NovelToon NovelToon
BEHIND THE SPOTLIGHT

BEHIND THE SPOTLIGHT

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / BTS / Romantis
Popularitas:610
Nilai: 5
Nama Author: Kde_Noirsz

"Menjadi adik dari 7 megabintang dunia adalah satu hal, tapi menjadi penulis misterius yang diperebutkan oleh 4 pangeran kampus sambil menyamar jadi siswi biasa adalah tantangan yang sesungguhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kde_Noirsz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Api di Balik Cahaya

Suara ledakan itu mungkin tidak terdengar sampai ke Hanlim High School, namun getarannya terasa langsung di ulu hati Aira melalui suara panik Jungkook di telepon. Dunianya seakan melambat. Ruang rapat yang mewah itu mendadak terasa seperti penjara bawah tanah yang pengap.

"Aira! Kau dengar aku? Jangan pulang ke Mansion dulu! Beomgyu akan menjemputmu!" teriak Jungkook sebelum sambungan terputus oleh suara bising sirine.

Aira menjatuhkan ponselnya. Tubuhnya gemetar hebat, matanya menatap kosong ke arah jendela. Di sana, di kejauhan, kepulan asap hitam membumbung tinggi dari arah kawasan elit tempat Mansion Kim berdiri. Itu adalah arah studio pribadi Yoongi, tempat di mana melodi-melodi indah diciptakan, tempat yang menjadi ruang aman bagi Yoongi untuk menyepi dari dunia.

"Kak Yoongi..." bisik Aira, suaranya tercekat di tenggorokan.

Lai Guanlin dan Choi Soobin langsung berdiri, wajah mereka menunjukkan keterkejutan yang nyata. Namun, Sunoo tetap duduk, matanya menatap tajam ke arah asap di kejauhan dengan ekspresi yang sulit dibaca.

"Guanlin, siapkan mobilmu sekarang!" perintah Sunoo tiba-tiba, suaranya tidak lagi santai, melainkan penuh otoritas. "Aira tidak bisa menunggu Beomgyu. Keamanan sekolah ini sudah kompromi. Kita harus membawanya ke tempat aman."

Aira tidak protes saat Guanlin menarik tangannya. Pikirannya hanya tertuju pada kakaknya. Ia membayangkan Yoongi yang mungkin terjebak di dalam kobaran api demi menyelamatkan draf lagu atau naskah miliknya yang sering ia simpan di sana. Rasa bersalah yang amat sangat menghujam jantungnya. Ini karena aku. Karena rahasia Miss KA ini, kakakku terluka.

Saat mereka berlari menuju parkiran, The Golden Fourth Circle bergerak di telinga Aira.

Beomgyu : "Aira! Jangan lewat gerbang utama! Ada tiga mobil mencurigakan yang menunggu di sana. 'The Watcher' sudah tidak bermain sembunyi-sembunyi lagi. Ryujin sedang menghambat mereka di blokade timur!"

Aira berhenti mendadak, membuat Guanlin hampir menabraknya. Aira menghapus air matanya dengan kasar. Matanya yang tadi penuh ketakutan kini berubah menjadi tajam dan dingin. Sisi Miss KA-nya, sang konseptor ulung mengambil alih kendali.

"Kak Guanlin, jangan lewat gerbang utama," ucap Aira tegas, suaranya tidak lagi bergetar. "Bawa aku lewat jalur logistik dapur sekolah. Kak Sunoo, kau bawa mobilmu sebagai pengalih perhatian ke arah gerbang barat. Sekarang!"

Ketiga pangeran itu terpaku. Mereka melihat transformasi instan dari gadis cupu yang rapuh menjadi seorang pemimpin yang memerintah dengan presisi.

Mobil sport milik Guanlin melesat membelah jalanan Seoul dengan kecepatan yang membahayakan nyawa. Di kursi belakang, Aira terus memantau tablet rahasianya yang terhubung ke kamera CCTV Mansion.

Layar itu menampilkan kekacauan. Pemadam kebakaran sedang berjuang menjinakkan api di sayap kiri bangunan. Ia melihat Namjoon dan Jin berdiri di luar dengan wajah pucat, sementara Jimin dan Taehyung tampak ditenangkan oleh staf medis.

"Di mana Kak Yoongi?!" teriak Aira begitu mobil berhenti di depan garis polisi. Ia melompat keluar bahkan sebelum mobil benar-benar berhenti.

