NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: tamat
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita Kematian Tiga Arwah

Tak lama setelah angin itu bertiup, menerpa wajah Ghaffar. Kini Ghaffar sudah berpindah tempat, lebih tepatnya jiwa ia yang kini berada di masa lalu. Ini bukan yang pertama kalinya, ia tentu pernah melakukan hal ini. Di kasus-kasus sebelumnya, Ghaffar melihat ke sekeliling.

'Sebuah sekolah? Ini sekolah Theresia kah?' Ghaffar melihat lingkungan sekolah elit, ia berdiri di tengah-tengah lapangan basket. Ini merupakan Internasional School besar, yang ada di kota. Sekolah ini memiliki fasilitas lengkap, di mulai dari TK sampai ke SMA. Saat Ghaffar tengah fokus memperhatikan sekitar, tiba-tiba ia mendengar suara tak jauh darinya. Ghaffar berbalik, ia melihat ada seorang wanita yang sudah tak muda lagi. Bahkan terlihat usia lanjut, mungkin sekitar 60 tahun ke atas.

'Apa yang dia bawa, seperti... peti buah' karena penasaran, Ghaffar mengikuti wanita tersebut. Wanita itu menggumamkan sesuatu, tetapi Ghaffar tak bisa mendengarnya. Ia pun mendekat, karena penasaran dengan apa yang di ucapkan wanita tersebut.

"Anak baik tidak boleh lama-lama hidup, aku akan membantu kalian terbebas dari penderitaan yang kalian alami. Kalian hanya diam saja, saat kalian di perlakukan tidak adil oleh teman-teman kalian. Bahkan, kalian juga tidak mengadukan hal ini pada orang tuanya. Jadi... aku akan membantu kalian, seperti aku membantu anakku bertemu dengan Tuhan lebih cepat." Ghaffar membulatkan kedua bola matanya

'Jadi... dia bukan hanya membunuh anak orang lain, bahkan anaknya pun ia habisi? Astaghfirullah' Ghaffar masih mengikuti wanita tua tersebut

Bila di lihat dari pakaiannya, wanita itu bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sekolah ini. Mereka semakin masuk ke dalam sekolah, Ghaffar mengerutkan dahinya, saat ia melewati sebuah lubang di dinding penghalang. Yang di tutupi oleh tumpukan meja dan kursi, cara dia memanipulasi pintu tersebut.

Lubang yang,,, tidak terlalu kecil, tapi juga tak besar. Cukup untuk satu orang, wanita itu berjongkok dan masuk ke dalam lubang tersebut. Setelah sebelumnya, ia memasukkan terlebih dahulu peti buah yang ia bawa-bawa. Ghaffar ikut masuk, saat ia keluar dari lubang tersebut. Lagi-lagi Ghaffar di kejutkan, dengan apa yang ada di depannya.

Di depannya kini, menjulang bangunan besar tak terurus. Wanita itu terus melangkahkan kakinya, melewati sebuah taman yang terbengkalai. Rumput liar, terlihat tumbuh begitu tinggi. ILALANG...

Sampai mereka kini berada di depan sebuah pintu..

KRIEEETTT

Suara pintu, yang sudah lama tidak mendapatkan perawatan. Begitu terbuka, bau lembab dan anyir menguar keluar. Ghaffar sempat tahan nafas, karena bau yang begitu menusuk hidungnya. Kembali melangkahkan kakinya, untuk masuk ke dalam rumah. Semakin ke dalam, baunya semakin jelas.

"Kamu yang tenang ya, ibu akan bantu kamu meringankan rasa sakitnya. Orang tua mu tak peduli, biar ibu yang peduli. Ini hanya sakit sebentar, setelahnya kamu akan bertemu dengan Tuhan mu." ucap wanita itu, Ghaffar mendengar suara jeritan tertahan. Ia pun mendekat, kedua matanya kembali membulat sempurna.

'THERESIA'

"MMMMPPPHHH.... MMMPPPHHH...." Theresia menangis, seraya menggelengkan kepalanya. Ia takut, sangat takut.

"Ssssttt... tenang sayang, sebentar... hanya sebentar saja... Nanti kamu akan bertemu dengan anak ibu, dia sudah lebih dulu di sana. Sampaikan salam ibu padanya, ya?" wanita itu ke berjalan ke samping, Ghaffar ingin sekali menolong. Tapi tak bisa, kejadian di depannya saat ini adalah masa lalu.

