NovelToon NovelToon
TOXIC AND CONTROL

TOXIC AND CONTROL

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

TOXIC AND CONTROL
Karya: Parkha
Bagi Kinara Jose, hidup sebagai siswi penerima beasiswa berpenampilan polos dengan kacamata tebal adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dengan tenang di SMA Elite. Namun, seluruh dunianya runtuh saat ia tidak sengaja menarik perhatian Rian Pradifta.Rian—sang Tiran berwajah malaikat namun berhati iblis, cowok terkaya, terdingin, dan paling ditakuti satu sekolah. Sekali Rian mengunci pandangannya pada Kinara, tidak ada jalan keluar. Cowok itu terobsesi mengontrol setiap jengkal hidup Kinara, memutuskan dengan siapa ia bicara, ke mana ia pergi, hingga apa yang harus ia pakai.Kehidupan Kinara yang tenang kini berubah menjadi labirin yang mencekik. Rian adalah racun, namun juga satu-satunya oksigen yang tersisa untuknya. Di tengah kepungan obsesi gila itu, sebuah rahasia besar perlahan terkuak: di balik kacamata tebal dan sikap penurutnya, Kinara menyimpan pesona tersembunyi yang siap menjungkirbalikkan kuasa Rian sang Tiran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Toxic and Control* *BAB 6: Interupsi sang Ratu dan Rahasia yang Tersimpan*

*Toxic and Control*

*BAB 6: Interupsi sang Ratu dan Rahasia yang Tersimpan*

Ketegangan di dalam ruangan VIP 107 yang nyaris membakar pertahanan Kinara Jose mendadak pecah oleh sebuah gebrakan kasar dari arah luar.

Brak!

Pintu kayu ek tebal itu terayun terbuka dengan hantaman keras hingga membentur dinding. Suara dentuman musik dari lantai dansa luar sedetik merangsek masuk, memutus atmosfer intim dan pekat yang sempat mengunci Kinara dan Rian Pradifta di atas sofa.

"Rian! Jadi kamu benar di sini?!"

Sebuah suara melengking tinggi penuh amarah meluncur dari ambang pintu. Seorang gadis cantik dengan pakaian bermerek dari ujung kepala hingga ujung kaki melangkah masuk dengan menghentakkan sepatu hak tingginya. Wajahnya yang dipoles riasan mahal tampak berkerut murka, matanya langsung tertuju tajam pada posisi Kinara yang masih berada di atas pangkuan Rian.

Gadis itu adalah Silla, kekasih Rian sekaligus siswi populer yang dikenal sebagai "ratu" di sekolah mereka karena sifatnya yang sombong dan berkuasa.

Melihat kedatangan Silla yang tiba-tiba nyelonong masuk, Rian mendengus kesal. Kilat ketidaksukaan melintas cepat di mata elangnya karena distorsi yang tidak diundang ini. Dengan berat hati dan terpaksa, Rian melonggarkan kuncian lengan kekarnya di pinggang Kinara, memberikan kesempatan bagi gadis itu untuk bergerak.

Kinara tidak menyia-nyiakan kesempatan sedikit pun. Begitu cengkeraman Rian mengendur, dia langsung melompat turun dari pangkuan cowok itu. Dengan napas yang masih memburu, Kinara buru-buru merapikan gaun beludru hitamnya yang sempat kusut dan menarik napas lega dalam hati. Silla, tanpa disadari, baru saja menjadi penyelamatnya malam ini.

"Siapa perempuan murahan ini, Rian?!" pekik Silla histeris, menunjuk wajah Kinara dengan telunjuknya yang dihiasi kuteks merah menyala. "Kamu menolak jemput aku malam ini cuma demi pelayan kelab seperti dia?!"

Rian tetap duduk santai di sofanya, sama sekali tidak terpengaruh oleh ledakan kemarahan kekasihnya. Dia mengangkat gelas kristalnya, meneguk sisa minuman di dalamnya dengan gerakan tenang yang teramat menjengkelkan.

"Jangan berisik, Silla. Kamu merusak suasana malamku," jawab Rian dingin, suaranya terdengar datar tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.

Silla semakin meradang mendengar respons acuh tak acuh itu. Dia mengalihkan pandangan membunuhnya langsung ke arah Kinara. Di bawah lampu temaram kelab, Silla menatap tajam wajah cantik Kinara yang dibalut riasan dewasa dan rambut palsu cokelat bergelombang. Silla menyipitkan matanya, merasa ada sesuatu yang familiar dari tatapan mata pelayan di depannya, namun dia terlalu tersulut emosi untuk berpikir jernih.

"Heh, pelayan! Keluar kamu dari sini sebelum aku panggil pemilik kelab ini untuk memecatmu!" usir Silla dengan nada menghina yang luar biasa.

