Menikah dengan bos iblis musuh bebuyutan di kantor. Apa yang akan kamu lakukan?
Begitulah yang di rasakan Shera,ia harus menikah dengan bos sekaligus musuh bebuyutannya di kantor.
"Kalian benar benar jahat! menjodohkan aku dengan lelaki macamnya yang selalu bermain dengan banyak wanita!"
Tentu saja sebagai sekretaris pribadi,Shera sangat paham berapa banyak wanita yang menggelantung di sisi kiri dan kanan pria iblis itu.
Bagaimana Shera menjalani kehidupan rumah tangga bersama sang iblis?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain Asny Dakarai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 22
malam hari di rumah shera,shera sedang berbaring sembari membaca buku. Shera merasa matanya sangat berat dan terlelap, entah nyata atau mimpi? malam itu Leon datang ke kamar shera.
"hai sayang,apa kabar?" tanya Leon sembari mengusap kepala shera membuat shera merasa terganggu tidurnya dan membuka mata, betapa terkejutnya dia melihat Leon yang sedang berbaring disisinya sembari tersenyum. Air mata membasahi pipi shera.
"jangan nangis" ucap Leon mengusap air mata shera
" aku capek, kamu kemana aja? belum cukup satu tahun menghilang?" ucap shera sembari memukul tubuh Leon.
"maaf sayang, tapi semua belum selesai. aku berharap kamu dan Kenzo bisa hidup tenang setelah ini" ucap Leon
"aku akan tenang selama kamu ada disisi aku,Kenzo butuh seorang ayah"ucap shera semakin membenamkan wajahnya di dada Leon.
"sebentar lagi ya sayang. aku yakin kamu kuat"ucap Leon sembari mencium pucuk kepala shera. Shera pun menengadahkan wajahnya menatap Leon.
Tiba tiba Leon mencium bibir shera dengan penuh gairah.
'aku rindu kamu' bathin shera sembari menangis dan menikmati ciuman Leon.
Matahari sudah terbit,hari baru di mulai. Shera membuka matanya dan menikmati sisa mimpinya semalam.
"aku harap semalam bukan mimpi" gumam shera sembari mengusap lembut bibirnya. sebuah tangan kecil memeluk lengan shera.
"hai jagoan mama" ucap shera kemudian mengecup kening Kenzo.
Shera pun segera memandikan Kenzo,lalu mempersiapkan diri karena hari ini adalah hari libur. Shera berencana ingin mengajak Kenzo jalan jalan.
Shera,Kenzo dan juga molly (babysitter Kenzo) berencana akan pergi ke Malaysia.
"Kita mau ngapain ke Malaysia kak?" tanya molly
"main aja molly,sekalian kamu refreshing." ucap shera
"tapi kak Fanya,aku bahkan belum setengah tahun kerja sama kak Fanya masa udah di kasih liburan" ucap molly
Shera mengenal molly tiga bulan lalu,saat itu babysitter lama Kenzo hendak menikah dan mengundurkan diri. Alhasil,shera kerepotan mengurus Kenzo seorang diri,tak lama dari itu shera bertemu molly di sebuah yayasan penyalur babysitter. Awalnya shera tidak berniat memilih molly karena molly adalah gadis berusia 18 tahun dan itu akan merepotkan jika sesuatu terjadi kepada kenzo namun gadis itu memaksa ingin ikut dengan shera dan berdalih memiliki keahlian beladiri. pernah suatu hari shera menanyakan asal usul molly.
"kenapa kamu mau jadi babysitter?"tanya shera
"karena itu pekerjaan paling mudah" jawab molly dengan wajah datar
"kenapa kamu memaksa ingin ikut saya?" tanya shera menyelidik karena molly sangat mencurigakan
"karena kak Fanya baik"ucap molly
"kakak?" tanya shera bingung
"molly gak mau panggil kak Fanya pake ibu, karena kak Fanya itu kakak ipar molly" ucap molly
'haduh,nih bocah otaknya konslet' bathin shera
sejak saat itu shera tidak pernah bertanya apapun lagi kepada molly.
"zozo mau main Tante molly?" tanya molly sembari menatap Kenzo yang berada di stroller baby.
Shera duduk di sebuah taman kota sembari memperhatikan Kenzo yang berguling di atas matras sementara molly sedang duduk sembari bermain ponsel.
"Bu Fanya?" tanya seorang lelaki membuat shera menengadahkan kepalanya melihat wajah yang menegurnya
"Pak Ray" ucap shera seketika molly menghentikan perhatiaannya pada ponsel dan menatap kepada Ray.
