NovelToon NovelToon
Pesona Sekretaris

Pesona Sekretaris

Status: tamat
Genre:Single Mom / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: annin

Menjadi seorang single parent tak membuat Alleyah berkecil hati. Ia justru semangat dalam usahanya untuk mendapatkan kebahagiaan bagi dirinya dan juga putrinya yang masih berumur enam tahun.

Pekerjaan menjadi seorang sekretaris dari bos yang arogan tak menyurutkan tekadnya untuk terus bekerja. Ia bahkan semakin rajin demi rupiah yang ia harapkan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan juga anaknya.

Namun, perjuangannya menjadi single parent tak semudah bayangannya sebelumnya. Ditengah isu yang merebak di kantornya dan juga imej seorang janda memaksanya menjadi wanita yang lebih kuat.
Belum lagi ujian yang datang dari mantan suaminya, yang kembali muncul dan mengusik hidupnya.

Mampukah, Alleyah bertahan dan mampu memperjuangkan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.23 Hukuman

Aksa sungguh keterlaluan dalam memberikan hukuman. Pria itu sungguh tidak punya perikemanusiaan. Ia bahkan tidak ingat jika Alle adalah janda dengan satu orang anak. Bisa-bisanya hukuman yang ia berikan adalah menambah jam kerja Alle.

Mulai hari ini, Alle seolah dipaksa untuk kerja rodi. Bagaimana tidak, Alle harus mulai bekerja jam tujuh pagi, dimulai dari apartemen Aksa. Membuatkan sarapan untuk pria itu sebelum berangkat kerja, dan nanti setelah pulang kerja ia juga harus kembali ke apartemen Aksa untuk memasak makan malam untuk bosnya yang otoriter. Yang sangat menyedihkan, hukuman itu berlangsung selama seminggu tanpa upah lembur.

Alle tak bisa memilih pilihan lain, sebab pilihan keduanya adalah potong gaji sebanyak lima puluh persen. Bukankah itu lebih menyedihkan. Pilihan pertama memang tidak ia suka tapi pilihan kedua lebih tidak Alle inginkan.

Terpaksa Alle menjalani hukumannya. Ia juga meminta Mbak Imas datang lebih awal untuk menjaga Chilla selama Alle menjalani masa hukumannya.

"Apa kamu tidak ikhlas memasak untukku, aku lihat dari tadi kamu menggerutu," ujar Aksa yang tengah mengambil minuman dari dalam lemari pendingin. Pria itu baru saja menyelesaikan olah raganya dan melihat sekretarisnya sudah datang dan bahkan sudah siap berada di dapur.

Semalam, sejak mereka bersepakat atas hukuman yang Alle terima, Aksa sudah mengatakan jika Alle bisa langsung masuk ke apartemennya tanpa menunggu Aksa. Juga langsung bisa bekerja tanpa perintah lagi.

Alle langsung tersenyum. Senyum yang dipaksakan tentunya. "Tidak, mana mungkin saya tidak ikhlas. Saya ikhlas, Pak. Lagi pula, suatu kehormatan untuk saya bisa memasak untuk Bapak Aksa yang terhormat," jawab Alle dengan nada dibuat-buat. Tentu agar hukumannya tidak semakin berat.

Ah ... Alle benci menjilat.

Aksa mengulum senyum. Tahu pasti jika sekretarisnya ini terpaksa. "Bagus lah kalau begitu." Aksa langsung pergi meninggalkan Alle yang masih berkutat dengan bahan masakannya.

Barulah setelah Aksa rapi dengan setelan kemeja warna biru muda dan dasi berwarna Navy ia keluar. Tepat di saat Alle sudah menghidangkan sarapan untuk atasannya itu.

Tak banyak menu yang Alle buat, mengingat bahan yang ada sangat terbatas. Meskipun begitu, Aksa nampak menikmati apa yang Alle masak. Apa yang Alle siapkan dimakan tanpa sisa.

Usai menemani sarapan, mereka pun berangkat bersama ke kantor. Sebuah pemandangan yang semakin membuat karyawan lain iri dan semakin membuat rumor yang sudah beredar semakin berkembang.

