NovelToon NovelToon
Celia

Celia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:861k
Nilai: 5
Nama Author: MeeGorjes

Sejak kecil Celia selalu dilimpahi cinta dalam keluarganya. Sehingga ia rasakan proteksi yang berlebihan dari ayah serta yang lainnya hingga ia sulit untuk menemukan pasangannya.

Pada akhirnya Celia jatuh cinta pada lelaki yang merupakan teman kecilnya. Karena jarak yang terpisah jauh dan hubungan masa lalu yang kompleks antara orangtuanya dan juga orang tua Collin menjadikan ia harus rela melakukan hubungan cinta itu secara diam-diam.

Apa yang terjadi jika ayahnya menentang hubungan itu dan menyediakan calon lain sebagai suaminya ?

Ini hanya cerita 2 manusia yang memperjuangkan cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeeGorjes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setelah Itu

Celia kembali bungkam. Mendapat pertanyaan dari Daddy-nya yang dipenuhi oleh emosi dan rasa kecewa, membuat gadis itu semakin merasa bersalah.

“Aksa, jelaskan. Kenapa kamu sampai mencekal tangan kakakmu?” Tanya Renata kepada putranya yang memiliki postur tubuh tak jauh berbeda dengan kakaknya. Hanya saja tubuh pemuda itu lebih kekar karena rutinnya olahraga.

“Saat aksa hendak masuk ke rumah, suara benda terjatuh membuatku terkejut, Mom. Saat Aksa cari sumbernya, Aksa melihat sebuah koper tergeletak di atas tanah. Dan tak lama, Aksa melihat Kak Celia turun melalui jendela kamarnya. Jadi Aksa seret ke sini meski Kakak menolak dan berusaha melarikan diri,” ujar Aksa apa adanya.

Pria itu memang melihat sendiri bagaimana kakak perempuannya berusaha turun melalui jendela kamarnya dan merambat turun hingga ke dasar. Aksa yang melihatnya, sengaja tak bersuara hingga pada saat kakaknya sudah memijakkan kakinya di atas tanah, barulah dia bersuara, mengejutkan kakak perempuannya itu. Hingga akhirnya pertengkaran antara dua bersaudara di pagi hari itu tak terelakkan.

“Benar seperti itu, Celia?” tanya Renata kepada putrinya.

Celia masih menundukkan kepalanya, tak bisa menjawab pertanyaan Mommynya.

Tanpa menunggu jawaban anak gadisnya, Fabian meraih lengan putrinya, menyeret anak gadisnya ke kamarnya.

“Masuk!!” perintah Fabian kepada Celia menunjuk ke arah kamar mandi yang ada di kamar gadis itu.

Celia masih memohon, mengiba kepada Daddy-nya agar melepaskannya.

Fabian dengan sangat terpaksa mendorong putrinya yang mulai enggan menurut itu ke dalam kamar mandi. Lalu mengunci gadis itu dari luar.

Setelahnya, pria itu meminta salah satu pekerjanya untuk melakukan sebuah tugas, memasang teralis besi dan kayu menutup jendela kamar putrinya agar anak gadisnya tak kembali mengulang rencana kabur dari rumah itu.

Tak hanya itu, Fabian mengambil laptop, ponsel dan tablet milik gadis itu yang ternyata ada di dalam kopernya. Bukan hanya itu saja, Fabian mengambil dompet dan kartu milik Celia agar gadis itu semakin tak bisa kabur dari rumahnya.

“Maafkan Daddy, Princess. Semua Daddy lakukan demi kebaikanmu,” ujar Fabian berusaha menahan air mata yang memaksa keluar dari kedua matanya.

Renata sudah meminta Aksa kembali ke kamarnya untuk bersiap pergi ke sekolah. Wanita berterima kasih kepada anak laki-lakinya yang ikut menjaga kakak perempuannya dengan sangat baik.

Wanita yang tak lagi muda itu kini hanya bisa melihat apa yang Fabian lakukan. Dia tak bisa lagi menghalangi Fabian. Renata tak habis pikir anaknya akan berbuat nekat seperti itu. Dia pun tak lagi memiliki kuasa untuk membela anak gadisnya yang sering kali melawan akhir-akhir ini.

