NovelToon NovelToon
Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Amallia

Anara Putri, gadis delapan belas tahun yang harus mengandung benih lelaki yang merupakan Kakak iparnya, atas kecelakaan di sebuah hotel tanpa kesengajaan. Padahal saat itu Anara baru saja lulus sekolah menengah kejuruan.

Bagi sang ayah, Anara hanyalah anak pembawa sial. Oleh sebab itu, dia begitu di benci oleh keluarganya sendiri. Bahkan, Anara harus menutup rapat identitas ayah dari bayi yang di kandungnya karena tidak mau menyakiti hati sang Kakak.

Lantas, akankah Anara mendapat kebahagiaannya? Bagaimana dengan Anara ketika semua rahasia itu terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.23

Vanesa baru pulang ke rumahnya. Dia langsung ke kamar untuk membersihkan diri.

Andika baru pulang kerja, namun dia tidak melihat istrinya menyambut kedatangannya. Andika melangkahkan kakinya menuju ke kamar. Sesampainya di kamar, dia mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi. Dia bisa memastikan jika itu istrinya.

Tring

Andika mendengar ponsel istrinya berbunyi. Dia melihat ponsel istrinya yang tergeletak di atas meja. Ternyata ada pesan masuk. Namun yang bikin aneh, nama pengirim pesan hanya huruf K.

Siapa ini? Kok Nesa cuma kasih nama K di kontaknya," batin Andika.

Andika membuka pesan itu dan membacanya. Dia bingung, maksud dari pesan itu apa.

~K~

Ternyata yang di dalam lebih enak, dan aku menginginkannya lagi.

Sekiranya itu isi pesan yang di baca oleh Andika.

Terlihat Vanesa yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah. Dia melihat suaminya sedang memegang ponsel miliknya.

"Sayang, sedang apa kamu?" tanya Vanesa.

"Ini habis baca pesan, tapi aneh sekali nih."

"Aneh kenapa?" Vanesa menghampiri suaminya lalu mengambil ponselnya.

Dia terkejut saat membaca pesan dari Kenzo.

Ini kenzo apa-apaan sih, sudah aku bilang jangan kirim pesan sebelum aku yang menghubunginya duluan," batin Vanesa.

Vanesa menaruh ponselnya ke atas meja.

"Itu siapa? kenapa kamu hanya kasih nama kontak dengan inisialnya saja?" tanya Andika.

"Bukan siapa-siapa kok, hanya orang iseng," ucap Vanesa.

"Kalau nomor iseng, kenapa kamu save nomornya?"

"Iseng-iseng save saja kok," ucap Vanesa. Lalu dia menatap wajah suaminya dengan jarak dekat.

Cup

Vanesa mengecup singkat bibir suaminya.

"Kamu cemburu?"

"Tidak kok, hanya bete saja," ucap Andika.

Bruk

Vanesa mendorong suaminya sehingga kini Andika berada di atas kasur. Vanesa merangkat naik di atas suaminya.

"Kamu mau ngapain? itu rambut kamu masih basah loh?" Andika melihat istrinya yang kini sedang berada di atasnya.

"Cuma rambut saja yang basah, yang di bawah belum," ucap Vanesa.

Vanesa membuka resleting celana suaminya dan melepas kain tipis yang menjadi penutup. Lalu dia menyingkap handuknya dan memposisikan dirinya untuk melakukan penyatuan.

Andika hanya pasrah dengan apa yang di lakukan oleh istriya. Vanesa begitu pintar membuatnya puas. Dan itu salah satu yang membuat dia begitu mencintai istrinya.

Dengan begini, Andika tidak mungkin ngambek lagi," batin Vanesa sambil menatap wajah suaminya.

"Aduh," Vanesa merintih merasakan sakit di perutnya.

"Sayang, kamu kenapa?" tanya Andika.

"Perutku sakit," ringis Vanesa.

"Astaga, kamu kan sedang hamil, sayang." Andika menepuk keningnya.

Andika melihat darah yang keluar dari milik istrinya.

"Sayang, kamu pendarahan," Andika langsung beranjak dari tempat tidur. Dia memakai pakaiannya kembali. Lalu dia juga memakaikan pakaian ke tubuh istrinya.

Andika menggendong istrinya dan membawanya ke rumah sakit.

Saat ini keduanya sudah berada di rumah sakit. Ternyata Vanesa keguguran, dan akan di bersihkan karena janinnya masih di dalam dan harus segera di keluarkan.

Andika merasa sedih karena kehilangan calon anaknya. Dia mencoba menguatkan Vanesa yang saat ini sedang menangis.

°°°°

Anara melangkah masuk ke kamarnya. Dia akan beristirahat karena kebetulan sudah malam. Dia mengganti pakaiannya dengan daster rumahan.

Anara naik ke atas tempat tidur dan mulai memejamkan kedua matanya.

Saat ini Anara sudah tidur pulas.

Dia bermimpi jika saat ini dirinya sedang melakukan hubungan. Bahkan dia merasa jika ini begitu nyata. Namun dia susah sekali membuka kedua matanya.

Aldi senang melihat Anara yang masih memejamkan matanya. Dia kembali melakukan aksinya. Namun, dia merasa jika Anara akan terbangun. Aldi langsung turun dari atas kasur dan bersembunyi di bawah

Anara membuka kedua matanya. Dia merasakan sedikit nyeri di bagian bawahnya. Bahkan ****** ******** sudah basah.

Kenapa mimpiku ini seperti nyata?" gumam Anara

Anara turun dari atas ranjang lalu ke kamar mandi untuk membersihkan bagian bawahnya.

Melihat Anara tidak ada di kamar, Aldi buru-buru pergi dari kamar itu.

Untung saja tidak ketahuan," batin Aldi.

