NovelToon NovelToon
Istri Bayaran: Pernikahan Palsu, Rahasia Kelam

Istri Bayaran: Pernikahan Palsu, Rahasia Kelam

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Trauma masa lalu / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku butuh istri untuk mendapatkan warisan Kakek, dan kamu butuh uang untuk pengobatan ibumu. Adil, kan?" — Aksara Danendra.

Bagi Aylin, pernikahan ini hanyalah transaksi pahit. Ia rela membuang harga dirinya dan menjadi 'Istri Bayaran' demi pengobatan sang ibu. Ia berjanji tidak akan melibatkan hati, apalagi pada pria dingin dan penuh rahasia seperti Aksara. Bagi Aylin, semua lelaki sama saja brengsek.

Namun, bagaimana jika di atas kertas kontrak yang dingin itu, benih cinta justru tumbuh secara perlahan? Dan bagaimana jika saat cinta itu mulai mekar, Aylin menyadari bahwa dirinya hanyalah tameng untuk rahasia gelap suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.25 -Ambisi

Emilia membanting pintu mobil dengan keras, menimbulkan dentuman yang membuat Sandra—sang pemilik mobil—meringis pedih. Ia hanya bisa menatap nanar pintunya yang diperlakukan kasar tanpa berani memprotes.

"Sial!" umpat Emilia dengan napas memburu.

"Sudahlah, Em. Mungkin istrinya Aksara memang benar-benar sakit. Atau... mungkin saja sedang hamil?" celetuk Naila polos.

Seketika, Emilia menoleh dan melemparkan tatapan yang begitu tajam, membuat Naila langsung membeku di tempatnya. Atmosfer di dalam mobil mendadak terasa mencekam.

"Kan... cuma tebakan saja," cicit Naila gugup, nyaris tak terdengar.

"Gak mungkin! Aku tahu Aksara bagaimana. Dia bukan tipe pria yang mudah jatuh cinta, apalagi pada gadis antah-berantah seperti itu," desis Emilia. Tangannya mengepal erat hingga kuku-kukunya memutih.

Mobil melaju pelan, membelah kemacetan Jakarta. Hanya ada suara musik yang mengalun lembut, kontras dengan gemuruh di dada Emilia. Ia menyandarkan kepalanya ke jendela, menatap kosong pada deretan gedung pencakar langit.

Pikirannya melayang kembali ke hari itu—hari yang seharusnya menjadi momen pernikahan mereka. Di tengah persiapan yang sudah matang, ia justru mendapatkan panggilan dari agency luar negeri untuk menjadi Brand Ambassador salah satu produk ternama dunia. Itu adalah tiket emas menuju puncak karier yang ia impikan.

Aksara sudah melarangnya. Pria itu bahkan rela berlutut dan siap membayar seluruh nilai kerugian kontrak asalkan Emilia tidak pergi. Namun, ambisi Emilia jauh lebih besar dari rasa sayangnya. Dengan tekad baja dan kepercayaan diri yang buta bahwa Aksara akan selalu menjadi "budak cintanya" yang setia menunggu, Emilia memilih pergi. Ia mengambil kontrak itu dan meninggalkan pernikahan impiannya begitu saja.

Namun kini, saat ia kembali untuk menjemput apa yang ia anggap miliknya, semuanya tak lagi sama. Takhta di samping Aksara sudah terisi. Pria yang ia kira akan menunggunya seumur hidup, kini sudah memiliki istri sah.

"Seharusnya kamu masih milikku, Aksa," lirihnya pelan, namun penuh dengan ambisi yang berbahaya.

*

*

Malam pun tiba. Aksara baru bisa bernapas lega setelah menumpuk semua pekerjaan yang seolah tak ada habisnya. Pikirannya melayang pada rencana besok pagi; ia berniat membawa Aylin jalan-jalan untuk menghirup udara segar.

Entahlah, akhir-akhir ini bayangan Aylin justru lebih sering memenuhi kepalanya dibanding tumpukan dokumen perusahaan.

"Apa aku benar-benar sudah jatuh cinta?" gumamnya lirih pada kesunyian ruangannya.

Aksara melangkah tenang menuju lobi, menunggu Jo yang sedang mengambil mobil. Namun, ketenangannya terusik saat seorang wanita paruh baya dengan dandanan mencolok menghampirinya sambil tersenyum ramah—terlalu ramah hingga terasa palsu.

"Maaf, siapa ya?" tanya Aksara dengan nada dingin khasnya.

"Perkenalkan, nama saya Lusi. Mertua Anda, Tuan Aksara... Ah, lebih tepatnya, saya ibu tiri Aylin," jelas Lusi dengan wajah tak tahu diri.

Aksara mengerutkan kening. Ia merasa ada yang tidak beres. Seingatnya, Aylin tidak pernah menceritakan tentang sosok ibu tiri dalam hidupnya.

"Benarkah? Kenapa Aylin tidak pernah bercerita soal Anda?" tanya Aksara dengan nada penuh selidik.

Sebelum Lusi sempat mengeluarkan bualannya, derap langkah sepatu yang tergesa-gesa terdengar menggema di lobi.

"Lusi!" pekik Reynan, napasnya tersengal.

"Apaan sih, Mas? Kamu itu lambat bergerak. Aku tahu kamu gagal menemui Aylin di apartemen, makanya aku langsung ke sini menemui menantumu," balas Lusi tanpa dosa.

Aksara hanya diam menyimak, melipat tangan di dada sembari menyimpulkan hubungan kedua orang di depannya. Matanya yang tajam menatap Reynan yang terlihat pucat.

