seorang CEO tampan yang bernama Stuart Hughes yang merasakan trauma karena saat kecil salah seorang pengasuh kepercayaan keluarganya hampir melkukan pelecehan seksual padanya membuat dirinya membenci yang namanya permepua selain Oma dan ibunya sehingga semua yang bekerja di dekatnya adalah pria hingga dia di juluki pria impoten oleh orang di luar sana
di sisi lain seorang wanita yang tomboy yang bernama Kikan memilih kabur dari kediaman orang tuanya karena di paksa menikahi dengan seseorang yang membuatnya harus menyamar menjadi pelayan pribadi pria di kediaman Stuart yang dia ketahui bahwa pria tersebut impoten
bagaimanakah kisah mereka dapatkan dapatkah Kikan menjadi wanita yang tepat untuk Stuart dan apa yang di lakukan Stuart saat mengetahui bahwa ternyata pelayan pribadinya adalah seorang wanita yang menyamar menjadi pria.
ayo baca hanya di novellton ........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liana aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Kini kita sudah berada di dalam kamar pribadi milik Tuan Stuart setelah tadi menerima perintah untuk menyiapkan segala keperluan Tuan Stuart untuk membersihkan tubuh dan tidur
Seperti perintah sebelumnya kikan menyiapkan air hangat di dalam kamar mandi lalu menyiapkan piyama tidur untuk Tuan mudanya sementara itu di ruang kerja tampak Stuart dan Bima yang sedang asyik mengobrol
Setelah beberapa saat mengambil minuman yang tadi diletakkan oleh Kikan meminum teh yang biasa disediakan oleh kepala pelayan tiba-tiba perubahan dari raut wajah Alvin membuat Bima bingung menatap sang tuan muda setelah meminum teh tersebut Stuart langsung mencoba kue yang dibuat sendiri oleh Kikan mata berbinar merasakan kue tersebut
Bima semakin penasaran melihat ekspresi Tuhan yang berbeda baik saat makan maupun saat minum teh dan makan cemilan yang ada di hadapannya
Bima meminum teh yang memang sengaja dibuat oleh Kikan matanya berbinar teh yang dibuat kikan sangat enak dan rasanya sangat segar di tenggorokan beda dengan yang selama ini dibuat oleh kepala pelayan
Bima kemudian melihat kue yang ada dihadapan Stuart kue yang yang tadi disimpan di tengah-tengah meja di antara Bima dan Stuart tapi kini kue tersebut sudah merapat di gelas Stuart membuat Bima sedikit ragu untuk mengambil kue tersebut karena sepertinya Tuannya tidak ingin membagi kue-kue tersebut itulah mengapa langsung mendekatkan piring tersebut ke arah gelas teh yang diminumnya tapi karena penasaran Bima memberanikan diri untuk meminta kue tersebut agar dia dapat mencobanya
"Tuan bolehkah mencicipi kue tersebut." tunjuk Bima kearah kue yang berada di hadapan Stuart
Melihat kue yang ditunjuk oleh Bima Stuart lalu menatap ke arah Bima "baiklah aku akan memberikan kue untuk kau cicipi." ucap Stuart
Mendengar perkataan tuannya Bima sangat bahagia karena akhirnya dia dapat mencicipi kue yang membuat wajah Tuhannya berubah saat memakannya
Dengan tanpa perasaan Stuart memotong kue yang ada di tangannya menjadi dua bagian lalu di berikan pada Bima bagian yang terkecil "ini cobalah kue ini" ucap Stuart dengan wajah tanpa dosa
Bima terbelalak melihat melihat Stuart yang sangat pelit dengan kue yang berada di hadapannya sungguh dia tak menyangka akan seperti ini pada biasanya apapun yang dimakan oleh Stuart selalu dibagi kepadanya mau tidak mau Bima mengambil potongan kue yang berada ditangan Tuhan lalu memasukkan kedalam mulutnya mata Bima berbinar walaupun hanya sedikit tapi dia merasakan kue tersebut yang sangat enak pantas saja Tuannya tak membiarkan dia memakan kue tersebut apalagi kue tersebut hanya tersisa 3 biji saja
Setelah berbicara panjang lebar dan Bima akhirnya Stuart menghentikan pembicaraan mereka berdua lalu mereka kembali ke kamarnya begitupun Bima di kamar Stuart tampak Kikan yang sedang menunggu Stuart sedari tadi
Stuart masuk ke dalam kamarnya melihat kikan yang berdiri di dekat kamar mandi dengan handuk yang berada di tangannya "selamat malam Tuan saya sudah menyiapkan air hangat silakan ucap Kikan sambil memberikan handuk kepada Stuart
Tanpa basa-basi Stuart langsung mengambil handuk yang berada di tangan kita kemudian masuk ke dalam kamar mandi setelah berendam beberapa menit Stuart membersihkan tubuhnya lalu keluar tampak kikan yang Sudah menyiapkan baju tidur di atas tempat tidur sambil menunduk
"Baiklah sekarang pergilah beristirahat." ucap Stuart
Kikan menunduk hormat lalu keluar dari kamar tersebut Kikan menghembuskan nafas lega setelah keluar dari kamar tuannya lalu berjalan ke arah kamarnya yang tepat berada di sebelah kamar Stuart
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
padahal dia ingin memastikan penyakitnya yang selalu muntah dan mual saat berdekatan dengan wanita