'BRENGSEK, APA YANG AKAN KAMU LAKUKAN?' Ghaffar berteriak, bahkan sampai mengumpat. Karena melihat wanita itu, ternyata mengambil sebuah palu besar. Ia menyeretnya, karena ukuran palu itu memang besar. PALU MARTIL

SREEETTTT!!! SREEETTT!!!

"MMMHHHH... MMMHHH..." Theresia kembali menggelengkan kepalanya, kedua tangan dan kakinya terikat. Ia menghentakkan kedua kakinya ke lantai, bahkan ia menghentakkan kepalanya ke belakang. Saking takutnya, ia benar-benar takut.

'TOOOLLLOOONG!!!!' jeritnya dalam hati, mulutnya yang di sumpal gumpalan kain. Membuatnya tak bisa berteriak, air matanya semakin tak terkendali.

"MMMMHHH... EEGGGHHH... EGGHHHH... MMMHHHH" hati Ghaffar begitu sakit melihatnya, seolah ia melihat kembali kejadian saat ibunya meninggal

'JANGAAANN... JANGAAANN BRENGSEK!!!' teriak Ghaffar lagi

'TOOOLLOONG... WAAAAAA..... PAPAAA... MAMAAA.... HWAAAAAA...' kembali Theresia menjerit di dalam hati, berharap ada yang datang menolongnya. Ghaffar bahkan tak sadar, bila dirinya kini tengah menangis.

"ssssttt.... sabar ya, hanya sebentar saja.." wanita itu mengangkat palu martil, menggunakan kedua tangannya. Ia mengayunkan benda itu ke arah kepala Theresia dan..

BUAGH!!!

KREEEKK

'BRENGSEEEEKKK... HWAAAA...' Ghaffar menangis kencang

Ini kejam, terlalu kejam.

Sekali pukul, tentu membuat Theresia yang masih kecil langsung tak bernyawa.

"Tuh kan... sakitnya cuma sebentar, sekarang udah ga sakit lagi." ucap wanita itu, wajahnya terlihat biasa saja.

Kejadian itu terulang pada Diki dan Arkana, sama persis. Dan jenazah mereka di masukkan ke dalam gentong besar, ternyata bukan ada 3 gentong di sana. Melainkan banyak, itu artinya korban bukan hanya Theresia, Diki dan Arkana.

.

"GHAFF... GHAFFAR!!!" teriak Akbar

Akbar terpaksa masuk, saat ia mendengar suara teriakan dan tangisan Ghaffar. Akbar memang tak pulang, ia memilih menunggu di depan kamar Ghaffar. Mendengar suara teriakan Akbar, Ghaffar pun terbangun. Ghaffar memeluk Akbar, Akbar yang tak tau kenapa. Ia pun ikut menangis, mendengar tangisan Ghaffar yang begitu menyakitkan.

"IBU..... HUHU..."

Selama bertahun-tahun, ia tak pernah melihat atau mendengar sahabatnya menangis. Bahkan saat mengantarkan kedua orang tua nya ke liang lahat pun, Ghaffar hanya menatap kosong. Tak ada air mata, atau pun ekspresi lain selain datar. Tapi sekarang... ia melihat sahabatnya begitu rapuh, sahabatnya yang terlihat tegar, bahkan terkesan angkuh. Dingin, tak tersentuh. Kini tengah menangis meraung, di dalam dekapannya.

Akbar hanya diam, ia menepuk pelan punggung Ghaffar. Ia tak tau, apa yang harus ia ucapkan. Ia tak tau, apa yang sebenarnya di rasakan oleh Ghaffar.

Setelah beberapa saat, tangisan Ghaffar pun berhenti.

"Sorry Bar" ucap Ghaffar, dengan suara seraknya

"Ga masalah, kamu teh memang seharusnya seperti ini Ghaf. Kalo memang sedih, nangis. Kalo bahagia, ketawa. Kalo kesel, ya marah. Luapin aja semuanya perasaan kamu, jangan di pendem sendiri. Aku emang ga tau, sebesar apa rasa sakit kamu. Tapi seenggaknya, aku bisa jadi tempat kamu berkeluh kesah. Sampe nanti, jodoh kamu datang." jawab Akbar, membuat Ghaffar memukul pelan lengan atasnya.

Akbar terkekeh, ia tak ingin bertanya sekarang. Kalo memang mau, Ghaffar pasti akan cerita sendiri nanti.

"Udah tenang sekarang?" tanya Akbar, Ghaffar mengangguk

"Aku ke kamar mandi dulu ya" Akbar mengiyakan, ia melihat waktu di dinding kamar Ghaffar. Waktu sudah menunjukkan 17.50, sebentar lagi adzan Maghrib. Ia pun memilih keluar, bersiap untuk shalat.

