Tajuk Hendrawan adalah seorang CEO muda yang terkenal akan keuletannya, tapi saat dia jatuh cinta kembali dengan seseorang yang tiga tahun lalu pernah hadir dalam hidupnya, membuat semuanya berubah, bahkan Tajuk yang belum merelakan cinta lamanya memilih untuk mengejarnya kembali, apa lagi perpisahannya dahulu karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab, membuat Tajuk tidak bisa menerima kenyataan perpisahan mereka.
sedangkan Rindu adalah seorang wanita biasa, sebagai karyawan biasa tidak ada hal yang menonjol darinya. sampai saat kisah cintanya yang rumit terulang kembali. Kini cinta segitiga yang di alaminya begitu membuat Rindu serba salah.
Alfian orang yang paling peduli akan Rindu, mencintai Rindu dengan setulus hati. Bahkan Alfian dengan sabar menanti kesiapan Rindu menerima cintanya.
Lantas bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Bagaimana kisah asmara mereka???
Silahkan di baca ya!!
PERINGATAN!!!
BANYAK TYPO DIMANA MANA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahayu Avilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya !!!
Rindu langsung melepaskan ciuman panas mereka, dia segera berdiri dan membenahi penampilannya, wajah Rindu kini merah karena malu, dia tidak menyangka pintu yang tadinya terkunci kenapa bisa kini di buka dengan mudah oleh Nia sekretaris Tajuk.
"Ma-maaf pak Boss sa-saya tidak tahu kalau anda sedang sibuk, kalau begitu saya permisi." Kata Nia gugup.
"Nia!! Tunggu, bawa berkas itu kemari." Perintah Tajuk seakan ini bukan masalah besar.
Dengan gemetar Nia melangkah masuk ke dalam, dia melirik sekilas pada Rindu, terlihat Rindu masih tampak merah mukanya karena malu, lalu dia memberikan berkas-berkas itu pada Tajuk.
Seakan mengerti dengan sorot mata Nia yang menilai buruk tentang Rindu, membuat Tajuk menarik pinggang Rindu dan kini Rindu pun kembali duduk di pangkuan Tajuk.
Rindu membelalakkan mata terkejut dengan sikap Tajuk yang selalu saja tiba-tiba, Nia semakin gugup dengan apa yang di lihatnya di depan mata, seakan Bossnya tersebut ingin menunjukkan siapa sebenarnya Rindu buat dia.
"Nia, jika ada desas desus tentang istri saya di kantor ini, kamu orang pertama yang saya pecat." Kata Tajuk tegas seakan itu sebuah ancaman.
"Ba-baik Boss, saya tidak akan bicara apa-apa." Kata Nia gugup. Seakan ini adalah pukulan berat untuknya.
'Istri? Jadi Rindu adalah istri Boss Taj, sebaiknya aku harus berhati-hati mulai sekarang dengan Rindu.' Batin Nia.
Deg...deg...deg...
Mendengar kata Tajuk yang secara tidak langsung memperkenalkan dirinya kepada pegawainya, membuat jantung Rindu berdetak lebih kencang, karena jujur Rindu saat ini belum siap menghadapi para pegawai yang nanti akan bicara buruk tentangnya.
Karena yang karyawan tahu bahwa Tajuk CEO perusahaan adalah masih belum menikah statusnya, dan tiba-tiba Rindu hadir sebagai istri, pastilah mereka semua akan berpikir buruk tentang Rindu. Apa lagi status Rindu yang hanya seorang pegawai biasa.
"Mas Tajuk apa-apaan, bukankah mas udah janji untuk tidak mempublikasikan hubungan kita, sebelum mas menemukan siapa orang yang berusaha memalsukan surat cerai tiga tahun lalu itu." Kata Rindu berusaha memprotes ucapan Tajuk.
Tentu saja Nia yang mendengar hal itu semakin shock. Dia tidak menyangka jika hubungan mereka sudah lama namun tidak terendus media atau pun para karyawan.
'Oh ternyata mereka menikah sudah tiga tahun lamanya, tapi kenapa sampai media tidak memberitakan soal ini.' Batin Nia semakin penasaran.
Tajuk tidak menghiraukan Rindu yang protes dengan ucapannya, bahkan dia hanya sibuk untuk menandatangani dokumen yang tadi di bawa oleh Nia, dengan salah satu posisi tangannya memeluk pinggang Rindu yang berusaha untuk melepaskan diri darinya.
"Bukankah kita sudah sepakat, kalau terbukti surat cerai itu palsu, kamu akan menuruti keinginanku." Kata Tajuk seakan tidak berdosa.
"Ish, selalu begitu." Kata Rindu menghentakkan tangan Tajuk kesal, lalu dia berjalan menuju sofa.
Nia masih tampak asing di situasi ini, dia merasa seperti melihat pertunjukan drama percintaan dimana sang istri sedang ngambek pada suaminya.
"Nia, ini dokumen sudah aku tandatangani, kamu bisa membawanya ke meja kerjamu, dan lanjutkan kerjaanmu dengan benar." Kata Tajuk sambil memberikan dokumen itu kepada Nia.
"Baik Pak Boss." Kata Nia.
Lalu dia berbalik badan ingin keluar dari ruangan sang Boss.
