Mendorong Azwa untuk mencari Azwar lewat sebuah mimpi yang penuh teka-teki. Awalnya Azwa tidak mengerti akan maksud mimpi yang menghampirinya setiap hari, hingga seorang tafsir mimpi menemukan petunjuk itu.
Menuntun Azwa mengunjungi salah satu kota penghasil minyak bumi, mencari serpihan hati yang telah lama hilang. dapatkah Azwa menemui Azwar? sang pria yang dijodohkan dengannya sejak lahir...
Jodoh dan cinta tau kemana ia harus pulang, perasaan batin yang begitu kuat pasti akan mempertemukan dua insan yang telah terpisah.
Azwa[r], aku jatuh cinta!
pada pandangan pertama 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Mall
🍃🍃
Malam pun menjelang, malam minggu adalah malam panjang untuk para muda mudi yang tengah kasmaran. tidak hanya untuk yang telah memiliki kekasih, malam panjang penuh hangat ini juga diperuntukkan oleh orang-orang yang sangat disayangi. seperti Azwa dan Keysha, kedua gadis itu tengah bersiap-siap untuk jalan-jalan ke Mall. sungguh, dirumah terus rasanya sangat membosankan.
"Gue udah cantik belum?" tanya Keysha, dengan senyum manis yang mengembang di sudut bibirnya
"Udah, bakal banyak cowok yang klepek-klepek sama lo ntar" ledek Azwa terkekeh. wanita itu juga berdandan didepan cermin yang digenggamnya
**
Kini kedua gadis itu telah tiba di Mall kota yang cukup besar. walau tak sebesar di Ibukota Jakarta, namun tempat ini sudah menjadi tempat kunjung nomor satu para masyarakat lokal.
Tampak Azwa dan Keysha tengah mengunjungi store make-up yang menyuguhkan beberapa merek terbaik yang banyak diminati para wanita, seperti wardah, make over dan yang lainnya. Salah seorang SPG pun menyapa keduanya dengan ramah dan sopan, dibalas senyum pula oleh Azwa dan Keysha. Azwa mendekati berbagai macam lipstick yang terpajang, mengambil testernya dan mencoba satu persatu.
"Boleh coba ini?" tanya Azwa
"Silakan, Kak. itu ada testernya"
"Iya, Kak"
Azwa mencoba satu persatu, mengolesi di punggung tangannya untuk memerhatikan dengan lekat apakah sangat cocok di bibirnya atau tidak.
"Lo ambil lipstick, Wa?" Keysha menghampiri
"Rencana. lipstick gue udah habis" gerutunya
"Lo pakai wardah juga yaa?"
"Kalau lipstick sih iya, skincare mah scarlett" jawabnya
"Hmm," Keysha mengangguk paham.
Setelah selesai memilih, Azwa pun membayar ke kasir. kini keduanya melanjutkan perjalanan panjang menelusuri Mall, mencari sesuatu yang menurut mereka menarik.
"Key, main game yuk," ajak Azwa, tersenyum antusias melihat timezone yang berada di depan mata
"Ish, kayak anak kecil aja lo" ledek Keysha
"Ah biarin! ayo deh, udah lama gak main" Azwa memaksa, menarik tangan sahabatnya dan menyeretnya ke tempat itu. namun seketika Keysha pun luluh, meronta untuk dilepaskan dari cengkeraman sahabatnya ini.
"Iya iya, lepasin dulu!"
Akhirnya keinginan Azwa pun tercapaikan malam ini, bermain beragam games seperti street basketball, Dance revolution dan masih banyak lagi. ada raut wajah bahagia yang terpancar dari mimik wajah mereka, menikmati setiap permainan yang mereka peragakan dengan penuh semangat dan antusias.
"Yeaaay!! gue menang!" teriak Azwa
"Is! tempat lain lagi deh yuk .. kesel gue kalah melulu"
" Huuuu!! hahahaha, kasihan deh lo" ejek Azwa, tertawa lebar dengan senyum khas manisnya wanita itu
"Sial lo! kita main capitan aja. siapa yang banyak dapatkan boneka, harus di traktirin beli apapun"
"Hmmm, jadi yang kalah harus meneraktirkan?"
