NovelToon NovelToon
An Affair Ashford

An Affair Ashford

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Roman-Angst Mafia
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Sepuluh tahun Dominic Qiel Ashford mempertaruhkan kesetiaannya hanya untuk ditolak berulang kali oleh Florence Nightingale, wanita yang menolak ikatan pernikahan. Luka penolakan itu akhirnya mendorong Dominic pada keputusan gila di sebuah malam yang pekat.

Di tengah frustrasi, ia mendapati Ester Alba—mahasiswi berbeasiswa sekaligus guru privat keponakannya—terjebak dalam gaun seksi di bar elit demi mencari biaya operasi sang ayah.

Demi menyelamatkan harga dirinya sekaligus melampiaskan keputusasaan, Dominic mengajukan penawaran berbahaya. Sebuah kesepakatan terikat yang menuntut kepatuhan mutlak, jauh dari ranah cinta.

Namun, saat rahasia alasan sebenarnya di balik kebencian Florence pada pernikahan mulai terkuak, Ester menyadari bahwa ia bukan sekadar pelampiasan—melainkan kunci dari permainan emosi yang siap menghancurkan mereka bertiga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Suasana di ruang makan utama mansion Ashford terasa bagaikan medan pertempuran yang baru saja mereda, menyisakan debu ketegangan dan bau darah tak kasat mata di udara.

Lampu gantung kristal yang menggantung di atas meja kayu mahoni panjang membiaskan pendar cahaya lembut, namun kehangatan itu sama sekali tidak sanggup mencairkan hawa dingin yang mengepung ruangan.

Di sudut meja, Kaetos Ashford duduk memimpin sebagai kepala keluarga.

Sikapnya yang tegas dan tak tersentuh menjadi benteng terakhir yang menahan keluarga itu agar tidak sepenuhnya runtuh.

Setelah perdebatan panjang yang menguras tenaga dan emosi di ruang tengah tadi, Kaetos memaksa seluruh pihak untuk duduk di satu meja.

Pria tua itu melemparkan pertanyaan yang sama berulang kali kepada Florence Nightingale dengan tatapan mengintimidasi yang menusuk tulang.

Di bawah tekanan yang intensif dari sang patriark, pertahanan Florence akhirnya runtuh—wanita itu terdesak hingga tak punya pilihan selain mengakui secara tidak langsung bahwa kehamilannya hanyalah gertakan sambal yang lahir dari rasa frustrasi dan keputusasaan.

Kaetos menghela napas panjang, tatapannya yang tajam sapu bersih ke arah Dominic.

Sejak awal, di dalam lubuk hatinya, Kaetos memilih untuk percaya pada kata-kata putra ketiganya.

Mengenai kenyataan bahwa Dominic dan Florence belum pernah tidur bersama selama sepuluh tahun berpacaran... sungguh, entah manusia mana di luar sana yang akan mempercayai hal tidak masuk akal seperti itu di zaman modern ini.

Namun, sebagai seorang ayah, Kaetos merasa salut atas keteguhan, kehormatan, dan kesabaran putranya yang selalu menjaga serta menghormati batasan wanita yang dicintainya.

Namun, teka-teki yang sebenarnya kini berpindah pada sosok gadis muda yang duduk di samping Dominic.

Ester Alba.

Jika Kaetos memutar kembali memorinya selama dua tahun terakhir, Dominic dan Ester tidak pernah terlihat sedekat itu.

Di mata seluruh keluarga, Dominic tampak sungguh-sungguh mencintai Florence dengan kadar kegilaan yang luar biasa.

Semua orang mengingat bagaimana Dominic bertingkah bak pria dimabuk asmara—mengatur makan malam romantis dengan dekorasi ribuan mawar di taman mansion, memesan tiket liburan eksklusif ke pulau pribadi, bahkan tak ragu melakukan reservasi penuh untuk seluruh restoran mewah bintang lima di Manhattan hanya agar Florence bisa menikmati makan malam tanpa gangguan siapapun.

