NovelToon NovelToon
Rudi Adalah Cintaku

Rudi Adalah Cintaku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik / Romansa / Romantis / Tamat
Popularitas:85.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Inilah kisah cinta Rudi dan Vina yang berliku. Pasangan kekasih yang sudah lima tahun menjalani jalinan, tiba-tiba dipisahkan oleh sebuah insiden yang menimpa Vina dan menjadi aib bagi keluarga besarnya.

Setelah tiga tahun, Vina kembali ke keluarganya di sebuah kampung nelayan di pesisir selatan Provinsi Lampung. Alangkah terkejutnya dia ketika mendapati Rudi telah sangat berubah, yaitu menjadi pemuda yang alim dan sehari-hari mengajar anak-anak mengaji. Bisa disebut bahwa Rudi telah menjadi seorang ustaz baru.

Perubahan mantan kekasihnya itu membuat cinta lama Vina kepada Rudi kembali tumbuh.

Namun, tidak seperti tiga tahun yang lalu bahwa Rudi adalah miliknya seorang, tetapi kini ada beberapa wanita yang telah dekat dengan Rudi. Misalnya, Kulsum putri Ustaz Barzanzi, Bulan si pengusaha muda nan kaya, dan Alexa janda muda.

Namun, Vina merasa bahwa Rudi adalah miliknya dan dia harus memilikinya kembali.

Temukan intrik-intrik cinta yang seru di novel "Rudi adalah Cintaku".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAC 23: Kehidupan Baru

*Rudi adalah Cintaku (RAC)*

Pada pagi yang sama di saat kematian Haji Daeng Tanri, Vina baru saja selesai sarapan enak, yakni nasi goreng dua mata kerbau dengan minuman susu non alkohol.

Ia sarapan bersama bibinya yang bernama Anti Puspa, seorang dokter gigi yang justru terjun ke dunia bisnis wewangian. Maka jangan heran jika rumah mewah itu selalu harum. Keharuman adalah syarat wajib bagi rumah dan orang-orangnya.

Selain bersama adik perempuan dari ayahnya, Vina juga sarapan satu meja dengan suami bibinya yang bernama Wito Sudrajat, seorang lelaki Jogja yang sukses di bidang IT. Wito yang bergelar Magister Komputer itu, selain seorang dosen di sebuah universitas di DKI Jakarta, dia juga adalah konsultan IT. Maka tidak heran jika beberapa bagian dari rumah dilengkapi dengan teknologi canggih kekinian.

Selain itu juga, ada Ririn Vanesa, gadis SMA kelas 11 dan Ricardo Sudrajat yang pendidikannya sudah kelas sembilan SMP.

Sarapan mereka dilayani oleh seorang asisten rumah tangga bernama Lastri, mantan pengusaha warteg yang bangkrut karena salah pilih suami. Saat ini statusnya “janda berkomitmen”, yaitu berkomitmen tidak akan menikah lagi karena trauma.

Toot!

 Tiba-tiba terdengar suara klakson sepeda motor dari luar rumah.

“Vina, Riky sudah datang menjemput,” kata Wito kepada Vina. Dia sudah hafal dengan suara klakson sepeda motor keponakannya itu.

Memang, sesuai agenda yang sudah disepakati, pagi ini Vina akan diantar oleh Riky ke kampus sebagai mahasiswi pindahan, yang artinya mahasiswi baru. Dan itu satu kampus dengan Riky. Kemarin Vina sudah dikenalkan kepada Riky oleh pamannya.

“Iya, Om,” jawab Vina sambil tersenyum.

Vina lalu mempercepat menghabiskan sarapannya.

“Iiih, pelan-pelan, Kak. Hmm, mentang-mentang mau diantar sama Mas Ganteng,” kata Ririn menggoda Vina.

Vina tidak mengomentari gurauan Ririn.

“Enggak boleh bilang begitu, Rin,” tegur Anti Puspa kepada putrinya.

“Biar Kak Vina berbunga-bunga, Ma,” kata Ririn.

“Hahaha!” tawa rendah keluarga itu, termasuk Vina.

“Wiiih, mantap kali sarapannya!” kata seorang pemuda yang tahu-tahu sudah berjalan masuk ke ruang makan tersebut, seperti keluarga sendiri dan rumah sendiri.

Pemuda itu bergaya anak muda dan berparas tampan. Rambut hanya sedikit gondrong. Pemuda beralis bagus itu bernama Riky Andreas, keponakan Wito.

