Naura memilih menikah muda, tetapi pernikahannya tidak bertahan lebih dari 2 tahun, ketika suaminya mengalami koma dirumah sakit, keluarga suaminya memaksa Naura untuk menanda tangani surat perceraian mereka. Setelah bercerai Naura baru mengetahui jika di sedang hamil.
Bagaimana Naura membesarkan anaknya?
Apakah mantan suaminya akan mencari anak dan istrinya?
Atau Naura akan menerima pria baru dalam hidupnya dan menjadikan pria itu papa baru dari anaknya!
Mari baca cerita ku ya teman-teman.
Terima Kasih
🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lie_lili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Perasaan Serli
Di ruangan pembukuan dimana menjadi ruangan untuk Naura dan Serli bekerja, beristirahat atau pun hal lainnya.
"Naura, terima kasih ya atas jasa mu kemarin!" ucap Serli girang.
Serli merasa sangat bahagia, karena pada saat itu setidaknya waktu dia hampir 2 jam dihabiskan hanya bersama Yuno.
Karena saat itu Naura sengaja berlama-lama membeli es krim, kemudian dia meminta izin pulang terlebih dahulu. Saat itu Serli sengaja mengulur-ngulur waktu untuk bisa banyak mengenal Yuno.
"Asal kamu senang Ser! Semoga kamu berjodoh ya sama Yuno!" Naura mendoakan agar Serli berjodoh dengan Yuno.
"Amin" jawab Serli langsung.
"Naura, tapi aku juga enggak tau apa ini merupakan aku terlalu agresif dengan Yuno ya!" Serli terlihat lebih pelan berbicaranya.
"Kenapa?" Naura merasa binggung.
"Tadi pagi aku sapa Yuno dan terlihat dia seperti ingin menjauhi ku saja!"
"Aku binggung sendiri!"
"Sudah Serli jangan binggung, pelan-pelan saja yang penting kamu ada komunikasi sama dia itu sudah lebih baik kan!" Naura memberi pengertian terhadap Serli.
"Tapi terlihat ya, Yuno menyayangi Evano!" ucap Serli.
"Ah masak sih?" Naura merasa tidak percaya, hanya biasa-biasa saja.
"Naura, jika Yuno menyukai mu bagaimana?" Serli bertanya demikian karena ingin mengetahui isi hati Naura untuk Yuno.
"Kemarin aku lihat kamu, Evano dan dia dari kejauhan, kalian sangat akrab. Evano juga terlihat sangat bahagia dekat Evano, dia juga menyayangi Evano!" Serli mengingat kembali saat kemarin melihat Naura, Evano dan Yuno ditaman.
"Ser, sudah aku katakan aku tidak punya perasaan apa-apa ke Yuno, lagi pula kami akrab itu karena kami sudah saling mengenal lama!" jawab Naura.
"Tapi Naura, aku lihat pandangan Yuno ke kamu lain!" Bantah Serli.
"Aku seorang janda yang sudah punya anak yang besar Serli, aku sudah berkaca dan aku tau batasan ku"
Naura tau dia seorang janda, janda itu banyak menjadi buah bibir orang-orang, maka dari itu Naura memilih untuk diam sendiri lebih baik. Yang terpenting bagi dia, Evano dapat dia besarkan dan dapat bersekolah lebih baik tinggi enggak seperti dia yang hanya sebatas sekolah menengah atas. Dia ingin Evano bisa mendapat gelar sesuai yang apa Evano inginkan. Tujuan hidup dia saat ini adalah hanya Evano dan membahagiakan mamanya.
"Naura!" panggil Serli
"Agh, sudah sama saja kamu jangan berpikiran aneh-aneh deh, besok-besok aku bantu kamu dekatin dia lagi ya!"
"Bagaimana" Naura mengedup-gedipkan matanya.
"Aku senang sih bisa dekat dia, tapi kalau dia ujung-ujungnya enggak mau sama aku bagaimana?" ungkap Serli blak-blakan.
"Biar aku bantu ngomong sama Yuno, kamu tenang saja!" kata Naura sambil memainkan pulpennya dimeja, dia berpikir mau dengan cara apa lagi buat mendekatkan teman-temannya ini.
"Terserah kamu deh, aku nurut!" jawab Serli santai.
"Aku senang lihat orang lain bisa bahagia karena aku bantu atau pun tanpa aku bantu" ucap Naura sambil tersenyum.
Tetapi Naura membahagiakan dirinya dengan cara dia sendiri. Dia belajar banyak dari keterpurukan.
"Terima kasih Naura, kamu yang terbaik!" ucap Serli.
"Aku bukan yang terbaik Ser, hanya berusaha berbuat baik!"
"Iya deh mama Evano!"
"Hahaha" kelakar Serli.
"Ini jiwa emak-emak ku bah!" Cetus Naura.
Sesaat mereka terdiam karena terlihat Naura memegang ponselnya.
"Pesan dari group sekolah Evano!" batin Naura.
"Ada apa ya" gumamnya.
Serli berusaha memanjangkan telingganya yang tidak bisa panjang hanya untuk mendengar apa barusan yang diucapkan Naura.
"Ehm" gumam Naura lagi.
"Ada apa Naura, dari tadi seperti bicara sendiri!"
"Enggak ini besok di suruh kesekolah Evano lagi pagi-pagi katanya boleh bawa keluarga lain sih, ada pentas sekolahnya!"
"Waahh asik, andai aku bisa ikut pergi!" Serli membayangkan berada ditempat yang ramai anak-anak.
"Aku izin lagi, apa enggak kena pecat!"
"Duuuh, mana seram lagi lihat istri pak direktur tu!"
"Semoga bisa lah, hari penting buat anak mu loh!"
"Besok saja deh mikirnya, sekarang kerjakan data ini tuntas dulu!"
"Hm, iya deh" jawab Serli.
Naura dan Serli pun melanjutkan pekerjaannya. Karena nanti akan segera dikumpulkan ke managernya.
🤔🤔
👍❤
sambil marathon