NovelToon NovelToon
Mitos Kembang Mayang

Mitos Kembang Mayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat
Popularitas:50.2k
Nilai: 5
Nama Author: Raisya Putri 🕊

Aku masih perawan, itu yang di katakan Maudy ketika akhirnya Ia tau kalau suaminya selama ini mencoba menghindarinya karena kepercayaan turun temurun dari keluarga suaminya itu.

Pada saat resepsi pernikahan mereka entah karena apa, ada beberapa kembang mayang yang tiba-tiba mengering, dan itu membuatnya mendapat hinaan karena di percaya sudah tidak segel lagi.

Maudy yang mengira kalau suaminya menghindarinya karena memang tidak ada cinta, karena memang pernikahan mereka terjadi karena perjodohan.

Hingga akhirnya Ia tau alasan suaminya itu diam padanya selama berbulan-bulan. Yuk mampir di karya author remangan, jangan lupa bagi like komennya ya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisya Putri 🕊, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Surat Kontrak

...****************...

Setelah berpikir lama akhirnya Gibran menyetujui permintaan Susan termasuk permintaan untuk tidak membuka hati pada wanita lain, Gibran pun berniat pergi namun Susan kembali memeluknya dan memintanya untuk menemaninya malam itu.

        " Maaf Susan, tapi untuk malam ini aku tidak bisa, aku harus pulang sekarang. "

Susan tidak bisa berbuat apa, Ia melampiaskan seluruh kekecewaan nya pada barang- barang miliknya yang berada di kamarnya. Ia kesal karena Gibran menolaknya.

        " Gibran..........!! Aku- Aku membencimu, kenapa kamu tega melakukan ini padaku. Kamu berikan cinta dan benci pada saat yang bersamaan. "

Susan menjerit meluapkan rasa kesal, kecewa dan juga rasa sakitnya. Tubuhnya merosot ke lantai, Ia menangis sembari menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya, kedua tangannya mengepal menahan gejolak di hatinya.

Dari balik pintu Bi Yuni hanya bisa menatap Susan dengan penuh rasa kasihan, ingin mendekat namun hal itu Ia urungkan.

Di dalam kamar

Maudy yang ingin beristirahat merasa terganggu dengan tingkah laku suaminya, semenjak kembali Ia terlihat gelisah. Maudy menghela nafas dan memilih duduk kembali.

        " Ada apa Mas, apa Mas butuh sesuatu. " Tanya Maudy memberanikan diri.

Gibran terkejut dan langsung menoleh, Ia merasa bersalah karena suasana hatinya yang tidak baik mengganggu istrahat istrinya itu.

         " Apa kamu merasa terganggu, maaf. " Tanpa sadar Gibran meminta maaf pada Maudy.

Maudy menggeleng perlahan mendengar pertanyaan Gibran, kemudian bergegas keluar kamar. Berselang lima menit Ia kembali dengan membawa nampan yang berisi makan malam, sepiring kue dan juga secangkir teh untuk suaminya. Ia meletakkannya di atas meja.

        " Mungkin kamu lapar sehingga sulit untuk tidur, kemarilah. Ini ada nasi dan lauk, ada juga kue buatan Bunda. Terserah mau pilih yang mana untuk mengganjal perut, semoga saja setelah makan pikiran nya akan sedikit tenang. "

Gibran memandang istrinya dan juga makan malam yang di bawanya kali ini, Ia sama sekali tidak lapar namun entah mengapa melihat usaha istrinya Ia menjadi tidak tega. Gibran duduk dan perlahan menikmati makan malamnya, Maudy kembali ke sofa tempat Ia tidur selama ini.

...****************...

Gibran terus memikirkan permintaan Susan, Ia menjadi gelisah bahkan sangat sulit untuk berpikir serius. Ia kemudian memanggil asisten pribadinya yang juga menjabat sebagai supir pribadinya untuk di mintai pendapat.

Arga memperhatikan raut wajah Gibran dan langsung mengetahui kalau Bos nya itu sedang mengalami masalah, Ia berdehem hingga membuyarkan lamunan Gibran.

" Ah Arga, kemarilah. "

Arga berderab dan duduk di samping Gibran, sembari menunggu apa yang ingin di sampaikan oleh Pria itu. Terdengar helaan nafas Gibran menandakan kalau saat ini kondisinya hatinya memang sedang tidak baik.

Gibran mengutarakan keluh kesahnya seperti biasanya dan berharap Arga akan memberikan nya solusi yang baik.

" Siapa wanita itu Bos, apa itu Nona Susan atau Bu Maudy. " Tanya Arga.

 " Susan. " Jawab Gibran singkat.

