JUARA 3 LOMBA YOU ARE A WRITER SEASON 6, KATEGORI PRIA✨
"Aku berjanji tidak akan melakukan hubungan sebelum pernikahan, Mah. Jika aku melanggar maka aku siap untuk menikah!"
Melvin putra Atmadja, seorang remaja tingkat akhir di universitas Gunadarma yang terikat janji pada ibunya sebagai jaminan penolakan perjodohan yang dilakukan kedua orangtuanya.
Perjodohan yang dibuat orang tuanya ia tolak begitu saja dengan alasan masih belum siap untuk menikah, kedua orangtuanya menyetujui dengan syarat bahwa Melvin tak akan melakukan hubungan di luar batas sebelum pernikahan, apabila berani melanggar maka ia harus siap menikahi gadis yang di tidurinya.
Akan tetapi jebakan yang teman-temannya berikan justru membuat Melvin harus melanggar janji nya sendiri, dan terpaksa menikahinya sesuai janji yang telah diucapkannya.
Pernikahan yang di lakukan secara paksa membuat sosok Melvin tak pernah menghargai apalagi mencintai gadis yang telah menjadi istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diamnya Melvin
Sepulang dari kampus Kanaya memutuskan untuk main ke rumah sang kakak, sekantong buah-buahan ia bawa untuk diberikan kepada Nadia sekedar bawaaan saja.
Kanaya mengetuk pintu rumah yang menjadi saksi hidup nya bersama Nadia, rumah yang sampai kapanpun tak akan ia lupakan.
"Assalamualaikum, Kak Nadia??" salam Kanaya sambil terus mengetuk pintu.
Tak lama terdengar suara kunci yang diputar, Kanaya tersenyum saat melihat Nadia keluar sambil melipat tangan di dadanya.
"Siang Kakak ku yang Cantik." Sapa Naya dengan senyuman lebar menghiasi wajahnya.
"Hmmm, bagus sekarang lupa ya sama Kakaknya," sindir Nadia seraya masuk ke dalam rumah.
Kanaya segera menyusul langkah Nadia, ia menyamai langkah kakaknya itu dan memberikan buah yang dibawanya.
"Apa nih, makasih loh!" ujar Nadia girang seraya melihat isi kantong yang dibawa Kanaya.
Kanaya mengangguk, ia berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air minum lalu membawanya ke ruang tamu kembali. Kanaya duduk disebelah Nadia yang asik menonton televisi.
"KKak gimana, udah dapat kerjaan?" tanya Kanaya melirik sang Kakak.
"Hmm … Belum Nay, ternyata gak segampang itu." Jawab Nadia sedih.
Kanaya mengusap punggung Nadia, ia ini merasakan kesedihan yang Nadia alami, berharap lulus langsung kerja enak justru sulit.
"Sabar ya Kak, aku yakin Kakak pasti akan dapat pekerjaan secepatnya." Tutur Kanaya mendapat balasan anggukan kepala dari Nadia.
Ketika sedang lanjut berbincang, Nadia mengerutkan keningnya saat melihat bercak kemerahan di beberapa titik leher adiknya, ia yang tidak polos tentu mengerti apa itu. Namun yang Nadia khawatirkan adalah Melvin hanya memanfaatkan tubuh adiknya dengan alibi 'suami istri'.
"Nay, gue boleh tanya?" tanya Nadia pelan.
"Tentu saja Kak, katakan." Jawab Kanaya lalu kembali meneguk sisa minumannya.
"Lo bahagia nikah sama Melvin, dia nyakitin lo apa enggak?" tanya Nadia serius.
Kanaya terdiam sesaat, ia bingung harus menjawab pertanyaan Nadia dengan apa karena nyatanya ia sendiri tak tahu. Sifat Melvin selalu berubah-ubah, terkadang baik dan sebaliknya, karena itulah ia belum memiliki jawaban yang pasti.