“Sarapan, Rik,” kata Anti Puspa.

“Terima kasih, Bi. Sudah sarapan angin di jalan. Hahaha!” jawab Riky bergurau. Lalu katanya kepada Vina, “Vin, ayo!”

“Sebentar ya, saya habiskan dulu,” kata Vina.

“Kamu harus perhatikan Vina nanti di kampus. Bagi Vina itu jadi lingkungan baru, jadi butuh adaptasi, Rik,” pesan Wito.

“Bereslah itu. Teman-teman gua banyak yang cewek, Mas,” kata Riky kepada pamannya. Lalu katanya kepada Vina, “Nanti elu bisa pilih, Vin. Elu mau akrab sama karakter yang seperti apa. Apakah yang cerewet, atau yang kalem, atau yang norak juga ada.”

“Iya,” jawab Vina seraya tersenyum dan menuju kepada pengakhiran dari sarapannya.

“Atau elu mau langsung cari pacar? Gua punya lebih banyak koleksi cowok, dari yang melambai sampai yang kaku. Atau elu mau pilih model kayak gua? Hahaha!” kata Riky lagi yang membuat Wito, Anti, dan Ricardo tertawa, kecuali Ririn.

Vina hanya tersenyum.

“Mas Riky seperti sales yang lagi ngobral pakai gombalan!” celetuk Ririn dengan tatapan kurang suka terhadap gaya candaan pemuda tampan tersebut.

“Hahaha!” Riky malah tertawa.

“Bi, Om, saya izin berangkat dulu,” ucap Vina setelah menghabiskan sarapan dan minumannya.

“Iya. Hati-hati,” jawab Anti Puspa.

Vina lalu beranjak dari duduknya. Ia menyalim punggung tangan bibinya dan pamannya.

“Kalau masih baru-baru begini, keamanan Vina jadi tanggung jawab kamu, Rik,” pesan Wito.

“Assiap, Mas!” jawab Riky enteng.

Setelah mengambil tasnya yang sudah dia siapkan sebelumnya, Vina lalu berjalan ke luar mengikuti Riky yang sudah berjalan lebih dulu.

Sepeda motor Riky yang berwarna merah adalah model laki 250 cc, yang bagian boncengannya cukup tinggi.

Melihat jenis sepeda motor itu, Vina langsung ingat dengan sepeda motor milik Rudi yang pastinya otomatis ingat Rudi, hanya model ini lebih tinggi kelasnya.

“Rudi rindu saya gak ya?” batin Vina yang termenung sejenak.

“Nih!” ucap Riky sambil menyentuhkan helm ke lengan Vina.

Vina agak terkejut. Dia langsung tersenyum irit dan menerima helm yang diberikan kepadanya.

“Ayo!” ajak Riky yang sudah duduk di sepeda motornya.

Untung, saat itu Vina tidak mengenakan rok pendek. Dia bercelana, jadi tidak begitu repot untuk naik ke boncengan. Namun, model sepeda motor seperti itu, membuatnya harus memeluk pinggang Riky. Jika tidak, maka dia yang akan tersiksa.

Di dalam hati, Vina merasa agak risih, tapi apa boleh buat. Berbeda jika ketika dia dibonceng Rudi, momen yang selalu dia suka. Dia bisa memeluk Rudi sekencang-kencangnya, sampai-sampai Rudi mengeluh karena pelukan yang terlalu kencang.

“Pegangan yang kencang!” kata Riky yang sudah lengkap berhelm.

“Iya.”

Sepeda motor lalu bergerak keluar dari halaman mobil mewah itu. Seorang pembantu lelaki membukakan pintu pagar.

Setelah itu mereka melesat di jalanan perumahan, kemudian keluar ke jalan raya besar.

“Vina!” panggil Riky agak kencang.

“Iya?” jawab Vina, juga agak berteriak agar saling mendengar.

“Gadis secantik elu, pastinya sudah punya pacar, kan?” tanya Riky.

“Iya.”

“Terus, kenapa elu pilih pindah kuliah?”

“Yaaa, sedikit ada masalah di sana,” jawab Vina jujur.

“Sama gebetan elu?”

“Bukan.”

“Oooh. Berarti elu pindah kuliah murni untuk pendidikan.” Riky menyimpulkan.

Sejenak mereka saling terdiam. Jika Riky fokus kepada jalanan, maka Vina fokus kepada pemandangan Ibu Kota yang kemegahannya sangat berbeda dengan daerah.

