Lelaki yang hidup berkecukupan, dan sudah dipastikan akan menjadi pewaris tunggal kekayaan orang tuanya. sudah pasti di minati para wanita, banyak wanita yang ingin menjadi pacarnya namun ia selalu menolaknya karena seseorang.
Setelah menunggu sekian lamanya, seseorang itu datang. namun, diwaktu yang tidak tepat.
Ia sudah memiliki seorang istri, yang bahkan belum ia cintai.
"Menikahi wanita usia tiga puluh tahun itu bukan keinginan ku" ucap gatra dengan tegas
Apakah seorang gatra bisa mencintai istrinya? atau malah terjadi perselingkuhan? atau perceraian?
Yuk baca, kita intip rumah tangga gatra.
ig ; diah.ifro dan ruangg rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Gatra kini menyandarkan tubuhnya ke mobil miliknya sambil tersenyum ke arah sebuah apartemen, tak lama seorang perempuan cantik yang memakai baju biru selutut datang sambil tersenyum melambaikan tangannya.
"Kenapa pake baju kaya gini?" tanya gatra kesal, karena jelas ini membuat tubuh maudy seksi dan di pertontonkan secara cuma cuma menurutnya.
"Terus pake baju apa?" tanya maudy bingung, karena di negara tinggalnya kemarin pakaian seperti ini lumrah dan biasa. walaupun kalau di Indonesia ini bukan budaya kita.
"Ayo ganti" gatra menarik lengan maudy agar kembali ke kamar nya, maudy terlihat santai menuruti apa mau gatra. tentu ini karena ia pun masih sangat mencintai gatra.
Setelah sampai di kamarnya, gatra melihat isi di dalam lemari. pakaian maudy rata rata bergaya seperti itu, membuat gatra malah menjadi kesal.
"Kenapa sih?" tanya maudy memeluk erat lengan kanan gatra dari samping "kenapa pakaian kamu gak ada yang bener sih" jawabnya kesal
"Aku emang cuma bawa baju kaya gini aja, nanti deh aku belanja disini" ucap maudy sambil menutup lemarinya "jadi pergi gak?" tanya maudy mengerutkan keningnya menatap gatra yang malah duduk di tepi kasur
"Aku bakal suruh orang buat beliin pakaian kamu dulu deh, aku gak suka kamu pake baju kaya gini" jawab gatra langsung mengirimkan pesan pada orang suruhan nya.
Maudy pun ikut duduk di tepi kasur sambil menatap wajah gatra "aku kangen banget sama kamu"
"Kamu masih mau kan lanjutin hubungan kita?" tanya gatra sambil mengusap kepala maudy dengan lembut membalas tatapan hangat dari maudy
"Apa masih harus di jawab?" tanya balik maudy sambil tersenyum lebar mengelus wajah gatra
"Dret...dret...drett"
Tiba-tiba ponsel gatra berbunyi begitu keras, gatra pun menurunkan tangannya yang bermain di kepala maudy.
"Bu tania?" gumam gatra membaca nama kontak yang menelepon dirinya, tapi ia segera mematikan ponselnya.
Karena panggilan dari bu tania, itu sangat mengingatkan gatra pada pernikahan konyol yang terjadi. pernikahan yang tentu akan membuatnya sulit untuk bersama dengan maudy.
"Kenapa? siapa emang?" tanya maudy bingung, karena setelah mendapat panggilan masuk gatra malah terdiam sejenak.
Gatra tersenyum mengusap kepala maudy pelan "gak apa apa sayang"
"Kenapa gak diangkat?" tanya maudy lagi dengan nada penasaran, gatra tersenyum lebar menggelengkan kepalanya.
"Muachh"
Gatra mencium kening maudy sambil memeluknya "aku gak akan biarin kamu pergi lagi maudy" ucapnya lirih
Maudy memang beruntung dicintai gatra, gatra bahkan sangat menyayangi dirinya dengan tulus. ketika para perempuan diluar sana beradu saing untuk mendapatkan perhatian kecil dari gatra sedangkan maudy hanya perlu ada di sisinya untuk mendapatkan semua yang diinginkannya.
"Aku belum pernah ke rumah kamu, apalagi pas kita pacaran dulu aku juga belum pernah ke rumah kamu. paling main ke sana sini doang, sekarang kenapa kamu gak ngajak aku ketemu sama tante prita sama om dario?" tanya maudy bingung
"Kalau papah tau, gawat" gumamnya bingung sedikit panik
Gatra memang dari dulu dilarang memiliki pacar dirinya diminta fokus sekolah dan belajar mengurus kantor karena hal itu gatra tak berani membawa maudy ke rumahnya, tapi bukan artinya maudy tidak mengenali pak dario dan bu prita yang sukses di bisnisnya masing-masing.
"Kalau aku bilang aku sudah menikah apa maudy masih mau bersama ku, gak gak boleh. maudy gak boleh tau" pikir gatra
Ia sudah kehilangan maudy bertahun-tahun mana mungkin ia mau kehilangan maudy untuk kedua kalinya, karena maudy masih menjadi perempuan cantik dan baik untuk gatra. pikirnya.