Namun pada kenyataannya, di balik kemewahan dan keromantisan yang ditontonkan selama satu dekade, hubungan mereka rupanya tidak pernah seintim yang terlihat dari luar.

Dan justru dengan Ester—gadis yang statusnya hanya guru privat bagi cucunya—sejak kapan ikatan itu terjalin?

Bagaimana mungkin Dominic dengan wajah tanpa dosa berani menyatakan bahwa Ester kemungkinan besar sedang mengandung darah dagingnya?

Di ujung meja lain, Parrie Ashford—sang Mommy—hanya bisa menundukkan kepala seraya menggelengkan kepalanya pelan.

Pikiran wanita paruh baya itu dipenuhi dengan ironi yang menggelikan sekaligus menyakitkan.

Bukankah ini sebuah lelucon yang sungguh luar biasa? batin Parrie meratapi nasib keluarganya.

Wanita yang disentuh dan digauli secara nyata justru memilih diam tanpa berkoar-koar soal kehamilan... sementara wanita yang bahkan tidak pernah disentuh intim seujung jari pun justru berteriak histeris mengaku hamil di hadapan seluruh keluarga!

Ruangan itu kini terasa lebih renggang.

Penny dan Huxley telah melangkah pergi meninggalkan area ruang makan beberapa saat lalu.

Sebagai uncle dan ipar, mereka merasa sangat kecewa dan terhina oleh kebohongan murahan yang dipentaskan oleh Florence.

Mereka enggan lagi terlibat dalam drama kelam yang mencoreng nama baik Ashford, membiarkan sisa anggota keluarga inti menyelesaikan kekacauan di meja makan tersebut.

Kini, hanya tersisa Kaetos, Parrie, Dominic, Ester, dan Florence yang duduk berhadapan.

"Makanlah... Itu baik untuk kehamilanmu," ucapan hangat yang keluar dari bibir Parrie memecah keheningan yang kaku.

Kata-kata itu ditujukan secara khusus kepada Ester Alba.

Sebagai seorang ibu yang mendambakan keutuhan dan cucu yang sah, Parrie mencoba membuka hatinya, menerima takdir baru bahwa gadis muda di hadapannya inilah yang kini membawa benih masa depan bagi putra kebanggaannya.

Parrie mendorong piring berisi hidangan nutrisi hangat ke dekat tangan Ester dengan senyuman yang dipaksakan namun penuh ketulusan samar.

Melihat perhatian yang diberikan Parrie pada Ester, dada Florence mendadak terbakar oleh api cemburu yang amat membakar.

Benar-benar murahan! batin Florence Nightingale mengutuk mati-matian.

Tangannya di bawah meja mengepal hingga kuku-kukunya yang terawat menancap dalam di telapak tangannya sendiri.

Aku masih tak percaya Dominic begitu mudahnya menyukaimu, apalagi mencintaimu, Jalang! Kau sama sekali tak seistimewa itu untuk menggantikan posisiku!

Kebencian yang tak lagi mampu ditampung di dalam dada Florence akhirnya meledak kembali.

Tanpa memedulikan keberadaan kedua orang tua Dominic yang duduk di sana, kata-kata kasar itu meluncur bebas dari bibir indahnya tanpa saringan.

"Kau pikir dengan berpura-pura menjadi gadis lugu dan membawa perutmu itu, kau sudah menang, Ester?!" suara Florence mengalun tajam, penuh racun kekecewaan.

"Kau tidak lebih dari sekadar jalang pemuas nafsu yang kebetulan berada di tempat yang tepat saat Dominic sedang stres! Kau tak seistimewa itu sampai berpikir bisa bertakhta di rumah ini!"

Sikap Florence yang menyemburkan makian kasar bukanlah hal baru bagi keluarga Ashford.

Selama bertahun-tahun, seluruh penghuni mansion sudah hafal betul bagaimana tabiat asli Florence saat egonya tersenggol—wanita itu akan mengumpat, berteriak, dan memperlakukan orang lain bagaikan sampah.

Dominic menggebrak meja makan dengan pelan namun bertenaga, matanya menyalang dingin menatap mantan kekasihnya.

