NovelToon NovelToon
Kuli Bangunan Terpaksa Kaya

Kuli Bangunan Terpaksa Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Komedi / Romansa Fantasi
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Riyan Sadewa, seorang kuli bangunan di Bandung, hidup pas-pasan hingga sebuah kecelakaan di lokasi kerja mengubah segalanya. Sebuah sistem misterius muncul, memaksanya menghabiskan uang dengan syarat tidak boleh mendapatkan keuntungan sedikit pun. Jika ia untung, nominal uang yang harus dibuang justru berlipat ganda. Riyan terjebak dalam permainan ekonomi yang absurd, membeli aset besar hanya untuk merusak harganya demi memuaskan sistem. Di tengah tekanan ini, ia harus belajar bahwa membuang uang ternyata jauh lebih sulit daripada mencari nafkah, dan ia harus menemukan cara untuk menghentikan siklus ini sebelum hidupnya hancur.

"Sistem gila. Bukannya berkurang, duit gua sekarang malah bertambah."

"Gua cuma mau miskin, Ya Tuhan! Kenapa susah banget buat bangkrut di dunia ini?!"

Bagaimana kelanjutannya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

"PAK DIRUT! PAK DIRUT BANGUN, PAK!"

Agus menepuk-nepuk pipi Riyan dengan telapak tangannya yang masih ternoda semen kering. Bau minyak kayu putih menusuk hidung Riyan saat matanya pelan-pelan terbuka.

Hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit tenda darurat proyek, disusul wajah Kezia, Valerie, dan para kuli yang menatapnya penuh cemas.

"Gua... gua di mana?" gumam Riyan lemas.

"Kamu di area proyek, Suamiku," Kezia menggenggam tangan Riyan dengan lembut, matanya berbinar-binar penuh keharuan.

"Kamu pingsan karena terlalu bahagia, kan? Menemukan dua ton emas murni kolonial di tanah milik sendiri... ini bukti kalau kamu memang diberkati oleh alam!"

Riyan langsung terduduk kaku. Ingatannya kembali pulih bagai disambar petir.

'Emas dua ton... 2,8 Triliun... Saldo gua naik lagi jadi 3,72 Triliun! Denda Sistem sisa 20 jam lagi!

"Gak... gua gak bahagia..." Riyan memegangi kepalanya yang pening. Gua harus buang emas ini! Gua harus buang duit ini sebelum besok pagi gua mati kaku didera penalti Sistem!

Riyan bangkit berdiri dengan sempoyongan. Matanya menatap tajam ke arah Valerie yang sedang sibuk mengetik di ponselnya.

"Pirang!" panggil Riyan dengan suara serak.

Valerie menoleh, memasukkan ponselnya ke dalam tas. "Apa? Lu mau pamer lagi karena tiba-tiba jadi pemilik harta karun Belanda?"

"Gua mau jual seluruh emas itu malam ini juga!" tegas Riyan.

Valerie mengerutkan kening. "Lu gila? Jual emas dua ton dalam hitungan jam? Pasar emas fisik butuh verifikasi sertifikasi bertahap. Kalau lu mau jual cepat, lu harus lelang murah di bawah harga pasar!"

LELANG MURAH DI BAWAH HARGA PASAR?!

Mata Riyan langsung menyala terang! Ini dia peluang kerugian yang ia cari-cari!

"Bagus!" Riyan menepuk tangannya girang. "Gua mau bikin Lelang Kilat Malam Ini! Harga pasaran emas itu 2,8 Triliun, kan? Gua bakal lelang seluruh dua ton emas itu dengan harga pembuka... SERATUS MILIAR RUPIAH saja! Siapa yang tawar duluan, dia yang dapat!"

Valerie membelalakkan matanya sampai hampir melompat keluar. "Seratus miliar?! Lu mau obral emas murni 2,8 triliun cuma seharga seratus miliar?! Lu bener-bener gak menghargai nilai instrumen investasi paling stabil di bumi!"

"Biarin! Siapa suruh tuh emas sembunyi di tanah gua!" Riyan tersenyum puas.

'Jual emas 2,8 Triliun cuma dapet 100 Miliar... berarti gua langsung rugi bersih 2,7 Triliun! Saldo gua yang 3,72 Triliun bakal merosot tajam jadi sekitar 1 Triliun! Terus sisa 1 Triliun tinggal gua pake buat beli hal konyol lainnya sebelum besok pagi!

Pukul 21.00 WIB.

Ballroom Grand Hotel Universal Bandung mendadak gempar. Ratusan konglomerat, kolektor barang antik, dan pengusaha tambang papan atas berkumpul setelah mendengar kabar lelang konyol Riyan Sadewa.

Riyan berdiri di atas panggung lelang memakai kaus oblong hitam dan sandal jepit Swallow. Di sampingnya, dua ton emas batangan berstempel De Javasche Bank dipajang di dalam kotak kaca berlampu sorot.

"Baik, para hadirin sekalian!" seru Riyan memegang mikrofon dengan penuh percaya diri.

"Dua ton emas murni ini gua lepas murah. Siapa yang mau bayar 100 Miliar rupiah tunai malam ini, bawa pulang semuanya!"

Para konglomerat di ruangan itu saling pandang, berbisik-bisik penuh kecurigaan.