"Aira! Berhenti!" Guanlin mencoba mengejar, namun Aira sudah berlari menembus kerumunan wartawan yang mulai berdatangan seperti burung bangkai.

Aira melihat Jungkook yang wajahnya penuh jelaga, bajunya sobek di bagian bahu. Ia langsung menghambur ke pelukan Jungkook. "Kak! Di mana Kak Yoongi?! Katakan padaku dia baik-baik saja!"

Jungkook memeluk Aira erat, napasnya tersengal. "Dia... dia ada di ambulan sana, Aira. Dia mencoba menyelamatkan server lagu-lagu barunya... dan naskah aslimu yang kau berikan padanya minggu lalu. Dia menghirup terlalu banyak asap."

Aira berlari menuju ambulan yang pintunya masih terbuka. Di sana, Yoongi terbaring dengan masker oksigen menutupi wajahnya. Matanya terpejam rapat, kulitnya yang pucat kini tertutup noda hitam karbon.

Aira jatuh berlutut di samping tempat tidur darurat itu. Ia memegang tangan Yoongi yang kasar dan dingin. "Kak... bangun... aku mohon..." isaknya. "Buang saja naskah itu, Kak! Bakar saja semuanya! Aku tidak butuh gelar Miss KA jika itu harus menukarmu!"

Jin mendekat, merangkul bahu Aira yang terguncang. "Yoongi akan baik-baik saja, Dek. Dokter bilang dia hanya pingsan. Dia pria yang kuat."

Di tengah kesedihan itu, Aira merasakan getaran di sakunya. Sebuah pesan masuk dari nomor yang sama dengan 'The Watcher'.

"Ini baru peringatan kecil, Miss KA. Serahkan naskah 'The Silent King' yang asli padaku dalam 24 jam, atau target selanjutnya bukan lagi gedung, melainkan salah satu dari tujuh saudaramu. Pilihlah : Kariermu atau nyawa mereka?"

Aira menatap pesan itu dengan mata yang merah karena marah. Ia mendongak, menatap ke arah kerumunan wartawan dan orang-orang asing yang menonton. Di antara mereka, ia melihat siluet seseorang bertopi hitam yang memberikan senyum miring sebelum menghilang di balik kerumunan.

Malam itu, Mansion Kim dipindahkan ke sebuah safe house rahasia milik militer yang disiapkan oleh koneksi Namjoon. Yoongi sudah sadar namun masih harus menjalani perawatan intensif. Ketujuh kakak itu duduk di ruang tengah yang kedap suara, wajah mereka dipenuhi kemarahan yang membara.

"Kita akan menyerang balik," ucap Yoongi dengan suara serak dari balik masker oksigennya. "Siapa pun mereka, mereka sudah melewati batas."

Aira berdiri di tengah ruangan. Ia tidak lagi memakai kacamata besarnya. Ia mengenakan pakaian serba hitam, rambutnya diikat ekor kuda tinggi. Penampilannya sangat elegan, dingin, dan mengintimidasi identitas Miss KA yang sebenarnya kini menyatu dengan dirinya.

"Tidak, Kak. Kalian tidak akan menyerang balik sebagai BTS," ucap Aira tenang. "Jika kalian bergerak, media akan menciumnya dan 'The Watcher' akan menggunakan itu untuk menghancurkan reputasi kalian. Biar aku yang menyelesaikannya."

"Apa maksudmu, Aira?" tanya Namjoon heran.

"The Watcher menginginkan Miss KA. Maka aku akan memberikannya Miss KA yang tidak pernah dia bayangkan," jawab Aira. Ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Beomgyu, Ryujin, dan Minju.

"Golden Fourth Circle, aktifkan Protokol 'Shadow Theater'. Hubungi Lai Guanlin, Soobin, Heeseung, dan Sunoo. Katakan pada mereka... Miss KA mengundang mereka ke sebuah pertemuan rahasia malam ini. Kita akan menggunakan para pangeran itu sebagai perisai sekaligus umpan."

Jungkook berdiri, "Aira, itu berbahaya! Bagaimana jika salah satu dari mereka adalah pengkhianatnya?"

Aira menatap Jungkook dengan tatapan yang sangat dewasa. "Itulah gunanya pertemuan ini, Kak. Aku akan membuat mereka memilih : menjadi kawan Miss KA, atau hancur bersama 'The Watcher'. Malam ini, panggung bukan lagi milik kalian para idol... tapi milikku, penulis yang mereka remehkan."

