NovelToon NovelToon
Sistem Membuat Sekte Terkuat

Sistem Membuat Sekte Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Harem
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Demon Heart Sage

Di dunia kultivasi yang kejam, bakat adalah segalanya.

Bagi Xu Tian, seorang murid rendahan tanpa bakat, dunia hanya berisi penghinaan.
Ia dibully, diinjak, dan dipermalukan—bahkan oleh wanita yang ia cintai.

Hari ia diusir dari sekte tingkat menengah tempat ia mengabdi selama bertahun-tahun, ia menyadari satu hal:

Dunia tidak pernah membutuhkan pecundang.



Dengan hati hancur dan tekad membara, Xu Tian bersumpah akan membangun sekte terkuat, membuat semua sekte besar berlutut, dan menjadi pria terkuat di seluruh alam semesta.

Saat sumpah itu terucap—

DING! Sistem Membuat Sekte Terkuat telah aktif.

Dalam perjalanannya, ia bertemu seorang Immortal wanita yang jatuh ke dunia fana. Dari hubungan kultivasi yang terlarang hingga ikatan yang tak bisa diputus, Xu Tian melangkah di jalan kekuasaan, cinta, dan pengkhianatan.

Dari murid sampah…
menjadi pendiri sekte yang mengguncang langit dan bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demon Heart Sage, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Tamu Tak di undang

Malam menekan wilayah Sekte Langit Abadi tanpa suara.

Xu Tian berdiri di dalam lingkaran dalam formasi perlindungan. Cahaya tipis berdenyut di tanah, muncul dan padam seperti napas tertahan. Setiap denyut membuat udara bergetar ringan.

Getaran tajam merambat dari perimeter luar.

Xu Tian membuka mata.

Getaran itu tidak acak. Ritmenya terputus-putus, seperti pukulan yang disengaja.

Panel sistem muncul di hadapannya.

[Peringatan Wilayah]

[Formasi Perlindungan Dasar: Gangguan Eksternal]

[Status: Mode Rendah]

Xu Tian menatap satu baris terakhir. Tidak ada detail tambahan. Tidak ada saran.

Xu Tian menutup panel dan melangkah ke tepi wilayah inti. Pandangannya menembus kegelapan menuju batas luar formasi.

Cahaya formasi di sana berdenyut lebih cepat. Garis qi yang biasanya tipis kini tampak beriak, seolah ditekan dari luar.

Xu Tian mengukur denyut itu dengan napasnya.

Satu.

Dua.

Getaran berikutnya lebih kuat. Tanah di bawah kakinya berderak pelan.

“Bukan serangan sembarangan,” kata Xu Tian.

Chen Yu berdiri dua langkah di belakang. Tangan Chen Yu menggenggam pedang latihan dengan kuat. Bilahnya sederhana, tanpa ukiran atau kilau.

Chen Yu menelan ludah. “Mereka menguji?”

Xu Tian tidak langsung menjawab. Xu Tian melangkah lagi, berhenti tepat sebelum garis cahaya formasi.

Di luar batas, kegelapan bergerak.

Bayangan memisah. Tiga sosok muncul dari balik batu dan semak. Tubuh mereka dibungkus jubah kasar. Qi mereka terbuka tanpa usaha disembunyikan.

Salah satu dari mereka melangkah maju. Pria itu mengangkat tangan dan mengetuk udara di depan formasi.

Bunyi tumpul terdengar. Cahaya formasi bergetar keras.

“Heh,” kata pria itu. “Ada lapisan tipis.”

Pria kedua tertawa pendek. “Sekte kecil sudah pasang kandang.”

Pria ketiga menyandarkan senjata panjang ke bahu. Ujung logamnya memantulkan cahaya formasi dengan dingin.

Xu Tian mengamati mereka satu per satu. Aliran qi kasar. Tidak teratur. Teknik mereka bukan dari sekte besar.

“Kultivator liar,” kata Xu Tian.

Chen Yu menggeser posisi kakinya. “Jumlahnya tiga.”

“Untuk sekarang,” jawab Xu Tian.

Pria pertama mengetuk lagi. Kali ini dengan telapak tangan yang dilapisi qi. Cahaya formasi meredup sesaat sebelum kembali stabil.

“Rapuh,” katanya. “Tapi cukup untuk menarik perhatian.”

Pria kedua mendekat. “Siapa kepala sekte di dalam?”

Xu Tian melangkah ke depan. Tubuhnya berhenti tepat di balik cahaya.

“Wilayah ini tertutup,” kata Xu Tian. “Pergi.”