"kak Fanya,ayo kita pulang" ajak molly
"kenapa?" tanya shera bingung.
"molly lupa belum menjemur pakaian Kenzo" elak molly
"tapi kan emang kamu tadi gak nyuci" ucap shera.
"molly bilang pulang ya pulang" rengek molly membuat shera kelimpungan.
"maaf pak Ray, adik saya mengajak saya pulang. saya permisi dulu" ucap shera sementara molly mengangkat Kenzo ke dalam strollernya lalu mereka bergegas pergi dari sana,sebelum benar benar jauh shera menoleh ke belakang dan terkejut melihat wajah Ray yang sedang menyeringai membuat tubuh shera bergidik ngeri.
'adik ya?adik yang manis' gumam Ray
sore hari saat sudah tiba di rumah,shera merebahkan tubuhnya di sofa sementara molly sedang memandikan Kenzo.
"molly itu makin kesini makin aneh, Minggu lalu aku telepon dia malah panggil aku bos hari ini tambah aneh padahal dia gak kenal Ray tetapi dia melihat Ray seperti penjahat" gumam shera sembari menutup wajahnya.
"memang dia orang jahat"ucap molly tiba tiba ada di ruang keluarga
"kamu tau darimana dia orang jahat?" tanya shera
"dia ada disana sebab kak Fanya ada disana"ucap molly
"masa sih?" tanya shera sembari duduk.
"kak Fanya itu terlalu polos, di dunia ini gak semua orang yang terlihat baik itu benar benar baik" ucap molly sembari fokus memakaikan pakaian Kenzo.
'sejak kapan molly jadi bijaksana begini' bathin shera
"tapi dia itu rekan bisnis aku" ucap shera
"kak Fanya tau gak siapa Ray itu?" tanya molly menolehkan wajahnya kepada shera.
"dia pengusaha Malaysia yang lagi terkenal, lagipula wajah dia mirip sama suami aku atau jangan jangan dia suami aku" oceh shera
"gak semua yang mirip itu berarti sama. tampak wajah memang terlihat sama tapi tampak hati mana ada yang tau" ucap molly
"maksud kamu?" shera bingung.
"dia hanya robot yang di gunakan untuk memancing kak Fanya" ucap molly
"robot gimana? jelas dia manusia" ucap shera
"haisshh,,makin susah jelasin sama kak Fanya, mending aku jelasin sama Kenzo" oceh molly kesal.
Sementara itu di rumah Vincent.
"Tersangka terlihat mulai mengambil langkah" ucap vincent kepada seseorang di dalam ruangan gelap itu.
"jangan terlalu memperlihatkan kecurigaan kita" ucap orang tersebut.
"tapi kalian benar benar mirip" ucap vincent
"mirip bukan berarti sama" ucap orang tersebut
"sampai kapan kamu mau bersembunyi?" tanya Vincent
"sampai tersangka lengah" ucap lelaki itu
"aku sudah mengakomodasi keluarga Ray dan memindahkan mereka ke Sumatera" ucap Vincent
"baguslah,kasian sekali istri dan anaknya" ucap lelaki itu.
"Bu Fanya juga tidak mau di ajak pergi operasi plastik" ucap Vincent dengan nada mengeluh
"biarkan saja,tampaknya lebih baik seperti itu agar tidak ada yang mengenali" ucap lelaki itu.
"pemimpin perusahaan Singapura berbondong bondong datang ke jakarta mencarinya" ucap Vincent
"tutup semua pemberitaan tentang dia" ucap lelaki itu
"baik pak, selanjutnya apa yang harus saya lakukan?" tanya Vincent
"cukup awasi pergerakan Ray" ucap lelaki itu
"bagaimana dengan obat yang anda minta?" tanya vincent
"obat itu kirimkan kepada molly" ucap lelaki itu.
"heh Leon sialan, jangan so misterius kagak cocok" teriak Vincent
"akh, kamu ini gak bisa liat aku main scene so misterius? ngapain pake komplain segala" ucap leon
"aku bersyukur kamu baik baik saja kawan" ucap vincent
"kalo aku gak menghilang,Gea akan selalu mencurigai jika Ray itu bukan aku" ucap Leon
"kamu memang jenius" ucap Vincent
.
.
.
.
.
DORRRRR
kira kira bagaimana ya perjalanan Leon?
jadi Ray sama Leon itu berbeda?
sejak Rey di bawa plg dr singapore...koq ga ada kabar lg...?
Dan wkt Shera kabur sembunyi di pobtianak hny membawa Zozo....bgmn dgn Rey....
and ank siapakah Rey koq bisa mirip Leon....apakah anak Ray kembarannya Leon...?