NovelToon NovelToon
Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Status: sedang berlangsung
Genre:MLBB / Cinta pada Pandangan Pertama / Trauma masa lalu / Diam-Diam Cinta / Game
Popularitas:700
Nilai: 5
Nama Author: DUOELFA

Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA

Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH

Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.

Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.

"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Itu saja. Itu janjiku padamu."

Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?

Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

"Mengapa baru pulang sayang? Mama khawatir," risau mama Bhima saat tahu putra sulungnya baru sampai rumah.

"Aman kok maa. Aku baik-baik aja."

"Ini sudah pukul sebelas sayang."

"Tadi keasikan ngobrol sama Arga. Maaf, Bhima sudah bikin mama khawatir."

"Iya. Segera tidur ya. Besok sekolah.

"Iya maa."

Bhima berjalan ke arah tangga menuju ke kamar tidur. sesampainya di sana, ia hanya terbaring di tempat tidur. pikirannya masih berputar pada perkataan Arga saat di kafe tadi.

"Aku juga minta kendalikan rasa cinta dan cemburumu dengan baik. Ini adalah cintamu yang telah lama terpendam selama dua tahun. Cintamu kali tidak seperti cinta pada perempuan sebelumnya. Cintamu ini lebih besar dari perkiraanmu. Cintamu kali ini seperti gunung aktif yang magmanya bisa meledak kapan saja. Kumohon, jagalah dirimu baik-baik," Bisik Arga tergiang di telinga Bhima.

Bhima berusaha merenungi perkataan Arga.

"Benar kata Arga. Cintaku pada Xeline berbeda. Cinta yang tanpa kusadari tumbuh begitu saja. Semakin lama, cinta ini semakin besar meski tidak ada komunikasi yang intens. Tapi sekali saja Bhima melihat kedekatan antara Xeline dan Dhani, rasa cemburu tetiba menguar begitu saja dalam hati, seperti bensin yang disiramkan pada kobaran api. Aku harus mengakui satu hal, aku cinta pada Xeline. Tapi aku tidak mau bila hanya sebuah confess. Aku menginginkan Xeline seutuhnya. Aku ingin dia menjadi milikmu," batin Bhima.

Bhima meraih gawai di saku celana pendeknya. Ia terlihat tengah menulis pesan

Xel, kamu sudah tidur?

Xeline tengah mengetik sesuatu. Tak lama kemudian ada pesan masuk di hp Bhima.

Belum Ra. Ada apa?

Balas Bhima

Xel,aku mau jujur sama kamu. Aku ini Bhima. Aku bukan teman kelas sebelahmu si Clara.

Di sisi lain, Xeline tertegun membaca chat dari Bhima, teman sekelasnya.

Xeline segera membalas chat dari Bhima

Be..nar..kah i..ni? Kamu Bhima. Aku nggak salah baca kan?

klunting

ada pesan baru masuk digawai

Iyaaa, ini aku, Bhima. Aku bukan Clara, temanmu kelas sebelah. Maaf bila aku tidak mengaku kalau aku adalah Bhima. Aku takut kamu merasa nggak nyaman bila aku jujur sama kamu. Selain itu aku juga senang bisa chat an sama kamu.

Xeline: Iya. Nggak pa pa Bhim.

Btw, aku minta sesuatu boleh?

Bhima: Minta apa Xel?

Bhima: Apa Xel?

Bhima: Apa woiiii?

Bhima: Apa?

Bhima: Jangan seleb.

Bhima: P

Xeline: Bhima, aku mau apapun yang kita bicarakan selama ini, tentang semua yang telah kuceritakan sama kamu, tolong di keep silent ya. Anggap aja ini rahasia diantara kita

Bhima: hmm, telat Xel. semua anak geng ku juga sudah tahu isi chat antara kita.

Xeline: Hah, apa kamu bilang? ternyata kamu diluar dugaan bmkg. kamu ember banget

Bhima: Heh, Xel. Bukan aku yang ember. Mereka yang buka buka hp ku saat aku sedang di kamar mandi pas tadi sore nongkrong di kafe. Aku juga nggak nyangka mereka akan buka hp ku.

Xeline: Bhim, kamu ya? Eh, hp itu privacy. Punya hp tuh dijaga dong. dikasih sandi kek. kalo gak pake sandi, minim pake pola kek. Biar gak ada yang bisa buka

Bhima: Serah gue deh Xel. Hp hp gue juga. Lagian ribet kalo pake sandi ribet tau. Betewe kenapa kamu ngatur ngatur gue? Ya kali hp tak bawa ke kamar mandi segala? Kalo jatuh ke air, kamu mau tha belikan aku hp baru sebagai ganti rugi?

Xeline: Apaan sich Bhim? Maaf ya kalo aku ngatur-ngatur kamu. Maaf kalo hpmu rusak, aku juga nggak bisa ganti. Semua terserah kamu Bhim, seperti perkataanmu. Maaf ya, nggak akan kuulangi

Bhima: P

Bhima: Aku nggak minta ganti Hp sama aku.

