Mohon dukungannya🙏
Klarybel terlahir dari keluarga yang terpandang. Apa pun yang dia inginkan pasti akan di kabulkan oleh kedua orang tuanya. Hidup Klarybel sudah terbilang sempurna. Dari paras yang cantik, Dan juga semua serba bisa.
Namun satu hal, yang tak dapat di kabulkan oleh orang tuanya. Yaitu Cinta, mommy dan daddy Klarybel, tak merestui hubungannya dengan pria yang dia cintai. Karena pria itu adalah uncle Klarybel.
Hingga suatu hari, Klarybel harus berpisah dengan orang yang di cintainya. Klarybel pergi jauh hanya untuk menempuh pendidikan, dan masih tetap mencintai orang yang sama. Yaitu uncle-nya.
Sedangkan mommy Klarybel tak merestui hubungan mereka karena mempunyai alasan tersendiri. Yang di sembunyikan dari Lerry.
Apakah setelah mendapat restu mereka akan kembali berpisah jika mengetahui yang sebenarnya?
Ayo simak ceritanya!
Dukung author ya🤗 dengan vote sebayak banyaknya, like dan juga komen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 22
Lerry berjalan ke meja kerja, dia kembali fokus pada kerjaannya. Sedangkan Klarybel sibuk dengan ponselnya.
Waktu sudah menunjukan pukul 11:00, Klarybel melirik kearah Lerry yang masih fokus pada dokumen yang ada di tangannya. Seakan lupa jika dia menyuruh Klarybel datang ke kantor.
"Menyuruh ku datang, tapi malah sibuk sama kerjaannya." Klarybel melempar kotak persegi kelantai.
Preng....
Lerry kaget, dia baru sadar kalau dari tadi Klarybel ada di ruangannya. Buru-buru dia menghampiri Klarybel.
"Sayang jangan ngambek dong. Maaf ya, soanya kerjaan aku belum selesai." Lerry menyentuh tangan Klarybel, tapi dengan cepat Klarybel menepisnya.
"Kamu tuh ya, suruh aku kesini tapi malah di cuekin."
"Sudah gak usah ngambek lagi, masa gak ketemu selama enam bulan terus berantem sih."
Lerry memeluk Klarybel dari belakang, dia membenamkan wajahnya di leher Klarybel.
"Kenapa kau bisa seakrab itu dengan sekretarisku?" Lerry mengecup leher Klarybel.
"Gak kok, cuma waktu itu aku gak sengaja nabrak dia. Tapi dianya tuh dingin banget, ampir aja aku cekik di lehernya."
"Hahahaha," Lerry tertawa lepas. Dia tak menyangka Andika yang terlihat lucu, bisa bersifat dingin di depan perempuan.
"Kenapa malah ketawa sih?" Klarybel menatap wajah Lerry kesal.
"Abisnya lucu, aku kangen nih sama kamu." Lerry mengusap bibir Klarybel dengan ibu jarinya.
Klarybel mengerti dengan maksud Lerry, dia mengalungkan tangannya ke leher Lerry.
Lerry tersenyum, lalu dia menarik tengkuk Klarybel dan mengecup bibir yang selalu membuatnya rindu. Setelah ‘mengecup’ bibir Klarybel dengan lembut, Lerry mulai menjadi lebih agresif, dan, alih-alih mengecup bibir Klarybel dengan lembut, di ganti dengan gerakan *******. Makin lama ciuman itu menjadi ciuman yang penuh gairah.
Cukup lama mereka berciuman, Lerry melepaskan ciuamannya.
"Kenapa?" tanya Klarybel.
"Kita ke kamar aja ya, di sini ada kamar yang biasa aku pake untuk beristrahat." Klarybel pun mengangguk.
Lerry mengajak Klarybel masuk ke dalam kamar, kemudian dia membuka kamejanya. Dan menaruhnya di sandara sofa, lalu dia berjalan kearah Klarybel.
Klarybel kaget melihat Lerry bertelanjang dada, ini bukan yang pertama kali dia melihatnya. Tapi tentu saja dia malu, mereka belum sah menjadi suami istri.
”Kenapa buka baju sih?” Klarybel memalingkan pandangannya.
”Kalau gak buka baju nanti kemeja aku kusut dong.” Lerry naik keatas ranjang lalu dia menarik Klarybel kedalam pelukannya.
Posisi mereka saat ini sangat intim, Klarybel dapat merasakan detak jantung Lerry yang begitu cepat. Karena saat ini dia berada di atas tubuh Lerry.
”Kenapa?” tanya Lerry, dia melihat Klarybel gelisah. Klarybel menggeleng.
”Apa kau mau kita melanjutkan yang tadi?” Lerry membalikan posisi, saat ini Klarybel yang berada di bawahnya.
