NovelToon NovelToon
Takut Gak Sih

Takut Gak Sih

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Rumahhantu / Mata Batin
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

terinspirasi dari film: Takut Gak Sih.

menceritakan seorang You Tuber dengan nama Chanel Takut Gak Sih yang membuat konten untuk membongkar kasus kematian para arwah gentayangan dari berbagai daerah dan pulau.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

misteri rumah Gantung part 2

Sebelum sampai di rumah Gita, Gita mengajak mereka melihat lihat rumah Gantung yang konon angker di desa itu.

Cahaya, Vina, dan Gita tampak berdiri tidak jauh dari rumah itu, rumah itu kecil dan tampak sangat bagus tetapi sayangnya tidak berpenghuni.

Mereka sangat penasaran itu rumah siapa karena sangat bagus dan rapi, di depan rumah itu terdapat pohon mangga besar yang berbuah sangat lebat.

"Ini rumah yang katanya angker oleh para warga desa.." ucap Gita dan dengan entengnya dia memetik buah mangga yang sudah menguning di dekatnya.

Gita benar benar tidak tahu diri, ia memetik mangga itu dengan wajah tengilnya.

"Gita, jangan asal petik begitu! Kita harus ijin dulu sama pemiliknya, kalau seperti ini kamu sama saja dengan mencuri.." ucap Cahaya yang berusaha menasehati Gita.

"Halah, cuma satu buah. Mereka juga tidak akan kehilangan satu buah, kan masih banyak yang lainnya..." jawab Gita dengan eksresi biasa saja seolah tidak merasa bersalah.

"Sudahlah ngga usah di ributin, kalian mau buat konten kapan?" Tanya Gita.

"Nanti, kalau Galang dan Atmo sudah siap, lagian kita baru sampai.." ucap Vina.

Gita menatap sinis Vina sebelum akhirnya pergi dengan kaki yang di hentakan di tanah.

Cahaya dan Vina hanya diam mereka tidak mengikuti Gita, "kenapa sih dia itu, Ay? Kalau tahu orangnya ngeselin kaya begini ogah banget aku kesini.." ujar Vina.

"Aku juga berpikir sama kaya kamu, ay. Terus kita gimana ini, Vin. Masa kita di tinggal gitu aja? Dia yang manggil kita tapi dia malah pergi gitu aja, ngga tau malu banget.." ucap Cahaya.

"Aku juga ngga tahu, Ay. Udahlah lebih baik kita batal aja buat konten di sini, lagian rumah ini belum tentu ada hantunya.. males banget aku buat konten sama Gita.."

"Ya udah, Vin. Kita ke tempat Galang sama Atmo lagi aja, kita ngomong sama mereka batal buat konten di sini." ucap Cahaya ia juga merasa malas.

Tiba tiba seorang perempuan cantik datang sembari berlari.

"Hei, kak Cahaya, Kak Vina." Panggil perempuan itu tampak tangannya memegang ponsel.

Spontan mereka menoleh kebelakang.

"Kak Cahaya, Kak Vina ngga nyangka banget aku bisa ketemu kalian di sini, kenalin namaku Santi aku boleh minta foto?" Tanya Santi.

"Boleh.." jawab Cahaya dan Vina sembari tersenyum.

Santi pun meminta foto lima kali dengan berbagai gaya yang berbeda beda.

"Kakak kakak mau buat konten di sini?" Tanya Santi.

"I.. iya.. tapi kayanya ngga jadi.." ucap Vina.

"Lah? Kok ngga jadi?" Tanya Santi heran.

Vina dan Cahaya tidak menjawab, mereka tidak ingin menjelek jelekan Gita.

Melihat itu Santi juga tidak menanyakan lebih lanjut, ia kemudian berucap, "mampir dulu kerumahku kak.."

Vina dan Cahaya tidak menolak mereka bertiga pun berjalan menuju ke rumah santi.

Beberapa saat berlalu, mereka bertiga tiba di sebuah rumah sederhana.

Ekspresi Cahaya dan Vina langsung jelek, bukan karena melihat rumah sederhana itu, melainkan melihat orang yang duduk di kursi kayu panjang yang berada di teras.

Ya mereka berdua melihat Gita yang makan mangga dan sedang bermain ponsel duduk di kursi kayu itu.

"Assalamualaikum.." ucap Santi, Vina dan Cahaya.

Gita tampak tidak perduli, ia masih fokus dengan ponselnya sembari tangan kanannya memegang mangga.

"Dek, kalau ada orang salam itu di jawab.." ucap Santi.

Vina dan Cahaya kini mengetahui bahwa Santi adalah kakaknya Gita.