Keysha mengangguk
"Oke! siapa takut. waktu kita tiga puluh menit" ucap Azwa antusias. dan mereka pun bergegas membeli koin sebanyak-banyaknya, lalu menghampiri mesin capitan itu untuk memulai taruhan mereka.
"Kita pasang stopwatch, dan tak boleh lebih dari tiga puluh menit" ucap Azwa
"Oke" dan mereka pun saling memasang stopwatch di ponsel masing-masing.
Tiga puluh menit kemudian, keduanya telah selesai bermain. Azwa dan Keysha sama-sama telah memegang beragam boneka dari hasil kerja keras keduanya. kedua gadis itu menghampiri sebuah kursi milik stand jualan yang menjual minuman dan cemilan.
"Kak, numpang duduk dulu yaa" Azwa meminta izin.
"Iya kak" sahut pegawai itu.
Kedua gadis ini pun duduk, Azwa mulai menghitung boneka miliknya yang berjumlah 6 buah. beralih pada Keysha, turut menghitung boneka miliknya.
"Tujuh! yeees!!" girang gadis itu. Azwa mencebik kesal, dirinya dikalahin oleh lawannya
"Harus traktirin, weeek!!" ucapnya senang.
Dengan terpaksa Azwa pun mematuhinya. "Iya! pesan apa yang mau lo pesan" gerutu Azwa
"Asyik!!" Keysha langsung menyambar sebuah kertas yang telah di laminating, terdapat beberapa menu yang tertulis di kertas itu.
"Kak!" panggil Keysha pada si penjual
"Ya, kak?"
"Pesan es kepal milo sama sostel dan piscok" ucap Keysha
"Kakak satunya?"
"Sama aja kak"
"Oke kak"
Dan kedua gadis ini pun menunggu pesanannya selesai di sajikan.
"Siap ini kita kemana lagi?" tanya Keysha
"Pengen nonton sih, tapi sudah jam sembilan. kita belanja aja beli kebutuhan makanan" ucap Azwa seraya menatap jam di pergelangan tangannya
"Boleh juga. tapi besok kita kesini lagi yaa .. lo harus neraktirin gue lagi" tagih Keysha
"Ya bawel! gue pengen nonton besok moga aja ada film yang seru" ucap Azwa tersenyum.
Tak berapa lama pesanan mereka telah siap. kedua gadis itu langsung melahap cemilan yang menggiurkan itu dengan nikmat.
Kini keduanya mengunjungi hypermart yang menjual beragam keperluan rumah tangga dengan lengkap. Tampak Azwa dan Keysha mengambil beberapa keperluan rumah, berupa pangan dan kebutuhan mandi. tak lupa pula untuk mengambil beberapa snack cemilan juga buah-buahan.
Sepasang mata milik Aswa tampak berbinar-binar melihat snack favoritnya terpajang nyata di atas rak yang tinggi, ia berusaha untuk menjangkaunya.
"Ih tinggi amat sih" Azwa mencoba untuk menggapai. berjinjit lebih tinggi untuk mencapai cemilan itu.
"Ini kenapa taruhnya disini! uuukh!!" keluhnya dengan suara yang tercekat, masih terus berusaha.
"Keysha mana lagi!" gerutunya kesal. hingga tiba-tiba sebuah tangan kekar mengambil miliknya. Azwa melotot, dirinya tak terima miliknya diambil oleh orang lain. dengan perasaan yang berkecamuk, ia pun menghentikan aksinya dan menoleh ke belakang menatap seseorang yang lancang itu.
"Itu milikku! kenapa di am--"
Ucapannya terpotong tatkala ia terkesima akan seseorang di hadapannya.
"Ini," pria itu memberikannya pada Aswa, Azwa masih menatap lekat dan tak menerima cemilan itu
"Hello!! hei!!"
"Azwar??"
🍃🍃
Like, Koment dan poinnya yaa 😘
p Padang
D Dharmasraya Yo otor??
semangat kakak untuk sllu berkarya