Gadis umur 18 Tahun itu harus merasakan pahitnya kehidupan dan penderitaan hidup karena Ayah dan Ibu angkat nya tidak percaya lagi pada nya.
Karena sebuah hukuman Gadis itu harus kerja jadi pembantu di rumah Pria duda anak satu Tampa di gaji dan pria itu juga seringkali menyiksa Gadis itu.
Gadis itu hanya bisa mengikuti jalan hidup nya saja Entah kapan berakhirnya penderitaan nya.
Ayok!!! Kalau penasaran langsung kepoin aja.
Selamat membaca 🙂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Monik pergi meninggalkan Tiara. Sementara Tiara segera ke kamar putri.
"Lama sekali! Apa kau harus memasak nya terlebih dahulu!" ucap Vandi.
"Maaf Tuan, tadi saya harus menunggu Sayur di Masak dulu!" ucap Vandi.
"Banyak alasan!" ucap Vandi.
Tiara Sangat dongkol namun dia tidak bisa apa-apa dia pun meletakkan semua makanan yang dia bawa ke depan Vandi.
Karena putri merengek dia pun menggendong putri dan membuat susu.
Vandi melirik ke arah Tiara yang sedang membuat susu sambil menggendong putri. Dan melanjutkan makan nya.
Tiara menggendong putri sampai tidur.
Sementara Vandi sudah selesai makan.
"Kalau dia sudah tidur bawa dia ke kamar saya!" ucap Vandi dengan nada datar dan meninggalkan kamar putri.
Tiara pun mengikuti Vandi dan membaringkan Putri di kasur milik Vandi.
"Oh iya saya ada baju kotor di keranjang Tolong kamu bawa ke bawah dan minta tukang cuci mencuci malam itu ni juga!" ucap Vandi.
"Tapi tuan ini sudah malam, semua nya sudah istirahat!" ucap Tiara.
"Tidak ada tapi-tapian perintah tetap perintah kalau mereka tidak bisa kenapa tidak kau saja!" ucap Vandi.
Tiara menunduk dia tidak ingin lebih banyak melawan dia segera keluar membawa keranjang baju kotor Vandi.
"Sabar kan aku ya Allah," Batin Tiara dia segera turun kebawah mencari tempat dia bisa mencuci baju itu.
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam Baju Vandi semua baru saja selesai di cuci oleh Tiara.
Karena sudah selesai dia masuk ke kamar dia berusaha agar tidak di lihat oleh Vandi.
Namun tiba-tiba Vandi Membuka pintu kebetulan juga Tiara mau masuk ke kamar putri.
"Hey kau!!" ucap Vandi.
Tiara terkejut dia pun menoleh ke arah Vandi.
"Tiara bangun!" ucap Vandi.
Tiara menghela nafas panjang.
Badan nya sudah sangat capek dia juga sangat ngantuk, hari ini dia tidak ada Istirahat sementara malam dia harus begadang.
Tiara pun masuk ke kamar dan menggendong putri sementara Vandi melanjutkan tidur nya.
"Seperti nya Tuan Vandi Sangat Dendam dan benci pada ku, itu lah sebab nya dia sengaja melakukan ini!" Batin Tiara.
Keesokan harinya Vandi terbangun dia menoleh ke samping nya dan Melihat putri yang tidur di Samping nya namun dia melihat Tiara tidur di samping putri.
"Sialan! berani-beraninya kau tidur di kasur ku!" ucap Vandi mendorong tubuh Tiara sehingga terjatuh.
Tiara Sangat Terkejut dia bangun dan merasakan sakit di bagian siku nya.
"Siapa yang menyuruh kamu tidur di atas!" ucap Vandi.
Tiara hanya diam dia minta maaf menahan air mata nya dia keluar.
Vandi menatap dengan tatapan tajam.
Dia terlihat kesal Untung saja Putri tidak bangun karena suara nya.
Tiara Masuk ke kamar putri dia menumpahkan air mata nya dia melihat jam Masih jam tujuh pagi mata nya Masih Sangat berat.
Dia melihat siku nya sudah berdarah Mungkin terkena benda Tiara juga tidak tau kena apa.