Wanita itu menghampiri suaminya yang tampak terguncang dengan aksi putrinya yang di luar dugaan. Dia mendekap erat pria yang sudah siap dengan setelan kerjanya itu. Mengusap punggungnya agar emosinya reda.

“Aku akan berangkat ke kantor. Jangan sekali-kali memberi kelonggaran untuk Celia bahkan membiarkannya pergi dari rumah ini. Simpan barang-barang ini di tempat yang tak bisa dijangkau olehnya. Tunggu aku pulang nanti,” ujar Fabian pamit kepada istrinya.

“Aku akan menyiapkan bekal sarapan untukmu. Tunggu sebentar.”

Pria itu menganggukkan kepalanya. Dia tak ingin membuat istrinya kecewa karena tak memakan sarapan yang dibuat istrinya itu. Namun, ia masih belum siap untuk makan bersama dengan keluarganya karena emosinya yang masih belum reda sepenuhnya. Beruntung dia memiliki istri yang sangat pengertian.

Setelah Renata memberikan bekal sarapan untuk suaminya, dia mengantar pria yang dicintainya itu menuju mobil untuk berangkat ke kantornya. Renata meminta sopir pribadi keluarganya untuk mengantar Fabian yang masih emosi.

Setelahnya barulah dia kembali ke dalam rumahnya, ke ruang makan di mana Aksa sudah siap untuk sarapan. Mereka sarapan hanya berdua saja di tengah kekacauan pagi yang terjadi beberapa saat lalu.

Renata tak ingin membuat Aksa tak diperhatikan karena Celia. Dia tetap memaksa menandaskan sarapannya meski dengan perasaan yang campur aduk.

“Aksa berangkat ke sekolah dulu, Mom.” Pemuda itu pamit kepada Renata usai menghabiskan sarapannya.

Kini hanya tinggal Renata dan beberapa orang yang dipekerjakan oleh Fabian di rumah itu. Dia mengawasi tukang kebun yang diminta memperbaiki teralis besi di dalam kamar Celia, dan juga pagar kayu di luar jendela kamar anaknya itu.

Setelah semuanya selesai, barulah Renata membuka kamar mandi di mana Celia duduk menyembunyikan wajahnya di antara lututnya.

o

Wanita itu menghampiri putrinya yang menangis sejak tadi. Dia menuntun putri kesayangannya menuju ranjang empuk milik gadis itu.

Celia pun menurut. Rasanya tenaganya habis karena menangis belum lagi hawa dingin kamar mandi juga membuatnya menggigil.

“Maafkan Daddy-mu. Dia melakukan semua ini demi kebaikanmu.”

Celia hanya diam. Dia kemudian melihat Mommy-nya menekan interkom yang ada di sana, meminta asisten rumah tangga membawakan sarapan ke kamarnya.

“Kamu tak ingin memberitahu Mommy mengenai pria itu?” tanya Renata dengan penuh pengertian.

Celia membalikkan tubuhnya, membelakangi Renata tanpa menjawab pertanyaan wanita itu.

Gadis itu dilema. Dia takut kalau orangtuanya semakin melarang hubungan mereka. Selain itu Celia takut Fabian melakukan sesuatu pada pria yang kini berstatus sebagai kekasihnya.

“Istirahatlah! Jangan lupa nanti habiskan sarapanmu,” ucap Renata.

Wanita itu kemudian bangkit dan berjalan menuju pintu kamar. Setelahnya, dia mengunci kamar putrinya seperti apa yang diminta suaminya. Dia tidak diizinkan mengeluarkan Celia dari dalam kamar itu dan dokurung hingga gadis itu mengakui siapa pria yang ada dalam foto semalam.

Setelah kepergian Renata, Celia melompat dari tempat tidurnya. Dia melihat kopernya yang ada di sudut kamarnya dan membuka benda kotak itu dengan gerakan yang sangat cepat. Gadis itu mengeluarkan semua isi yang ada di dalamnya, mencari sesuatu yang biasa dia gunakan untuk menghubungi kekasihnya, ponsel.

