NovelToon NovelToon
Paman, I Love You

Paman, I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.

Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Anggap Seperti Keponakan

Setelah dikenalkan dengan lelaki yang akan menjaganya, Nika mulai penasaran dengan usia lelaki itu. Dari penglihatannya umur sang penjaga tak setua seperti panggilan dari ayahnya. Sayangnya, hari ini dia tak melihat lelaki itu datang ke rumah

"Papi, Mami sama Uncle mau makan malam dulu sama kawan lama." Hanya anggukan yang menjadi jawaban dari Nika.

"Mending kamu ikut yuk," ajak sang mami. Dengan cepat Nika menggeleng.

Aqis dan Rio harus sadar jika putri kecilnya sudah mulai beranjak dewasa. Tak bisa dipaksa dan sudah bisa memutuskan sesuatu.

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Ketiga orang dewasa itu belum kembali ke rumah. Nika keluar dari kamar karena perutnya terasa lapar. Mencari bahan makanan mudah untuk disajikan. Bibirmya melengkung karena menemukan harta Karun. Mie dalam cup yang menjadi favoritnya jika tengah lapar di malam hari.

Mie cup yang sudah diberi air panas sudah dipegang karena akan dibawa ke kamar. Namun, dia begitu terkejut ketika berbalik badan sehingga air panas di dalam mie cup sedikit tumpah dan mengenai tangannya.

"Aw!"

Mie cup itu tetiba hilang dari tangannya. Dan kini tangan seseorang yang menggenggam tangannya. Manik matanya mulai tertuju pada lelaki yang terlihat cemas. Lalu, menariknya menuju wastafel. Mengarahkan tangannya ke bawah kran air.

"Tunggu di sini dulu."

Mata Nika mengikuti langkah Ezra yang mulai menjauhinya. Tanpa disadari dahinya mengerut. Baru saja hendak mematikan kran, tangan lelaki itu lebih dulu melakukannya. Kembali Nika menatap Ezra yang masih dengan wajah seperti tadi.

Punggung tangan yang basah sudah Ezra keringkan menggunakan tisu. Tak ada pembicaraan apapun dari keduanya. Tapi, terlihat Ezra begitu telaten. Nika dibuat terkejut ketika lelaki itu mulai mengoleskan salep luka bakar ke punggung tangan yang tersiram air mie cup.

"Makasih," ucap Nika setelah Ezra selesai mengobatinya

Tak ada jawaban apapun. Namun, Ezra sudah menatap Nika. "Lain kali jangan ngagetin," ujar Nika yang segera menarik tangannya yang masih dipegang Ezra.

Gadis cantik itu mulai berdiri. Mengambil mie cup yang ada di atas meja. Segera membawanya pergi menjauh. Mata Ezra terus mengikuti langkah gadis itu hingga menghilang di balik pintu.

Hembusan napas kasar keluar dari bibir Nika setelah meletakkan mie cup di meja depan sofa yang ada di kamar. Baru saja membuka mir dalam cup, tiba-tiba ingatannya memutar kejadian disaad Ezra mengoleskan salep ke atas punggung tangannya. Matanya pun refleks menatap ke arah punggung tangan yang masih memerah.

"Enggak di rumah enggak di sini. Selalu berhadapan dengan manusia kulkas," keluhnya sambil mengaduk mie.

.

Pagi harinya hunian itu sudah terdengar sangat ramai. Nika yang baru saja bangun dan tak langsung mandi hanya mencuci muka keluar dari kamar. Gadis cantik itu sedikit tersentak ketika mata Ezra tertuju padanya. Segera Nika menghampiri Elang yang sudah menyandarkan tubuh di sofa dengan mata terpejam untuk mencari aman. Duduk di samping Elang sambil merangkul lengan remaja tampan. Mata Elang terbuka sebentar. Lalu dipejamkan lagi.

"Jangan ganggu kenapa sih?"

Bukannya menjauh, Nika malah semakin mengeratkan rangkulannya di lengan Elang. Dan itu tak luput dari pandangan Ezra. Apalagi kini Nika sudah meletakkan kepalanya di bahu Elang.

Perintah sang mami membuat Nika mulai menegakkan tubuh. Berjalan gontai menuju dapur untuk mengambil buah yang ada di lemari pendingin. Buah sudah di tangan, pintu kulkas pun baru saja ditutup. Ketika memutar tubuh, kembali dia dikejutkan oleh seseorang sampai tangannya mengusap dada.

"Bisa gak sih--"

"Tangannya gimana?"

Hah?

Refleks Nika menunjukkan tangan yang tersiram kuah mie cup semalam. Lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.

"Oles lagi pakai salep ini biar cepat memudar merahnya." Nika hanya mengangguk.

Tetiba bibirnya melengkungkan senyum melihat punggung kekar yang mulai menjauhinya. Hembusan napas kecil pun dikeluarkan.

"Dingin sih, tapi full act service." Senyum pun semakin lebar.

Makan malam terakhir kedua orang tua Nika di Beijing diadakan di sebuah restoran mewah. Mereka ingin membuat momen indah sebelum berpisah dengan sang putri tercinta.

"Jaga diri baik-baik ya."

Nika mengangguk dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Bohong jika tidak muncul sebuah kesedihan.

"Papi akan ikuti maunya Kamu. Enam bulan lagi baru Papi datang menjenguk."