“Gua sih yakin, Vin. Di kampus, cepat atau lambat, pasti banyak mahasiswa yang naksir elu,” kata Riky kembali membuka pembicaraan. “Sikap elu bagaimana?”

“Saya mana tahu, Mas,” jawab Vina, yang memang bingung menjawab pertanyaan seperti itu. Apalagi jika nanti kondisi seperti itu memang tercipta.

“Hahaha! Gua yakin, elu pasti goyah sama yang di kampung,” kata Riky setelah tertawa.

“Mas Riky sendiri sudah punya pacar?” tanya balik Vina.

Riky justru agak terkejut di dalam hati karena dia menganggap itu serangan balik kepadanya. Itu anggapan dia sendiri, padahal Vina tidak bermaksud menyerang balik, karena dia tidak sedang berpolitik hati.

“Siapa yang mau sama cowok jelek kayak gua, Vin?” tanya Riky yang memilih bersiasat dengan suatu harapan, berharap Vina menjawab sesuai dengan harapannya.

“Mas Riky merendah saja. Mas Riky ganteng seperti ini mana mungkin tidak ada yang melirik,” kata Vina.

“Yaaa, hanya melirik, Vin. Hahaha!” kata Riky lalu tertawa senang, harapannya dipuji pun ia dengar. Lalu katanya lagi, “Yang melirik memang banyak, bahkan ada yang nembak langsung, tapi guanya yang enggak cocok.”

“Cewek nembak cowok?” tanya Vina seperti orang terkejut.

“Kenapa? Gak masalah kok. Emansipasi. Malah sekarang itu lebih banyak cewek lho yang nembak duluan,” kata Riky.

“Oooh,” ucah Vina, meski dia tidak sepakat. Sebab, di kampungnya, perempuan yang menembak lelaki duluan adalah perkara memalukan. Bahkan ada slogan “Lebih baik perawan sampai keriput, daripada dapat suami hasil tembakan”.

Tanpa terasa, sepeda motor itu masuk ke sebuah kawasan gedung besar beberapa tingkat. Itu sebuah uviversitas yang besar.

Singkat cerita.

Setelah memarkirkan sepeda motornya di parkiran, mereka berdua langsung pergi menuju ke kampus.

“Lewat sini!” kata Riky sambil menyambar pergelangan tangan Vina begitu saja dan menggandengnya berjalan berbelok.

Vina agak terkejut, tapi sungkan untuk menolak.

Riky membawa Vina mendatangi sekelompok sesama mahasiswa yang sedang mengobrol di taman. Ada tiga pemuda dan dua pemudi. Mereka ganteng-ganteng dan cantik-cantik, bahkan ada yang model wajahnya kwalitas impor.

“Hallo, Bro! Kenalin, cewek baru gua, namanya Vina!” sapa Riky kepada teman-temannya yang langsung memperkenalkan Vina dengan sedikit penyimpangan.

Vina terlihat berekspresi terkesiap karena diperkenalkan sebagai “cewek baru” Riky. (RH)

1
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Frontier
Aromatheracy
Luar biasa
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
mau kmn lagi tu si Rudi... dia sdh melangkah jauh bersama Vina makanya Vina slalu membayangi Rudi
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Rudi semoga ngk kacau lagi ya hidupmu krn klu hidupmu kacau bikin pusing banyak orang
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
jadi ini kisah Rudi dan Vina 3 tahun lalu toh
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
ringtone e unik Om, plus ngagetin
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
berbagi gelas atau biar irit Vin
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
waduhh piye ya kalau bener pake gigi ini, gigi satu apa dua om, tanjakan soalnya
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
wkwk orang Unik ini si Rudi, ngapain kerja ya Rud, harta ortu ga habis tujuh turunan lima tanjakan pula kok
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
jangan bilang bir peletok aja
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
merknya diantaranya Gentong, Chantel dan Luwes Pisan ya Om
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
untung tonjolan bukan benjolan
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
wih bagus bgt ini view nya jd pgen kesana ah
delete account
kwkwkwkw kalo baca yang ini bikin emosi juga yap/Facepalm/
delete account
woh hati-hati ini parah loh
delete account
bisa mabuk kalo kebanyakan
delete account
kelihatan sombong in orang /Doubt/
delete account
mobil apa kok bergitu Yap?
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
ngk ada kapoknya si Rudi... itu Barada siapa ya kok jd tanda tanya 😁
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
masih lanjut aja ni si Rudi ngk ada kapok dan sadarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!