Sekarang Aldi bisa tidur dengan nyenyak karena sudah mendapat energi dari Anara.

Anara kembali ke kamarnya. Dia menatap pintu kamarnya yang sedikit terbuka.

Kenapa aku lupa menguncinya," Anara melangkah mendekati pintu kamarnya, lalu menguncinya.

°°°

Pagi ini Aldi sudah rapih dengan pakaian kerjanya.Dia keluar dari kamarnya dan membuka pintu kamar sebelah. Ternyata Anara sudah tidak ada di dalam. Lalu dia melangkahkan kakinya ke lantai bawah. Dia menuju ke ruang makan. Dia melihat Anara sedang menata masakan di atas meja makan.

"Nara, tidak usah repot-repot pakai masak segala," ucap Aldi yang sedang melangkahkan kakinya mendekati Anara.

"Tidak apa-apa, lagian sudah terbiasa masak," ucapnya. "Ayo sarapan!"

"Iya," Aldi menarik kursi lalu duduk disana.

Aldi memasukan nasi dan lauk ke piring kosong yang ada di depannya. Dia mulai memasukan suapan pertamanya.

"Hm, enak sekali, ini beneran kamu yang masak?" tanya Aldi.

"Iya, bagaimana rasanya?"

"Ini enak sekali, nanti setiap hari kamu masakin buat aku yah," pinta Aldi.

"Iya, kalau begitu aku permisi," Anara hendak pergi, namun Aldi menahan tangannya.

"Ada apa?" Anara kembali menoleh ke belakang.

"Mau kemana?" tanya Aldi.

"Aku mau siap-siap, nanti kan berangkat ke cafe."

"Siapa yang mengijinkan kamu pergi?"

"Jadi aku sudah di pecat?"

"Ya bisa di bilang begitu, tugas kamu sekarang hanya mengurusku. Kamu tidak boleh pergi ke cafe lagi. Ingat yah, hanya mengurusku. Jadi kamu disini masak, nyuci pakaian hanya punyaku, kalau mau mengerjakan yang lain sih terserah yang pasti yang berhubungan denganku. Kalau urusan beres-beres rumah itu biar Bibi yang mengerjakan semuanya." ucap Aldi.

"Baik, Pak." ucap Anara.

"Kok masih panggil Pak?"

"Lalu?"

"Mulai sekarang panggil Kak atau Mas," pinta Aldi.

"Baik, Kak." jawab Anara

"Sekarang duduklah! Kita makan bersama," pinta Aldi.

Anara duduk di depan Aldi, lalu dia mulai mengambil nasi dan lauk.

Setelah selesai sarapan, Aldi berpamitan untuk pergi ke cafe. Anara mengantar Aldi hingga ke depan rumah. Dia kembali masuk setelah melihat mobil Aldi meninggalkan gerbang rumah itu.

Baru juga menutup pintu, Anara mendengar ada yang mengetuk pintu rumah.

Siapa yang datang? Apa mungkin Kak Aldi kembali lagi?" batin Anara

Anara membuka pintu itu dan melihat Andika berada disana.

"Ngapain kamu kesini?" tanya Anara ketus.

"Aku hanya mau minta kamu untuk membuat perjanjian denganku," ucap Andika.

"Perjanjian apa?"

"Aku mau anak yang ada di kandungan kamu nantinya di adopsi oleh aku dan Vanesa."

"Apa hakmu? Ini anak aku, dan kamu itu bukan siapa-siapa," Anara membentak Andika.

Ya, walaupun sebenarnya ini anak kamu, tapi aku tidak akan memberikannya kepadamu." ucap Anara dalam hati.

"Plis, ini demi Vanesa. Dia keguguran dan sekarang terlihat tertekan," ucap Andika.

"Kak Nesa keguguran? Dimana dia sekarang?"

"Dia ada di rumah," ucap Andika.

"Kalau begitu aku bersiap mau menengok, Kak Dika pergilah!" Anara mendorong Andika hingga keluar dari rumah itu, lalu dia mengunci pintunya.

Anara akan bersiap dan mengganti pakaiannya. Biar bagaimanapun, Vanesa itu Kakaknya. Walaupun perlakuannya selama ini sangatlah tidak baik.

°°°°

1
Bu Anyi
murahan banget kesan nya gimana sih
Dewi Yuliani
Luar biasa
Romlah Imut
Kecewa
Romlah Imut
Buruk
Atik Bunga
kok kuara bukannya nela ya
Atik Bunga
kayaknya yg ngidam alan deh bukan kiara
Atik Bunga
karmanya andika menimpa anaknya adelia
Atik Bunga
itu pasti kelakuan vanesa
Atik Bunga
mudah2an adiknya adel dan eva otewe nih
Atik Bunga
nara kali bu sinta buka nesa
Atik Bunga
rian bisa2 jadi saingannya andika
awas andika punya saingan 😂😂😂😂😂
Atik Bunga
bu sinta pasti salah paham nih
Atik Bunga
kenapa dih orang sdh sehat kok dibikin meninggal kan kasihan anaranya kok orang nggk ada bahagia2nya
Atik Bunga
apakah aldi pergi utk slamanya meninggalkan anara dan anak2 😭😭😭
Atik Bunga
tetap saja vanesa tidak sadar vahwa selama ini perbuatannya salah
Atik Bunga
aku percaya yg nabrak pasti vanesa
Atik Bunga
gantian den dulu ya adzani anan andika aldi sekarang yg adzani anak aldi andika
Atik Bunga
aku nggk mau kalau sampai aldi meninggal kasian sama anaranya lo
Atik Bunga
kok andika dan sela bukannya sama vanesa ya
Atik Bunga
aku lebih mendukung anara sama aldi saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!