"Tunggu dulu... mana ada orang akal sehat mau jual emas 2,8 triliun cuma 100 miliar?"

"Pasti ada jebakannya! Jangan-jangan ini emas palsu atau kena sengketa hukum internasional?"

"Iya! Riyan Sadewa kan kenal dekat dengan perbankan pusat dan Zevan Group. Ini pasti taktik bear trap buat memancing likuiditas kita!"

Suasana ballroom mendadak hening. Tidak ada satu pun pengusaha yang berani mengangkat papan tawaran karena takut kena jebakan strategi finansial Riyan!

Riyan mulai berkeringat dingin. "Woy! Kok gak ada yang nawar?! Ini emas asli! Ada stempel Belandanya! Ayo tawar 100 Miliar!"

Tetap hening.

Di sudut panggung, Kezia Zevan menatap suaminya dengan senyum penuh kekaguman. Ia lalu melangkah maju dan mengambil mikrofon dari tangan juru lelang.

"Hadirin sekalian," suara Kezia menggema anggun.

"Suamiku tidak sedang menjual emas ini untuk mencari keuntungan tunai. Ini adalah bentuk komitmen Riyan Sadewa untuk memperkuat kestabilan mata uang rupiah melalui Inisiatif Cadangan Logam Mulia Swasta!"

HAH?! CADANGAN APAAN?! Riyan melotot menatap istrinya.

Kezia melanjutkan dengan penuh karisma, "Barang siapa yang membeli emas ini, dananya tidak akan masuk ke kantong pribadi Riyan Sadewa, melainkan dialokasikan 100% untuk mendanai Proyek Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Energi Listrik yang diprakarsai oleh Konsorsium Lingkungan Hidup Internasional!"

Tiba-tiba, seorang pria asing berjas hitam di barisan depan berdiri dan bertepuk tangan dengan meriah! Dia adalah utusan khusus dari Green Climate Fund PBB!

"Marvelous! Luar biasa!" seru utusan PBB itu dengan bahasa Inggris berlogat kental.

"Sikap filantropi yang sangat agung! Tuan Riyan Sadewa mengorbankan aset pribadi sebesar 2,8 triliun demi mendanai teknologi hijau ramah lingkungan! Atas nama Lembaga Lingkungan Internasional, kami memberikan Hibah Insentif Karbon (Carbon Credit Grant) sebesar 5 TRILIUN RUPIAH untuk mendukung proyek Tuan Riyan!"

JGEEEEEEEERRRRRRRRRR!!

Lampu ballroom rasanya meredup di mata Riyan Sadewa. Seluruh sendi di lututnya seketika lolos, membuat tubuhnya ambruk berlutut di atas panggung lelang.

"H-Hibah... Karbon... Lima... Triliun...?" bisik Riyan dengan suara nyaris tak terdengar, bola matanya bergetar hebat.

[Denting Sistem! Penerimaan Hibah Insentif Karbon Internasional!]

[Transfer Masuk dari Green Climate Fund: +5.000.000.000.000 Rupiah!]

[Saldo Terkini Anda Meledak Menjadi: 8,72 Triliun Rupiah!]

[Peringatan Darurat Sistem: Sisa Waktu Penalti Jatuh Tempo: 12 Jam : 00 Menit!]

Seluruh ruangan memberikan standing ovation. Tepuk tangan riuh memenuhi ballroom. Para media mengambil foto Riyan yang berlutut di panggung, menganggapnya sebagai ekspresi haru seorang pahlawan lingkungan dunia.

"TIDAKKKKKK! GUA GAK MAU JADI PAHLAWAN LINGKUNGAN! GUA CUMA MAU BUANG EMASNYA, WOIIIII!!" jerit Riyan histeris sambil memukuli lantai panggung dengan kepalan tangannya.

Agus yang berdiri di samping panggung meneteskan air mata haru. "Duh, Pak Dirut Riyan... jiwanya begitu mulia. Punya uang triliunan tapi tetep mikirin sampah plastik..."

Riyan mendongak, menatap layar sistem transparan yang kini berkedip-kedip merah membara dengan angka 8,72 TRILIUN RUPIAH dan countdown sisa 12 JAM.

Mati gua... Besok pagi jam 9... otot gua bakal busuk kalau duit 8,7 Triliun ini gak habis! pikir Riyan dengan keputusasaan tingkat tinggi.

Ia berdiri perlahan, menatap Kezia, Valerie, dan seluruh pengusaha di ruangan itu dengan mata merah membara penuh kegilaan.

"Gua punya 8,7 Triliun malam ini..." bisik Riyan sengit. "Kalau gitu... gua bakal beli SELURUH SAHAM PERUSAHAAN BANGKRUT DI INDONESIA SEKARANG JUGA!"

1
Fajar Fathur rizky
cepat bikin tiga kekuatan besar itu bangkrut
Fajar Fathur rizky
bikin wanita itu jatuh cinta kepada mcnya thor
BaekTae Byun: jatuh cinta mending mikirin nyawa yang tinggal belasan jam
total 1 replies
adib
oke. alur awal terlalu cepat.. jadi nggak berasa .. tp udah cukup unik jalur ceritanya
Bang Haji
Kalo bikin cerita pake otak dong ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!