NovelToon NovelToon
Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:370.1k
Nilai: 5
Nama Author: nurusysyifa

Cinta karena harta akan musnah, karena rupa akan termakan usia.Tapi cinta karena Allah, akan kekal abadi sampai Jannah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23.lantai Neraka

...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...

..._______...

Meeting mingguan sebentar lagi akan di lakukan di lantai 45, semua mulai mempersiapkan diri termasuk Melisa. Melisa sudah berdandan begitu cantik dan tentunya dengan alat make-up yang mahal-mahal demi bisa membuat Arya jatuh hati padanya.

Rambutnya pun di tata lebih rapi namun tetap di biarkan ikal begitu saja karena itu yang menjadi daya tarik darinya, kata orang sih?. Bajunya pun baju yang mahal biar menambah kesan profesional pikirnya.

"𝘚𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘨𝘶𝘦 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘺𝘢, 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘴𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶, 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘯-𝘱𝘦𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘢l𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢. " batin Melisa.

Begitu muluk keinginan Melisa, bagaimana bisa dia berharap seperti itu tapi tak masalah lah semua orang bebas memiliki harapan yang seperti itu, namun hasil biarkan Tuhan yang menentukan.

Kursi meeting semuanya sudah penuh, semua staf tertinggi sudah menempati tempat mereka masing-masing dan tinggal menunggu pemimpinnya saja yang belum datang.

"Pagi," langkah Arya begitu cepat menuju kursi kebesarannya sembari menata jasnya, dan mata Arya memastikan semua orang sudah hadir di sana.

"Pagi, Tuan! " semuanya kembali berdiri membungkuk sejenak lalu kembali duduk setelah Arya duduk.

"Mulai laporannya," ucapannya yang begitu dingin membuat semua orang saling lempar lirikan dan tentunya bukan hanya itu saja melainkan wajah-wajah tegang dan tubuh gemetar sudah mulai datang.

Satu persatu mulai menjelaskan dan mengatakan laporan yang mereka buat, Arya terus mendengarkannya dengan sesekali memainkan bolpoin dan menjentikkan di atas meja. Sepertinya belum ada masalah, dan sesuai dengan harapannya.

"Kamu! " tunjuk nya pada Melisa.

"Baik Tuan.., begini tuan, prodak kita sangat laku di pasaran bahkan dalam waktu dua hari omset kita meningkat dengan cepat," Melisa berdiri memberikan laporan pada Arya yang pasti langsung di terima dan juga Arya koreksi.

"Itu adalah hasil penjualan prodak kita dalam dua hari ini, dan juga beberapa perusahaan kecil juga meminta untuk kita mensuplay prodak ke tempat mereka. Tapi saya menahannya karena saya belum mendapatkan tanda tangan dari Tuan," terang Melisa.

"Apa kamu tidak membutuhkan uang! sampai berani menahan prodak ke konsumen!" kata-kata Arya mulai meninggi dan tentunya dengan mata tajam itu sudah langsung mengarah ke tempat Melisa.

"Maaf, Tuan. Bukan seperti itu maksud saya," Melisa tertunduk musnah sudah mimpinya untuk mendapatkan kesan baik dari Arya, tertunda lagi deh keinginan untuk mendapatkan hati bos dingin itu.

"Saya tidak mau tau, kalau barang ada dan konsumen memintanya, cepat kirim! kalau tidak mendapatkan tanda tangan dariku kamu bisa meminta pada Toni," ucap Arya.

"Ba- baik, Tuan! "

"Toni urus semuanya! saya ada pekerjaan lain!" Arya beranjak melaju pergi meninggalkan tempat meeting karena dia sudah mulai tak menyukai meeting itu.

"Baik, Tuan," Toni berdiri mengangguk juga membungkuk sebentar sebagai penghormatan pada Tuannya.

"Mulai lagi! " ucap Toni setelah dia duduk dan Arya sudah benar-benar pergi dari sana, entah pekerjaan apa yang membuat Arya buru-buru pergi.

*****

Mulya indah cantik berseri

Kulit putih bersih merah di bibirmu

Ya Aisyah putri Abu Bakar

Istri Rosulullah..

Sungguh syuit Nabi mencintaimu

Hingga nabi minum di bekas bibirmu

Jika marah Nabi kan bermanja

Mencubit hidungnya...