"Tunggu dulu, kayanya pakaian kamu deh" ucap gatra terasa lega setelah mendengar bel kamar berbunyi, karena itu artinya ia bisa mengalihkan pembicaraan
Gatra pun membuka pintu dan terlihat dua orang perempuan dan satu orang lelaki sudah berdiri di depan pintu dengan beberapa tas belanjaan.
Setelah gatra memberikan uang mereka pun pergi, gatra membawa tas belanjaan itu dan menyuruh maudy untuk segera memakainya.
Maudy pun memakai celana jeans panjang dengan baju lengan pendek berwarna putih, saat maudy keluar dari kamar mandi gatra memakaikan topi pada maudy sambil terkekeh bercanda.
"Aaa gak mau" tolak maudy melempar topi itu ke lantai
Gatra tertawa kecil sambil merangkul pinggang maudy membawanya keluar untuk makan siang bersama seperti yang sudah di rencanakan keduanya.
Di rumahnya bu tania sedang duduk bersama dewi sekertaris nya, dewi sedikit bingung terhadap bu tania karena bu tania terlihat gelisah sekali. dari tadi mencoba menghubungi seseorang padahal jelas jelas dewi sedang membicarakan tentang masalah di kantor.
"Bu?" dewi mengelus halus paha kiri bu tania "kenapa?" tanyanya bingung
Bu tania menghela nafas panjangnya, beban hidupnya seperti bertambah besar.
"Gapapa dew, saya cuma lagi ada problem dikit" jawabnya lembut, padahal rasanya ia ingin sekali bercerita namun untuk apa juga pikirnya.
"Ibu boleh kok curhat sama saya bu" ucap dewi berusaha membuat bu tania agar lebih rileks
Namun, bu tania menolaknya dan meminta dewi untuk menyelesaikan masalah kantor dengan segera. dewi pun paham tentang kondisi bu tania saat ini, sepertinya tidak usah di ganggu terlebih dahulu.
Bu tania merasa bingung harus bagaimana karena ia juga tak tau harus bertanya pada siapa, kalau ia bertanya pada pak dario atau bu prita ini hanya akan memancing keributan.
"Oh iya, haris sama raka pasti tau dimana gatra" ucap bu tania sambil segera mencari nomor telepon raka
Namun, raka tak menjawabnya. bu tania pun beralih menelepon haris dan langsung di jawab.
"Ada apa ini bu tania? tumben" tanya haris diujung telepon yang sedang duduk di samping raka, di bengkel orangtuanya raka.
"Saya mau tanya kamu lagi dimana ya?" tanya bu tania ke intinya karena bu tania yakin gatra pasti bersama haris
Raka mengerutkan keningnya ingin tau apa yang sebenarnya dibicarakan haris dan bu tania, ia pun segera mengambil handphonenya yang tergeletak di meja kerja di dalam ruangan yang banyak mendapat panggilan tak terjawab dari bu tania.
"Haris di bengkel raka bu, ada apa emang nya? bahas kuliah bukan?" tanya haris sambil mengangkat kedua alisnya ke arah raka seolah haris tau bahwa bu tania mencari gatra, ia hanya sekedar basa basi menjawab telepon bu tania seperti itu.
"Bukan, kamu lagi sama gatra gak?" tanya lagi bu tania menyelidik
"Enggak bu, aduh bu sinyal nya" jawab haris sambil bangun dan mengangkat tinggi-tinggi tangannya lalu langsung mematikan panggilan dari bu tania.
Raka tertawa terbahak-bahak sambil menggeleng-kan kepalanya "durhaka loh, bohongin dosen" ucapnya pada haris yang tersenyum licik
"Dia nyari gatra, berarti bener gatra pergi sama maudy" beritahu haris sambil kembali duduk
"Udah lah biarin aja, nanti gatra marah lagi bininya telepon nan sama kita" saut raka sambil terkekeh geli yang dijawab tawa oleh haris.
Sama seperti gatra, haris dan raka memang anak yang susah di atur juga. tapi persahabatan ketiganya tak perlu diragukan walaupun mereka memiliki sifat yang berbeda tapi mereka sebenarnya sama sama saling menjaga.
Bu tania kini duduk kembali di kursi ia bingung harus bagaimana, ia takut kalau gatra benar-benar punya perempuan lain. walaupun ia tau gatra selalu menolak mentah-mentah perempuan tapi itu dulu, sebelum dirinya menikah. ia takut ketika menikah gatra malah berubah, apalagi dengan sikap gatra padanya yang selalu berubah-rubah.
-hati yang tersakiti' konflik rumah tangga
'-pemikat sukma" mistis, romansa
-kuntilanak pemakan janin" horor
karya siti H
semalu malunya dia sebagai wanita kan karakter dasar yg kuat krn srbagai dosen lalu juga bantu urus segala perusahaan walau lewat tangan kanan, kan pastinya dah siap mental kl ada hal yg buruk gitu loh ko ini mewek banget bin lembek