NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Terlarang

Gairah Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Sekali saja kita melangkah melewati batas ini, Arden... semuanya tidak akan pernah sama lagi."

Alyssa tidak pernah menyangka pernikahannya akan menyeretnya ke dalam pusaran dosa yang terlarang. Sebagai istri yang berbakti, ia selalu menekan keinginan pribadinya demi menjaga kehormatan keluarga besar suaminya.

Namun, benteng pertahanan itu runtuh saat Arden—adik iparnya—kembali dari luar negeri.

Arden bukan lagi remaja tanggung yang dulu ia kenal. Pria itu telah menjelma menjadi sosok dewasa yang penuh pesona, perhatian, dan diam-diam menawarkan kehangatan yang tak pernah Alyssa dapatkan dari suaminya sendiri.

Di sisi lain, Arden tersiksa. Semakin ia mencoba menjauh, semakin ia mendambakan Alyssa—wanita yang seharusnya haram untuk ia sentuh.

Kini, keduanya terjebak dalam tarik ulur perasaan yang menyiksa. Antara kesetiaan pada keluarga, atau menyerah pada godaan gairah yang candu.

Saat batas suci itu akhirnya dilanggar, siapkah mereka membayar harga yang teramat mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.9 -Pilihan dan Kebohongan

Keesokan harinya tepatnya sore hari, suasana di depan kediaman Narendra tampak sibuk. Tante Indah sudah bersiap-siap untuk kembali ke Jogja. Ia akan diantar langsung oleh Adrian ke bandara. Rencananya, setelah dari bandara, Adrian akan sekalian pergi ke rumah Tania untuk menjemput Alyssa pulang.

Dengan wajah yang teramat kesal dan bersungut-sungut, Indah memasukkan koper-koper miliknya ke dalam bagasi mobil. Sesekali ia melemparkan tatapan tidak suka ke arah Maya yang berdiri di teras.

"Mas..." rengek Indah, beralih menatap Bagas, sang kakak, dengan harapan pria paruh baya itu akan luluh dan membatalkan perintah pengusiran tersebut. Namun, Bagas hanya menatap datar adik kandungnya tanpa niat bersuara.

Karena tidak ada tanggapan sama sekali dari Bagas, Indah akhirnya masuk ke dalam mobil dengan perasaan dongkol. Di dalam kemudi, ia melirik ke arah Adrian yang sedang fokus memanaskan mesin mobil sambil sesekali memperhatikan layar ponselnya.

"Adrian, bujuk ayah kamu sana. Tante sebenarnya masih ingin di sini, menemani kamu dan mengurus rumah!" hasut Indah, mencoba mencari sekutu dari keponakannya.

"Tidak bisa, Tante. Sekali Papa bilang harus pergi, ya harus pergi. Tante tahu sendiri, kan, bagaimana Papa sangat menyayangi Mama dan tidak akan pernah mau membuat Mama kesal?" jawab Adrian dengan nada tenang namun tegas.

Jawaban itu sukses membuat Indah bungkam dan hanya bisa menghela napas kasar. Ia sadar, posisinya di rumah ini sudah kalah telak. Adrian menggelengkan kepalanya pelan, lalu segera melajukan mobilnya meninggalkan pelataran kediaman Narendra.

Di ambang pintu rumah, Bagas dan Maya menatap kepergian mobil itu hingga hilang di balik gerbang. Maya kemudian melirik ke arah sang suami dengan tatapan yang menyiratkan luka lama yang kembali terbuka.

"Jangan sampai saudaramu itu membuat hubungan anak-anak kita hancur, Mas. Sama persis seperti apa yang dulu hampir ia lakukan pada hubungan kita," bisik Maya dengan suara dingin yang menusuk, sebelum akhirnya berbalik masuk ke dalam rumah, meninggalkan Bagas yang hanya bisa terdiam membisu di teras.

Setelah mengantar Tante Indah ke bandara, mobil Adrian kembali membelah jalanan ibu kota yang mulai padat merayap karena bertepatan dengan jam pulang kantor. Di luar sana, lampu-lampu jalanan dan gedung pencakar langit mulai menyala satu per satu, menciptakan pendar cahaya yang temaram di dalam ruang kemudi.

Suara penyiar radio dari dashboard menemani perjalanan Adrian sore itu. Entah mengapa, kemacetan Jakarta kali ini membawanya kembali pada memori belasan tahun lalu saat masih duduk di bangku SMA—saat ia selalu setia mendengarkan siaran radio menjelang malam demi berkirim pesan titipan salam untuk gadis yang dipujanya. Kala itu, pikiran Adrian berputar pada masa di mana ia sedang sangat mencintai Hanum.

