NovelToon NovelToon
Tetangga Jadi Suami

Tetangga Jadi Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Abygail TM

Kharis, seorang gadis di sebuah kota kecil, seorang mahasiswa, hidupnya terlalu fokus dengan studinya sehingga cenderung tidak peduli dengan apa itu cinta, sampai Lewi menjadi tetangganya. Cowok itu mengalihkan dunianya, ia jatuh cinta, sayangnya Lewi yang begitu supel, berteman dengan siapa saja tetapi bersikap berbeda pada Kharis, cenderung tidak peduli. Akankah cinta pertama Kharis menemukan tempat yang seharusnya di hati Lewi....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abygail TM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 22 Hati Revy

Lewi menekan bel berkali-kali, sedikit tidak sabar. Agak lama pintu baru terbuka, tante Mince menyambut dengan senyum.

"Bos ganteng..."

"Saya mau bertemu Kharis..."

"Loh, bos ganteng nggak tahu ya Ade pergi?"

Tante Mince bertanya heran. Sedikitnya dia tahu lelaki gagah di depannya pacaran sama anak majikannya.

"Pergi??? Ke mana???"

Lewi kaget, tidak menduga bahwa pintu jendela kamar yang tidak terbuka sejak kemarin itu karena memang penghuni kamarnya sudah tidak ada.

"Pastinya ke mana saya kurang tahu, tapi sepertinya jauh, ke luar daerah. Kemaren subuh diantar Bapak sama Ibu ke bandara..."

"Berapa lama??"

"Kurang tahu juga, tapi sepertinya lama, bawa koper besar itu... maaf, memangnya Ade nggak pamit sama bos ganteng ya?"

Lewi menggelengkan kepala. Mukanya langsung lesu... Kecewa, sedih, marah, semua bercampur jadi satu. Kecewa karena Kharis tidak memberi kesempatan untuk dia mencari jalan menyelesaikan kemelut dalam hubungan mereka. Sedih karena Kharis menyerah begitu saja, sedih karena bukan perpisahan yang dia inginkan, sedih karena dia sangat mencintai gadis ini. Marah pada dirinya sendiri yang terlambat mengantisipasi, tidak peka.

"Tante Melissa ada?"

Mungkin tante bisa memberi penjelasan atau informasi apa saja mengenai kepergian Kharis.

"Masih kerja..."

"Bu... tolong saya, cari tahu Kharis di mana terus kasih tahu saya ya... nomor hp ibu berapa?"

"Emm ... 081xxxxxxxxx "

Lewi menyimpan no hp yang disebutkan, kemudian melakukan panggilan...

"Sudah saya miss call tolong disimpan ya..."

Dari arah dalam nampak Revy datang dengan tampilan yang sudah rapi, mungkin hendak pergi Dia melewati Lewi acuh tak menoleh sedikitpun.

"Revy, gua pengen bicara..."

Revy berlalu begitu saja tak menanggapi. Lewi mengejar Revy yang menuju mobilnya yang terparkir di kanan jalan.

"Rev... dengarkan penjelasan gua."

"Basi, nggak penting buat gua."

Revy masuk ke mobil, pintu mobil ditahan Lewi.

"Rev, gua minta maaf, tapi waktu itu gua nggak tahu kalian pacaran, dia ngaku single ke gua. Dan yang penting, dia nggak pernah jadi pacar gua."

Revy turun dari mobil menyentak pintu mobil hingga tangan Lewi terlepas.

"Jangan banyak alasan lu, modus minta maaf... denger gua kasih tahu, gua nggak sudi lu permainkan adek gua... jangan coba-coba lu ganggu adek gua lagi..."

Revy masuk kembali ke mobil dan menutup pintu dengan kasar.

"Gua bener-bener minta maaf... lagian Kharis sudah putusin gua..."