Setiap harinya, gosip kedekatan mereka bukan semakin surut melainkan semakin melambung. Alle bahkan pernah mendengar secara terang-terangan teman sekantornya itu membicarakan dirinya di toilet. Mereka berasyik masyuk menggosip tanpa tahu jika ada orang yang sedang mereka bicarakan berada dalam satu bilik toilet menguping apa yang sedang mereka perbincangkan.

Alle hanya bisa meningkatkan kadar kesabarannya. Menganggap tuli telinganya dan tak pernah mendengar apa yang orang bicarakan tentang dirinya.

Selain tidak pernah suka mencari keributan, yang tahu dirinya hanyalah dia seorang dan Tuhan. Begitu prinsipnya. Toh, kalaupun ia berbicara kebenaran pada mereka belum tentu juga mereka percaya. Itulah yang membuat Alle lebih baik diam.

Hari ini pun demikian. Ia bekerja dari pagi hingga jam pulang kantor tiba dengan mengabaikan setiap omongan miring tentang dirinya.

"Pak, kita belanja dulu sebelum pulang. Bahan makanan di kulkas Bapak sudah habis semua." Alle mengajak Aksa berbelanja lebih dulu sebelum pulang ke apartemen bosnya itu. Bahan-bahan di dalam kulkas milik Aksa tak akan bisa memenuhi kebutuhan memasak selama seminggu ke depan.

Dengan senang hati, Aksa mengantarkan Alle ke sebuah pusat perbelanjaan. Mereka berdua memilih bahan-bahan makanan yang dirasa perlu. Kelakuan Aksa saat berbelanja sangat berbeda dengan sikap pria itu jika di kantor.

Aksa yang biasanya tegas dan diktator, kali ini bersikap layaknya manusia normal. Bisa tersenyum dan kadang bertingkah konyol saat memilih apa yang akan mereka beli. Yang paling penting adalah ia mau menerima saran yang Alle berikan jika apa yang ia ambil tidak sesuai keperluan.

"Untuk apa Bapak mengambil lidah buaya?" tanya Alle yang kaget ketika Aksa memasukkan lidah buaya ke dalam Troli belanjaan mereka.

"Tentu untuk di masak. Bukankah ini ada pada jejeran sayuran?"

Alle menarik napas panjang. Kembali harus bersabar. "Maaf, Pak, saya tidak bisa mengolah lidah buaya. Lebih tepatnya saya belum pernah belajar menu dengan bahan lidah buaya. Jadi sebaiknya kita kembalikan saja lidah buaya ini." Alle menaruh kembali lidah buaya yang sudah masuk troli dan mengembalikannya ke tempat semula.

Aksa hanya diam tanpa protes apa lagi mendebatnya.

Mereka kembali berjalan dengan Aksa mendorong troli. Menuju stasiun daging. Lagi-lagi Aksa membuat Alle geleng-geleng kepala. Ia mengambil daging kambing dan memasukkannya ke troli. Kali ini Alle langsung mengambil balik dan mengembalikannya ke tempat di mana Aksa tadi mengambilnya.

"Kita tidak butuh ini, Pak. Masaknya terlalu lama." Alle beralasan.

Siapa juga yang mau memasak daging kambing kalau bukan di acara khusus sepeti hajatan. Sebab memasak daging kambing membutuhkan bumbu rempah yang banyak, dan Alle tidak akan mau seribet itu untuk membuat menu dari olahan kambing. Lebih baik pesan dari pada harus ribet.

Ini saja kalau bukan karena hukuman, Alle lebih memilih memesankan makanan untuk Aksa seperti biasanya. Tak lerlu repot datang pagi-pagi dan pulang malam-malam.

Selama berjalan di pasar modern ini, Aksa dan Alle terlihat sangat dekat. Tak jarang keduanya mencuri perhatian pengunjung lain. Alle bahkan merasakan seseorang tengah mengawasinya.

"Kenapa?" tanya Aksa yang melihat Alle berhenti.

"Seperti ada yang mengikuti kita, Pak."

