hanya sekedar makan malam saja," ucap Azka.

Celina melepaskan sendok dan garpu yang dipegangnya secara kasar. "Aku sudah bilang, aku tidak punya waktu. Silahkan makan dengan kekasihmu!!" ia sedikit meninggikan suaranya.

"Baiklah, kalau memang kau tidak mau!" kata Azka tersenyum singkat.

Celina memundurkan kursi dan beranjak, ia kemudian berlalu. Selera makannya pagi ini hilang karena perdebatannya dengan Azka.

Melihat Celina kesal, Azka memiringkan senyumnya. Entah mengapa hatinya begitu senang menjahili istrinya itu.

-

Siang harinya, Azka menikmati makan siang di salah satu restoran dengan beberapa rekan kerjanya. Celina juga ternyata berada di tempat yang sama. Celina datang tak sendirian melainkan bersama seorang pria.

Azka yang melihat istrinya itu dengan pria lain mendadak hatinya cemburu. Meskipun dirinya sering berkomunikasi dan menemui Elma, tapi berbeda ketika melihat Elma bersama yang lainnya.

Celina yang baru sadar suaminya berada di restoran yang sama dengannya memilih acuh. Dia tak peduli Azka marah dan semakin membencinya. Jikapun Azka berani mencari masalah, maka itu menjadi kesempatannya untuk menggugatnya.

Azka pun tentunya tak mau gegabah, dia membiarkan istrinya menikmati makan siang bersama pria lain. Bahkan, dia mengatakan kepada teman-temannya bahwa Celina sedang berbicara dengan rekan bisnisnya. Dia tak mau kelihatan seperti orang yang sedang cemburuan.

Azka dan temannya lebih dulu selesai mengakhiri makan siangnya, Azka lalu menghampiri istrinya dan memberikan kecupan singkat di pipi wanita itu.

Sontak, aksi Azka membuat Celina membulatkan matanya. Namun, ia tak berani memarahinya atau menegurnya.

"Aku duluan, ya!" ucap Azka tersenyum.

Celina membalas senyuman suaminya dengan terpaksa.

Azka dengan santainya keluar dari restoran, batinnya merasa puas karena sudah membuat Celina dan prianya terperangah.

"Kamu bilang dia tidak menyukaimu, tapi kenapa dia berani mencium kamu di depan orang-orang?" tanya Kevin, temannya Celina.

"Aku juga tak tahu," jawab Celina yang juga heran.

"Aku rasa dia memang mulai menyukaimu, buktinya dia menolak melepaskanmu!" kata Kevin.

"Entahlah, aku juga tak mengerti dengan jalan pikirannya!" ucap Celina.

-

Malam harinya, Azka menghampiri istrinya yang sedang berada di balkon. Ia berdiri disamping Celina yang asyik menikmati udara malam.

"Itu kekasihmu atau hanya sekedar teman?" Azka membuka percakapan.

"Kenapa kau ingin tahu semua urusan aku?" Celina menoleh dan bertanya dengan nada ketus.

"Kita ini masih menjadi suami istri, wajarlah kalau aku bertanya," jawab Azka.

"Dia kekasihku dan setelah kita berpisah aku akan menikah dengannya," kata Celina.

Azka yang mendengarnya tertawa seringai.

"Kau pikir tidak ada pria lain yang mau menerimaku?" tanya Celina kesal karena Azka menertawakannya.

"Kemarin yang memaksa aku menikahimu siapa?" Azka balik bertanya mengungkit masa lalu.

Celina terdiam.

"Ketika aku menginginkanmu, kenapa kau berubah?" tanya Azka lagi sembari menatap istrinya.

Celina yang tak tahan ditatap lantas memalingkan wajahnya.

"Kau harus bertanggung jawab karena sudah membiarkan aku masuk dalam permainan ini. Lagian aku juga telah menyentuhmu, kemungkinan besar kau akan mengandung benihku!" kata Azka tersenyum seringai.

"Aku sudah memberikan kau kesempatan untuk keluar, bukankah ini kau inginkan? Kenapa tiba-tiba berubah?" singgung Celina.

"Kau tenang saja, aku tidak sedang hamil anakmu. Jikapun itu terjadi, kau tak perlu bertanggung jawab!" kata Celina lagi.

"Bagaimanapun aku tetap bertanggung jawab!!" ucap Azka.

"Aku bisa mengurusnya sendiri!" Celina merasa sanggup.

"Kau tidak akan pernah ku lepaskan selama di rahimmu masih ada calon anakku!" kata Azka.

"Kalau begitu, aku akan membuangnya biar aku tidak selalu ada dibayang-bayangmu!!" Celina mengancam Azka agar sudi melepaskannya.

Azka yang mendengarnya merasa marah, ia memegang kedua lengan istrinya dengan kuat sehingga Celina terperanjat. "Jika kau berani menggugurkannya, aku tidak akan pernah memaafkanmu dan membuat hidupmu semakin tersiksa!!"

"Aku tidak peduli dengan ancaman yang kau berikan. Selama aku bisa lepas dari bayanganmu!!" Celina memberikan senyuman meledek.

"Kau tidak akan pernah ku lepaskan, seperti saat kau mengejarku dan memaksaku masuk di rumah ini!!" Azka melepaskan genggamannya dengan kasar sehingga Celina terhuyung selangkah ke belakang.

"Jangan coba-coba mengancam aku dengan janin itu!!" Azka kemudian berlalu.

Setelah Azka menghilang dari pandangannya, Celina memegang hatinya yang terasa perih. Ingat dengan kata-kata 'calon anakku' membuat Celina buru-buru melangkah ke kamar.

Celina duduk di pinggir ranjang dan meraih kalender yang ada di meja nakas, ia memperhatikan angka-angka di lembaran kertas tebal itu. "Seharusnya aku sudah datang bulan satu minggu lalu, ini kenapa telah tanggal segini aku kunjung belum datang bulan. Apa aku sebenarnya sudah ha--??" gumamnya.

Celina berdiri dan berkata, "Tidak mungkin!!"

"Aku tidak mungkin hamil anaknya!!" Celina mulai panik dan cemas.

Tanpa berlama-lama, Celina mengambil kunci mobilnya dan pakaian panjang yang menutupi tubuhnya dari dinginnya udara malam. Bergegas keluar kamarnya dan melesat mengendarai mobil menuju apotek terdekat.

Selang 30 menit kemudian, Celina telah tiba di rumah. Ia memandangi benda kecil itu, penasaran namun tak berani untuk mengetesnya. "Bagaimana kalau aku benar-benar hamil??" pikirnya cemas.

"Semoga saja itu takkan pernah terjadi!!" kata Celina dengan yakin.

1
army julianto
aku binci ceritanya MC perempuannya idih najis bnget
army julianto
Thor jangan biarkan azka dg Celina bersatu plisss ceraikan mereka, aku paling tidak suka cerita kek gini TPI unjuknya tidak bisa cerai dan akan saling cinta, idih najis mkan cerita kaya bgini 🙏🙏🙏
falea sezi
kapan cerai nya
falea sezi
kn licik bngt si Elma buruan cerai aja biar. aja mlih Elma yg sok. polos cocok. aska sampah ma. Elma. sampah
falea sezi
bodoh kau celina
falea sezi
jangan ngemis celina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!