Aira berjalan menuju meja kerja sementara dan mulai menulis sebuah surat. Bukan surat untuk dirinya sendiri, melainkan surat tantangan terbuka untuk 'The Watcher' yang akan diunggah di seluruh platform media sosial Miss KA dalam waktu satu jam.

Pesan itu singkat namun mematikan, "Kau ingin naskah aslinya? Datanglah ke 'The Grand Opera' malam ini. Mari kita lihat, siapa yang akan menulis akhir dari cerita ini."

Di pojok ruangan, Sunoo yang diam-diam mengikuti mereka ke safe house (dengan izin Beomgyu) hanya tersenyum tipis. "Akhirnya... sang ratu keluar dari persembunyiannya. Mari kita lihat seberapa berdarah naskah yang akan kau tulis malam ini, Kim Aira."

Gedung Grand Opera Seoul yang megah tampak sunyi di bawah siraman cahaya bulan perak. Namun, di dalamnya, ketegangan terasa begitu nyata hingga bisa diiris dengan pisau. Aira berdiri di tengah panggung utama yang gelap, hanya diterangi oleh satu lampu sorot (spotlight) yang jatuh tepat di atasnya. Ia tidak lagi memakai kacamata, tidak lagi membungkuk. Gaun hitam berbahan sutra yang ia kenakan berkilau setiap kali ia bergerak, memberikan aura kemegahan yang dingin.

Di kursi penonton baris terdepan, empat pria duduk dalam kegelapan Guanlin, Soobin, Heeseung, dan Sunoo. Mereka datang setelah menerima undangan terenkripsi yang dikirim oleh Miss KA.

"Selamat malam, para Pangeran," suara Aira bergema di seluruh aula, jernih dan penuh otoritas. "Terima kasih sudah datang ke bab terakhir dari drama 'Si Cupu Hanlim'."

Guanlin berdiri, wajahnya menunjukkan campuran antara keterkejutan yang luar biasa dan pemujaan. "Aira... jadi kau benar-benar..."

"Miss KA? Iya. Gadis yang kalian kasihani, kalian bully, dan kalian cari-cari," potong Aira tajam. "Tapi malam ini, aku tidak memanggil kalian untuk merayakan pengungkapan identitasku. Aku memanggil kalian karena salah satu dari kalian telah membantu 'The Watcher' membakar studio kakakku."

Suasana mendadak dingin. Soobin dan Heeseung saling berpandangan dengan wajah pucat. Sunoo hanya menyilangkan kakinya, menatap Aira dengan senyum yang sulit diartikan.

"Beomgyu, aktifkan layar," perintah Aira.

Layar raksasa di belakang panggung menyala, menampilkan data transaksi gelap yang dilakukan oleh seseorang dari dalam lingkungan sekolah menuju akun anonim milik 'The Watcher'. "Salah satu dari kalian telah menjual jadwal harian kakak-kakakku. Dan aku tahu siapa itu."

Aira melangkah turun dari panggung, berjalan mendekati keempat pangeran itu. Sepatu hak tingginya berdentang di lantai marmer, menciptakan irama yang mengerikan. Ia berhenti tepat di depan Choi Soobin.

"Kak Soobin... kau adalah orang pertama yang membantuku saat lokerku dirusak. Kau terlihat sangat tulus," ucap Aira lembut, namun matanya sedingin es. "Tapi kenapa di jam tanganmu terpasang pemancar frekuensi radio yang hanya aktif saat kau berada di dekat kakak-kakakku?"

Soobin terdiam, wajah malaikatnya perlahan luntur digantikan oleh ekspresi datar yang kosong. "Aira... aku tidak punya pilihan. Agensiku menyandera kontrak orang tuaku."

"Alasan yang klasik untuk sebuah pengkhianatan," sahut Aira. "Tapi kau salah langkah terhadap satu hal, kau meremehkan seorang penulis. Aku sudah tahu kau pengkhianatnya sejak kau memberitahuku soal krisis keuangan keluarga Guanlin. Itu adalah taktik pengalihan isu yang sangat rapi."

Tiba-tiba, pintu opera terbuka dengan keras. Pasukan keamanan yang dipimpin oleh Jungkook dan Jimin masuk, mengepung ruangan itu. Di belakang mereka, Ryujin dan Beomgyu sudah siap dengan perangkat elektronik untuk memblokir semua sinyal keluar.

Namun, sebelum Soobin bisa diamankan, sebuah suara tawa terdengar dari arah balkon atas. Sosok pria bertopi hitam yang mengintai Aira selama ini muncul. Itulah The Watcher.