Mendengar nama Susan di sebut Arga terlihat begitu santai bahkan bibirnya sedikit tertarik ke pipi, hal itu membuat Gibran heran.

         " Ada apa, apa yang aku lakukan ini salah. " Tanya Gibran lagi.

Arga dengan cepat menggeleng, dalam hati Ia punya pemikiran lain dan bahkan baru kali ini Ia merasa apa yang di lakukan Gibran akan sia-sia saja.

Karena Arga setuju akhirnya Gibran pun mulai membicarakan poin-poin penting untuk Ia ajukan nanti, tanpa sadar semua poin yang di utarakan Gibran membuat Arga merasa yakin dengan apa yang sudah Ia yakini sebelumnya.

Setelah selesai Arga menyerahkan berkas di tangannya kepada Gibran untuk di baca kembali, Ia mengangguk- angguk berulang-ulang.

Menjelang magrib Gibran kembali ke rumah dan seperti biasa Ia langsung di sambut oleh sang Istri, Maudy dengan sigap menyiapkan air hangat untuk sang suami begitu juga dengan pakaian gantinya.

Ia memberanikan diri mengajak suaminya itu untuk menunaikan ibadah berjamaah namun Gibran menolak dengan alasan karena lelah.

          " Kamu sholat sendiri saja, aku lelah. " Jawab Gibran.

Maudy pun tidak bisa memaksa dan kemudian melakukan kewajiban nya sendiri, Gibran memandang gerak-gerik istrinya dari sofa tempat Ia duduk. Tiba-tiba muncul keraguan di hatinya, berulang kali Ia menghela nafas karena berperang dengan hatinya.

Alhasil malam itu Ia tidak punya keberanian dan berkas yang sudah Ia pegang di simpan kembali.

Pagi hari Gibran memberanikan diri menyerahkan berkas miliknya kepada Maudy.

          " Ini. "

Maudy mengerutkan keningnya melihat Gibran tiba-tiba menyerahkan sebuah map berwarna coklat yang masih terlipat rapi.

          " Apa ini Mas. " Tanya Maudy

         " Buka lah, nanti kamu juga akan tau sendiri. "

Maudy menerima berkas itu dan duduk di sofa, Ia membuka map itu dengan hati- hati. Maudy terkejut membaca isi map itu yang seperti surat resmi dari pemerintahan. Ada kepala surat, badan surat dan juga beberapa poin penting yang Ia belum baca semua.

Dengan seksama Maudy membaca poin- poin yang ada di dalamnya dan sesekali menatap suaminya itu. Ia tidak menyangka kalau surat itu berisikan kontrak pernikahan antara mereka berdua.

Adapun poin penting nya adalah :

Tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing selama waktu yang di tentukan.

Selalu menunjukkan sikap manis di hadapan orang tua atau keluarga dekat, kalau di perlukan ketika berada di depan umum.

Tetap tinggal satu rumah dan tidak boleh berpisah.

Pihak kedua akan tetap menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri yaitu menyiapkan semua keperluan pihak ke satu.

Pihak pertama akan memberi nafkah kepada pihak kedua sebesar tiga puluh juta perbulan.

Apapun yang ingin di lakukan pihak kedua harus meminta ijin pihak pertama lebih dulu.

Tidak boleh ada kontak fisik atau berharap apapun pada kedua belah pihak.

Kontrak akan berakhir selama enam bulan di mulai dari surat ini di tanda tangani bersama, setelah itu pihak pertama berhak menentukan pilihan ingin di lanjut atau berakhir.

Maudy menghela nafas, Ia juga mengernyitkan keningnya setelah selesai membaca semua poin- poin yang ada di surat kontrak itu.

" Kenapa, apa kamu keberatan. " Tanya Gibran.

Maudy menggeleng pelan, Ia menatap suaminya dan kemudian tersenyum getir, sampai segitunya suaminya membuat batasan di antara mereka.

" Kontrak pernikahan, apa kita harus melakukan ini Mas ? " Tanya Maudy.

" Ya, aku tau di antara kita tidak ada rasa saling cinta dan aku menawarkan solusi terbaik untuk kita. Anggap saja selama enam bulan ini adalah waktu kita untuk menyelami perasaan kita masing-masing dan dalam hal ini tidak ada yang akan di rugikan, kamu akan tetap mendapatkan nafkah sebagai imbalan menyiapkan semua keperluan ku, jadi kita impas. "

Maudy kembali menatap berkas yang masih berada di tangannya, Ia tidak menyangka kalau Gibran akan melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan.

