NovelToon NovelToon
Gairah Sang Janda

Gairah Sang Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Konflik etika / Selingkuh / Romantis / Trauma masa lalu / PSK
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Warning!! Hanya untuk pembaca 21 tahun ke atas.

Lyra menjadi wanita yang haus akan kasih sayang setelah kepergian suaminya. Usia pernikahannya baru berjalan 2 bulan, namun harus berakhir dengan menyandang status janda di tinggal mati. Bertemu Dika seorang lelaki yang bekerja di daerah tempat tinggalnya. Membuat mereka terlibat dengan hubungan cinta yang penuh dosa.Tapi siapa sangka, ternyata Dika sudah menikah, dan terobsesi kepada Lyra.
Lyra akhirnya memutuskan untuk sendiri menjalani sisa hidupnya. Namun ia bertemu Fandi, rekan kerjanya yang ternyata memendam rasa padanya.

Bagaimana kisah kehidupan dan cinta Lyra selanjutnya?
Yuk simak kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Pulang Lebih Awal

Bab 17

Pulang Lebih Awal

Dika tidak bisa tidur malam itu, memikirkan Lyra yang masih belum membalas pesan dan menghubunginya. Langit-langit kamar menjadi saksi bisu kegundahan hatinya.

Novia sudah terlelap tanpa bisa Dika sentuh malam itu. Meski tubuhnya sangat lelah dan membutuhkan istirahat, Dika pelan-pelan beranjak dari tempat tidur. Ia berusaha meminimalkan suara sesedikit mungkin agar Novia tidak terbangun. Perlahan-lahan ia melangkah keluar dari kamar tidur. Dan menutup pintu tapi tak bisa rapat karena suara gagang pintu pasti membangunkan Novia, pikirnya.

Handphone yang sejak tadi dalam genggamannya ia hidupkan dan mencoba menghubungi Lyra dengan menelponnya kembali. Dika gelisah, ia mondar mandir beberapa kali mencoba namun panggilannya tidak diangkat oleh Lyra.

Dika membuang napas kasar sambil menjambak rambutnya yang pendek. Lalu menghempaskan dirinya di sofa dan memejamkan mata menahan emosi yang bergemuruh di dada.

Tanpa Dika sadari, Novia mengintip dirinya dari celah pintu yang terbuka. Kamar mereka memang bisa melihat keadaan ruang tamu karena letaknya hanya berjarak 5 meter saja.

-

-

-

Suasana begitu hening di meja makan ketika Novia dan Dika sarapan bersama. Ibra masih terlelap karena kelelahan dan mereka tidak tega membangunkan putra semata wayang mereka.

Novia menikmati sarapan dengan penuh tanda tanya dalam otaknya. Sedangkan Dika, mencoba tenang menahan hati yang masih bergemuruh di dada.

Dika menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Novia tahu, pasti ada yang hendak suaminya itu katakan dan membutuhkan persetujuannya.

"Nov..." Kalimat Dika menggantung. " Mas berangkat lebih awal hari ini. Setelah sarapan, Mas harus kembali ke rumah Dinas."

Novia hilang selera. Makanan yang masih tersisa di mulutnya ia kunyah perlahan dan terasa enggan untuk ditelan. Sendok di tangannya ia letakkan perlahan. Matanya masih menunduk menatap piring yang seakan-akan lebih menarik dari Dika di hadapannya.

"Kenapa Mas?"

Pertanyaan basi tapi masih tetap harus Novia katakan. Ia tahu pasti ada seseorang disana yang membuat Dika gelisah sepanjang malam di balik punggung Novia yang pura-pura tidur membelakanginya.

"Hanya... ada pekerjaan yang belum beres. Mas lupa tugas itu akan di periksa besok."

"Tugas apa? Pekerjaan apa?" Novia menjeda pertanyaannya. Memandangi Dika dengan sorot mata yang tak bisa di artikan. "Bukannya kamu selalu membawa tas kerjamu pulang Mas?"

Dika diam menatap mata istrinya yang menyiratkan sesuatu. Lembut tapi menusuk. Sorot mata yang mengatakan Novia meragukan dirinya.

"Kalau di jelaskan kamu juga nggak akan mengerti. Mas benar-benar harus menyelesaikan pekerjaan itu secepatnya. Kamu nggak mau kan, Mas di tegur atasan Mas?"