"Luar biasa, Miss KA! Sebuah klimaks yang sempurna!" teriak pria itu. "Tapi kau lupa satu hal. Aku tidak hanya bekerja dengan Soobin. Aku punya kontrol penuh atas sistem pemadam api di gedung ini... yang baru saja kuganti isinya dengan gas yang sangat mudah terbakar."

Kepanikan melanda. Pria itu memegang sebuah detonator. "Serahkan naskah 'The Silent King' padaku sekarang, atau kita semua akan menjadi abu di panggung megah ini!"

Di tengah kekacauan itu, Aira justru tertawa. Tawa yang kecil namun penuh kemenangan. Ia menatap ke arah balkon, tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun.

"Kau pikir aku akan datang ke tempat ini tanpa menulis akhir ceritanya?" tanya Aira. ia mengangkat sebuah flashdisk merah. "Ini adalah naskah yang kau inginkan. Tapi kau harus tahu satu hal, 'The Watcher'. Kau terlalu fokus pada angka dan data, hingga kau lupa membaca karakter manusia."

Tiba-tiba, Sunoo bergerak secepat kilat. Ia tidak lari menyelamatkan diri, melainkan melompat ke arah balkon menunjukkan kemampuan atletik yang luar biasa yang selama ini ia sembunyikan. Sunoo menjatuhkan pria bertopi hitam itu sebelum ia sempat menekan tombol detonator.

"Kau terlambat, pengintai," desis Sunoo sambil mengunci tangan pria itu di punggungnya. "Aku sudah mematikan sistem gasmu sejak lima menit yang lalu melalui bantuan Ryujin."

Aira menghela napas lega, tubuhnya hampir lemas namun ia tetap berdiri tegak. Guanlin dan Heeseung segera mendekati Soobin, menatap teman mereka dengan rasa kecewa yang mendalam.

Jungkook berlari ke atas panggung, langsung mendekap Aira. "Kau gila! Kau benar-benar gila mengambil risiko seperti ini!"

"Aku harus melakukannya, Kak. Jika tidak, dia akan terus menghantui kita," bisik Aira di dada Jungkook.

Malam itu berakhir dengan penangkapan 'The Watcher' dan Soobin yang dibawa untuk diinterogasi lebih lanjut. Di luar gedung, Yoongi yang baru keluar dari rumah sakit, menunggu di dalam mobil. Begitu melihat Aira keluar dengan selamat, ia hanya memberikan jempol dan senyum tipis yang penuh kebanggaan.

Namun, saat suasana mulai tenang, Sunoo mendekati Aira. Ia menyerahkan detonator yang sudah tidak aktif itu. "Kau menang kali ini, Miss KA. Tapi ingat, Soobin hanyalah satu bidak kecil. Masih ada tiga pangeran lagi... dan aku belum memberitahumu apa tujuanku yang sebenarnya di sekolah ini."

Sunoo mengecup punggung tangan Aira, meninggalkan rasa dingin yang membekas. "Sampai jumpa di Bab selanjutnya, Kim Aira. Cerita ini... baru saja dimulai."

Aira menatap kepergian Sunoo dengan perasaan campur aduk. Ia telah memenangkan pertempuran, namun ia sadar bahwa perang yang sesungguhnya melawan misteri di balik Hanlim High School dan identitas Miss KA masih memiliki cerita untuk diselesaikan.

[TO BE CONTINUED]

📢 PLAKK! Pengkhianatnya ternyata SOOBIN?! 😱 Siapa sangka pangeran bermuka malaikat itu tega ngejual rahasia BTS! Tapi tunggu, Sunoo kok keren banget nolongin Aira? Dia sebenernya dipihak siapa sih?

👇 VOTE [A] Kalau kalian benci banget sama Soobin | [B] Kalau kalian mulai naksir sama Sunoo yang misterius!

💬 KOMEN : Menurut kalian, apa rencana Aira selanjutnya setelah identitasnya ketahuan para pangeran?

🔔 SUBSCRIBE & FAVORITE! Perjalanan Aira masih panjang, rahasia keluarga Kim bakal makin kebongkar!

⭐ KASIH RATING 5 STARS biar Aira makin badass di bab-bab selanjutnya!

BehindTheSpotlight #MangaToonOriginal #AiraMissKA #TheTraitorRevealed #SunooHero #BTSVictory

1
Ayu Nur Indah Kusumastuti
Syuka banget sama FL nya, manja2 gitu deh
Noirsz: pembaca setia nih, mode lock on 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!