Mobil Revy sudah pergi, tapi teriakan Lewi masih sempat didengarnya. Ada perasaan asing bergulir di hatinya. Mengetahui bahwa adiknya lebih memilih pisah dengan Lewi anehnya tidak membuat dia senang, getir justru mengetahui rasa sayang adiknya kepadanya lebih penting dari lukanya sendiri. Ya... dia tahu adiknya terluka. tatapan sedih dengan mata berair beberapa kali dia lihat saat memergoki adiknya sedang menatapnya.

"Apa aku egois ya...?"

Tapi mengingat adegan Lewi dan Sendra waktu dia memergoki mereka di ruang tamu rumah Sendra membuat ego kembali menguasainya, kemarahan muncul kembali. Harga dirinya tergores, begitu banyak tahun bersama hampir tak terpisahkan, begitu banyak juga rencana dan angan-angan ke depan berdua. Cinta yang dikhianati menghasilkan benci untuk dua nama itu.

Revy berbelok ke sebuah lorong beberapa ratus meter setelah keluar dari gerbang perumahannya. Kini Revy sudah berada di depan rumah Nivia, pacarnya belum lama ini. Jadian lewat aplikasi hijau dan ini hari-hari awal menjalani kebersamaan. Janjian mengantar Nivia ke FK ada beberapa urusan sebelum Nivia memulai koas di Rumah Sakit. Dia baru berniat turun Nivia sudah keluar dari pintu pagar. Senyum Nivia merekah saat membuka pintu.

"Pagi, Rev...."

"Pagi... "

Emosi yang masih tersisa membuat senyumnya hanya segaris cenderung terpaksa.

"Baru bangun ya... nggak semangat gitu..."

Revy tersenyum kali ini lebih lebar, tak ingin Nivia mengetahui galau di hatinya.

"Berangkat sekarang?"

"Iya... masa besok..."

Nivia memasang seatbeltnya.

Sepanjang jalan hanya ada suara lagu dari audio mobil yang terdengar. Nivia beberapa kali melihat wajah Revy yang fokus dengan jalanan di depan. Belum banyak yang dia ketahui kebiasaan Revy, termasuk pagi ini yang terasa berbeda. Tak ada suara. Memang Revy bukan tipe cowok yang banyak bicara, tapi dalam beberapa kali bertemu pembicaraan antara mereka lancar saja.

Nivia tak berani memulai percakapan, dia berusaha memaklumi karena dia masih meraba-raba juga bagaimana pribadi Revy yang sebenarnya.

Kenal sejak SMA karena lingkungan pekerjaan orang tua, bertemu saat gathering keluarga besar karyawan kantor BUMN itu, dan terakhir sama-sama aktif di komunitas anak karyawan yang dirintis om Tino GM sebelumnya. Waktu itu Revy masih bersama Sendra, interaksi mereka hanya basa-basi dan sekedar sapaan biasa.

Niviapun akhirnya mengeluarkan ponselnya dan mulai melihat-lihat chattingan teman-temannya.

"Via... urusan kamu di gedung mana?"

Karena terlalu asik membalas chat Nivia tak memperhatikan mereka sudah ada di dalam kampus FK. Lokasi FK terpisah dari fakultas yang lain universitas ini. FK terletak dekat RSUP. Ada 5 gedung berlantai 4, dengan area parkir yang cukup luas.

Revy masih memandang Nivia yang belum mengangkat kepalanya...

"Via..." volume suara bertambah.

"Hah... sorry."

Mengamati sejenak...

"Di sebelah sana Rev, maju lagi, yang ada baliho."

"Mau ikut atau menunggu di sini?"

Nivia bertanya setelah mobil terparkir sempurna.

"Di sini aja..."

"Ok... mungkin agak lama urusannya..."

"Pergi aja, nggak apa-apa."

Jawaban dengan nada rendah dan wajah tanpa senyum menggelitik hati Nivia. Tapi dia belum percaya diri untuk bertanya-tanya mengorek sedikit penjelasan ada apa, meskipun status mengijinkan.

