Berawal dari kisah seorang gadis bernama Khanza alesha yg berperan sebagai Kakak perempuan dari anak lelaki bernama Zizi Bilqis.
perjuangan sang kakak untuk memberikan kehidupan bagi sang adik dengan kegigihannya.
ikuti saja kisah mereka selanjutnya, dengan terus dukung karya author AiiWa selalu 🙏❤️
tentunya, like, komen, jadikan novel favorit kamu😁 stay tuned 👈
❤️ saranghae ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seluk Beluk Keluarga Austin
🍁🍁🍁
Rumah elit keluarga Austin.
Masih dalam kondisi di mana Alsha terbengong saat berada di dalam kamar tamu yang memang sudah tersedia lengkap berbagai fasilitas, dengan sikap santai yang terlontar dari mulut Nathan, ia masih tidak menduga kalau dirinya berada di rumah seorang lelaki bahkan tak pernah sedikitpun saling bertegur sapa ketika di sekolah.
Lamunan panjang Alsha membuat Nathan menatap penuh pada dirinya yang sedang berdiri di sebelah sang kakek.
Kakek Nathan bernama Panji Faldo kini usianya sekitar 60 tahun, namun tidak banyak yang mengetahui namanya pada awalnya sang kakek merasa dirinya di campakkan oleh keluarganya sendiri padahal Nathan sudah berkali-kali mencari namun tak dapat juga di temukan.
Kakek Panji kehilangan penglihatan karena peristiwa silam yang menimpa dirinya, dia di siram air keras oleh seorang pelayan wanita restoran yang hendak mengaku atas dalang di balik itu semua. Pelayan itu malah menerima mendekam di balik jeruji besi demi menyembunyikan orang yang telah membayarnya itu ia sudah mengaku menerima suapan uang 10 juta supaya bisa membunuh kakek Panji.
Yeap, kakek Panji berhasil selamat dari peristiwa na'as itu walaupun mata kakek Panji buta karena air keras yang sudah melukai kornea matanya.
Kakek Panji terkenal memiliki banyak saham di perusahaan yang sedang bekerja sama dengan perusahaan mereka, sedari muda dulu kakek Panji seorang model papan atas yang tidak punya saingan sama sekali dan totalitas dirinya menjadi model tidak bisa di pungkiri lagi. Style yang tak pernah mati itu selalu dia desain sendiri hingga memiliki kharismatik tersendiri.
Namun sekarang tidak ada lagi kesempatan bagi dirinya untuk melanjutkan titelnya itu bahkan ia menyerahkan semua aset pada anak lelakinya, alias papa Nathan yang sekarang berperan pemegang saham terbesar di kota Bandung.
Harta mereka turun temurun tidak akan pernah ada habisnya sampai cucu dan cicit yang akan mereka dapatkan apalagi sang mama sedang berperan dalam ahli kecantikan dan kosmetik yqng dia buat sendiri dengan segala macam bahan dari tumbuhan, bahkan adapula krim wajah yang bisa untuk di makan karena memiliki kandungan buah di dalamnya. Sungguh keluarga yqng memiliki peran penting dalam pandangan masyarakat sekitar.
Ketika itu kakek Panji kabur dari rumah karena dirinya merasa tidak berguna dan di campakkan, padahal itu hanyalah perasaanya saja memang benar adanya bahwa kakek Panji hanya di urus pelayan saja di karenakan anak dan menantunya sedang sibuk dalam pekerjaan yang mereka lakoni masing-masing, Nathan lah yang selalu menemani sang kakek saat dirinya tidak ada tambahan belajar di kelas, ia selalu menghibur sang kakek ketika dirinya memiliki waktu luang bahkan dia juga mengajak sang kakek berjalan menghirup udara luar rumah.
Hingga saat sang kakek kabur dari rumah membawa tongkat pemberian anaknya itu Nathan teramat sedih karena orang yang selalu ada di dekatnya tidak ada di rumah, kedua orangtuanya terlalu sibuk dan hanya melapor pada polisi tanpa ikut mencari, kalau hanya mengandalkan polisi mungkin sampai sekarang Nathan tidak akan bisa bertemu kakeknya kembali.
.
.
.
Jarum jam menunjukkan pukul 7 malam pas membuat Alsha tersadar sejenak ketika dirinya harus pulang ke rumah bunda Hayati.
"Nak apa kamu mau makan bersama dengan kami?" tanya kakek Panji seketika membuka suara saat suasana hening melanda.
"Ah ti- tidak kek... Alsha lebih baik pulang saja mungkin bunda sudah menunggu Alsha di rumah dengan cemas," tutur Alsha melirik Nathan yang terus menatap dirinya dari jauh.
"Nathan apa kau keberatan kalau Alsha makan di rumah kita?" tanya kakek Panji pula membuyarkan lamunan cucunya yang dingin itu.
"Hmm kamu mandilah dulu karena baju mu terasa bau kedua cecunguk itu!" celetuk Nathan sesaat bangkit dari sofanya.
"Oh ya kamar mandi ada di sebelah sana, aku akan membeli baju baru untuk mu," lanjutnya lagi dengan menoleh terlihat begitu santai.
"Terimakasih sekali lagi atas kebaikan kalian pada saya," imbuh Alsha bernada rendah.
"Setelah kita selesai makan kakek akan menemani kamu untuk pulang kerumah," turut kakek Panji mencoba meraih kepala Alsha sehingga Alsha memberikan kepalanya itu.
Kakek Panji memberikan kasih sayang begitu hangatnya kepada Alsha membuat Nathan terkejut sesaat mungkin saja karena kebaikan Alsha yang membuat kakeknya seperti itu, begitulah fikir Nathan.
"Hm kami keluar dulu kamu bersihkan lah dirimu," ucap Nathan memegangi kakeknya untuk berjalan keluar dari kamar.
Sementara itu Alsha melirik ke duanya seperti tidak menduga bahwa dirinya di perlakukan dengan baik di rumah itu.
..........
Bagaimana Nasib Alsha setelah mengenal keluarga tajir ini? yuk, tetap ikuti kisah 'Aku, Khanza' ❤️❤️ jangan sampai ketinggalan cerita seru lainnya.
^^^To be continued^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
hus² sana bubuk aja lu..🚶♀️