Novia menunduk, memejamkan matanya. Menarik napas sedalam-dalamnya. Dan menghembuskannya perlahan tanpa ingin terdengar seolah-olah hatinya yang sedang bergemuruh ikut terdengar.

"Mas janji akan menelpon kamu begitu tiba disana."

Novia membuka matanya. Belum selesai ia ingin meredakan gejolak kekecewaan dan kekesalan di hatinya, Dika sudah berdiri dan melangkah menuju kamar mereka. Menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa dan bersiap untuk perjalanan pulang ke rumah dinasnya.

Novia tidak bodoh mempercayai ucapan Dika begitu saja. Apa yang ia lihat tadi malam, dan bagaimana gelisahnya Dika sudah dapat ia tebak, apa yang menunggu Dika disana.

Sulit untuk menolak, tapi sudah banyak tanda-tanda bahwa Dika sedang menduakan dirinya.

Jadi kamu benar-benar mengkhianati ku Mas?

Novia meremas bagian samping daster yang ia kenakan. Matanya mulai mengembun menahan perasaan perih yang menjalar di setiap napas yang ia hembuskan. Masih duduk di kursi meja makan, ia berusaha mengusai diri, menata hati dan emosinya agar tidak luruh di depan Ibra yang baru saja bangun membuka pintu kamarnya.

"Papa mana Ma?"

Ibra bertanya sambil mengucek matanya, khas anak-anak bangun tidur. Memandang kanan dan kirinya, mencari sosok yang selalu menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.

Novia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menghilangkan jejak air mata yang tidak ingin luruh dari kelopaknya. Seakan-akan air mata itu bisa tersedot kembali masuk ke dalam kelopak matanya.

"Papa di kamar Mama sayang," jawabnya pelan dan mencoba tersenyum.

Ibra berjalan menuju kamar bagian depan, mencari keberadaan Dika di dalam kamar itu. Dan disana, Dika sudah selesai membereskan barang-barangnya. Bahkan ia sudah mengambil kunci mobil dan bersiap untuk menempuh perjalanan jauh.

"Papa mau kemana?" Tanya Ibra terpaku di depan pintu.

Dika menoleh, lalu tersenyum. "Maaf ya, Papa terpaksa pulang lebih awal hari ini karena ada pekerjaan Papa yang nggak bisa di tunda."

Ibra yang tidak mengerti hanya diam memandang Dika dengan kening berkerut. Menahan gejolak hati yang masih rindu, dan kegelisahan hati yang tidak rela untuk melepas pergi.

Novia hanya memandang interaksi itu dari tempatnya duduk. Menahan sedih melihat wajah Ibra yang tak bisa memprotes. Lalu ia beranjak dari duduknya, berjalan pelan mendekati putranya, dan mengelus kepala anaknya dengan lembut, seolah-olah memberi kekuatan tanpa perlu bicara 'nggak apa-apa, nanti minggu depan Papa akan pulang lagi'.

"Mas berangkat dulu."

Novia menyalami Dika dan mencium punggung tangan itu. Begitu pula Ibra meski mereka tidak banyak berbicara. Hanya mampu memandangi tubuh Dika yang bergerak cepat melangkah dan masuk ke dalam mobil, lalu bergegas memutar haluan dan hanya membunyikan klakson sebagai ganti salam yang tak terucap.

Novia meremas pakaian di dadanya. Perih, sampai-sampai matanya mengembun kembali. Lalu menutup pintu rapat-rapat. Seperti menutup perasaan sakit demi Ibra yang membutuhkan Papanya.

-

-

-

Akibat pikiran yang menumpuk hingga menyebabkan stres yang berdampak pada kekuatan fisiknya, Lyra sakit selama 2 hari. Suhu tubuhnya panas, dan kepalanya terasa berat hingga menyebabkan ia tidak dapat bangun selama sakit.

Namun Lyra tahu, Dika hari ini akan pulang. Ia pun mencoba memaksakan diri untuk bangun dan memasak seadanya dengan sisa tenaga yang ada. Tapi sayangnya, hatinya yang berat lebih memilih untuk merebahkan diri menatap langit-langit kamarnya. Dan kembali, bulir air mata membasahi pipinya.

