NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:820
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 - Dungeon: Rumah Hantu (3)

Anak itu melihat tengkorak dengan mata berbinar. Tengkorak itu tidak mengecewakan. Matanya melengkung penuh kesenangan.

“Itu kucing hitam.”

“Ebony… dia akan menjadi Ebony. Akhirnya Beary memiliki teman bermain.”

‘….’

Apakah anak itu baru saja memberi nama baru pada Baibai.

Tunggu, bukan itu, apa anak ini akan membawa Baibai bermain dengan monster boneka itu.

Ugh, tapi anak itu sendiri juga monster.

'astaga...'

Clae merasa pusing memikirkannya.

Clae kembali mendengarkan dengan tenang. Dia bisa melihat anak kecil itu memang masalah mengerikan daripada Tengkorak di sebelahnya

“Sayangnya, kucing itu memiliki pemilik.”

“Apa?”

“Ada seorang perempuan datang bersamanya."

Wajah anak itu berubah. Terdistorsi menjadi aneh.

Tengkorak itu melanjutkan, "Kamu tau, tempat ini berisi peraturan untuk memisahkan. Kita beruntung menemukan kucing itu lebih dulu."

"Lalu bagaimana....."

"Bagaimana jika menjadikan wanita itu koleksi? Jadi bukan hanya, eee.... Beary yang punya teman. Kamu juga....”

Wajah anak itu menjadi cerah, namun masih ada keraguan, "tapi...."

"Tenang, wanita itu terlihat sangat lemah."

Clap Clap Clap

"Ahahaha, Paman Tulang pintar. Dimana dia....” Wajahnya terlihat polos. Seperti anak kecil pada umumnya.

Clae juga akan merasa anak itu lucu, kalau bukan karena anak itu menargetkannya!!

“Aku akan mengantarmu.”

Sepertinya Baibai lolos dari incaran. Tapi dia...

Clae tidak bisa menahan merinding. Dia menghela nafas di hatinya.

Gadis kecil itu kuat. Dia sangat kuat hingga sulit diabaikan. Selain itu, anak itu memiliki sifat yang sangat kekanakan. Menghadapinya pasti membuat sakit kepala.

Clae sudah memikirkan beberapa hal.

Skeleton (tengkorak) itu jelas undead, dia tidak bisa menemukan cara menghadapinya. Tapi anak tadi....

Wraith (hantu) yang merasuki boneka.

Clae berpikir, bisakah dia berkomunikasi dengannya. Jika bisa, seharusnya mudah keluar dari tempat ini. Karena dilihat dari manapun, hantu anak-anak itu yang paling kuat. Bahkan skeleton itu berhati-hati padanya.

Hanya saja, bagaimana anak-anak berakhir dalam keadaan itu.

Clae mengerutkan kening penuh kesusahan.

Setelah menemui dua hantu tadi, hanya satu penjaga lagi. Dia mungkin bisa mengetahui tindakan apa yang akan di ambil setelah menemukan penjaga terakhir.

[Mari lanjutkan]

Pinky kembali melompat di atas langit-langit. Clae mengikuti dibelakangnya. Karena dia sedang berfikir, Clae menjawab Pinky ala kadarnya.

“Oh…”

[Apa kamu takut?]

“Hm? Kurasa.”

[Di sini, kamu tidak hanya menyelesaikan teka-teki. Atau mengusir hantu....]

"Aku tau."

[Kamu tau?]

"Ya, selamatkan teman, mungkin mengalahkan penjaga atau menghindari mereka. Tebak saja."

Bukan berarti dia tidak pernah melakukannya.

[...]

"Ada apa?"

[Tidak, kamu aneh... Aku rasa, kalau itu kamu... kamu bisa menyelamatkan tempat ini.]

Clae mengerutkan kening bingung. Pinky ini tidak mengatakan kalimat terakhir dengan keras, "kamu bilang apa?"

Namun Pinky tidak menanggapi. Pinky berhenti dan melompat-lompat.

Clae memiringkan kepala dengan aneh. Namun Clae tidak bisa bertanya ketika Pinky tiba-tiba menembus langit-langit turun.

KRRREK

Pintu ventilasi yang mengarah ke ruangan dibawahnya terbuka dengan suara pelan. Clae kemudian mengikuti Pinky untuk turun dengan cepat.

Ini adalah kamar anak-anak. Clae bisa melihat Baibai meringkuk dengan nyaman di sofa.

“Baibai?”

“Meow, akhirnya kamu disini.”

Baibai membuka salah satu matanya. Setelah menemukan Clae berdiri tidak jauh darinya. Dia segera berdiri.

Namun sepertinya sadar tindakannya terlalu bersemangat, dia tidak segera melompat ke Clae. Dia melakukan peregangan kucing singkat sebelum berjalan dengan anggun ke arah Clae.

Tapi dia berhenti dua langkah jauhnya. Hidungnya yang merah muda bergerak mengendus.

“Siapa yang kamu temui, meow. Aroma kematian ini sangat buruk.”

Clae berkedip singkat, “Siapa? Bos tempat ini, mungkin?”

Baibai meliat Clae dengan takjub.