Tanpa sadar Klarybel mengangguk, entah dia rindu atau masih ketagihan dengan permainan tadi. Lerry tersenyum, dia segera mendekatkan wajahnya ke wajah Klarybel.
Lerry memulai pada tepi luar bibir Klarybel. Tepi luar bibir adalah area yang amat sensitif, namun seringkali terlupakan. Dia mencium Klarybel perlahan, kemudian dia menjauh sedikit sambil menelusuri bibir atas dan bibir bawah dengan lidahnya secara bergantian. Lerry terus memainkan lidahnya di dalam mulut Klarybel.
Klarybel melingkarkan kedua tangan di lehernya Lerry. Agar tubuhnya semakin dekat dengan Lerry. Dalam posisi ini, Lerry juga menjamah beberapa area sensitif bagian atas, seperti daun telinga dan leher. Lerry hanya cukup mencium dan menjilatnya, dia tak meninggalkan bekas.
Klarybel semakin mendesah, saat Lerry meremas kedua buah dadanya.
”Kecilkan suaramu, kamar ini tak kedap suara. Nanti di dengar Andika.” ucap Lerry di sela-sela aktivitasnya.
Lerry mengangkat kaos yang Klarybel kenakan ke atas, lalu dia mengeser bra yang melindungi dua gundukan itu.
Kini terlihat jelas di mata Lerry gundukan itu, Lerry meremasnya perlahan, kemudian di gantinya dengan mulut. Dia mencium, menggigit kecil-kecil, dan menghisapnya.
Lerry sangat menyukai hal ini, karena tubuh Klarybel terbilang sexy. Sehingga buah dadanya agak sedikit besar, sesuai dengan postur tubuhnya.
”Eughhh ....” desahan Klarybel semakin keras.
”Sayang kecilkan suaramu,” Lerry menatap wajah Klarybel. Klarybel pun mengangguk.
Lerry kembali melahap dua benda itu, lalu dia bangkit dari atas tubuh Klarybel.
”Kita tidak boleh melanjutkan ini, nanti kalau sudah sah aku akan memintanya setiap waktu.” Lerry menurunkan kembali kaos dan bra Klarybel.
”Kamu benar gak apa-apa kan? terus kalau itu gimana?” tunjuk Klarybel pada bagian depan celana Lerry yang menonjol.
”Enggak apa-apa, kamu tenang aja sayang. Aku akan melepaskan ke sarangnya jika kita sudah sah.”
Wajah Klarybel sudah merah padam. Begini rasa pacaran dengan pria dewasa?
”Pak Lerry ...” panggil Andika dari balik pintu.
Lerry berjalan ke arah pintu, tanpa memakai kemeja nya terlebih dulu.
Lerry membuka pintu, dengan santainya dia menghadap Andika. Sedangkan Andika melototkan kedua matanya, pikiran Andika sudah merayap kemana-mana.
”Kok kamu malah melotot sih?” tanya Lerry.
”Astaga, Apa yang bapak lakukan? kalian kan belum menikah.” tutur Andika.
”Santai aja kali malah nyolot segala, kami tidak melakukan hubungan suami istri bodoh.”
”Saya juga tidak berpikir sampai kesitu pak,” Andika tersenyum canggung, ketahuan memekirkan hal mesum pada bosnya.
”Nggak usah mengelak deh, sudah mau apa kamu?”
”Maaf pak, saya hanya membawakan makan siang untuk bapak. Saya permisi,”
Klarybel menghampiri Lerry. ”Lapar,”
”Ayo kita makan bareng, Andika sudah membawakan makanan.”
Mereka berdua pun melahap makan yang di bawakan Andika.
☆☆☆
Sore hari, Tedy pulang kantor. Dia melihat kesekililing terlihat sepi.
”Dimana Ybel?” tanya Tedy pada Ella.
”Lagi jalan sama Risa dan Key.” jawab Ella.
”Ella, aku mau ngomong sama kamu.” Tedy berjalan menuju ruang tamu, Ella mengikuti langkah kaki suaminya dari belakang.
”Ngomong apa kok serius amat sih?”
”Ella, aku ingin kau merestui hubungan Ybel dan Lerry. Mami dan Papi sudah menghubungi ku, mereka setuju jika Ybel dan Lerry akan menikah.”
”Nggak bisa kegitu, Lerry adikku!!”
”Apa kau tak ingin mereka bahagia?”
”Aku ingin tapi-” kata-kata Ella terhenti.
”Ella, tak apa Lerry adikmu menikahi putrimu. Lagian mereka bukan satu rahim kan, Ella mengertilah. Aku takut mereka akan berbuat nekat, siapa tau Lerry akan menghamil Ybel. Karena itu jalan satu-satu nya mereka bisa bersama.”
Ella terdiam mencerna kata-kata suaminya. Apa dia harus membatalkan pertungan yang tinggal dua hari lagi?
........