Kara Sudibyo bersahabat dengan Angel yang selalu ingin apa yang di miliki Kara, Siapa Angel?, Angel anak dari cinta pertama Orang tua Ibu gadis yang memiliki wajah cantik tubuh menjulang tinggi.
Adrian sahabat kecil Kara terbilang cinta monyet anak kecil tapi kepindahan Adrian ke negeri lain membuat Adrian lupa akan wajah Kara dan tertipu daya oleh Angel.
Yuk simak kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
Saat mimpi berubah menjadi milik orang lain, saat ini aku bersama pria yang pernah ada dalam mimpi ku yang pernah membuat ku merasa sangat kecewa karena pernah tidak percaya pada ku.
Kara melangkah mendekati aquarium yang berukuran besar.
Wow! keren, ikan arwana. gerutu Kara
"Iya masa ikan Lele" saut Adrian dari balik punggung Kara.
"Nggak lucu" jawab Kara
Kemudian Adrian menghantar Kara pulang, melihat kedai martabak mobil Adrian menepi di sebuah Kedai Martabak sepesial Asli bangka.
"Kenapa berhenti?" tanya Kara.
"Kamu tunggu disini ya aku membeli Martabak"
"Ikut.." kata Kara.
Adrian keluar dari mobil di susul oleh Kara, suasana kedai sangat lah ramai pengunjung salah satunya Angel, saat melihat Adrian masuk kedai baru saja akan menghampiri Adrian seketika Angel mengurung kan niatnya saat melihat Kara mendorong pintu masuk, Angel segera menyembunyikan wajahnya.
Perempuan itu sudah merebut posisiku disisi Adrian!, semua mimpiku sirna sudah. Lagi-lagi dia selalu saja buat ku tidak bisa lagi bersama orang yang aku sayangi.
Setelah pesanan selesai Adrian mengandeng tangan Kara kembali ke mobil menuju kediaman Kara.
Di sisi lain Angel yang sedang berkecamuk dalam api cemburu melihat kedekatan Kara dengan Adrian, dia segera meraih tasnya dan mengikuti perjalanan Adrian dan Kara.
"Sial! kehilangan jejak, apa mungkin Adrian menghantar Kara, aku pastikan perlahan gue akan menghancurkan hubungan lu, dengan Adrian, takan pernah biarkan kamu bahagia" gerutu nya Angel.
Begitu besar rasa penasaran Angel dia mengikuti sampai kediaman Kara, Alhasil mobil Adrian berada di halaman rumah kara, tidak Lama munculnya Astuti membawa nampan berisi kopi untuk pak Ompong.
Ibu, kenapa ibu ada di rumah Kara?, gerutu Angel, sebaiknya gue segera pergi dari sini sebelum ada yang mengenaliku
Dia menancap gas melesat jauh. Lagi-lagi ibu buat gue marah selalu saja Kara di nomor satukan sedang kan gue anak kandungnya selalu saja di salahkan, sekecil apapun kesalahan gue, ibu selalu membesar-besarkan sedangkan Kara, ibu selalu anggap benar, gue seharusnya yang ibu bela buka Kara, sekarang ibu tinggal bersama Kara, tak pernah kah ibu mencari aku, Aaaaaaaaahk. TERIAK Angel memukul setir Mobil.
Tinnnnn!!!!
"Sabar!" Teriak Angel kembali menginjak gas melajukan perjalanan nya.
Sayangnya Astuti tidak melihat keberadaan Angel, Angel tidak tahu kalau Astuti pun terpaksa harus pergi dari rumahnya sendiri demi melunasi hutang-hutangnya almarhum suaminya, sekarang Astuti hidup bergantung kepada keluarga Kara, seandainya Astuti tidak bekerja di kediaman keluarga Jaenal dia entah harus kemana, putri satu-satunya harapan Astuti pun meninggalkan nya seorang diri, Tanpa tahu keadaan orang tuanya, tapi sedikit pun Astuti tidak pernah mengeluh karena pikirnya usia dia sudah tua dia hanya mengabdikan dirinya dengan keluarga Jaenal.