“Kamu, meow~ apakah kamu pembuat masalah di tempat tinggal mu.”

“Hei, jangan kasar. Aku bukan pembuat masalah.”

‘Yah, sepertinya memang begitu... bagaimanapun aku penjahat.’

Namun Baibai menunduk bingung. Ingatannya tentang lantai 7 tidak memiliki Boss yang begitu kuat.

Hanya saja Baibai segera mengabaikannya ketika melihat Clae yang memiliki suara semakin pelan setelah akhir kalimat.

Baibai tidak tau mengapa, tapi dia mendekati Clae dan naik ke tangannya.

“Tenanglah, meow. Kamu manusia baik. Meskipun kamu lemah, kamu lemah tapi baik, Meow~.”

Clae yang tiba-tiba diberi kartu orang baik tidak bisa merespon.

Dia dengan tenang menghindari tatapan Baibai. Clae kemudian menjelaskan banyak hal kepada Baibai.

Baibai semakin bingung

“Tapi... Bos lantai tujuh, seharusnya sebuah Lich, meow."

"Eh?"

"Dan ksatria itu, meow~. Sepertinya dia yang membawa ku kesini.”

Ketika Baibai membuka mata, dia ada di ruangan sesak dan penuh debu. Dia hampir menggunakan sihir untuk keluar dari sana, namun dia bertemu dengan seorang ksatria dengan baju besi tanpa helm di kepalanya.

Ksatria itu juga tidak memiliki kepala. Kepalanya digantikan bara api menyala

Baibai juga melihat jika ada kerangka kuda yang berdiri dan diselimuti api di luar ruangannya. Baibai juga sesekali mendengar suara lengkingan kuda.

Tapi memikirkan bos lantai 7 seorang Lich, Baibai merasa tidak aneh melihat Dullahan.

Sebagai kucing hitam, Baibai memiliki indra yang lebih tajam dari manusia dan hewan lain. Awalnya dia akan bertarung. Namun kemudian kesatria itu dengan malu-malu mengajaknya ke tempat lain.

Baibai aneh sesaat. Namun dia mengikuti Dullahan tanpa menurunkan kewaspadaannya.

Mereka sempat bertemu dengan tengkorak yang dikatakan Clae. Ksatria itu menyembunyikannya ke baju besi kosong sebelum bicara dengan tengkorak.

Berbeda dengan bahasa malu-malu yang dikatakan Kesatria saat pertama bertemu Baibai. Kesatria itu tampak tegas dan kuat di depan tengkorak.

Ksatria hitam, dengan Baibai didalamnya memiliki percakapan seperti ini.

“Burnout, apa kau melihat kucing hitam yang datang.”

“Apakah ada tamu? Aku tidak tau.”

“Sial, aku harus menggunakannya untuk mengendalikan Kiesha. Kemana dia menghilang. Kukira kita membiusnya dengan kuat.”

Kesatria hitam tidak menanggapi. Tengkorak, dengan perasaan genting kemudian pergi. Dia tidak lupa meninggalkan kalimat.

“Jika kau menemukannya. Jangan lupa memberikannya padaku.”

“Oh.”

Kesatria hitam juga pergi saat itu. Kemudian dia meletakkan Baibai di kamar ini.

Burnout mengatakan sesuatu sebelum pergi.

"Ini tempat teraman. Seharusnya nona muda tidak akan pernah kemari. Temanmu akan segera datang."

Pinky yang dari tadi mendengarkan disamping tiba-tiba mendekati Baibai.

[Benarkah? Benarkah Burnout menyelamatkanmu?]

“Meow!!”

Baibai yang terkejut melompat ke kepala Clae. Clae tiba-tiba memiliki perasaan tidak berdaya.

Baibai kuat, dia sangat kuat, lebih kuat dari Irene dan orang lain yang diketahui Clae. Namun Baibai juga terkadang tidak bisa diandalkan.

Clae dengan pasrah mengangkat tangannya, mengambil Baibai dari wajahnya dan menggendongnya. Dia menepuk punggung kucing itu lembut.

Clae merasa dia perlu menggunakan dirinya sendiri daripada bergantung pada orang lain.

"Hei, kamu tau sesuatu, kan."

Boneka kelinci itu terlihat bergetar

[A-aku.. aku.. aku]

Clae memandang sekeliling, lalu alisnya terangkat.

Tadinya dia pikir ini kamar gadis kecil sebelumnya. Tapi bukan...

Kamar ini terlihat milik seorang gadis yang lebih dewasa dari gadis yang di temui Clae tadi.

Clae memindai seluruh ruangan dengan cepat. Sebelum dia bergerak disekitar ruangan. Dia menurunkan Baibai ke depan Pinky. Clae juga melirik Baibai. Petualangan di lantai 10 membuat mereka memiliki bahasa yang sama. Arti matanya jelas, temukan informasi dari Pinky.

Kemudian, pinky dan Baibai melakukan kontak mata. Baibai berusaha mengambil informasi dari Pinky seperti maksud Clae.

Sementara Clae, dia menemukan secarik kertas di laci dekat tempat tidur.

1
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!