"Jaga bicaramu, Florence! Kau yang menciptakan kebohongan ini, jadi jangan limpahkan kebusukanmu pada Ester!"

Ester sendiri hanya menundukkan kepala, memegang jemari Dominic di bawah meja dengan raut wajah terluka yang amat sangat.

Di balik kepasrahan dan air mata yang menggenang di pelupuk matanya, Ester menikmati setiap detik dari keruntuhan mental Florence.

Setiap kata kasar yang keluar dari mulut Florence justru makin menegaskan di depan orang tua Dominic betapa beracunnya wanita itu.

Kaetos Ashford berdehem keras, melerai pertikaian yang siap meledak kembali. Suara berat sang patriark menggema penuh wibawa, mengabaikan ocehan Florence dan langsung mengarahkan pandangannya pada Dominic.

"Lalu kapan kalian akan menikah?" tanya Kaetos datar namun menuntut. "Apa kau mau menunggu sampai perut itu membesar?"

Dominic menoleh menatap Ester sejenak, memberikan genggaman hangat yang menyalurkan rasa aman, sebelum kembali menatap ayahnya dengan mantap.

"Secepatnya, Dad."

1
Asriani Rini
Jgn kawatir ester yg penting kamu mencitai Dominic dgn tulus apapun masalalumu klan asford akan menrrimamu tapi satu saranku jujurlah sama dominic tentang masa lalumu
Rosdianah 🌷: kasih tau Ester kak🤣
total 1 replies
Isma Nayla
sungguh tragis kehidupan Ester 😭😭😭
jangan naruh bawang banyak2 Thor 😭😭😭😭
Rosdianah 🌷: tenang kak🤭
total 1 replies
Isma Nayla
di tunggu kelanjutannya lagi ya Thor 🤭
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Isma Nayla
kasihan sebenarnya Tristan tapi lebih kasihan Ester karena ayah keluarga Ester satu2 telah pergi😭
makasih sudah up Thor 🙏
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentarnya kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat berkarya 💪💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak komentarnya 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
makasih uda up bnyk Thor 🤗🤗🤗
Isma Nayla
kasihan Ester walaupun caranya salah dalam masuk kekeluarganya Dominic semoga bila Dominic mengetahuinya rencana Ester sebelumnya dom2 tidak meninggalkan Ester /Whimper//Sob/
Rosdianah 🌷: huhu😭
total 1 replies
Yusry Ajay
wahhh dominic cemburu 🤗🤗
Isma Nayla
terima kasih Thor sudah up banyak2 hari ini 🙏
love sekebon kebonnya 😍/Kiss/
Rosdianah 🌷: huhu love setaman-tamannya kak 🤭🫶
total 1 replies
Isma Nayla
lagi Thor 🤭
sekejap saja bacanya,kayak kurang panjang 😄
Rosdianah 🌷: hehhe siap kak🫶
total 1 replies
Isma Nayla
keren ceritamu Thor,sangat menarik dan tak terduga.
di tunggu kelanjutannya Thor 💪
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Lilla Ummaya
Ditunggu updatenya
Rosdianah 🌷: siap kak
total 1 replies
JR Rhna
bukan susahpun utk tegaskan bahawa dia tak pernah tidur dengan Florence
Isma Nayla
kalau sampai domdom nikahi si flo lebih baik Ester pergi saja Thor./Right Bah!/
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🤭
total 3 replies
Isma Nayla
terima kasih sudah up Thor 🙏
Rosdianah 🌷: happy reading kak 🫶
total 1 replies
Isma Nayla
lanjut thor
berasa sedikit bacanya 🤭
Isma Nayla
keren...
makasih Thor sudah up 🙏
Rosdianah 🌷: maaf ya author nggak pernah double up 🫶🙏🏻
total 1 replies
Isma Nayla
yang ini kok belum up Thor 😭
Rosdianah 🌷: huhu bentar kak
total 1 replies
Lilla Ummaya
Lanjut thor
Yusry Ajay
selalu semangat Thor 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!