Aisyah romantisnya cintamu dengan Nabi

Dengan Baginda kau pernah main lari-lari

Selalu bersama hingga ujung nyawa

Kau di samping Rosulullah..

Aisyah sung....

"Diam! berisik! " suara keras dari Arya berhasil membuat Arini menoleh dengan kesal tentunya, dia sedang menikmati lagu yang menjadi kesukaannya dan juga suara yang pas-pasan darinya kenapa di kacaukan dengan suara berat yang begitu menyebalkan.

"Syirik aja nih Pak Tuan. Bilang saja kalau pak Tuan mau ikutan nyanyi juga tapi nggak bisa!" ucap Arini begitu berani. Berhadapan dengan orang yang seperti Arya harus berani, kalau tidak pasti hanya akan dipermainkan dan jalan inilah yang Arini ambil sebelum masuk ke tempat ini.

"Saya nggak butuh syirik sama orang seperti mu! tapi saya... " Arya menyeringai membuat Arini harus siap siaga sekarang apalagi langkah Arya yang semakin mendekat.

"Pak Tuan mau ngapain! menjauh lima meter dari Arini! Hus.. Hus.. Sana..!" Arini berjalan mundur namun tangannya mengibaskan lap yang dia bawa untuk mengusir Arya, caranya sudah persis kayak ngusir ayam jika di kampung dulu.

Arya tak peduli dia terus melangkah mendekat hingga akhirnya Arya berhenti karena punggung Arini sudah terbentur tembok dan tak bisa bergerak lagi.

"Mau kemana?" tanya Arya yang sudah tepat di hadapan Arini bahkan kedua tangannya sudah mengapit tubuh Arini yang kurus kering itu.

"Ihh.. Pak Tuan jangan dekat-dekat! minggir sebelum ada orang yang lihat! " teriak Arini.

"Tenang tidak akan ada yang lihat, karena tempat ini sudah saya sterilkan, jadi hanya ada kita berdua," Arya semakin menyeringai kekesalannya yang kemarin harus perlahan-lahan dia balas.

Arini menganga bahkan rahangnya seakan mau jatuh saat mendengar jawaban dari Arya, "Ihh.. Pak Tuan, pergi!! " Tangan Arini mulai bergerak menyingkirkan tangan kekar Arya yang menempel di tembok namun itu tidak berguna sama sekali Arini terlalu kecil untuk bisa melawan Arya.

"Tidak usah takut, hanya ada saya di sini dan hanya saya yang akan bisa melihat isi dari baju norak yang kamu pakai ini," Tangan Arya mulai bergerak, memegang baju yang Arini pakai.

"Tuan!! meskipun tidak ada orang di sini tapi ada Allah yang akan melihatnya! saya lebih takut pada Allah daripada sama manusia, jadi lebih baik Pak Tuan pergi! "

"Hahaha... Allah! di mana? tidak ada Allah di sini!" tawa Arya menggelegar suaranya cukup membuat telinga Arini sakit.

"Minggir! " Arini mendorong kuat-kuat tubuh Arya yang besar namun hanya bisa menggeser sedikit saja, "Eyang! saya tidak mau bekerja di sini lagi! Orang ini sangat tidak waras! " teriak Arini matanya menerawang jauh di depan sana membuat Arya langsung melepaskan kedua tangannya dari tembok.

"Ma- maaf, Eyang. Bukan seperti i... " Ucapan Arya berhenti karena saat dia menoleh eyang yang Arini ajak bicara itu tidak ada di sana, "Berani KA.. uu...." ucapan Arya terputus lagi karena saat dia menoleh Arini juga sudah tidak ada di sana.

"Sial! aku seperti orang bodoh yang di bodohi orang bodoh!" sungut Arya, "Ariniii!! " teriaknya keras.

"Maaf Pak Tuan! kerjaan Arini numpuk! " ternyata masih belum jauh juga jarak Arini dengannya, karena Arini masih sempat menjawab dan suaranya masih sangat keras.

"Tunggu saja Arini, kamu pasti akan menyesal," Arya melangkah ke ruangannya sendiri gagal sudah dia mengerjai Arini, "ternyata dia tidak sebodoh yang ku pikirkan."

****

Arini menyambar gelas sesampainya di pantry, menuangkan air putih dan meneguknya setelah dia duduk.

