NovelToon NovelToon
Ning Abigail

Ning Abigail

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:101
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di pesantren Queen Al-Falah, Abigail, seorang Ning yang dingin dan penuh talenta, lebih memilih kopi dan kesibukan pondok daripada cinta. Ia adalah permata yang tersembunyi di balik sikap judes dan penampilannya yang sederhana. Namun, takdir berkata lain ketika sang kakek menjodohkannya dengan seorang Gus Abdi Ndalem, partnernya dalam tim multimedia dan hadroh. Di antara jadwal padat, sholawat, dan misteri masa lalu, Abigail harus membuka hatinya untuk cinta yang tak pernah ia duga. Mampukah ia menemukan kehangatan di balik dinginnya ndalem dan kerasnya hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ro'an Akbar, Rujak Pedas, dan Kebersamaan di Pesantren

[Keesokan harinya di pesantren diadakan ro'an akbar (kerja bakti massal). Gus Arya dan Ning Bijel memantau ro'an di asrama putra. Bijel juga membantu membersihkan di masjid pondok putra bersama 2 mbak ndalem (pembantu ndalem) ndalem barat, sedangkan Arya membantu di asrama putra. Setelah selesai ro'an, mereka bikin rujak di teras tempat sambangan santri putra. Ning Bijel dan 2 mbak ndalem diajak kang-kang pengurus asrama putra. Kang-kang pengurus juga kang-kang ketua kamar mengupasi buah, sedangkan Bijel dan 2 mbak ndalem membantu membuat bumbu rujaknya, karena bumbu rujak buatan Ning Abigail terkenal enak, nikmat juga pedasnya. Bumbu rujak tersebut menggunakan 8 cabe besar, 7 cabe kecil sehingga sangat pedas, ditambah lagi gula Jawa yang sedikit, gula putih sedikit, lebih keras pedasnya.]

(Saat Membuat Rujak)

Kang Pengurus 1: "Ning, ini buahnya sudah dikupas semua. Tinggal dibikin bumbunya aja."

Ning Bijel: "Siap, Kang! Mbak-mbak ndalem, mari kita bikin bumbu rujak yang paling pedas!"

Mbak Ndalem 1: "Siap, Ning! Kami bantu ulek cabenya ya."

Mbak Ndalem 2: "Iya, Ning. Biar makin mantap pedasnya."

(Ning Bijel, Mbak Ndalem 1, dan Mbak Ndalem 2 mulai mengulek cabe dan bahan-bahan lainnya untuk membuat bumbu rujak. Aroma pedas dari cabe langsung menyengat hidung.)

Mencicipi Rujak (Di Teras Asrama Putra)

(Setelah bumbu rujak selesai dibuat, Ning Bijel mempersilakan semua orang untuk mencicipi rujak tersebut.)

Ning Bijel: "Ayo semuanya, dicoba rujaknya! Dijamin bikin nagih!"

(Para santri, pengurus asrama, kang keamanan, Gus Arya, dan 2 mbak ndalem mulai mencicipi rujak buatan Ning Bijel.)

Santri 1: (setelah mencicipi rujak) "Wah, enak banget Ning! Tapi, pedasnya poll banget!"

Santri 2: (dengan wajah memerah) "Iya, Ning. Pedasnya nampol banget! Tapi, tetep enak!"

Pengurus Asrama 1: "Mantap Ning! Bumbunya pas banget! Pedasnya bikin semangat!"

Kang Keamanan 1: "Bener Ning! Rujaknya bikin melek! Cocok buat yang ngantuk habis ro'an."

Gus Arya: (setelah mencicipi rujak) "Wah, istriku memang jagoan! Rujaknya enak banget! Pedasnya bikin nagih!"

(Gus Arya mengacungkan jempol kepada Ning Bijel. Ning Bijel tersenyum bangga.)

Mbak Ndalem 1: "Enak banget Ning! Bumbunya pas banget! Nggak terlalu manis, nggak terlalu asin, pedasnya juga pas!"

Mbak Ndalem 2: "Iya, Ning. Rujaknya bikin ketagihan!"

(Beberapa santri yang tidak terlalu suka pedas terlihat kepedasan dan langsung mencari air minum.)

Santri 3: (dengan wajah berkeringat) "Aduh, pedas banget! Tapi, enak sih..."

(Semua orang tertawa melihat reaksi santri yang kepedasan.)

[Setelah rujakan selesai, Ning Abigail dan 2 mbak ndalem ke kantin pondok memesan minuman sejumlah orang yang ikut ro'an juga rujakan. Setelah beli minuman, mereka kembali ke teras asrama putra. Ning Bijel dibantu 2 mbak ndalem membagikan minuman ke para santri putra, sedangkan Gus Arya membantu memberikan ke kang-kang pengurus serta kang keamanan.]

(Saat Membagikan Minuman)

Ning Bijel: (sambil membagikan minuman) "Ini diminum ya, biar nggak kepedasan."

Santri 1: "Makasih Ning!"

Santri 2: "Alhamdulillah, seger banget Ning!"

Gus Arya: (sambil membagikan minuman ke kang pengurus dan kang keamanan) "Ini diminum dulu, biar nggak seret."

Kang Pengurus 1: "Makasih Gus!"

Kang Keamanan 1: "Sip, Gus! Alhamdulillah."

[Setelah semua orang mendapatkan minuman, mereka duduk bersama di teras asrama putra sambil menikmati rujak dan minuman. Suasana terasa hangat dan akrab. Mereka merasa senang bisa bekerja sama dalam ro'an dan menikmati kebersamaan seperti ini.]

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!