Tiara hanya bisa menangis dia merasa tidak sanggup jika harus seperti ini terus dia membaringkan tubuhnya di kasur dan ternyata dia ketiduran.
Sementara Vandi langsung mandi. Setelah dia sudah rapi siap untuk berangkat ke kantor dia melihat putri belum bangun karena putri tadi malam lagi-lagi begadang tidak tidur dengan Nyenyak.
Vandi sarapan namun kali ini dia tidak melihat Tiara.
"Monik!!" Panggil Vandi dengan suara keras nya.
"Iyah pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Monik berdiri di samping Vandi.
"Wanita itu mana?" tanya Vandi.
"Wanita mana yah pak? Saya tidak tau!" ucap Monik.
"Tiara!" ucap Vandi Seakan malas untuk sekedar menyebutkan nama Tiara.
"Hmm dari tadi Tiara tidak ada turun ke bawah pak!" ucap Monik. Vandi meminta Monik mencari nya ke kamar putri dan suruh dia turun.
Tidak beberapa lama Monik kembali lagi ke meja makan Tampa Tiara.
"Maaf pak, seperti nya Tiara Masih Sangat ngantuk dia sedang tidur!" ucap Monik.
"Yah kamu Bangun kan lah!" ucap Vandi.
"Sudah pak, tapi Tiara sama sekali tidak sadar!" ucap Monik.
"Dasar payah! Untung saja kamu keponakan saya kalau tidak saya akan memecat kamu!" ucap Vandi.
Monik hanya diam saja dia melihat Vandi yang mau ke atas.
Setelah sampai di depan kamar Putri, Vandi membuka pintu dengan keras sehingga Tiara langsung terbangun.
"kau di sini bukan hanya untuk tidur saja yah, ini sudah j berapa! kauMasih saja tidur!" ucap Vandi dengan nada tinggi.
Badan Tiara Sudah gemetaran dia hanya bisa menunduk tampa menjawab apa pun.
"Apa kau tidak dengar kata-kata saya! segera lah bangun bersihkan kamar saya!" ucap Vandi.
Vandi segera pergi.
Tiara perlahan bangkit dari kasur.
"Sisttt, sakit sekali!" ucap Tiara sambil memegang siku nya yang sangat sakit dan Pinggang nya juga sangat sakit.
Namun dia tidak bisa memanjakan diri nya dia segera ke kamar Vandi dan ternyata Putri Sudah bangun mungkin karena suara keras tadi.
Tiara segera memandikan dan memberikan putri makan setelah putri tenang dia mulai bekerja membersihkan kamar Vandi.
Dia melihat dirinya di Kaca.
"Ya Allah bahkan aku baru tiga hari di sini badan ku terlihat kurus dan juga wajah ku pucat!" batin Tiara dia melanjutkan lagi pekerjaan nya.
Setelah selesai dia mencari sarapan kebawah.
Dia menitipkan Putri pada Monik sementara dia langsung mandi.
"Makasih yah Monik!" ucap Tiara setelah selesai mandi.
"Iyah sama-sama! kamu gak apa-apa kan? Kamu terlihat sangat pucet!" ucap Monik.
"Gak apa-apa kok! Kalau begitu kamu bisa keluar!" ucap Tiara.
"Ya udah! Kalau kamu ada masalah cerita sama aku aja yah! Kalau Sifat Pak Vandi memang seperti itu dia tidak mempunyai hati!" ucap Monik.
"Ah sudahlah jangan bahas dia di sini, aku tidak mau mendengar namanya!" ucap Tiara.
Monik tersenyum dia pun segera keluar dari kamar putri.
Tiara Melihat ke arah Putri ternyata dia ngantuk.
Tidak beberapa lama putri pun tertidur.
Setelah putri tertidur Tiara Melihat Ke Arah luar.
Dia sangat ingin bisa bebas di luar sana sambil bermain-main dan tertawa Tampa ada beban.
Namun itu hanya lah angan-angan saja dan itu tidak akan pernah terjadi.
Karena badan nya sangat lemas dia pun ikut tidur dengan Putri.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
biar makin seru 👍👍👍