Suatu ketika Astuti jatuh sakit. Kara merawat nya dengan baik satu minggu ke depan Kara akan melangsungkan pernikahan tentunya sangat repot dan Kara meminta mengundurkan pernikahannya tapi di tolak oleh Jaenal pikirnya moments yang di tunggu-tunggu oleh Jaenal dan para kerabat.
"Bapak tidak ingin mengundurkan pernikahan mu, kalau alasannya bu, Astuti biar kan dia istirahat dan banyak orang yang kan menjaga nya" ujar Jaenal
"Tapi pak, Kara kasihan"
"Bapak tidak ingin di Bantah" Ujar Jaenal berlalu pergi meninggalkan Kara di sofa ruangan tamu.
Bu Kara akan menikah apa ibu tidak ingin menyaksikan pernikahan ku, Ibu, dimana maafkan Kara bu, aku pernah mengusir ibu dari rumah sakit.
Semua orang di rumah mengkhawatirkan Rodiah mencari tahu keberadaan nya, di sisi lain Rodiah tinggal di rumah tak kalah mewahnya dengan Jaenal, di dalam rumah itu ada seorang pria paruh baya yang sedang terbaring di kamar dengan keadaan lumpuh seluruh anggota badan nya. Rodiah begitu telaten merawat pria itu, Rodiah memiliki banyak harapan untuk dia kembali seperti dulu, besarnya cinta Rodiah dengan Jaenal mengalahkan besar nya cinta Rodiah dengan pria yang berbaring di ranjang bertahun-tahun lamanya, Rodiah begitu sabar merawatnya.
Pada sampai hari Akad Rodiah tidak datang ke acara pernikahan Kara putri tunggal nya, acara berlangsung meriah di hadiri para dari kerabat dan juga para sahabat dan rekan kerja Jaenal dan Beni.
Kesedihan Kara semakin terpancar aura kerinduan orang tuanya seharusnya Rodiah mendampingi putrinya di pelaminan.
Pernikahan yang tidak aku ingin kan seperti ini seharusnya hari ini aku bahagia pernikahan dambaan setiap insan, tapi tidak pernikahan seperti ini yang aku mau.
"Kara hapus air matamu, bapak ingin melihat kamu bahagia nak"
Kara segera menarik tangannya dan menghapus air matanya yang menetes di pipinya.
Saat usiaku masih belasan tahun bahkan mungkin dari aku masih kecil, ibu memang menyayangi ku, sangat menyayangiku tapi setiap mainan yang ku punya saat Angel menginginkan nya ibu merampas semua mainku dari tangan ku, lalu memberikan ke Angel, dan sekarang saat aku menikah pun ibu tidak ada di sisiku. Dada terasa sesak Kara menarik nafas panjangnya agar dia bisa menahan air matanya agar tidak jatoh dari pipinya.
"Kara apa kamu baik-baik saja" Ucap Leo berbisik
"Ya aku baik-baik saja."
Seandainya ibu ada di sini mungkin aku sedikit bahagia dengan kehadiran ke dua orang tuaku, apa mungkin pernikahan ku akan bahagia ke depannya, sedang kan aku menikah dengan pria yang pernah membuat ku di titik kelemahan yang buat aku tak berdaya menahan sakit yang dia tuduh kan, nama ku hancur malu tak terkira saat orang menghujat ku menjadi istri simpanan Om..Om.., sampai-sampai aku tidak berani lagi menampakkan di depan umum, cibiran demi cibiran aku terima dari semua kolom komentar, apakah kamu mampu mengembalikan hatiku seperti dulu.
"Seperti nya kamu tidak bahagia dengan pernikahan ini?" Ucap Adrian berbisik.
"Aku bahagia hanya saja, aku sedang memikirkan ibu" Jawab Kara walaupun kenyataannya tidak sepenuhnya seperti yang di ucapannya.
aku tahu Kara kamu belum bisa memaafkan aku sepenuhnya, tapi aku yakin akan menjadi suami yang baik untuk kamu. gumam dalam hatinya.