Kinara tidak butuh diusir dua kali. Dia langsung membungkuk singkat, menolak untuk terlibat dalam drama sepasang kekasih toxic ini. "Permisi, Tuan, Nona," ucap Kinara dengan suara yang sengaja disamarkan.

Kinara dengan cepat menyambar nampan besinya yang kosong, berbalik, dan melangkah lebar meninggalkan ruangan VIP tersebut. Tepat sebelum pintu tertutup, dia bisa mendengar suara Silla yang kembali merengek manja pada Rian, mencoba mengambil alih perhatian sang tuan muda yang gila kontrol.

Begitu kakinya menginjak koridor kelab yang bising, Kinara bersandar di dinding sejenak, memegangi dadanya yang berdegup kencang. Malam ini dia berhasil lolos dari Rian berkat kedatangan Silla. Namun, dia tahu dia harus tetap waspada.

Keesokan harinya, matahari pagi menyinari SMA Garuda Nusantara seperti biasa. Di dalam perpustakaan sekolah yang tenang dan ber-AC, Kinara Jose duduk di sudut ruangan yang paling sepi. Kacamata tebal berbingkai hitam sudah kembali bertengger di hidungnya, menyembunyikan sepasang mata jernih yang semalam ditatap penuh obsesi oleh Rian.

Kinara membalik halaman buku paket biologi di depannya dengan tenang, seolah-olah tidak terjadi apa pun yang gila semalam. Kinara sama sekali tidak tahu bahwa Rian sebenarnya sudah mengenali identitas aslinya saat berada di kelab malam. Di kepalanya, dia merasa penyamarannya dengan riasan tebal dan rambut palsu semalam sukses besar. Dia kembali merasa aman menjadi Kinara si murid beasiswa yang cupu, miskin, dan tidak terlihat.

Sret.

Keheningan itu terusik saat sebuah kursi di hadapannya ditarik pelan. Kinara mendongak dan mendapati Randy sudah duduk bergabung di mejanya. Kakak kelasnya itu tersenyum hangat, memancarkan aura ramah yang selalu berhasil membuat siswi-siswi lain menjerit histeris. Namun, Kinara hanya menatapnya datar.

Secara diam-diam, agar tidak menarik perhatian penjaga perpustakaan, Randy menyodorkan dua lembar tiket nonton bioskop di atas meja, menggesernya perlahan ke arah Kinara.

"Pulang sekolah kamu ada waktu enggak? Aku ada tiket nonton lebih," bisik Randy dengan mata berbinar penuh harap.

Kinara menatap dua lembar tiket itu sebentar, lalu kembali menatap Randy. "Maaf, Kak. Pulang sekolah aku harus kerja jaga toko," jawab Kinara halus namun tegas, menolak ajakan itu tanpa ragu.

Randy tidak langsung menyerah. Dia memajukan tubuhnya sedikit, senyumnya belum pudar. "Kalau malam gimana? Kita bisa makan malam sebentar setelah kamu selesai kerja di toko."

Mendengar kata 'malam', jantung Kinara sempat berdesir waspada. Pikirannya langsung melayang pada kejadian semalam. Tentu saja tidak mungkin bagi Kinara untuk jujur bahwa setiap malam dia harus bekerja sebagai pelayan di Aston Club demi membiayai pengobatan ibunya yang sakit-sakitan.

Belum sempat Kinara menyusun alasan untuk menolak tawaran Randy, sebuah bayangan besar mendadak jatuh di atas meja mereka. Atmosfer perpustakaan yang sepi seketika berubah menjadi mencekam dan terasa dingin.

Srak!

Tanpa permisi, sebuah tangan kekar bergerak maju dan menyambar dua lembar tiket nonton milik Randy dari atas meja.

Kinara dan Randy spontan mendongak. Di sana, berdiri Rian Pradifta dengan seragam sekolah yang sengaja tidak dikancing rapi, memperlihatkan kaus hitam di dalamnya. Wajah tampannya tertekuk datar, namun sepasang mata elangnya menatap tajam penuh permusuhan.

"Tiket nonton?" Rian terkekeh rendah, suara kekehannya terdengar sangat dingin hingga membuat bulu kuduk Kinara meremang. Rian membolak-balik dua lembar kertas itu di jarinya. "Sayang banget, Randy. Pulang sekolah nanti, anak beasiswa ini ada urusan penting... denganku."

Randy langsung berdiri dari duduknya, menatap Rian dengan kening berkerut tidak suka. Pertemuan mereka sebagai sesama anak kelas tiga selalu memicu percikan ketegangan. "Rian, jangan mulai. Kinara sudah bilang dia ada kerjaan pulang sekolah. Jangan ganggu dia."