Hanya saja meski dia mencari berulang kali benda itu dengan mengeluarkan seluruh isi kopernya, dia tak bisa menemukan benda itu. Bukan hanya ponsel, Tablet dan laptop miliknya juga tak dapat ia temukan.

“Aarghh!” pekik gadis itu frustrasi.

Bagaimana dia bisa menghubungi Collin? Dia tak bisa menghubungi kekasihnya saat ini karena semua benda miliknya disita oleh Daddy-nya. Dia benar-benar diperlakukan seperti seorang tahanan.

“Bagaimana ini? Dia pasti masih menungguku saat ini.”

Celia berjalan mondar-mandir seraya menggigit kukunya. Dia takut Collin akan terus menantinya hingga dia datang menemuinya.

Rencananya untuk kabur gagal total.

“Semoga Daddy dan Mommy tak memeriksa isi ponselku,” gumam Celia.

Gadis itu benar-benar panik dan khawatir saat ini. Dia benar-benar takut sesuatu yang buruk terjadi pada kekasihnya. Celia benar-benar mencintai Collin. Dan tak rela Daddy-nya menyakiti lelaki itu.

“Sepertinya aku harus meminta bantuan Mommy. Hanya Mommy yang bisa membantuku.”

Gadis itu kemudian menekan interkom di kamarnya. Dia yakin saat ini wanita yang telah melahirkannya itu masih ada di dapur.

“Apa Mommy masih di sana? Aku ingin berbicara dengannya. Tolong sampaikan pada Mommy agar ke sini,” pinta Celia saat seorang ART menjawab panggilan interkom itu.

Beberapa menit kemudian setelah gadis itu menutup interkom, Celia mendengar suara pintu yang sedang dibuka kuncinya. Setelahnya dia melihat Mommy-nya di balik pintu dan masuk ke kamarnya.

“Apa yang ingin kau bicarakan dengan Mommy?” tanya Renata langsung pada intinya.

to be continued ♥️

thanks for reading ♥️

jangan lupa like komen vote dan hadiah ya

thank you 🥰

1
This Is Me
Kaya nya yg harus ke psikiater tuh daddy Fabian deh
Mandha Bawell
seharusnya dari awal gini datang kerumah celia bicara sama ortunya bukan malah ajak celia ketemu diam" pada malam hari
Mandha Bawell
bukan nya deketin ortunya, ini malah ajak anaknya kluar malam" sebelum ketemu ortunya, udah salah langka duluan.
Puspitasari Tiara
yg judulnya terikat dusta
Melarusi Rusi
aaaaaa
This Is Me
Cerita dokter Jamie di novel yg judulnya apa ya?
aira aira
bagus
Katherina Ajawaila
bagus thour ceritanya. sukses dan semangat y
Katherina Ajawaila
Collin mau ngalahin mertua y
Katherina Ajawaila
Collin pasti langsung tanya dokter kandungan
Katherina Ajawaila
ngk diam juga Celia baru sekali keluar dr Indonesia loh
Katherina Ajawaila
itu mm sambung nya Colin y
Katherina Ajawaila
sakit Jiwa Rian
Katherina Ajawaila
mertua edan, masa begituan harus di cerita in. otak nya gesrek
Katherina Ajawaila
ribet Febian, kaya ngk pernah ngerasain, udh tua aja msh tetap minta jatah 🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
kuat juga y Collin tahan nya udh ada tempat buat salurin tapi tetap bertahan. hebat keren😜😜😜
Katherina Ajawaila
dady posesif amat. ribet
Katherina Ajawaila
bagus tapi banyak tegang nya thour, maaf y
Katherina Ajawaila
Renata jadi ibu juga plinplan. dulu aja udh punya kel msh aja nyosor sm dr Jimmi🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
Fabian dady apa, dulu aja mau ceraiin istri. udh tua tapi ngk tau tempat kasmaran di meja makan. apa pantes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!