Kurang lebih satu jam Revy menunggu. Sejujurnya dia agak bosan duduk diam di dalam mobil. Beberapa kali dia keluar berjongkok di bawah pohon, masuk lagi. Di saat mulai tidak betah Nivia datang mendekat dengan tampilan yang sudah berubah, rambut di pelipis basah karena keringat dan agak terengah. Begitu duduk langsung menarik nafas seperti melepas beban.

"Sudah beres?"

"Sudah..."

"Kita jalan dulu ya... sekalian makan siang."

Sama seperti tadi, keduanya diam dalam perjalanan. Kedua insan yang sudah mengaku saling suka itu masih terjebak di pusaran pikiran masing-masing.

Di sebuah resto bernama Rumah Ramen dekat pantai di kawasan bisnis terpopuler kota ini, mereka berdua duduk berhadapan. Mereka mengambil tempat di lantai atas yang cukup sepi. Pesanan makanan sudah dicatat pelayan resto. Nivia akhirnya buka suara...

"Rev, dari tadi hemat banget ngomongnya... lagi sakit gigi...?"

Nivia coba bergurau mencairkan suasana. Yang ditanya mengalihkan tatapan dari pantai ke wajah yang sedang tersenyum di hadapannya.

"Persis mama deh kamu, Via. Apa-apa dihubungkan dengan kondisi tubuh."

"Hehehe... ngomong dong, apa kek. Jangan diam terus... Maaf, ada masalah ya...?"

Akhirnya pertanyaan yang sejak tadi tersimpan keluar juga. Revy menatap Nivia intens, menimbang untuk membagi kegalauannya atau...

.

☁️☁️☁️

1
AbyGail
Luar biasa
Elbena
ya banyak yg bagus. dan yg ini salah satunya /Good/
AbyGail: 🙏🙏🙏
Terima kasih
total 1 replies
Elbena
jika J = jakarta
maka kemungkinan M cuma dua, Makassar atau Medan. tp lebih condong k Makassar sih
Elbena
jempol
Elbena
hingga eps. 30 cerita ini yg sangat simpel, sederhana namun sangat realistis dan disajikan dengan sangat baik. dengan permainan kata2 yg apik menjadikannya cerita yg luar biasa. saya suka
AbyGail: Terima kasih apresiasinya kak... semoga bisa dinikmati alurnya ya 🙏
total 1 replies
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sumpah aku pengen baca POV nya lewi loh...
AbyGail: baca terus biar tahu kk, tengkiu udah mampir
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
AbyGail: Hai... makasih ya, sdh baca ceritaku 🙏
total 1 replies
RithaMartinE
semngatt lewi
RithaMartinE
😄😄
anna
mampir lagi aku thor. novel ke 2 dari karya mu yg aku baca. selalu syukaaaa😍😍😍
Irfan Fatswana
Luar biasa
Irfan Fatswana
Biasa
Ayu galih wulandari
Lanjuuut doong kak...ku tunggu...🤗🤗😘😘😘😘😘
Ayu galih wulandari
Lanjuuut kak...mkc sdh up
AbyGail: Tengkyuuu udah baca 🙏🙏
total 1 replies
Ayu galih wulandari
Kanjuuut kak..😘😘
jie ung
di tunggu ya
AbyGail: udah rilis 3 bab kk 😍
total 1 replies
Ayu galih wulandari
Semangat tetep optimis klau sdh jodoh sejauh apapun dia melangkah n pergi pasti kembali ke asalnya .😍😍
Ayu galih wulandari
Bagus kak alur ceritanya ....😍😍😍😍😍
Sungguh cerita novel yg ringan tdk terlalu berbelit belit aqu suka kak..🤗🤗😘😘😘😘😘😘
Ayu galih wulandari
Aqu sdh melimpir ke mari kak...lanjuuut..😘😘😘
AbyGail: Terima kasih ya... semoga suka
total 1 replies
Dahlia Anwar
mami yang tolol nanti anak nya kabur baru tau rasa
Dahlia Anwar: wkwk kenapa si bisa bikin cerita sebagus ini ,, bisa ngaduk2 emosi .. pokok ny keren.. maaf ya thor mungkin ada komen ku yang keterlaluan😭😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!