Bhima : Angkat telponku

Bhima: Aku mau ngomong sama kamu

Bhima: Angkat telponku Xel

Bhima: Penting

Bhima: Woiiii

Bhima: Angkat telponku woiiii.

Bhima: Astaga ini bocah. Ditelpon sepuluh kali juga nggak diangkat

Bhima: Xel, nggak usah sok seleb. Aku capek ngetik chat. Sini adu mulut sama aku lewat telpon

Xeline membaca wa dengan seksama.

Xeline: Aku nggak suka calling Bhim. Calling if urgent only. Lagian ini juga sudah malam

Bhima: Aku nggak peduli.

Bhima: Penting.

Bhima: Angkat telponku sekarang

Xeline: Oke. Aku angkat

Xeline sudah mengangkat telpon, tapi ia tidak berbicara sama sekali. Hal itu membuat Bhima semakin marah.

Bhima: Xel, ditelpon kenapa gak ngomong sama sekali?

Xeline: Aku kan sudah bilang, call me if urgent doang. Ini gak penting bukan?

Bhima: Percuma juga telpon sama kamu. Nggak mau ngomong sama sekali

Xeline: Terserah aku dong

Bhima: Gue teriak teriak sendiri kayak orang gila

Xeline: Heh, kamu nyadar kalau kamu orang gila Bhim? Alhamdulillah, syukurlah kalau kamu akhirnya nyadar juga. Kan aku sudah bilang, aku gak suka dicalling. Kamu maksa, ya kuangkatlah. Tapi aku diam ae. Toh juga nggak ada hal yang penting untuk dibicarakan

Bhima: Gue kayak ngomong sama tembok Xel.

Xeline: Ternyata kamu pinter banget. Ngerti bahasa tembok.

Bhima: Ya iyalah. Kan temboknya kamu.

Xeline: Apaan sih kamu Bhim? Kamu salah makan?

Bhima: Nggak. Ya makan seperti biasa. Emang ada apa?

Xeline: Nggak pa pa

Bhima: Xel, kamu masih marah sama aku? Aku nggak minta ganti hpku kok. Beneran. Aku cuma bercanda.

Xeline: Nggak kok Bhim. Ada apa?

Bhima: Syukurlah kalo kamu nggak marah sama aku. Aku bingung kalo kamu marah. Betewe, aku pengen tanya sesuatu. Boleh?

Xeline: Boleh.

Bhima: Kamu pernah nggak suka sama seseorang?

Xeline: Hmm, kalo suka sih pernah. Memang kenapa?

Bhima: Aku juga pernah suka sama cewek. Eee dia malah suka sama temenku. Akhire kucomblangin aja mereka sampai jadian.

Xeline: Masak sih? Seorang Bhimantara ditolak? Kelihatannya nggak mungkin banget deh. Kamu lagi ngarang cerita ya? Dongeng tengah malam.

Bhima: Buktinya aku ditolak. Itu saat aku masih SMP. Semua kemungkinan pasti ada. Aku sedang mendongeng katamu? Dasar bocah. Xel, sekarang, aku juga sedang suka sama seorang cewek. Nggak hanya suka sih. Aku sudah cinta sepertinya. Cinta dalam diam. Aku juga nggak punya keberanian untuk bilang cinta sama dia. Takut asing.

Xeline: Kenapa nggak coba confess Bhim? Kali aja cewek itu juga suka sama kamu.

Bhima: Takut ditolak Xel. Aku juga nggak berani patah hati lagi karena sepertinya cintaku kali ini berbeda. Lebih ...

Xeline: Oo gitu. Aku juga tahu rasanya. Lebih baik dipendam daripada diungkapkan.

Bhima: Xel

Xeline: Iya

Bhima: Kamu pernah pacaran?

Xeline: Nggak pernah.

Bhima: Sama. Aku juga nggak pernah. Xel

Xeline: Ada apa Bhim?

Bhima: Tetaplah kirim pesan ke aku ya meski kamu sudah tahu aku ini bukan Clara. Meskipun awalnya kita hanya salah paham karena salah kirim pesan, tapi aku senang kok bisa WA nan sama kamu

Xeline: Iya. Toh kita sekelas. Kalau ada apa apa atau kalau ada keperluan apa di kelas yang menyangkut kamu, aku pasti akan wa ke kamu

Bhima: Maksudku nggak seperti itu Xel.

Xeline: Lha terus gimana Bhim?

Bhima: Itu sudah biasa. Aku pengen kamu jangan WA hanya pas butuh saja. wa receh, guyonan, bercanda, atau wa nggak penting, seperti yang kita lakukan selama seminggu ini juga boleh kok. Aku minta kita jangan pernah menjadi asing, atau menjadi canggung meski kamu telah tahu bahwa aku adalah Bhima.

Xeline: Iyaa

Bhima: Met malam. Good night. Have a nice dream. Semoga mimpi indah

Xeline: Kamu juga

Bhima: Bye

Xeline: Bye

1
MIROI
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
keren
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
Fatur
keren
Fatur: luar biasa
total 1 replies
Fatur
lanjut
MIROI
suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!