Rian tidak memedulikan ucapan Randy. Dia justru mencondongkan tubuhnya ke depan meja, menatap Kinara dari balik kacamata tebalnya dengan senyuman miring yang meremehkan.

"Benar begitu, Kinara? Kamu mau menolak ajakanku juga? Pikirkan baik-baik... atau kamu mau urusan kita kemarin siang di basecamp diketahui oleh satu sekolah?" ucap Rian sembari menyentuh pelan bibirnya sendiri menggunakan ibu jari.

Gestur pelan itu dilakukan Rian untuk mengingatkan Kinara tentang insiden kemarin siang—saat bibir mereka tidak sengaja bertabrakan dengan keras di atas sofa kulit, disusul sebuah tamparan hebat yang cewek itu layangkan ke wajah tampannya.

Mendengar ancaman terselubung dan melihat isyarat Rian, tubuh Kinara mendadak kaku. Jantungnya berdegup kencang karena panik. Jika dia menolak, Rian yang gila kontrol ini pasti tidak akan ragu membeberkan keributan kemarin. Posisi beasiswanya bisa terancam jika pihak yayasan tahu dia telah menampar anak pemilik sekolah. Dia benar-benar terpojok oleh kelicikan Rian.

Kinara mengepalkan tangannya di bawah meja, lalu menarik napas panjang. "Baik. Aku akan menyelesaikan urusan itu denganmu," ucap Kinara akhirnya dengan suara pelan namun terdengar pasrah.

Mendengar jawaban itu, binar kemenangan yang teramat puas berkilat di sepasang mata elang Rian. Dia tersenyum meremehkan ke arah Randy yang kini menatap Kinara dengan raut wajah tidak percaya sekaligus kecewa.

Rian ingin menegaskan dominasinya. Di depan mata Randy, Rian mengangkat kedua tangannya yang memegang dua lembar tiket nonton tadi.

Sret! Sret!

Tanpa ragu dan dengan gerakan lambat yang sengaja memprovokasi, Rian merobek tiket nonton itu menjadi potongan-potongan kecil. Rian melepaskan jarinya, membiarkan serpihan kertas tiket yang hancur itu jatuh berserakan di atas meja kayu perpustakaan.

"Urusanmu di sini sudah selesai, Randy. Pergi," usir Rian dengan nada sombong yang mutlak.

Randy menatap potongan tiketnya dengan rahang mengeras, lalu melirik Kinara yang hanya bisa menunduk pasrah. Mengetahui tidak bisa melawan kekuasaan Rian di sekolah ini, Randy akhirnya berbalik dan melangkah pergi meninggalkan perpustakaan dengan perasaan dongkol yang tertahan.

Kini, keheningan kembali menguasai sudut perpustakaan tersebut. Hanya tersisa Rian dan Kinara yang berdiri membeku di antara rak-rak buku yang tinggi.

Rian mengitari meja, lalu mendudukkan dirinya dengan santai tepat di kursi tempat Randy duduk tadi. Dia menopang dagunya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mengetuk-ngetuk meja kayu dengan ritme yang lambat. Sepasang mata elangnya menatap lekat-lekat wajah cupu Kinara dari balik lensa tebalnya.

Rian sebenarnya merasa cemburu. Ada rasa tidak rela yang bergejolak di dadanya saat melihat Randy mencoba mendekati gadis ini. Jeli juga si Randy, batin Rian dengan gusar. Apa cowok itu juga menyadari kalau di balik kacamata bodoh dan penampilan cupu ini, Kinara sebenarnya punya wajah yang sangat cantik? Pikiran itu membuat insting protektif Rian semakin membubung tinggi. Dia tidak akan membiarkan pria lain mengendus permata yang sudah dia temukan.

"Jadi, anak beasiswa," Rian membuka suara, memecah keheningan dengan nada berat yang menuntut. "Sekarang tinggal kita berdua. Aku duduk di sini untuk menuntut ganti rugi atas kelakuan lancangmu kemarin siang."

Kinara mendongak, menatap Rian dari balik kacamata tebalnya dengan berani. "Ganti rugi apa lagi, Kak? Aku hanya membela diri kemarin."

Rian terkekeh rendah, sebuah senyuman miring terukir di wajah tampannya saat dia mengingat rasa panas di pipinya akibat tamparan hebat Kinara di basecamp. Tamparan yang sempat membuatnya malu luar biasa di depan teman-teman gengnya. Namun, di balik topeng menuntut ganti rugi itu, Rian tahu itu hanyalah alasan busuknya. Alasan yang dia buat semata-mata untuk memisahkan Randy agar tidak bisa mendekati Kinara lagi.

