Kevin, seorang pemuda tampan dan mapan terpaksa menikah dengan tante mungilnya, Wulan. Awalnya dia tidak menginginkan pernikahan itu, karna ia hanya menganggap Wulan sebagai adiknya dan hanya sebatas itu tidak lebih.
Wulan pengusaha muda itu, menyukai Kevin sedari mereka kecil, hingga ia nekat melamar Kevin.
Bagaimanakah perjuangan Wulan menaklukan hati Kevin yang biasa dia panggil Kak Shine itu??
Yuk baca dan lepaskan rasa penasaranmu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titangnia E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tante Dimana ?
Setelah mereka turun dari wahana itu...
"Kak, aku ke toilet bentar ya. Kebelet nih" Kata Wulan memegang perutnya. "Ya udah, perlu aku temani?" "Gak usah Kak. Lagian dekat" Katanya sambil menunjuk arah toilet, yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka.
"Kalau gitu aku tunggu disini ya". "Sip bos."
Aduh kok ramai banget sih udah kebelet nih. Wulan sedikit kesal begitu banyak orang lalu lalang sehingga dia susah menembus keramaian.
Selang waktu 40 menit setelah Wulan pamit dari Kevin. "Kok lama banget. Katanya dekat, apa Tante tersesat" kata Kevin lirih. Apa aku susul aja ya? saat hendak beranjak dari tempat duduknya, seketika banyak orang berlarian ke satu titik tempat.
"Maaf Pak, kenapa pada ngumpul di sana. Emang ada apa ya?" Kata Kevin memberhentikan seorang pria berumur. "Katanya ada yang ketimpa tiang lampu jalan dekat toilet wanita. Katanya masih muda dan lukanya parah di kepala." Katanya berlalu.
Seketika tubuh Kevin melemas dan hampir tumbang. Tidak, itu pasti bukan Tante batinnya meyakinkan dirinya. "Ku mohon Tan, aku mohon!!" kata Kevin setengah teriak sambil berlari menuju tempat kejadian.
Matanya membulat melihat perempuan tergeletak dibawah tanah bersimbah darah. Karena pendarahan di kepalanya yang hebat, wajah pemiliknya tidak terlihat. Namun, Kevin ingat bahwa gadis itu menggunakan seragam SMA yang sama dengan Wulan.
"GAK!!!. Ini gak mungkin" Teriak Kevin dalam tangisnya yang sudah pecah sambil mendekat pada gadis tak sadarkan diri itu. Saat ia hendak menyentuhnya, ia ditahan oleh seorang pria yang ada di sana.
"Tahan dirimu dek. Jangan sentuh apapun sebelum polisi datang" "Tahu apa kamu. Apa aku harus menunggu sampai Tanteku mati, hah!!" Teriaknya sambil berusaha melepaskan dirinya.
"Kak Shine. Kenapa Kakak menangis?" Entah dari mana Wulan muncul dari keramaian itu. Ia yang mencari Kevin dari tadi tidak menemukannya, dan akhirnya pergi ke kerumunan berharap Kevin ada disana dan memang benar.
"Kakak ngapain disitu, pulang yuk. Aku udah ngantuk nih" kata Wulan sambil mengusap ujung matanya mengantuk.
Tanpa aba - aba, Kevin langsung menghampiri Wulan dan memeluknya erat, sampai Wulan susah bernafas. "Syukurlah, syukurlah Tante baik - baik saja" kata nya berulang kali dengan perasaan lega.
Hal yang ia khawatirkan tidak terjadi pada Tante yang disayanginya itu. Jauh dari lubuk hatinya, ia sangat tidak rela bila harus kehilangannya.
"Kak, Kak Shine.. Ehm lepasin dong, atau seenggaknya longgarin dikit pelukkannya. Aku sesak nih" "Ah ya, maaf Tan. Tante tidak apa - apa kan gak ada yang luka?" Kata Kevin melepas pelukknya kemudian memutar badan Wulan memastikan keadaannya.
"Aku baik - baik aja kok. Sebenarnya Kakak kenapa, kok sampai nangis gitu" Wulan mengulurkan tangannya menyeka air mata Kevin yang masih tertinggal.
"Kenapa Tante sangat lama. Terus, kenapa gak mengangkat panggilanku? Apa Tante gak tahu, betapa paniknya aka tadi" Tanya Kevin bertubi - tubi, yang tidak sempat dijawab oleh Wulan, karna kebali dipeluk oleh Kevin kembali, namun tidak seerat tadi. Aduh sebenarnya ada apa sih, terus Kak Shine peluk begini bikin aku jantungan karna gugup
Wulan membalas pelukkan Kevin sambil menepuk pelan bahu lebar pemuda itu. "Maaf, Kak. Tadi ponsel ku lowbatt.. " "Pokoknya Tante gak boleh lagi kayak gitu. Mulai sekarang aku akan antar Tante jika itu diuar ruang. Dan..." Kata Kevin melepas pelukannya dan memegang kedua bahu Wulan
"Makasih, Tante baik - baik saja" Kata nya mengelus lebut kepala Wulan. Hal yang selalu diinginkan Wulan darinya. "Iya Kak, maaf ya". "Udah malam. Pulang ya." Kata Kevin tanpa sadar memegang tangan Wulan kearah parkiran motornya. Kok bisa pegangan tangan sama Kak Shine sehangat ini batin Wulan sambil tersenyum bahagia.
Meskipun ia masih bingung, namun hari itu ia sangat senang. Kevin ternyata tidak membecinya dan ternyata sangat sayang dan pedulu padanya. Terimakasih Tuhan, telah mempertemukanku pada nya. Bantu aku untuk mendapatkan hatinya....
Titangnia E.
authornya lupa 🙈🙈
-AKU BUKAN LESBIAN.
Dapet dalam dari
" Bidadari Sang Gus "
Ditunggu vote , like dan komen katanya ..
Silahkan mampir juga ya....!!!!
kita saling dukung
Oke .....