.

.

Semua orang tua ketiga arwah sudah datang kembali ke kafe, bahkan kini bukan hanya mereka. Orang tua Arkana dan Diki, membawa anak-anaknya yang lain. Arkana memiliki dua kakak, laki-laki dan perempuan. Sedangkan Diki, memiliki satu kakak lelaki.

"Apa nak Ghaffar sudah menemukan, keberadaan jenazah anak-anak kami?" tanya om Bagus

"Ya....

...****************...

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
puji indari
semoga diangkat penyakitnya dan cepat sadar Aamiiñyra
sasa adzka
bisa ko mba Rosa gak akan hancur roh nya mba.. tenang ada mak othor yg nulis biar gak lenyap roh nya mba😄😄😄
sasa adzka
kata kak Abraham " pusing kali aku liat tulang tulang ne banyak kali" masa iya mau ngurusi brutalnya om anggara😄😄😄... naik pangkat loh kak Abraham dapatnya menang kasus trus🤭🤭
rahmah
ceritanya seru setiap Ghaffar membantu orang yg berhubungan dg arwah dia juga membantu masalah arwah tersebut jadi plot twist dan dia juga banyak mendapatkan dapat keluarga baru dari hasil membantu orang sampai bisa mempermudah tugasnya seperti dapat kak Abraham yg polisi kak Arimbi yg bedah forensik dan kak Devan yg punya banyak bodyguard mafia dan mingyu adik angkat yg sama² punya kelebihan tambah lagi punya banyak ortu yg sayang sama dia dan jodohnya adalah arwah yg menemani selama 6 tahun ini bukan arwah meninggal tapi yg ternyata raganya masih koma dan akhirnya kembali bersatu jadi manusia dan nikah lah Ghaffar dan moon alias wulan Maheswari..🥰
rahmah: sama² kak
total 2 replies
sasa adzka
mak mau magrib dah tempatku.. aku skip karena malam😄😄aku sambung besok lagi baca nya masalahnya kagak berani klo malam malam baca horor...
sehat selalu mak ya😍😍😍
sasa adzka: kalimantan selatan mak
total 2 replies
sasa adzka
brondong nya mau ta kekepin aja mak d rmh🤭🤭
sasa adzka
jujur mak, sebenarnya aku tu takut loh baca horor gini.. tapi punya mu bikin penasaran setelah aku baca keluarga zandra🤭😄😄 ada horor, kocak nya juga.. apalagi klo malam aku baca, aku skip dulu ganti siank baca nya.. aku org nya kadang terbayang😄😄
ule_keke (IG: ule_keke26): semangat kakak🤭
total 1 replies
Tiana Sulis
kak autor aq udah baca karyamu bolak balik gk ada yang gagal 😍
semua karya mu bagus bagus 😍
apalagi setiap aq baca bagian yang sedih sedi aq jadi ikut 😭
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak 💓💓💓
total 1 replies
Diana Puji Astuti
bagus cerritanya thor
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak💓
total 1 replies
kiki ayu tirawati
/Good/
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak💓
total 1 replies
syska
sʏᴜᴋᴀᴀᴀᴀᴀᴀᴀᴀ ʙᴀɴɢᴇᴛ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ...😍😍😍
ᴋᴇʀᴇɴ ᴀʙɪɪɪsᴀs....❤️❤️❤️
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak💓
total 1 replies
Rhea Kim
heleh podo wae to galih 🤬
Rhea Kim
mirza😭😭 bahkan g mikirin diri sendiri😭😭
kalo aq yg dapet 100jt belum tentu akan sebaik itu d sumbang semua🤣
Rhea Kim
bersyukur kek udah d tolong lo sean
Rhea Kim
mantavvv bapak dasar durhaka.... buang aja bapak 🔥🔥🔥🔥💪💪
Rhea Kim
ghafarr 🥰🥰🥰 baik banget huhu... dy ne selalu jadi sandaran semua orang 😭😭anag baik
Rhea Kim
Mantappp dandi hajar aja hajar
Rhea Kim
seremm😭😭😭😭.... emang pasti ada ya d dunia nyata yg katanya sahabat ternyata menusuk 🤬
syska
ᴡᴋᴡᴋᴡᴋᴡᴋ... ᴛᴇᴛᴇᴘ ɢᴀʏᴀ ɴʏᴀ ᴍᴏᴏɴ.. ᴄᴇᴘʟᴀs ᴄᴇᴘʟᴏs...
Cia Sanu
luar biasa
ule_keke (IG: ule_keke26): Makasih kak💓
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!