Aksa menoleh ke kanan dan kiri, ke depan dan belakang mencari tahu apakah benar ada yang mengikuti mereka seperti kata sekretarisnya. Tidak ditemukan siapa pun yang terlihat mencurigakan. Memang ada beberapa yang lewat memperhatikan mereka berdua, tapi menurut Aksa tatapan mereka masih sangat wajar.

"Tidak ada siapa pun, mungkin hanya perasaanmu saja," ujar Aksa menenangkan. "Ayo kita lanjut lagi!" Aksa mulai mendorong troli diikuti oleh Alle di belakangnya.

Wanita itu masih saja menoleh mencari kepastian tentang apa yang tadi ia rasakan. Rasanya ia tidak salah lihat. Memang ada seseorang yang mengikuti dirinya dan Aksa diam-diam.

"Hei!" Aksa menjentikkan jarinya tepat di depan muka Alle.

"Iya, Pak, kenapa?" Alle bingung.

"Aku tanya, kita butuh ini atau tidak?" Aksa memperlihatkan susu dan keju di tangannya.

"Oh ... Susu, ya. Boleh, Pak."

"Kalau yang ini?" Aksa mengangkat keju di tangan kirinya.

"Itu juga boleh."

Melihat kegelisahan pada diri Alle, Aksa berkata, "Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Mungkin kamu terlalu kepedean jika ada orang yang mengawasimu. Jangan merasa sok cantik hingga ada orang yang diam-diam jadi pengagum rahasiamu dan rela jadi penguntit. Ingat, kamu itu sudah punya anak."

"Apaan sih, Pak. Mana pernah saya merasa cantik. Saya sadar diri kok, Pak, jika saya ini janda berumur," sungut Alle.

Kesal dengan omongan Aksa, Alle berjalan lebih dulu meninggalkan bosnya. Namun, baru tiga langkah mendadak Alle berhenti ketika mendengar ucapan Aksa.

"Kamu memang cantik."

1
Yani Kustiti
Luar biasa
Muna Junaidi
💪🏻💪🏻💪🏻
scarlet
good 👍
annin: Tengkyu Kak, udah pindah ke sini. Masih ada 6 lagi lho novel tamatku, hehehehe
total 1 replies
mawar0509
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Mawar0509 atas supportnya. Sehat selalu untuk kakak dan keluarga.❤️

Lanjut baca karya baruku, Kak. judulnya DIABAIKAN SETELAH MALAM PERTAMA. Klik profil aku biar lebih mudah. Tengkyu, Kak mawar.
total 1 replies
Nur Fajrina Qisthina
love
Ran Aulia
Luar biasa
nyit nyit
bagus cerita nya
nyit nyit: aamiinn ya Rabb,,semangat berkarya thorrrr ...q yakin u bisa membuat karya yg buanyakkkk n bagus2
total 2 replies
Rat Miyati
Luar biasa
annin: Terima kasih supportnya kak Rat Miyati, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
padahal harta dan jabatan nggak selamanya digenggam an tangan.
harta juga nggak jadi penolong Fadil diakhir hidup nya.
Olive Ova Ambitan
keren jg ceritanya, tapi lbh keren kalau si fadil dibuat menderita dan mnyesal bgt
annin: Aku sengaja nggak memberi cerita lanjutan untuk kisahnya Fadil, takut dibilang kek sinetron Azab. Hehehe ....
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
awal ceritanya menyesakkan dada 🤧 tentang kisah hidupnya seorang istri yang dikhianati suami.
Herna Hidayat
Luar biasa
Mom's Smile
keren 👍👍👍
Sastri Dalila
👍👍👍
annin: Terima kasih kak Sastri Dalila atas supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Ymir
Fadil oh Fadil
annin: xixixi🤭
total 1 replies
Meita Margaretha
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Meita Margaretha untuk supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Meita Margaretha
Lumayan
Noorjamilah Sulaiman
not bad
annin: Terima kasih Kak Noorjamilah Sulaiman atas supportnya. Sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Elsye Nurhayati
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Elsye Nurhayati atas supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
made astiti
lanjut dong ceritanya 👍👍🙏🙇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!