“Selamat sore Pemirsa yang sedang menempuh perjalanan pulang, dan yang masih berjuang menembus kemacetan ibu kota malam ini. Tetap sabar di jalan, ya. Menemani sore syahdu kalian, kita masuk ke sesi 'Kilas Balik': lagu-lagu romantis zaman sekolah yang dijamin bikin kamu ingat lagi sama cinta pertama kamu. Nah, lagu pertama ini didedikasikan buat kamu yang lagi kangen berat sama masa-masa indah dulu...”

Suara petikan gitar lagu lawas yang sangat familier di telinga Adrian mulai mengalun memenuhi kabin mobil yang sunyi. Dada Adrian berdesir aneh. Lagu itu adalah lagu yang dulu sering ia dengarkan bersama Hanum di kantin sekolah.

Adrian tersenyum tipis, egonya membubung tinggi mengingat betapa Hanum dulu begitu memuja dan bergantung padanya. Di tengah lamunan nostalgia itu, tiba-tiba ponsel di samping kemudinya bergetar. Layarnya menyala, menampilkan sebuah panggilan masuk yang seolah menjawab isi kepalanya barusan: Hanum.

Adrian segera menekan tombol hijau dan memasang earphone-nya.

"Halo, Adrian... Kamu di mana? Aku pusing sekali, kepalaku sakit. Bisa ke klinik sekarang untuk jemput aku?" suara Hanum di seberang telepon terdengar lemas dan manja, langsung mengusik rencana Adrian yang awalnya ingin melaju ke rumah Alyssa.

Namun, tepat saat egonya hendak goyah untuk berputar arah menemui Hanum, Adrian mendadak teringat akan ultimatum keras dari ibunya semalam. Jika ia tidak membawa Alyssa pulang hari ini, sang ibu tidak akan segan-segan menganggapnya sebagai anak durhaka dan mencoretnya dari hak waris keluarga.

Huh! Adrian menghela napas panjang yang berat, mencoba menekan egonya sebelum menjawab panggilan itu.

"Tidak bisa, Num. Aku sedang di jalan bersama Mama," bohong Adrian demi menghindari keributan dengan ibunya sekaligus meredam tuntutan Hanum.

"Ke mana? Kamu berbohong, kan? Pasti kamu sedang bersama Alyssa!" tuduh Hanum di seberang sana. Suaranya mendadak meninggi, penuh dengan nada kecurigaan yang posesif.

"Tidak, Num. Kali ini saja, tolong dengarkan aku, ya? Aku benar-benar sedang sibuk," pinta Adrian dengan nada memohon yang tertahan.

"Baiklah, kalau begitu. Untuk kali ini saja," balas Hanum ketus, lalu langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.

Di seberang sana, tepatnya di koridor kliniknya, Hanum mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Dadanya bergemuruh hebat diserang rasa kesal dan cemburu. Ia mendapati kenyataan bahwa Adrian mulai berani berbohong dan seolah lebih memprioritaskan urusan keluarganya—yang berarti ada Alyssa di dalamnya.

Padahal, jika bukan karena perjodohan sialan empat tahun lalu, harusnya merekalah yang sekarang hidup bahagia sebagai sepasang suami-istri.

"Lihat saja. Aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup tenang dan bahagia bersama Adrian, Alyssa," gumam Hanum lirih dengan senyuman licik yang terukir di bibirnya.

Bersambung ...

1
jumirah slavina
siap 86 kapten
jumirah slavina
gak ada yang gak mungkin., Kamu aja juga selingkuh Al.,

udah'lh Al., lepasin aja., laki² seperti itu tidak pantas d'tunggu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
makan tuh perempuan playing victim
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
🌺🌺
amit-amit😒
rini marlina sari
lanjut
jumirah slavina
abaikan bisikan syaitan ini Al
jumirah slavina
muak Aku... muak. Aku sm Kamu Ad....
🌺🌺: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
telat Al... telat... sudah kelelahan baru sadar., astagaaaaaaaa🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
Kak Ariiiiiii., ceekeek Adriiiiii.,
jumirah slavina
hheehh gak boleh !!!
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
mo ngapain kalian dalam kamar hotel wwooii
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
astagaaaaaaaa., macam jelangkung aja s' sArden., tetiba nongol 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
gak usahhhhhh balikkkkk !!!
Aku muak sama Kamuuuu...!!!
jumirah slavina
pergi sonooooo... pergiiiiiii...
jumirah slavina
udah'lh Ad... pergi sono., muak Aku menengok'mu...
jumirah slavina
bohong Ma., dia mo ngajakin Alis menantu Mam selingkuh...


🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
dasar laki² menyebalkan Kamu Adriiii !!!
jumirah slavina: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤💞💞💞💞
total 8 replies
EpiWidayanti
stress si Adrian 😏
jumirah slavina: joom lah kita beramai²

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
jumirah slavina
bughhhhhhh... bughhhhhhh... Jumi memukul kepala Adri yang penuh kotoran

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
ati² sArden., mengintip bisa bikin stress dan bintitan

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!