Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 3 Cryssy
Biel menahan air mata yang meluncur deras membasahi pipinya.
Bagaimana ia tidak akan merasa bersalah ketika ia tahu,
Semua hal buruk yang menimpa Cryssy dan kedua orang tuanya adalah karena dirinya, karena keluarga menyelamatkan nyawanya dan membawanya ke dalam keluarga mereka.
" Bagaimana aku akan bisa berhenti merasa bersalah dokter....
sementara aku tahu.....semua hal buruk yang menimpa mereka adalah karena diriku.
Andai mereka tak datang dan membawaku untuk hidup bersama mereka,
Andai mereka tak memilih menyelamatkanku saat itu.....
mereka pasti masih hidup dengan bahagia sampai sekarang,
dia.....
tidak akan terbaring lemah tak berdaya seperti ini.
Semua yang terjadi kepadanya....itu semua karena aku,
karena dia dan kedua orang tuanya membawaku bersama mereka..... " ucap Biel dengan suara bergetar dan air mata yang kian mengalir deras.
Masih jelas di ingatannya kala itu,
Usianya 14 tahun saat itu saat panti asuhan di mana selama 7 tahun belakangan ia tinggal dan di besarkan tiba tiba terbakar di tengah malam.
Ketika semua orang tengah tenggelam dalam tidur dan mimpi mimpi mereka.
Api menyala dengan begitu besarnya dan sukses membumi hanguskan tempat itu tanpa bersisa dan membuat bangunan besar itu luruh lantak dengan tanah.
Banyak anak anak penghuni panti yang menjadi korban atas kejadian itu termasuk salah seorang guru yang sebelum kematiannya telah lebih dulu berjuang keras menyelamatkan nyawanya.
Bu Erwina,
Salah seorang ibu panti di panti asuhan itu berlari dengan kencang ke arah kamar Biel yang berada di lantai dua.
Saat itu api yang berkobar telah hampir sampai ke lantai dua.
Bu Erwina yang memilih tak menghiraukan teriakan ibu ibu pembina panti yang lain terus berlari menaiki tangga dan akhirnya sampai di lantai dua.
Di sana ia bergegas memerintahkan semua anak yang berjumlah 6 orang di kamar itu untuk keluar.
Dan Biel yang terakhir, ia yang syok dan sangat terkejut melihat yang begitu besarnya hanya bisa diam tanpa bisa berbuat sesuatu.
Semua anak akhirnya bisa selamat, tapi Biel....
Ia masih di ujung tangga ketika api telah melahap hampir setengah dari tangga itu. Biel tak berani melompat.
Saat itu, Bu Erwina tiba tiba meraih pinggangnya dan membawanya melompat ke lantai bawah.
Ia menjadikan tubuhnya sebagai tumpuan tubuh Biel agar tak terbentur lantai.
sebagai gantinya, tubuhnyalah yang akhirnya membentur lantai.
Tak sampai di sana, Sebuah kayu besar jatuh menimpanya.
Biel tak sempat lagi melihat apa yang terjadi, ia sudah pingsan tak sadarkan diri.
Dan ketika terbangun, ia sudah berada di ranjang rumah sakit.
Lama ia berada di sana tanpa ada satupun orang yang menjenguknya.
Sungguh ia tak tahu apa yang terjadi, ia masih bodoh.
Hampir satu Minggu di rumah sakit, ia mencoba bertanya kepada pihak perawat yang sering datang merawatnya.
Ia bertanya tentang panti tempat ia tinggal dan tentang orang orang di sana.
Tapi perawat yang ia tanya tak tahu apapun.
Akhirnya tibalah waktu ia harus keluar dari rumah sakit,
Ia bingung harus kemana, tapi ia tetap harus keluar dari rumah sakit.
Biel mau tak mau akhirnya keluar dari rumah sakit.
Tanpa membawa apapun, ia berada di jalanan.
Ia tak tahu jalan kembali ke panti.
Ia putus asa,
Ia sangat lapar hingga rasanya ia tak mampu lagi berdiri.
Ia duduk di lantai di depan pertokoan, lama ia duduk dan berada di sana hingga sebuah mobil datang menghampirinya.
Sepasang suami istri berusia paruh baya turun dan datang padanya.
Setelah bertanya tanya padanya, pasangan suami istri itu mengajaknya pulang.
Biel tak punya pilihan lain, ia menurut.
Ketika ia akan naik kemobil, ia sempat melihat seorang pria yang wajahnya tak asing baginya namun ia tak tahu siapa dia dan berdiri di seberang jalan seolah sedang memperhatikannya.
Biel memilih abai karena ia merasa tak mengenal laki laki itu.
Di rumah pasangan suami istri itu, Biel di kenalkan pada anak mereka yang bernama Cryssy Novian.
" Biel.....dia Cryssy, dia lebih tua darimu....anggap dia kakakmu " ucap Bu Marwah.
Biel tertunduk saat itu.
" hai....adik....." sapa Cryssy padanya sambil tersenyum ramah.
Biel akhirnya ikut tersenyum.
Biel sangat bahagia tinggal di keluarga Cryssy,
Mereka memperlakukannya seperti keluarga, begitu juga Cryssy.
Pemuda itu benar benar menyayanginya dan memperlakukannya seperti adik.
Di keluarga Cryssy, ia benar benar seperti memiliki keluarga.
Ia bersekolah di tempat Cryssy juga sekolah meski mereka tak satu gedung karena Cryssy yang sudah duduk di bangku SMA kelas 2 saat itu.
Tanpa terasa lima tahun berlalu, Hingga suatu hari,
ia baru saja mengikuti acara kelulusannya dan keluarga Cryssy berencana merayakan kelulusannya dengan makan makan di luar.
Berempat mereka masuk ke dalam mobil, dan seperti lima tahun yang lalu,
Untuk yang kesekian kalinya, ia melihat laki laki yang sama berada tak jauh dari mobil ke dua orang tua angkatnya.
Sempat ingin tahu, Tapi Biel lagi lagi tak tahu apa yang harus ia lakukan.
Di kemudian hari....Biel tahu siapa laki laki itu sebenarnya.
Namun ia sungguh tak mampu berbuat apa apa,
Meski ia tahu.....
Seseorang itu adalah suruhan orang yang sangat menginginkan kematiannya.
Sampai di jalan raya, tiba tiba sang ayah merasakan rem blong.
Ayah angkatnya panik karena mobil meluncur dengan begitu kencangnya tanpa bisa di kendalikan lagi,
Kecelakaan tak bisa di hindari, mobil ayah angkatnya terbalik di jalan raya setelah sebelumnya menabrak pembatas jalan dengan begitu kerasnya karena berusaha menghindari kecelakaan beruntun.
Di saat yang genting, Cryssy yang masih sadar menendang kaca mobil dengan sepatunya hingga pecah dan kemudian menarik tubuh Biel yang duduk di sisinya lalu melemparnya seperti barang keluar mobil.
" kau harus selamat Biel......urus pemakaman kami dengan layak " teriak Cryssy saat itu sambil melemparnya keluar.
Biel tak mau diam, ia menyeret tubuh sang kakak sekuat tenaga untuk keluar dari mobil.
Tapi belum sempat ia berhasil menyeret Cryssy keluar....
Mobil itu telah lebih dulu meledak, tubuh Biel terpental jauh dari mobil begitu juga dengan tubuh Cryssy.