Hingga menjelang acara selesai dan kembali ke Hotel yang sudah di rancang sedemikian rupa, malam itu Kara tidur sampai pagi, malam pertama menjadi malam yang dingin bagi Adrian Kara, yang tertidur dengan lelap tanpa menoleh ke Adrian yang berbaring di sampingnya.
Adrian mengerutkan dahinya seperti nya malam ini bukanlah malam yang tepat bagi Adrian untuk melakukan hak nya sebagai suami.
Hingga menjelang pagi Kara menggerakkan tubuhnya saat membuka mata disisinya ada seorang pria.
Aaaaaaaaahk!!! Teriak Kara.
"Hai...Hai.., kamu kenapa?" tanya Adrian menatap wajah Kara.
"Kamu ngapain mas disini?"
"Hai...!, hello aku ini suamimu, kenapa mesti kaget?"
Astaga aku lupa kalau tadi malam aku baru saja menikah dengan pria menyebalkan ini.
"Iya maaf..., kalau gitu aku mandi duluan"
"Hemm" tanpa menjawab.
Adrian pun menatap Kara melangkah pergi ke dalam kamar mandi, saat dia mengikuti ke dalam kamar mandi, dengan cepat Kara menutup pintunya.
"Sial! Kara buka dong aku juga belum mandi kita bareng ya, aku buru-buru nih" Kata Adrian.
"Nanti aja tunggu aku selesai" Teriak Kara dari dalam.
Apaan punya istri tidak boleh masuk. gerutu Adrian kemudian dia kembali ke atas ranjang merebahkan tubuhnya.
Haha .. dia lupa tuh pakaiannya. gerutu Adrian tertawa.
Selesai mandi Kara sadar akan pakaiannya yang masih di dalam koper.
Ah...!, pakaianku" Kara menepuk dahinya, mana bisa aku kenakan pakaian kebaya ku, huf.
Bingung.
"Mas..., Adrian tolong ambilkan pakaian ku." Teriak lagi Kara.
Adrian mendengar namun ia seolah-olah tidak mendengar teriakkan Kara.
Kara membuka pintunya sedikit melihat Adrian berbaring.
Yah! dia tidur, keluar nggak ya.., bagaimana kalau dia melihat tubuh ku, Kara yang masih dalam kebingungan dia pun melilitkan handuk nya, tubuh putih mulus Kara terekspos oleh mata jahil Adrian Kara melangkah pelan-pelan agar tak di dengar oleh Adrian.
Wow...! Hahhaa. Adrian yang membuat Kara terkaget Handuk yang di lilitan tubuhnya pun melorot ke bawah.
Aaaaaaaaahk!!! Kara pun teriak histeris.
Tubuh putih mulus itu terangkat oleh kedua tangan Adrian ke dalam kasur berukuran king size.
Adrian yang sedari tadi menelan ludah melihat tubuh mulus sang istri, dia memakan hingga buas, meskipun mahkota Kara belum sepenuhnya Adrian mengambil
"Mas..., kamu tega melakukan ini semua sama aku?" Kata Kara.
"Kamu istriku saya berhak atas miliki kamu" Jelas Adrian.
"Tapi kan aku belum siap Mas." Kata Kara.
"Aku mau mandi dulu, habis ini kita makan" Katanya Adrian.
Disisi lain Kara masih belum terima atas semua yang di perbuat oleh Adrian pria yang membuat nya kecewa.
...----------------...
Terimakasih 🙏 kurang lebihnya silahkan komentar kolom di bawah ini
🤔🤔🤔🤔🤔🤔
biar halall.. Bt apa pun....🤭🤭🤭
Waduhhhhada berapa cewek yg km tiduri Aldy....🤔🤔 wahhh jd banyak pegalaman km y.....
untung y murni menerima km apa aday..... semoga dg ini km.. berubah ...
semangat kara jangan biarkan angel mengusikmu lagi tunjukkan padanya kara bukan wanita yang lemah