Tawa meledak dari luar.

“Tertutup?” Pria ketiga mengangkat alis. “Dengan ini?”

Ia mengayunkan senjatanya ringan ke arah formasi. Benturan menghasilkan suara nyaring. Garis cahaya bergetar hebat, tetapi tidak pecah.

Chen Yu tersentak. Tangan Chen Yu mengencang pada gagang pedang.

Xu Tian mengangkat tangan. Chen Yu berhenti bergerak.

“Formasi menahan,” kata Xu Tian. “Belum ditembus.”

Pria pertama menyeringai. “Belum.”

Ia mengarahkan dua jari ke titik tertentu di formasi. Qi mengalir deras, menghantam satu titik yang cahayanya paling redup.

Formasi merespons. Cahaya berkumpul di titik itu, menebal.

Panel sistem muncul sekejap.

[Formasi Perlindungan Dasar]

[Titik Tekanan Terdeteksi]

[Konsumsi Energi: Meningkat]

Xu Tian merasakan tekanan di dada bertambah. Udara di dalam wilayah terasa lebih berat.

“Menarik,” kata pria itu. “Formasi ini masih hidup.”

Xu Tian tidak bergerak. “Kalian sudah melihat cukup.”

Pria kedua tertawa. “Kami baru mulai.”

Ia melangkah ke samping, memutari perimeter. Setiap langkah disertai ketukan ringan pada formasi. Cahaya berdenyut tidak stabil mengikuti gerakannya.

Xu Tian mengikuti dengan pandangan. “Mereka memetakan batas.”

Chen Yu berbisik, “Apa yang harus saya lakukan?”

Xu Tian tidak menoleh. “Tetap di dalam. Jangan keluar dari cahaya.”

Chen Yu mengangguk.

Pria ketiga berhenti di satu titik. Tanah di sana tampak lebih gelap. Ia menginjaknya dengan tumit.

Retakan qi muncul di udara.

“Oh?” katanya. “Di sini lebih tipis.”

Xu Tian merasakan tarikan kuat dari arah itu. Energi sekte tersedot lebih cepat.

“Cukup,” kata Xu Tian.

Xu Tian mengangkat tangan dan menekan telapak ke udara. Qi mengalir keluar dalam garis lurus, memperkuat titik yang ditekan.

Formasi berdenyut kuat. Cahaya menebal. Retakan qi menutup.

Pria ketiga mundur setengah langkah. Senyumnya melebar.

“Kepala sekte sendiri turun tangan,” katanya. “Berarti ini penting.”

Xu Tian berkata, “Kalian datang untuk menjarah.”

Pria pertama mengangguk tanpa ragu. “Dan menguji.”

“Menguji apa?” tanya Xu Tian.

“Apakah layak diambil,” jawab pria itu.

Angin malam berputar di antara mereka. Debu halus terangkat di luar batas formasi.

Panel sistem muncul lagi.

[Peringatan Wilayah]

[Tekanan Berulang Terdeteksi]

[Stabilitas Formasi: Menurun]

Xu Tian menghela napas perlahan. Setiap tekanan kecil menggerus energi sekte.

“Chen Yu,” kata Xu Tian. “Bersiap.”

Chen Yu melangkah ke sisi Xu Tian. Posisi Chen Yu kaku, tapi kakinya mantap.

Pria kedua menunjuk Chen Yu. “Masih ada murid?”

“Sedikit,” jawab Xu Tian.

“Sayang,” kata pria itu. “Tempat sekecil ini tidak butuh banyak orang.”

Ia mengangkat tangannya dan melepaskan semburan qi tipis ke arah formasi. Benturan membuat cahaya berkedip cepat.

Formasi menahan, tapi garis cahaya di beberapa titik menipis.

Xu Tian bergerak. Tubuhnya meluncur sepanjang batas dalam formasi. Setiap langkah diiringi aliran qi yang menutup celah-celah lemah.

Gerakannya cepat, efisien. Tidak ada teknik berlebihan.

Pria pertama memperhatikan dengan seksama. “Dia menjaga, bukan menyerang.”

“Dia tahu kalau keluar, dia kalah,” jawab pria ketiga.

Xu Tian berhenti di satu titik. Titik itu bergetar lebih keras dari yang lain.

“Chen Yu,” kata Xu Tian. “Jaga sini.”

Chen Yu berdiri di depan titik itu. Pedang latihan diangkat setinggi dada. Napas Chen Yu teratur, tapi bahunya tegang.