"Kamu sudah menampar wajahku dan membuatku malu di depan teman-temanku, Kinara Jose," bisik Rian dengan nada dingin yang sarat akan kendali mutlak. "Kamu pikir perbuatan sekasar itu bisa selesai begitu saja hanya dengan kata maaf?"

---

1
mamah fitri
alur cerita nya bikin penasaran .. tokoh utamanya betul2 punya aura masing2
mamah fitri
bisa 3 sampai 4 bab ngga .. penasaran dengan apa yg terjadi nanti di kapal..

semoga Kinara terselamatkan dr jebakan Randy
Park ha: kwkkwkwk sabar kak 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Tamirah
Begitu bucinnya Rian pada Kinara sampai meng-klaim bahwa dia pacar putrinya..... wesss angelllll..,!
Tamirah
Ceritanya semakin halu Uuuuu.Yayasan kepala sekolah yg tunduk dgn Rian lalu rumah sakit yg mendadak naik tarifnya apa lagi mungkin bandara dan pesawat nya sekalian atau pusat perbelanjaaan atau mall semua milik pelajar yg bernama Rian wik...wik....wik.
Park ha: ini emang cerita halu ku kak ...kwkwkwk
bukan pengalaman pribadi whehehehe
total 1 replies
Tamirah
Thor mulai hingga episode ini gak ada interaksi orang tua Rian maupun guru guru di sekolah, alur cerita didominasi Rian dan temannya juga Rendi serta so Cupu.dan aneh nya lagi semua keputusan ada ditangan Rian ttg pencabutan bea siswa Rendy padahal ada komite sekolah.dimana peran ketua yayasan dan ketua komite,masih status siswa bak seorang CEO punya kartu hitam lagi cerita nya berlebihan Thor.
Tamirah
Kok bisa orang yg sdh mabuk berat dan hasrat nya sdh fulll bisa berhenti mendadak karena sebuah kalimat aku membencimu ya emang sengaja' dibuat begitu sama sang sutradara dara.Kalau dunia nya itu mah lewat langsung jebol selaput sang dara 😄😄😄.
Park ha: 🤭 lanjutin ya kak masih banyak kejutan..moga gk bosen bacanya..gpp sambil marah2 juga.berarti karakter Rian ini emang berhasil di buat untuk di benci wkkwk
total 1 replies
Tamirah
Menjijikan berapa korban pelajar yg dilecehkan selama ini apa gak ada yg berani para Guru untuk melaporkan kebejatan murid laki laki walau org tuanya pemilik yayasan sekolah' tsb, laporan pada Diknas jangan takut kalau dipecat banyak yg akan membela guru bahkan dgn bukti bukti kuat sekolah itu ijin pendirian akan dicabut dan sekolah' otomatis ditutup.Pimilik yayasan akan dipanggil oleh pihak Diknas.
Tamirah: sayang nya ini hanya cerita halu, Thor terinspirasi dari mana cerita ini dari lingkungan sekitar atau dari Drakor atau dracin 😄😄😄
total 2 replies
Tamirah
Sangat disayangkan masih pelajar tapi sdh biasa menikmati' minuman minuman haram dan sdh biasa menyentuh tubuh wanita .yah mungkinn dari kehidupan orang tuanya yg gak mengutamakan agama hingga anaknya gak bermoral, tapi namanya cerita halu bisa saja author nya berubah seorang pelajar dari amoral menjadi bermoral akanw lebih seru dan bisa menjalin cinta SMA dengan si Cupu jenjang perguruan tinggi dan ahirnya mereka menikah' itupun maunya pembaca.
Park ha: 🤭 iya kak aku emang sengaja tokohnya toxic.. gk menormalisasi juga buat kehidupan nyata...itu cuma tokoh fiksi...

judulnya jelas ya Toxic and control
bukan Kisah cinta yang manis...
moga kakaknya gak bosen naca kelanjutannya..Dan kuat mental dengan Ke toxic an Rian hehe
total 1 replies
Park ha
novel ini ceritanya lumayan panjang ya mulai dari masa sma transisi ke Dewasa...
kalian yang awal bab maki2 Rian ..tetap maki2 ya soalnya Rian tobatnya masih lama wkkwkwk
Park ha
kwkwkwkw santai mari kita maki bersama wkkwwk
falea sezi
burung bekas masuk ke lobang beda2 tangan. bekas obok2 lubang beda. lagi astaga🤣 gimna g jijik
falea sezi
cowok bekas🤣 najis amat
falea sezi
dikira semua bisa di beli dengan uang🤣🤣
Park ha: bisa kak semua butuh duit wkkwkw🤭🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
dikira semua cwek murahan apa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!