NovelToon NovelToon
MY DEVIL PARTNER

MY DEVIL PARTNER

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:358.1k
Nilai: 5
Nama Author: musbich

"Kamu pikir aku memperhatikanmu? Aku hanya khawatir dengan lingkunganmu. Akan ku habiskan yang berani mengganggumu,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

DHIKA POINT OF VIEW:

Setelah menangkan diriku sejenak di ruang kerja papa, aku kembali lagi ke kamar. Perlahan ku buka pintu kamarku, tapi sudah tidak ada sosok Paris di sana.

Kemana dia?

Sesaat kemudian pintu kamar mandi terbuka dan ku lihat Paris keluar dari sana tapi kembali masuk lagi seraya memegang mulut nya.

“Huek…”

Aku berjalan cepat menghampiri nya di kamar mandi. Aku melihat nya sedang muntah seraya berpegangan di tembok karena tubuh nya tiba tiba lemas.

“Hey, kamu kenapa?” tanyaku khawatir.

“Rasanya aku nggak bisa napas,” sahut nya.

“Ada apa lagi denganmu? Kenapa selalu berurusan dengan muntah?” kataku mencoba menepuk punggung nya pelan memudahkan nya untuk mengeluarkan isi perutnya.

“Mana aku tahu? Aku bukan dokter,” kata nya kesal seraya memegang kening nya.

“Pusing?” tanyaku melihat nya yang sangat pucat.

“Wajahmu sangat pucat, ayo ikut aku,” kataku memapahnya ke kasur.

Aku membantu nya duduk di ujung kasur.

“Kamu kenapa?” tanyaku seraya mencari minyak kayu putih.

“Aku tidak tahu, kamu kan dokter. Tebak saja aku kenapa? Aduh perutku,” kata Paris kesal.

“Sakit?”

“Apalagi jika bukan sakit?” kata Paris dengan nada mulai meninggi.

“Kamu makan apa saja tadi?”

“Sama denganmu, makan apa lagi memang nya?” gerutu nya.

“Hiruplah ini untuk mengurangi mual,” kataku seraya menyerahkan minyak kayu putih pada nya.

Dia mengambil minyak kayu putih dariku dan menghirupnya perlahan.

“Kamu tidak mungkin begini jika makan makanan yang sama denganku,” kataku.

“Tapi kenyataannya aku makan makanan yang sama denganmu,”

“Telur dadar, tempe goreng, kamu tidak mungkin keracunan itu kan. Sayur bayam, kamu tidak melakukan apapun pada bayam nya kan?” tanyaku.

“Aku hanya memanaskan bayam nya karena nasiku sudah dingin,” sahut paris.

“Kamu memanaskan nya????”

“Kenapa memang nya? Nggak usah terkejut begitu,” sahut nya.

“Kamu keracunan sayur bayam,”

“Bayam? Mana mungkin! Aku tidak pernah mendengar bayam beracun,”

“Tapi sayur bayam yang dipanaskan lagi biasanya beracun. Keracunan sayur bayam, berdampak pada hemoglobin, racun nya bisa menyebabkan sel darah merah kehilangan kemampuannya dalam meningkatkan oksigen,” terangku.

“Benarkah?”

“Jangan pernah menghangatkan sayur bayam lagi,” kataku mulai menuangkan air mineral di gelas.

“Minumlah yang banyak supaya tidak dehidrasi,” kataku seraaya membantu nya meneguk air putih.

Aku beranjak keluar kamar setelah membantu nya minum.

“Kamu mau kemana?” Tanya nya.

“Aku tidak kemana mana, masih mual?”

“Tentu saja,” kata paris berusaha berjalan ke kamar mandi.

“Mbak Min….” teriakku, aku berjalan cepat membantu Paris ke kamar mandi.

Mbak minah berlari menuju kamarku dengan bingung karena tidak biasanya aku meminta bantuan nya.

“Ada apa mas dhika?” Tanya nya yang melihat Paris sedang muntah.