Nafas Arini masih tetap ngos-ngosan, dadanya kembang kempis gara-gara berlari menghindari mala petaka yang barusan dia hadapi, "Pak Tuan sungguh tidak waras, bisa-bisa dia melakukan itu padaku katanya jijik tapi masih saja mendekatiku, apakah pak Tuan memiliki kelainan?" Tanyanya pada dirinya sendiri.

"Aku harus lebih waspada mulai hari ini, aku tidak boleh lengah. Nanti setelah pulang aku harus beli semprotan merica atau cabe sebagai senjata," gumamnya.

"Buat apa kamu mau beli semprotan cabe atau merica? kamu nggak punya niatan buruk kan?" Arini langsung menoleh dan ternyata ada Raisa yang datang, Raisa juga sepertinya kehausan karena dia langsung mengambil gelas dan menuangkan air putih lalu meneguknya hingga tuntas.

"Buat makan mendoan, hehehe... " meringis Arini. Jawaban yang tak masuk akal, sejak kapan perusahaan besar itu menyediakan mendoan, lagian mendoan itu lalap pakai cabe hijau atau sambal orek bukan cairan cabe atau merica.

Raisa menggelengkan kepala, dia belum mengenal seperti apa sebenarnya gadis kecil di hadapannya ini, tadi sangat menyebalkan tapi sekarang dia sedikit membuat gurauan sepertinya anak ini tidak terlalu bodoh.

"Bagaimana dengan pekerjaanmu, sudah beres?" Raisa duduk di sebelah Arini, memandangi wajah Arini yang masih penuh dengan keringat.

"Belum, Mbak. Masih banyak, "jawab Arini dengan wajah memelas, "Mbak, kita tukeran tempat saja yuk, Mbak Raisa di lantai lima puluh dan saya di lantai empat puluh delapan, ya ya ya! " imbuh Arini.

"Emang kenapa? Kamu bikin masalah di sana? kan sudah aku bilang, kamu hati-hati di sana, sana itu lantai Neraka." jawab Raisa.

"Maka dari itu, Mbak. Arini nggak betah di sana," wajah Arini semakin memelas, seandainya tidak nek pasti Raisa sudah memeluknya selayaknya adik sendiri, ya karena umur Raisa lebih tua lima tahun dari Arini, 23 tahun.

Tak begitu mengerti kenapa Raisa mengatakan lantai Neraka, padahal lantai 50 adalah lantai yang paling indah dari yang lain dan tentunya ruangan kerja tidak terlalu banyak karena hanya di huni tiga orang saja setiap harinya, namun yang pasti hanya Arya yang ada di sana, karena asisten juga sekertaris nya lebih sering di lantai 49, bisa di bilang lantai 50 itu lantai pribadi CEO sih.

"Nggak bisa Arini, orang yang masuk sana hanya orang-orang yang sudah di pilih oleh Tuan CEO. Kita tidak bisa bertukar tempat begitu saja, bisa-bisa saya kehilangan pekerjaan karena seenaknya masuk sana," jawab Raisa.

"Tapi, Mbak kan sudah kerja lama di sini, sementara Arini baru masuk pertama sekarang, bagaimana bisa Arini langsung di pilih begitu saja, atau jangan-jangan...?"

"Jangan-jangan apa? "

𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘬 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘶𝘯𝘺𝘢, 𝘸𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘨𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪. " Batin Arini.

"Jangan-jangan apa woii!! " teriak Raisa.

Terkejut lah Arini karena teriakan dari Raisa, di samping judes, jutek dan cerewet sepertinya Raisa juga galak dan sepertinya juga akan membuatnya sering senam jantung.

"Bukan apa-apa kok, Mbak. Permisi saya mau lanjut kerja lagi, takut di potong gaji Arini kalau ngobrol di jam kerja," alasan yang patut di benarkan, memang tak sepantasnya dia ngobrol di saat jam kerja, harus bisa profesional kan.

***

𝘉𝘳𝘢𝘬𝘬...

Melisa membanting berkas di meja kerjanya, kesal, jengkel dan dongkol jadi satu. Usahanya kembali gagal karena langkahnya yang dia kira benar ternyata salah besar. Bukannya kekaguman dari Arya yang dia dapatkan malah kritikan pedas yang dia rasakan.