Pria kedua mendekat ke titik yang sama. Ia mengangkat tangan, qi terkumpul di telapak.

“Lihat muridmu,” katanya. “Dia takut.”

Chen Yu tidak menjawab. Chen Yu menguatkan kakinya di tanah.

Xu Tian berkata, “Jika kau serang dari sana, formasi akan memantul.”

Pria itu tertawa. “Kalau aku ingin memantul?”

Ia menghantamkan telapak ke formasi.

Benturan keras mengguncang perimeter. Cahaya meledak singkat sebelum meredup drastis.

Chen Yu terdorong mundur satu langkah. Kaki Chen Yu hampir keluar dari garis cahaya.

Xu Tian bergerak seketika. Xu Tian menarik Chen Yu kembali ke dalam dengan satu tangan.

“Jangan keluar,” kata Xu Tian.

Chen Yu mengangguk cepat.

Panel sistem muncul.

[Stabilitas Formasi: Kritis]

[Konsumsi Energi: Tinggi]

Xu Tian merasakan dingin menjalar dari tanah. Energi sekte terkuras lebih cepat dari perhitungan awal.

Pria pertama menyeringai. “Tinggal selangkah.”

Xu Tian menatap mereka bertiga. “Kalian sudah dapat jawaban.”

Pria itu memiringkan kepala. “Jawaban apa?”

“Formasi ini menahan,” kata Xu Tian. “Tapi tidak lama.”

Pria ketiga tertawa pelan. “Cerdas.”

Xu Tian melangkah ke depan lagi, berdiri sejajar dengan cahaya formasi. “Dan kalian juga tahu. Jika dipaksa, kami runtuh. Tapi kalian juga tidak masuk tanpa luka.”

Pria kedua menjilat bibirnya. “Menarik.”

Ia menoleh ke dua rekannya. “Cukup untuk malam ini.”

Pria pertama mengangguk. “Sudah terlihat.”

Mereka mundur satu langkah. Tekanan pada formasi berkurang. Cahaya berhenti berdenyut liar dan kembali stabil, meski redup.

Xu Tian tidak menurunkan kewaspadaan. Tubuhnya tetap tegang.

Pria pertama menatap Xu Tian untuk terakhir kalinya. “Sekte kecil.”

Ia tersenyum tipis. “Jaga dirimu.”

Ketiganya menghilang ke dalam kegelapan. Qi mereka memudar perlahan.

Panel sistem menutup sendiri.

Keheningan kembali menyelimuti perimeter.

Chen Yu menghembuskan napas panjang. Tangannya bergetar ringan. Chen Yu menurunkan pedang perlahan.

Xu Tian menatap garis cahaya formasi. Cahayanya lebih tipis dari sebelumnya.

“Ini baru uji batas,” kata Xu Tian.

Chen Yu menatap Xu Tian. “Mereka akan kembali?”

Xu Tian mengangguk. “Dan tidak sendiri.”

Angin malam kembali berputar. Kali ini, lebih dingin.

Formasi perlindungan tetap berdiri.

Namun fondasinya sudah mulai terkikis.

...

Cahaya formasi berdenyut tidak teratur.

Xu Tian berdiri di tepi perimeter dalam. Telapak kakinya menekan tanah yang mulai mendingin. Aliran qi dari wilayah inti terasa tersendat, seolah ditarik paksa dari banyak titik sekaligus.

Panel sistem muncul.

[Peringatan Wilayah]

[Pelanggaran Parsial Terdeteksi]

[Stabilitas Formasi: Menurun Cepat]

Xu Tian menggeser pandangan ke arah barat laut. Udara di sana beriak tipis, seperti permukaan air yang disentuh ujung jari.

“Chen Yu,” kata Xu Tian. “Tetap di belakang garis kedua.”

Chen Yu mengangguk. Chen Yu menggeser posisi ke titik yang ditandai sebelumnya. Pedang latihan terangkat, ujungnya sedikit gemetar.

Riakan udara pecah.

Satu sosok menembus lapisan luar formasi. Tubuhnya terlempar masuk dengan kasar sebelum mendarat berlutut. Darah menetes dari lengan kirinya.

Namun pria itu tertawa.

“Lumayan,” katanya sambil berdiri. “Kulitnya keras.”

Cahaya formasi di titik tembus meredup tajam. Garis qi di sekitarnya terurai dan tidak langsung menyatu kembali.

Xu Tian bergerak.

Tubuh Xu Tian meluncur tanpa suara. Jarak antara dirinya dan penyerang tertutup dalam satu tarikan napas. Telapak tangan Xu Tian menghantam dada pria itu.