“Sediakan air mineral satu liter, masukkan 6 sendok teh gula ke dalam nya dan setengah sendok teh garam. Cepat dan bawa kesini lagi,” kataku.

“Baik mas,” kata mbak Min berlari menuju dapur lagi.

“Sudah merasa lebih baik?” tanyaku pada Paris.

“Begitulah,” katanya memegang kening nya.

“Buatlah untuk berbaring,” kataku membantu nya berbaring di ranjang.

Tidak lama kemudian mbak min membawakan sesuatu yang ku suruh tadi. Setelah menyerahkannya padaku, mbak min buru buru keluar kamar.

“Minumlah ini sedikit,” kataku mencoba membantu nya duduk.

“Apa itu?” Tanya nya seraya memicingkan mata memperhatikan minuman berwarna sedikit keruh itu.

“Bukan racun,” sahutku seraya menuangkan nya di gelas.

“Aku ingin susu,” rengek nya.

“Itu bisa membuat kedaanmu semakin parah, menurutlah sekali ini saja,” kataku cepat.

“Ada apa? kata mbak min Paris muntah muntah ya? Hamil?” Tanya mama yang tiba tiba masuk ke kamar.

“Mama tolong jaga dia, dhika akan membuatkan sup untuk nya,” kataku seraya meninggalkan mereka ke dapur.

Setelah beberapa menit berkutat dengan wortel dan kaldu di dapur, aku membawa sup kaldu dan bubur ke dalam kamar. Aku melihat paris yang sedang berbaring lemah dengan mama yang ada di samping nya.

“Ayo makan,” kataku seraya menaruh mangkuk di meja kamar.

Aku membantu Paris untuk duduk. Perlahan ku tiup sesuap bubur disertai sup kaldu.

“Aku bisa makan sendiri,” kata Paris pelan.

“Biar Dhika yang menyuapimu, sayang,” sahut mama.

“Buka mulutmu,” kataku seraya mendekatkan sendok ke mulut nya.

Dia mulai menurutiku untuk makan hingga buburnya habis, aku menyuruh nya minum paracetamol untuk mengurangi demamnya. Dan dia hanya menuruti apa yang ku suruh.

“Ya Tuhan, Dhika! Kamu mau apa?” Tanya nya.

“Mana tanganmu,” pintaku.

“Aku nggak mau, aku hanya muntah. Kenapa harus di infus segala?” protesnya.

“Kamu butuh cairan,” kataku hendak memasangkan jarum infus di pembuluh darah tangan nya.

Dia mulai memberikan pergelangan tangan nya meskipun dia masih memejamkan matanya saat aku mulai memasangnya dengan hati hati.

“Apa kandungan nya lemah?” Tanya mama.

“Dia tidak hamil, dia sedang sakit, ma,” sahutku.

“Sakit? Kamu terlalu sibuk bekerja, sayang,” kata mama mengusap rambut Paris.

“Paris tidak apa apa, ma,” sahut Paris seraya menatap mamaku.

“Istirahatlah,” kata mama mencium dahi paris dan keluar dari kamarku.

Aku ikut berbaring di samping Paris, aku mulai membuka ponselku dan menampilkan aplikasi game. Tapi yang cukup mencengangkan, sebuah produk iklan parfum muncul dengan Paris sebagai modelnya.

Iklan tersebut mengisahkan seorang pria dengan bertelanjang dada sedang menyemprotkan parfum di tubuhnya. Dengan anggunnya Paris yang memakai dress merah sangat sexy, dengan ekspresi sensual.

Paris berperan agresif , tak terkendali , dan genit untuk menarik perhatian laki laki pemakai parfum produk tersebut. Eksploitasi secara fisik ditunjukkan dengan adanya shut shut yang mengeksploitisir beberapa bagian tubuh paris dengan disertai bahasa tubuh dan ekspresi menunjang sehingga terbentuk image sexy.