Sebuah permintaan yang akhirnya dikabulkan. Bukannya Nika tega kepada kedua orang tuanya. Tapi, dia juga harus bisa menjadi anak yang kuat dan membuktikan kepada kedua orang yang dia sayangi jikalau dia bisa hidup di negeri orang dengan mandiri.

Makan malam tersebut sedikit mengandung bawang. Dan Ezra tak diperkenankan masuk karena acara itu khusus untuk keluarga. Tubuh Nika kembali menegang ketika Ezra membukakan pintu penumpang belakang untuknya juga sang mami. Lelaki itu sesekali menatap spion depan untuk memastikan keadaan Nika di belakang. Ketika gadis itu keluar dari restoran matanya terlihat sedikit bengkak.

"Ketika gua kembali ke Jakarta, Nika menjadi tanggung jawab lu sepenuhnya." Ezra mengangguk patuh dengan ujung mata yang kembali melihat ke arah spion depan.

"Anggap Nika seperti keponakan kamu sendiri ya, Zra." Lagi, Ezra mengangguk patuh pada ucapan Aqis.

Rangkulan erat terus Nika lakukan pada lengan Elang. Mereka sudah ada di bandara dan tinggal menunggu waktu keberangkatan. Dan waktunya pun tiba. Nika sudah melambaikan tangan ke arah kedua orang tuanya yang sudah mulai menjauh.

"Kita pulang."

Sebuah kalimat terdengar dari arah belakang. Ezra menganggukkan kepalanya dengan sopan sebagai ajakan untuk meninggalkan tempat tersebut.

Nika tak lantas masuk ke dalam mobil karena pintu penumpang yang dibukakan oleh Ezra bukan pintu belakang. Melainkan pintu depan.

"Bang Rio bilang kalau saya harus memperlakukan kamu seperti keponakan."

Nika manut saja karena sudah tak ada tenaga untuk berdebat. Selama diperjalanan menuju hunian, Nika terus memandang ke arah samping kaca jendela memperhatikan jalanan.

Tak ada sebuah kata, Nika segera menuju kamar. Meninggalkan Ezra yang terus menatap ke arah pintu kamar yang sudah tertutup. Rasa sepi mulai hadir. Belum sampai satu jam ditinggal kedua orang tua, rindu sudah datang.

"This is my choice. Nika pasti bisa!"

Bibir mampu tersenyum, tapi lelehan air mata tak terelakkan. Hingga suara ketukan pintu terdengar. Segera bulir bening yang sudah membasahi pipi dihapus. Turun dari tempat tidur dan membuka pintu kamar di mana Ezra sudah ada di sana dengan membawa segelas minuman.

"Teh susu hangat." Diberikannya minuman tersebut kepada Nika.

"Makasih."

Lelaki itu mulai menjauh dan Nika masih ada di tempatnya. Hembusan napas kasar keluar dari bibirnya. Matanya mulai memandang ke arah teh susu yang baru saja Ezra berikan.

"Cukup perhatian juga Paman tampan ini."

...**** BERSAMBUNG ****...

Kalau enggak seru maaf, ya. 🙏

1
nonaleutik
bahhh kabur ke mana lagi nihh si niknik
wes angel klo udh dalam pengawasan elang kaga bakal bisa nemuin dah ntar si paman🤭
NadiraDira
nikaaaa.....mau kemana....
Salim S
dua orang yg sama-sama saling mencintai tapi sama-sama terluka
Wiwin Winarsih
elang bukan nih yg bawa nika terbang...
Yeni Yeni123.
rasain tuh....ga tegas sih jd cowok , di tinggal deh....
Lusi Hariyani
ternyata nika bs bersikap dewasa
sum mia
laahhh..... Nika beneran pergi . entah seperti apa nanti kecemasan , kepanikan , dan kekecewaan yang Ezra rasakan . barulah dia akan sadar bagaimana perasaan yang sebenarnya pada Nika .
dan .... kira-kira Nika pergi ke mana ya .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Diana Nur
jd melow nih😭😭😭😭😭
Tanti Retno Wati
ah sedih nya
El Dzaky
kok jadi sedih sih/Sob//Sob/
Nurminah
ah meleyot hati ku
Tanti Retno Wati
ya ampun zra kmu ko GK peka banget
Tanti Retno Wati
lanjut
Rahmawati
gimana sih paman jd bingung sm sikapnya
Gaishan Ahzar
dah Nika jangan mau terus bertahan disituasi begini,mending berhenti ngejar c Ezra fokus ma pendidikan za cuekin balik c Ezra...ternyata c Ezra masih gamon ma masa lalunya yg jelas2 dah pernah nyakitin dia/Smug//Smug/
sum mia
sumpah.....aku geregetan banget sama si Ezra . yang terlena dengan masa lalunya . pengen tak getok aja tuh kepalanya biar gegar otak sekalian . nanti setelah Nika menjauh dan pergi baru tau rasa , baru menyesal dia .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
sum mia: di tunggu double up nya kak.....😍😍😍
total 1 replies
Riris
mudah2n kesalahpahaman ini cepat berlalu ya nika😔
Lusi Hariyani
beneran tunangan apa vm sandiwara nich
ria rosiana dewi tyastuti
jangan2 ni akal2an tua bangka bangkotan itu siapa tu.....kakek siapa tu....namanya
Saadah Rangkuti
jadi mewek aku 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!