Indira, gadis muda keturunan Tionghoa dan Indonesia. dia sudah dari kecil ikut dengan sang ibu, karena ayahnya sudah meninggal
Indira, melanjutkan perusahaan otomotif milik sang Ayah, tapi saat dia akan kembali ke Indonesia. dia mengalami kecelakaan pesawat...
Penasaran dengan cerita nya Yuk ikuti terus Cerita ini. akan banyak menguras tenaga dan emosi, siapkan kata-kata yang indah saat Indira Gandhi masuk ketubuh perempuan muda yang ditinggal oleh orang tua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Thirty-two
Semua orang menatap arah pintu dan melihat orang yang baru tiba. di sana senyum manis dan gigi putih membuat semua orang yang sedang duduk saling tatap
"Ada apa mei mei? bukan jie jie sedang memberimu hukuman, kenapa kemari?" tanya Xiao Lin
"Itu anu jie jie... Atu mau tacih buah ini caja tot, nanti Atu langcung tembali te tediaman Tu" ucap Xiao Xie. sambil meletakkan buah delima yang baru dia panen, tadinya Xiao Xie mau mengajak bibi Juli untuk membuat cemilan dari delima. tapi dia melupakan hukuman yang di berikan oleh jie jie nya
Setelah meletakkan itu Xiao Xie pun berlari begitu kencang, dia takut jie jie nya marah lagi pada dia
"Hampil caja Atu teltena macalah lagi... tamu juga tati tenapa tidat mau diam, halucnya tamu diam dulu celama hutuman dali jie jie celecai" ucap Xiao Xie sambil menyalahkan kakinya itu
Para pelayan dan prajurit yang mendengar omelan tuan putri bungsu mereka hanya menunduk menahan tawa mereka
"Cudahlah... ayo tita tembali dulu, tita celecaitan ulucan tita" gumam nya sambil berjalan. Tidak lupa dia pun menggoyangkan pinggulnya sambil berjalan
"Atu anat cehat.... tubuh Tu tuat, teluc apa lagi ya Atu lupa? oya... talna minum cucu capi, capi nya begini capinya begitu... hooo hoo" nyanyi Xiao Xie
"Dari mana kamu bantet?" tanya Xiao Nam. Xiao Xie melirik kesal kearah Gegenya itu
"Bantet-bantet.... atu tuh butan bantet Gege" ucap kesal Xiao Xie
"Lalu apa?" tanya Xiao Nam sambil menggoda sang adik
"Huuu... atu tuh hanya tumbuh tecamping caja tot, tata jie jie juga. atu macih butuh peltumbuhan loh ya" ucap Xiao Xie
"Iya kamu kaya tanaman itu... tubuhnya bukan ke atas tapi kesamping" ucap Xiao Nam. sambil berlari menjauhi sang adik, apa lagi dia tadi menunjuk pohon bonsai yang tumbuh kesamping bukan keatas
"Huwaaaaaa.... hiks... Jie jie... Gege meledet atu cepelti pohon boncai itu" teriak Xiao Xie. dan melihat kearah tempat Gegenya berdiri disana, saat melihat ternyata Xiao Nam sudah kabur
"Issss... dia tabul? awac atu buat Gege tentut teluc nanti" ucap Xiao Xie sambil pergi dari sana dan dia pun segera mengerjakan tugas yang Xiao Lin berikan
...----------------...
Xiao Nam yang berlari tak melihat tubuh kecil yang dia tabrak
BUG
"Aduh.... kamu ngapain sih lari-lari? kaya di kejar hantu saja" ucap suara membuat Xiao Nam melihat ke arah gadis kecil yang dia tabrak
"Laginya kamu ngapain berdiri di tengah jalan? kamu kira, kamu itu patung pajangan yang suka ngalangin orang apa" ucap Xiao Nam. dia tak suka dengan gadis kecil yang terlihat seperti uler milik adik ya
"Putri ini mau mencari kediaman pangeran Nam, putri ini gadis yang di anggap cocok dengan beliau" ucap nya dengan tak tahu malu. Xiao Nam menaikkan alisnya
Xiao Nam melihat dari atas sampai ke bawah, dia seolah menilai kecocokan dari mana gadis ini miliki
"Apa yang dilihat dari mu? dan siapa yang bicara kalau kau cocok dengan Pangeran Nam?" tanya nya sambil melipatkan tangan nya
"Tentu saja Putri ini, putri kedua Kaisar Ling dan Permaisuri Ling... kau itu siapa sih bertanya seperti itu, kau itu tak layak mengetahui tentang putri ini. kau pasti anak seorang budak bukan? dan berani-beraninya kau memakai pakaian indah itu?" ucap Putri kedua Kaisar Ling
"Cih... kau terlalu menganggap bahwa dirimu sempurna nona, kau tidak tahu di atas langit masih ada lagi tertinggi, jangan menganggap dirimu hebat" ucap Xiao Nam. sambil pergi dari hadapan gadis kecil yang mengaku pasangan yang cocok untuk nya
"Hei... dasar anak budak yang tidak sopan, awas kau bila aku sudah menjadi tunangan Pangeran pertama, kau dan keluarga kau yang aku penggal" teriak nya
"Kau terlalu percaya diri sekali... aku bahkan tak akan mau Sudi menikah dengan gadis sombong dan berwajah seperti badut" jawab Xiao Nam sambil berjalan
DEG
"Di dia Pangeran Nam?
TBC