"Oh ya Nia, mulai saat ini bersikap baiklah dengan ibu Rindu, dan ingat jangan sampai ada gosip buruk tentang dia, atau kamu akan saya pecat tanpa pesangon." Kata Tajuk seakan memberi ancaman pada Nia.
"Ba-baik Pak Boss." Kata Nia gugup.
Nia sangat takut jika sampai di pecat seperti apa yang di katakan Tajuk, karena mencari perusahaan dengan gaji besar seperti saat ini sangatlah susah bahkan mustahil.
Rindu yang mendengar ucapan Tajuk semakin mendengus kesal, dia selalu saja tidak bisa menang dari Tajuk. Karena Tajuk selalu punya cara tersendiri untuk menaklukkan Rindu.
"Sweetheart, kenapa kamu masih cemberut begitu?" Kata Tajuk.
Namun Rindu yang masih kesal tidak menjawab, dia melipat tangannya di dadanya, bibirnya manyun ke depan seakan memendam kekesalan pada Tajuk.
Karena tidak mendapat respon dari Rindu, maka Tajuk pun berdiri dan berjalan mendekati Rindu. Dia duduk di samping Rindu, sebelah tangannya merangkul bahu Rindu.
"Sweetheart, sudahlah jangan marah lagi, cepat atau lambat orang akan tahu bagaimana hubungan kita, jadi sebaiknya kita umumkan saja pada mereka." Bujuk Tajuk.
"Tidak semudah itu mas, apa yang akan mereka pikirkan tentang kita nanti, sedangkan selama ini mas tidak dekat dengan wanita mana pun dan sekarang tiba-tiba mengumumkan status kita." Kata Rindu
"Huft, jadi aku harus bagaimana? membiarkanmu dekat dengan Al atau Bram?" Kata Tajuk sinis dengan sikap Rindu yang keras kepala.
Deg...deg...deg..
Seketika Rindu terpaku mendengar ucapan Tajuk, ternyata ini yang jadi sumber masalah, dia cemburu pada Alfian atau pun Bram, makanya Tajuk bersikeras dengan keinginannya untuk memperkenalkan Rindu pada semua karyawannya.
'Ternyata ini yang jadi sumber masalah buat Mas Tajuk, dia cemburu sama kak Al dan Bram.' Batin Rindu.
"Aku tahu begitu banyak yang menginginkanmu, bagaimana aku bisa tenang ketika melihat istriku di lirik lelaki lain." Kata Tajuk menyandarkan kepalanya di bahu Rindu.
"Baiklah, baiklah, tidak perlu juga mempublikasikan statusku d hadapan banyak orang, cukup Joe, Mitha, dan Nia saja yang tahu, dan aku akan tetap bekerja sebagai sekretaris pribadi mas, supaya mas tahu apa yang aku lakukan." Kata Rindu.
Namun Tajuk terlihat belum puas dengan keputusan yang di pilih oleh Rindu, dia seakan ingin melakukan protes dengan istri tercintanya tersebut.
"Kalau mas tidak setuju sebaiknya kembali seperti dulu saja, biarkan aku tinggal di tempat kost ku." Kata Rindu melanjutkan kata-katanya sebelum Tajuk melayangkan protes.
"Baiklah, baiklah, untuk kali ini aku menyerah dengan keputusanmu, tapi ingat itu tidak akan lama." Kata Tajuk
Rindu tersenyum tipis mendengar ucapan Tajuk barusan, dia bisa bernafas lega mendengar kata-kata Tajuk barusan.
Seakan tidak ingin melewatkan kesempatan bahagia ini, Tajuk pun kembali mencium bibir Rindu, dengan senyum bahagia Rindu membalas ciuman Tajuk tersebut, bahkan seakan Rindu memberikan lampu hijau kepada Tajuk dengan cara mengalungkan tangannya di leher Tajuk.
Ciuman yang awalnya hanya ciuman ringan kini menjadi ciuman yang panas, saling melumat, dan juga saling melilit satu sama lain, sehingga kedua insan itu larut dalam gairah yang tak bertepi.
Jangan harap tangan Tajuk bisa diam setelah gairah di dalam dadanya begitu besar kini telah bangkit, kini ciuman itu beralih ke leher jenjang Rindu, menyesapnya dan meninggalkan bekas merah di sana.
Seakan tidak memperdulikan dimana mereka saat ini, yang kini di inginkan Tajuk adalah melanjutkan sesuatu yang tadi sempat tertunda oleh kedatangan Nia.
"Aku sudah tidak bisa menahannya Sweety." Bisik Tajuk dengan suara seksinya tepat di telingan Rindu.
Seakan mengerti akan apa yang di inginkan suaminya, Rindu hanya mengangguk pasrah tidak melakukan perlawanan, sungguh benar-benar pagi yang indah buat mereka berdua, setelah tiga tahun lamanya hasrat terpendam itu tidak tersalurkan, kini mereka saling melepas keinginannya.
☆☆Bersambung☆☆
Jangan lupa tinggalkan Like Komen Tip jika ada ya..
Dan ikuti terus kisah mereka
Bonusnya Visual Tajuk dan Rindu
semangat 💪💪
jgn main potong" ajha 😏😏😏
rindu bilangnya ke Alfian tajuk yg meninggalkan
aku baru terjumpa dgn novel mu
keren sungguh jalan ceritanya.
ada sambungannya tak?