"Iya, iya. Wa'alaikum salam!" Balas Gita tanpa menoleh dan dengan nada ketus.

Santi hanya menggeleng ia kemudian menatap Vina dan Cahaya, "mbak Cahaya, Mbak Vina silahkan masuk.." ucap Santi.

Mereka berdua masuk dan duduk di ruang tamu.

"Mau minum apa mbak?" Tanya Santi.

"Air putih aja mbak..." jawab Vina.

Santi tersenyum ia kemudian menuju ke dapur.

"Bisa gitu ya Ay, adek sama kakak beda jauh banget. Apa jangan jangan mereka cuma saudara tiri?" Bisik Vina.

"Eh... jangan gitu, Vin. Ngga enak kalau mbak Santi denger." Jawab cahaya berbisik.

Tidak lama kemudian Santi datang membawa nampan dengan atasnya berisi air putih dan beberapa toples cemilan.

"Mbak Cahaya, Mbak Vina apa kalian betah di desa ini?" Tanya Santi.

"Betah Mbak, semua warganya sangat baik dan ramah ramah juga.." jawab Vina.

"Betul mbak apa yang di katakan Vina.."

"Alhamdulilah kalau kalian memang betah di sini.."

Mereka mulai mengobrol ngalor ngidul.

Sementara itu Galang dan Atmo memilih untuk pamit terlebih dahulu kepada anak anak yang lainnya, mereka berdua merasa tidak enak kepada Cahaya dan Vina.

Galang membuka ponselnya dan menanyakan Cahaya di mana posisinya, setelah mengetahui dimana posisi Cahaya dan Vina, Galang langsung menuju kesana bersama dengan Atmo.

Galang berjalan melewati banyak warga, setiap di sapa Galang dan Atmo mengangguk kemudian tersenyum.

Mereka melewati kebun jagung dan melihat sekelompok ibu ibu di sana, mereka menyapa kemudian melanjutkan perjalanan mereka.

Rumah Santi dan Gita memang harus melewati rumah kecil yang di depannya terdapat pohon mangga, oleh karena itu Galang dan Atmo kini lewat di depan sana.

Awalnya Galang tidak merasakan keanehan apapun ketika hendak melewati rumah itu, namun begitu langkahnya berada tepat di depan rumah itu sebuah suara yang berasal dari dalam rumah terdengar.

"Mas... toolooong.." bunyi suara itu yang sangat lirih bahkan hampir tidak terdengar.

Galang seperti di hipnotis, ia spontan menoleh kebelakang tanpa menyadari bahwa Atmo sudah berjalan mendahuluinya sembari terus bertanya.

Galang melihat seorang wanita yang cantik, kulitnya putih bersih, dengan rambut yang di gulung dan berpakaian pengantin jawa melambaikan tangan ke arahnya.

Galang seperti di hipnotis, galang tidak menyadari bahwa langkahnya berbelok dan menuju ke halaman rumah itu. Tetapi ketika Galang mendekat pengantin wanita itu justru berjalan menjauh menuju ke samping rumah, sementara Galang masih mengikuti dalam keadaan yang tidak sadar, Galang benar benar tidak menyadari bahwa kakinya terus melangkah tatapan Galang juga kosong menatap wanita itu yang menjauh.

Galang tidak menyadari bahwa wanita itu bukan manusia, ia seolah kehilangan akalnya.

Semakin jauh wanita itu, semakin cepat langkah Galang bahkan kini ia setengah berlari.

"Gimana lang? Tadi operanku udah kaya Mesut Ozil belum, Lang? Lang? Lang? Belalang? Kok kamu di tanya ngga jawab sih Lang?" Atmo mengerutkan keningnya kala Galang tidak kunjung menjawab pertanyaannya.

Ia menoleh kebelakang dan tidak mendapati adanya Galang.

"Hiisss... sih Bolang ini kemana sih?! Untung tadi ngga ada orang lewat kalau ada bisa di kira aku sinting karena ngomong sendiri..." batin Atmo jengkel, ia tolah toleh mencoba mencari Galang.

Ketika ia menoleh ke arah kiri matanya terbelalak, Galang berjalan setengah berlari dan di depannya sekitar berjarak 7 meter terdapat sumur tua.

1
Tini Nurhenti
next💪💪💪
Tini Nurhenti
lanjutttty 💪💪💪💪💪
Tini Nurhenti
abu2 thor
Tini Nurhenti
next 💪💪💪💪💪
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
dendam sama ibunya kok anaknya yang dibunuh 😑
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
ohhh ga semua kru tinggal di rumah vina ya
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
harusnya yang ga bersalah ga usah diteror 😑
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah parah nge jual anak sendiri 😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!