Lamunan Kanaya buyar saat merasakan tangannya di genggam oleh Nadia, ia menatap kakaknya dengan dalam.
"Bilang Nay, dia nyakitin lo atau enggak?" tanya Nadia mengulangi.
Kanaya tersenyum, ia lantas menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Enggak kok Kak, Kak Melvin baik sama aku dan bayi dalam kandungan aku." Jawab Kanaya meski dibumbui dengan dusta.
"Lo gak bohongin gue, 'kan?" tanya Nadia yang dijawab gelengan kepala oleh Kanaya.
Nadia cukup lega mendengar jawaban Kanaya, ia berdoa semoga apa yang Kanaya katakan itu jujur.
"Ya udah Kak, hari makin sore dan aku takut Melvin udah pulang, jadi aku pulang ya Kak." Ucap Kanaya melirik jam di pergelangan tangannya.
"Lo tadi ngampus?" tanya Nadia ikut bangun dari duduknya.
"Iya Kak, kebetulan abis pulang langsung kesini." Jawab Kanaya mengangukkan kepalanya.
"Oh ya udah deh, makasih untuk buahnya ya." Ujar Nadia lalu memeluk tubuh adiknya.
"Bilang sama gue kalo Melvin jahat." Bisik Nadia membuat Kanaya terkekeh tetapi tetap menganggukkan kepalanya.
***
Kanaya pulang disambut oleh Mami Yuli yang sedang menunggu Papi Heryawan dan Melvin pulang, Kanaya bersyukur karena dirinya pulang lebih dulu sebelum suaminya, jika tidak mungkin ia akan kena marah lagi dari Melvin.
Tak beberapa lama orang yang di tunggu akhirnya datang, Papi Heryawan dan Melvin pulang bersamaan, Kanaya tersenyum saat melihat Melvin tetapi pria itu diam saja.
"Pi, aku lelah. Aku langsung ke kamar saja, 'ya?" ucap Melvin langsung pergi setelah izin.
"Iya Nak, pergilah!" balas Mami Yuli mengangguk.
Kanaya yang melihat suaminya pergi ke kamar, lantas buru-buru menyusul, ia bingung melihat suaminya yang tampak begitu sedih bercampur lelah dan emosi.
"Kak, ada apa?" tanya Kanaya seraya menutup pintu kamar Melvin.
"Gak, aku tidak apa-apa. Tolong siapkan pakaian ku," jawab Melvin seraya memijat pelipisnya.
Kanaya tak percaya, meski seharusnya ia tak peduli tetapi tetap saja ia tak bisa diam melihat Melvin yang tampak murung.
"Kamu yakin, gak mau cerita aja?" tanya Kanaya seraya mengusap bahu Melvin pelan.
Melvin mengangkat wajahnya, ia menatap Kanaya dalam, melihat wajah wanita cantik yang selalu ia sakiti, tetapi juga selalu mau melayaninya baik lahir maupun batin.
"Gak ada yang harus diceritain, lebih baik siapkan pakaian untukku saja." Jawab Melvin mengalihkan pandangannya.
"Iya baiklah." Timpal Kanaya lalu beranjak dari tempatnya untuk menyiapkan pakaian suaminya.
Kanaya meletakkan baju yang ia ambil di pinggir ranjang, akan tetapi Melvin masih diam bukannya beranjak dari tempatnya dan mandi.
"Apa kamu masih mual, mau aku buatkan sesuatu?" tawar Kanaya pelan.
"Aku ingin makan di luar, jadi bersiaplah." Jawab Melvin lalu segera masuk ke dalam kamar mandi.
Kanaya mengerutkan keningnya, ia hanya mengangkat bahu tanpa tahu alasan diamnya Melvin, lebih baik ia bersiap untuk menemani Melvin makan malam daripada pria itu marah lagi padanya.
MELVIN KENAPA HAYOO????
BERSAMBUNG................................