Tak hanya itu saja, adegan berlanjut hingga Paris memeluk laki laki tersebut hingga tubuh mereka menempel tanpa jarak dengan pakaian seminim itu. Dan iklan berakhir saat model laki laki menyebutkan merk dan berkata ‘EVEN ANGEL WILL FALL... (bahkan malaikatpun akan jatuh cinta),’

Dengan kesal aku meletakkan ponselku di meja kamar. Kenapa dia bisa memerankan adegan seperti itu dengan pakaian sexy?

PARIS POINT OF VIEW:

“Kamu tidak makan?” tanyaku pada Dhika yang sedari tadi sudah menemaniku mondar mandir dan merawatku di kamar ini.

“Bukan urusanmu!” sahut nya dingin.

Dia ini kenapa?

Bukan nya tadi dia bersikap sangat hangat saat merawatku?

Kenapa tiba tiba seperti ini?

“Tentu saja urusanku, karena kamu suamiku. Aku tidak ingin kamu sakit karena sibuk mengurusku,” kataku mulai memiringkan tubuhku untuk menatapnya.

“Karena aku suamimu?” Tanya nya balik menatapku.

“Hem,” sahutku mencoba tersenyum pada nya.

“Berhentilah menjadi model iklan,” kata dhika datar masih tidak lepas menatap dalam mataku.

“Heh?”

“Berhentilah,” kata nya singkat tapi bisa kurasakan ketegasan dalam kata kata nya.

“Kenapa?” tanyaku bingung.

“Karena kamu istriku,”

“Tapi—“

Sebelum aku melanjutkan kata kataku, dhika membungkam mulutku dengan ciuman nya yang lembut dan lama di bibirku. Aku yang terkejut hanya bisa terdiam tanpa membalas ciuman nya, aku hanya bisa memperhatikan nya yang sedang memejamkan mata menikmati ciuman ini. Dia melepaskan ciuman nya perlahan dan menyingkirkan sulur rambutku dengan lembut pula.

“Dhika, kenapa kamu menciumku?” tanyaku hati hati.

“Karena kamu istriku,” ucapnya seraya mengusap bibirku yang masih basah karena ciumannya. Tatapan nya masih tajam serasa menembus jiwaku.

1
Rahmawati
bagus banget
ratna wati
suka
Cecilia Woen
Kecewa
Mhira Tzabit
hahahahahhaha
Caturtws
baik baik baiiiikkkk sangat baiiiikkkk
Caturtws
kak gimana kabarnya
Ade Jayanti
ceritanya hampir mirip Drakor justice farners. bedanya dokter d film sudah Mateng umurnya dan tidak ada drama percintaan nya. tapi hampir 60% Cerita nya mirip, karakter dokternya juga mirip, kasus2 kriminal juga mirip.
Caturtws
nunggu banget lanjutan angel in crime
Novianti Ratnasari
paris tuh terlalu di manja am pph nya am kkek nenek nya jd gt
Novianti Ratnasari
Paris ngikut jejak ibu nya😂😂😂😂
Khalisah Rochman
author pinter bgt.... semua ilmu ad di novelmu thor 😍😘😘😘
Khalisah Rochman
keren thor.... luar biasa karyamu.... the best pokokx... lope lope sekebon deh 😍😘😘😘😘❤❤❤
RINDU ⭕
Author, ceritanya bagus dan seru, maaf, penulisan nama diawali huruf besar ya, Zea
⭐⭐⭐⭐⭐🙏🙏
Indah Nihayati
bagus thor mampir nih
Nur Yuliastuti
suka dg cerita ini,, ku kesini llagi Thor 🤗

sehat sehat sll yaa 🤗
Nur Yuliastuti
baiklah Yesha,, tunjukkan pesonamu Paris 🤗
Nur Yuliastuti
🤭🤭🤭
Nur Yuliastuti
lagi 😃
Nur Yuliastuti
kangen Dokter Dhika jd kesini 😍
Riska Wulandari
lah kalo g ada Ratu ntar d panggil apa,??Mahar atau Dhika juga???🤭🤭🤣🤣
terimakasih cerita menghiburnya thor..👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!