"Sial! ternyata tidak mudah juga mengambil hati Tuan Arya, hatinya benar-benar sedingin es batu yang sudah lama berada di freezer sudah lengket dengan dadanya dan tak mudah untuk mencair! " Akesal Melisa.

Melisa mendudukkan bokongnya di kursi tangannya kembali menyalakan komputer di depannya namun bukan berarti dia kembali fokus untuk bekerja, hatinya masih sakit karena kegagalan barusan.

Pikirannya kembali berkelana mencari jalan yang akan dia lalui untuk kembali melancarkan rencananya, rasanya sangat buntu sekarang jangankan untuk mendapatkan hati Arya untuk mendekati saja dia tidak bisa.

Hidupnya tak cukup beruntung karena usaha-usahanya selalu saja gagal, sudah setiap gajinya dia korbankan untuk mempercantik diri supaya di lirik oleh Arya namun sampai sekarang semua itu masih sia-sia.

"Aku harus tetap berhasil, tidak sekarang bukan berarti aku gagal untuk selamanya. Semoga besok adalah hari keberuntunganku dan aku bisa mendapatkan Tuan Arya," senyumnya menyeringai penuh maksud, tak ada kata pantang menyerah untuk Melisa gagal sekali itu tak masalah.

"Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda," gumamnya lagi.

__

Bersambung...

______

1
Sakinah Gina
mang sejelek apa seh Arini ada ftny ga?😁
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Alhamdulillah...
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Ada" aja dramamu,Arini... Si Arya juga ketularan onengnya
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
dan Akhirnya happy ending 🤗
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
ada bonchapnya gak kak?
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 4 replies
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
sangat menarik 👍👍👍👍
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
lah lah baru juga semalam di jenguk si adek udah gak mau di ajak bermain di dalam lagi ya dia langsung pengen keluar karen mau di ajak maenan dakon dan petak umpet
ini memang pasangan unik lah ya arini dan Arya
wuah Arya junior sudah mau otw ini semoga lancar ya lahiran nya jangan membuat kerecokan di rumah sakit nanti agar para dokter dan perawat tidak bingung 😅😅😅
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ: emang nya umi kapas
total 8 replies
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
Arya junior otw
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Majikannya tahu diri banget sih, mana jujur lagi..🤭🤭🤭
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Pertanyaan konyol... kalau g sayang dah di tendang lah kamu dari kehidupan Arya...hufh
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
dasar bapak Arya bucinya kebangetan ya kerja nya itu di selesaikan dulu baru nanti pandangin istrimu kalau tidak ya buruan pulang biar segera ketemu sama istrimu
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
yg laki sudah khawatir takut istrinya kesakitan lah ternyata istrinya teriak hanya karena anak di dalam kandungan nya sedang bergerak dan nendang" kalau lakinya gk sabar mengahadapi arini bisa" setiap pulang kerja bukan nya hilang setres nya tapi malah nambah setres ya ar 😅😅
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ: untung cinta tadi lah ya
total 2 replies
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
kamu tau ar jika istrimu itu memang unik dan langka tapi memang kalau bibir di gigit ya bisa jadi langsung sariawan karena bibir kan memang sensitif
nah lho Arya salah jawab kan makanya kalau istri sedang mengagumimu jangan kamu komplain dia keluar kan kata" yg bisa bikin kamu bingung
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
bahkan rasanya anggi sudah tidak pantas untuk kamu jadikan teman ae ya karena sejatinya tidak akan pernah ada pertemanan yg murni antara laki" dan perempuan apalagi anggi adalah masa lalu mu
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
typo ye kenapa namanya bukan arya
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Sabar Arya,Sabaaaaar... istrimu itu lain dari pada yg lain. Dia limited edition ibarat barang branded
𝕹𝖚𝖗𝖚𝖘𝖞𝖘𝖞𝖎𝖋𝖆: , 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Sakit tapi tak berdarah deh sudah di tolak sm orang yang kita cintai. Dulu kamu yg meninggalkannya, sekarang kamu di tolak mentah". Cari yang lain z gihh
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
untung cinta, kalau gak, gak mungkin Seorang Arya akan sabar menghadapi Arini 🤭
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
terima kasih sudah up kak Thor 😍😍😍😍😘
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•: up lagi kak sampai tamat 🏃🏃🏃🏃🏃🏃
total 2 replies
off
sangat menarik 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!