"Tuan Aksara, kenalkan... ini suami saya, ayah kandung Aylin. Reynan," ucap Lusi, mengabaikan tatapan peringatan dari suaminya.

Lusi tidak peduli pada harga diri lagi. Baginya, martabat tidak bisa membayar tagihan para pegawainya yang sudah mulai menuntut gaji. Uang adalah segalanya saat ini.

Melihat gelagat mereka, Aksara pun mengerti. Mereka bukan datang sebagai keluarga yang rindu, melainkan sebagai benalu yang mencari mangsa.

"Maaf, saya harus pulang. Permisi," pamit Aksara dingin. Ia segera melangkah pergi tepat saat mobil yang dikendarai Jo berhenti sempurna di depannya.

Lusi mematung, mulutnya sedikit ternganga melihat punggung Aksara yang menjauh tanpa memberinya kesempatan bicara. "Sial! Ini gara-gara kamu, Mas! Aksara jadi pergi sebelum aku sempat bicara," ketus Lusi sambil menyikut suaminya.

"Sudahlah, ayo pulang. Tidak enak dilihat orang," sahut sang suami mencoba menenangkan.

Lusi mendengus kasar, namun akhirnya berbalik mengikuti tarikan tangan suaminya. "Lihat saja, besok aku akan kembali. Bagaimana pun caranya, aku harus bertemu Aylin!" gumamnya dengan pelan.

Puluhan menit berlalu, Aksara tiba di basement apartemen mewahnya. Langkahnya terhenti saat melihat Arvano baru saja turun dari mobil, nampaknya pria itu juga baru selesai bekerja.

"Sayang!" seru Arvano dengan nada ceria yang berlebihan.

Aksara memejamkan mata sesaat, menghirup napas panjang untuk meredam rasa penatnya. "Ada apa?" tanyanya datar. Mereka kini berdiri berdampingan menunggu pintu lift terbuka. Kondisi basement yang sepi membuat suara mereka menggema pelan.

"Kamu tahu? Tadi Emilia datang ke kafe," beritahu Arvano sambil melirik lewat sudut matanya. Ia bisa merasakan tubuh Aksara mendadak menegang.

"Mau apa wanita itu ke sana?" gumam Aksara pelan, nyaris seperti bicara pada diri sendiri, namun telinga Arvano terlalu tajam untuk melewatkannya.

"Mencari Aylin, tentu saja. Siapa lagi?" Arvano terkekeh kecil, nadanya seolah sedang membicarakan cuaca. "Emilia tidak tahu tentang hubungan kita yang sebenarnya. Yang dia tahu, Aylin adalah istrimu, pemegang tahta di sampingmu."

Pintu lift terbuka. Aksara dan Arvano masuk ke dalam, sempat melemparkan senyum ramah pada penghuni lain yang ada di dalam sana, menutupi percakapan panas mereka dengan topeng kesopanan.

"Beruntung tadi Aylin sedang tidak ada di tempat. Jika mereka bertemu... aku rasa kafe itu akan jadi lokasi perang dunia ketiga," kekeh Arvano lagi saat lift mulai bergerak naik.

Aksara hanya terdiam, tatapannya lurus menatap pantulan dirinya di dinding lift yang mengkilap. Pikirannya kalut. Ia harus memastikan Aylin tidak pernah tahu tentang keberadaan Emilia. Baginya, Aylin adalah benteng perlindungannya sekarang.

Namun, Aksara tidak tahu apa yang sedang menari-nari di kepala pria di sampingnya. Arvano tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak mencapai mata. 'Jangan khawatir, Aksara. Jika mereka belum bertemu hari ini, aku sendiri yang akan memastikan mereka duduk di meja yang sama besok.'

Bersambung ...

1
🌿
kalo nyesalnya duluan namanya pendaftaran Ay 🫠
jumirah slavina
Tuhan bikin orang² jahat itu kejang mendadak 🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻
jumirah slavina
Thorrrrrrr., suntik mati Vanuuuuuuu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
🌿
nyebut kek Aksara, amit-amit gitu 🫠
jumirah slavina
deq²n Aku., gimana nasib Aay d'next bab
jumirah slavina
Thorrrrrrrrrrr.... kasih kalpanax nih penyakit kulit VANUan
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
Ay... Kamu bawa uang kan ?? tar cape² lari dari Aksa mo pulang sendiri., ekh balik lagi krn lupa bawa uang.,

😄😄
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
Tuhan bikin Mata Vanu belekan soale dia menyebalkan


🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Epi Widayanti
gak sadar diri 🙃
🌺🌺
stresss si Arvano
jumirah slavina
balas Ay., klo smp s' Aksa gak membela kamu., tinggalin Ay....
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
dasar Vanu.. kadas., kudis., kurap...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
kau yang aneh., ambisi ko' merebut...
🌿
katakan prettttt 🫠
jumirah slavina
Kirana sm Emil., sama² menyebalkan Thor
jumirah slavina
dia bohongg
jumirah slavina
nih denger., yo mbok d'dukung klo Aay membuat Aksa lebih baik. jadi laki² normal, kan alamat punya cucu kalian.,
jumirah slavina: 😄🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
jumirah slavina
hati tersenyum... hhmmm...
berarti muka'mu tetap datar ya Aks...
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: wahh aku masih 1/4 sekarang gk tau belum periksa lagi 🤭
total 8 replies
Epi Widayanti
Gak ada yang nanya pula 🤣
Epi Widayanti
Gak tau malu ihh 🙃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!