Benturan terdengar padat. Pria itu terlempar kembali ke arah celah formasi.

Xu Tian tidak mengejar. Xu Tian berhenti tepat di batas cahaya.

“Keluar,” kata Xu Tian.

Pria itu batuk. Darah menyembur dari mulutnya. Namun matanya tetap tajam.

“Tidak membunuh,” katanya. “Kau memang bertahan.”

Dua riakan lain muncul.

Lapisan luar formasi bergetar hebat. Retakan qi terbuka lebih lebar. Dua kultivator lain memaksa masuk bersamaan.

Cahaya formasi meredup drastis.

Panel sistem berkedip.

[Formasi Perlindungan Dasar]

[Konsumsi Energi: Sangat Tinggi]

[Stabilitas: Ambang Runtuh]

Xu Tian mengangkat tangan. Qi mengalir keluar dalam pola sederhana. Tidak ada teknik rumit. Tidak ada ledakan cahaya.

Satu garis qi menghantam kaki kultivator pertama yang baru mendarat. Tulangnya patah dengan bunyi kering. Tubuh itu jatuh terguling.

Kultivator kedua melompat ke samping. Senjata pendek di tangannya berkilat. Ia menyerang tanpa ragu, menargetkan sisi Xu Tian.

Xu Tian memutar tubuh. Lengan Xu Tian menepis senjata itu dengan sudut sempit. Gesekan logam dan qi memercik singkat.

Xu Tian melangkah masuk. Siku Xu Tian menghantam rahang lawan. Tubuh itu terangkat lalu jatuh keras ke tanah.

Gerakan Xu Tian berhenti.

Napas Xu Tian sedikit berat. Aliran qi dari wilayah inti terasa semakin tipis.

Chen Yu menyaksikan dari belakang garis. Kakinya terasa kaku. Pandangannya tidak lepas dari setiap gerakan Xu Tian.

Satu bayangan lain muncul di luar formasi.

Pria pertama berdiri di sana, tidak ikut masuk. Tangannya terlipat di dada.

“Cukup,” katanya. “Kalau dipaksa, tempat ini mati.”

Ia menatap Xu Tian dengan senyum miring. “Dan itu bukan tujuan kami malam ini.”

Xu Tian tetap berdiri di posisinya. “Katakan tujuanmu.”

Pria itu melangkah mendekat ke batas formasi. Cahaya menyentuh ujung sepatunya.

“Kami hanya pembuka,” katanya. “Ada yang tertarik.”

Xu Tian tidak menjawab.

Pria itu melirik dua rekannya yang tergeletak. Salah satunya mencoba bangkit sambil tertawa kecil.

“Cedera ini akan sembuh,” lanjut pria itu. “Informasi jauh lebih berharga.”

Chen Yu menegang. “Guru…”

Xu Tian mengangkat tangan tanpa menoleh. Chen Yu terdiam.

“Ada hadiah,” kata pria itu. “Bukan dari sekte besar. Dari luar struktur.”

Xu Tian menatapnya. “Hadiah untuk apa.”

Pria itu tersenyum lebih lebar. “Untuk kepala sekte kecil yang berani menyalakan formasi.”

“Atau,” lanjutnya, “untuk siapa pun yang bisa memadamkannya selamanya.”

Angin malam berhenti berputar.

Xu Tian merasakan tarikan asing dari kejauhan. Bukan dari dalam wilayah sekte. Dari luar. Jauh, tapi jelas.

Panel sistem muncul untuk terakhir kalinya.

[Peringatan Wilayah]

[Resonansi Qi Terdeteksi]

[Sumber: Eksternal]

Pria itu melangkah mundur. “Kami akan pergi.”

Ia menatap Xu Tian sekali lagi. “Lain kali, bukan kami yang datang pertama.”

Bayangan mereka menghilang ke dalam kegelapan. Tekanan di perimeter perlahan mereda.

Cahaya formasi tetap menyala.

Namun redup.

Xu Tian menurunkan tangannya. Telapak tangannya dingin. Tanah di bawah kakinya terasa kosong.

Chen Yu melangkah mendekat. Wajah Chen Yu pucat. “Guru… wilayah ini—”

Xu Tian menatap ke arah luar sekte. Ke arah tempat resonansi itu muncul.

“Dunia sudah mencatat kita,” kata Xu Tian.

Formasi perlindungan berdiri.

Dan bersama dengannya, sebuah harga mulai terbentuk.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!