Hari itu, saat ia menguping pembicaraan Dika yang sedang menelpon di luar rumah, hanya ucapan Dika yang terdengar jelas di telinganya meskipun hanya sepotong-sepotong. Namun Lyra yakin, Dika tidak sedang berbicara dengan calon ibu mertuanya. Ada seseorang yang keberadaannya disembunyikan oleh Dika.

Meski belum tahu pasti, tapi Lyra sudah merasakan sakit di hatinya. Rasa bersalah dan juga rasa penasaran berkumpul menjadi satu. Bahkan rasa dikhianati yang seharusnya bukan menjadi perasaannya. Bagaimana jika sebenarnya Dika memang memiliki istri dan belum bercerai? Bagaimana jika hubungannya selama ini adalah hubungan gelap? Dan bagaimana jika ia telah menghancurkan hati sesama wanita yang dengan setia menunggu suaminya pulang? Semua pertanyaan itu terlalu takut untuk Lyra ketahui kenyataannya.

-

-

-

Bersambung...

Jangan lupa dukung Author dengan like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅ᴳᴿ🐅Kᵝ⃟ᴸZ
dika itu udah cinta mati smaa lyra..lyra pergi pastilah hatinya ikutan pergi, masih ada harapan' buat pertahankan??
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅ᴳᴿ🐅Kᵝ⃟ᴸZ
bertahan Krn anak pasti nantinya tetap gakan baik" aja Novia..yakin kamu akan bahagia setelah kepergian lyra??
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ
lyra pergi .. taunya nanti malahan hamil bawa 😄
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ
hhhhhh... tersangkanya msh dikantor.🤣
pas pulang lyra udah pergi.. kayaknya bakalan nambah Maslah deh Novia.. mending ber3 bicaranya..klo sepihak gitu nantinya badan dika dikamu tapi hati dan jiwanya di lyra
Author abal-abal
setelah Lyra pergi, Novia harusnya ceraikan Dika. biar double sakitnya 😤
💜Bening🍆
percuma kamu pastiin lyra pergi klo suamimu gk bisa berubah.... yg lbh perlu itu pastiin dika tobat bkn hanya sekedar mastiin kamu berhasil nyingkirin lyra... kamu kira setelah sukses bikin lyra pergi semua bakal baik2 aja n dika jd suami idaman yg setia... preettlah, yg ada bisa aja dika malah sibuk nyari lyra atw bahkan nyari lyra2 yg lain utk menuhin egonya
💜Bening🍆
setelah lyra pergi jd kamu mau bertahan? suamimu yg inisiatif selingkuh bkn di goda wanita lain... kamu mau diem2 aja n kembali lanjutin rumah tanggamu gitu
💜Bening🍆
bojomu yg sengkelek novia.... jgn krn cinta kamu nutup kemungkinan bahwa yg buaya emang suamimu bkn wanita lain yg menggoda suamimu
💜Bening🍆
bkn e kamu dah ada curiga kemaren2 lyra... meski wajar terkejut tp hrsnya kamu punya kemungkinan soal kebohongan dika yg ini
Author.N.
kirain mau jambak2an duluuu
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
terus setelah kamu nyingkirin lyra kamu akan baik2 saja dan seperti semula sama dika begitu?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
lyra tapi gak ngejar looo
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
harusnya kamu udah memprediksikan hal ini ly
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Lie𝐙⃝🦜🅟ᴳ᯳ᷢ
Bagus lira kebahagian kamu diluar sana pasti lebih baik, Novia sekali selingkuh tetep susah di maafkan bersama hanya karena anak? apa mungkin bisa ya??
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Lie𝐙⃝🦜🅟ᴳ᯳ᷢ
Semangat mom, ceritanya bagus gak semua pelakor itu jahat, meski salah apapun caranya.
Author.N.
Pas labraknya jangan lupa video ya wak, nanti kita up di tik tok. Biar kalau viral novia diundang di pagi2 amburadul sama podcast Danny sumarso 😆
Author.N.
Lahhhh malah nunggu dika pergi 🤣
Author.N.
😅 bakarrr Ball, iqbal. bakarrr sekalian emosi novia
Author.N.
Dika harus kamu cabik2 mah nop
Author.N.
iparku cinta pertamaku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!