" Sebenarnya bukan masalah keberatan atau tidak Mas, tapi ini tidak benar. Kita sudah mempermainkan sesuatu yang sakral dan ini dosa, lagipula tanpa mengajukan surat kontrak pun aku juga tidak akan pernah ingin mencampuri urusan Pribadi mu apalagi bersentuhan secara fisik. Mengenai nafkah, aku juga tidak setuju kalau di katakan sebagai imbalan karena aku melayani semua keperluan mu. Mas, itu semua adalah tugas seorang Istri, memastikan semua kebutuhan suaminya terpenuhi. Kalau Mas merasa nafkah itu sebagai imbalan maka aku tidak bisa menerimanya. " Ujar Maudy.

Jujur Ia merasa sedih dan sakit hati namun Ia berusaha menekan perasaan nya itu.

" Baiklah, aku akan tetap memberimu nafkah sesuai yang tercantum disana. Jika kamu sepakat silahkan bubuhkan tanda tangan mu di samping tanda tangan ku aku akan menyerahkannya kepada seseorang. "

Maudy terdiam cukup lama dan sesekali menatap wajah suaminya yang nampak serius, seolah tidak ada beban sama sekali.

" Bolehkah aku menandatangani nya nanti, aku harus memikirkannya terlebih dulu. "

" Apa bedanya hari ini dan nanti, toh poinnya akan tetap sama dan tidak ada yang berubah. "

Lagi-lagi Maudy menatap wajah suaminya itu, dalam hatinya Ia merasa bersalah pada orang tua mereka yang tentu mengharapkan agar mereka bisa bersama dan saling menerima sebagai sepasang suami-istri.

...****************...

1
Kurnia Skty29
duh mawar² ngapain kamu nyalahin Bayu mang kamu ga denger apa yang di ucapin dokter tadi di rumah sakit, semuanya butuh proses war kata dokter juga. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri dan berbeda pula apa yang di pikirkanya yaitu hanya harta warisan
Kurnia Skty29
Berapa banyak lu Nana Nini Nunu semaleman ga bisa langsung jadi besoknya war. Sedangkan pertemuaan dan terjadinya pembuahan butuh 6hari, kalau mau periksa pake testpack butuh telat datang bulan 1 minggu
Kurnia Skty29
andai Bayu tau apa yang dipikikan istrinya. Dan juga mawar tidak akan menyesal malah membuatnya senang kalau membuahkan hasilnya yaitu membuat ia hamil otomatis ia mendapatkan warisan
Andariya 💖
maudy d jodohkan 🤣🤣
🎵⭕🦾
jgn" Maudy mau dijadikan tumbal pesugihan 🤔🏃🏃🏃
🎵⭕🦾
rombongan dari keluarga calon besan rupanya 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
🎵⭕🦾
jgn" Rizky juga sdh diancam oleh keluarga Wijaya. pd siapa Maudy hrs membagi cerita 😢
🎵⭕🦾
waduhh...kok jd rumit begini. sebenarnya ada perjanjian apa antara papa Maudy dg keluarga kaya raya itu? mencurigakan 🤔
🎵⭕🦾
hahhh? terjadi mis komunikasi kyknya. Maudy sdh punya pilihan sendiri. sementara papanya juga menyiapkan calon suami utk Maudy. gaswat nihh
🎵⭕🦾
tentu tidak mudah bagi Maudy menyikapi permintaan papanya.
🎵⭕🦾
ya gak bisa gitu dong pa... semua kn butuh proses. gk bisa buru" nikah juga.
🎵⭕🦾
demi apa coba pak Rahmat & dokter menutupi situasi & kondisi yg sesungguhnya? bukannya hanya akan menambah luka putrinya seandainya terlambat tau?
🎵⭕🦾
papa...jgn ngomong spt itu. jgn mendahului yg di atas. 🙄
🎵⭕🦾
ada kabar kurang mengenakkan nih biasanya klo udh kek gini 🤔
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
kok dah lama nggak up Thor ada apa🤔
Sri Rela Vivi Ani: uda ga minat deh bcanya lama x ga ada sambungannya bosan
total 1 replies
Sri Rela Vivi Ani
kekny uda lama sekali ne cerita ga ad sambungannya apa dihapus aja yaaa cari yg lain yg lebih seru lg
Lusia Ani Hermawati
mantap ceritahya
Panji Tika
mawar " kelihatan banget klu dia gila harta bukankah orang tua jg suami nya sdh kaya masih aja kurang
Panji Tika
ealah pengantin prianya malah kabur ...blm saling mengenal sih tapi ngk gitu jg caranya
Panji Tika
hancurnya hati Rizky...sabar ya semuanya sudah jalan takdir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!